Paladin Antegram

Paladin Antegram
pertarungan antara yang terkuat


__ADS_3

Dan disisi Theo dan Relugus saat ini, hampir semua musuh telah dikalahkan dan hanya menyisakan beberapa orang.


Tetapi mereka terlalu takut untuk menyerang dimana Theo dan Relugus berdiri sambil menyeka keringat mereka.


Bahkan mereka masih belum menerima satupun luka sejak pertarungan dimulai, tetapi itu cukup untuk membuat mereka lelah.


"Menyedihkan"


""!???""


Sebuah suara muncul dimana Theo dan Relugus merespon suara itu yang terdengar dari dalam mansion, dan disaat yang sama, seorang pria keluar dari mansion dengan tenang.


Menatao para bawahan nya yang tidak kompeten dengan tatapan dingin, dimana para bawahan merasa lebih takut orang ini daripada dua musuh yang mereka hadapi.


"Kau pasti pemimpin musuh kan?"


"Tidak perlu basa basi"


Dan orang itu, atau dikenal sebagai Pho, menghadap dua musuh dihadapan nya dengan tenang.


Bahkan tidak sampai 2 meter disekitar mereka, tetapi mereka masih belum bergerak dan hanya mewaspadai satu sama lain, tetapi Pho tidak mewaspadai mereka.


Hingga akhirnya Relugus mengenggam erat gagang pedang yang ia dapatkan dari musuh, mengangkat nya ke atas dan langsung menebas Pho.


Tetapi, dengan tangkas Pho memukul pedang besar Relugus dan langsung membuat nya hancur, itu karena terdapat lingkaran sihir ditangan nya sehingga itu mampu untuk menghancurkan Pedang besar milik Relugus.


Dan Theo langsung menebas Pho dari samping, dan merespon hal itu, Pho bergerak dengan tangkas, menggenggam lengan Theo dan melempar Theo kesamping.


Mata Pho langsung bereaksi kesamping nya dimana Relugus mengepalkan tinju dan bersiap untuk memukul Pho.


Pho memukul lengan nya, menaiki tubuh Relugus dan menjatukan diri ketika melewatinya, jatuh ditanah dan langsung bersiap untuk memukul punggung Relugus dengan sihir yang sangat kuat.


Jika itu mengenainya, Relugus akan langsung mati, tetapi sebelum Pho memukul nya, Theo datang dengan menendang wajah Pho.


Membuat Pho tergesar dan hampir jatuh, tetapi dia langsung berdiri dengam mempertahankan keseimbangan tubuh nya.


Menyentuh pipi bekas tendangan Theo barusan, Pho langsung meludah sebuah gigi ketanah, dan dia langsung tersenyum.


"Baiklah, jangan main-main, mari berhadapan dengan serius"


Theo dan Relugus bersiap dalam posisi untuk bertarung, Theo mengarahkan pedang nya kedepan dan Relugus membuat lingkaran sihir yang berbeda dikedua tangan nya.


Theo memberi sihir penguat pada lengan otot dan pedang nya, disisi lain, Pho menciptakan lingkaran sihir ditangan kanan nya.


"Teknik sihir ... sonichi"


Pho tersenyum dan langsung bergegas ke arah mereka, Theo mengingat sesuatu tentang sihir itu dimana Pho sebelum nya pernah menggunakan itu.


Tetapi ... Theo tidak mengetahui jenis sihir apa itu, kelebihan dan kelemahan nya.


Relugus bergegas kedepan dan berniat untuk meninju Pho, tetapi dia menghindari tinjuan itu, menepis lengan Relugus dan mulai untuk meninju Relugus dengan tangan kiri nya.


(Itu!!!?)


Theo melempar pedang nya dan menyadari hal itu, Pho mundur kebelakang dan menendang tanah dimana sebuah pilar tanah yang melengkung memuju ke Theo.


Theo menghindari menyamping tetapi dia lengah dimana pikar itu menciptakan pilar yang lainnya dan pilar menabrak tubuh Theo dengan keras dan menghantam nya ketanah.


Memperhatikan hal itu, Pho menyadari jika Relugus mengarahkan tinju nya, tetapi dia lengah dan membiarkan dirinya tertinju.


Terhempas jauh dimana Pho masuk kembali kedalam rumah dengan memarak pintu dan menghancurkannya.


Disisi lain ditempat dimana Theo terhempas, pilar itu meledak dimana membiarkan Theo berhasil keluar.


Theo sebelum nya menggunakan sihir api dan memasukkannya kedalam pilar itu dimana pilar itu langsung meledak.

__ADS_1


"Oy ... kau tidak apa-apa?"


Relugus bergegas dan mengulurkan tangan nya, Theo menggapai tangan Relugus dan langsung berdiri.


"Dengar Relugus, sihir yang ia saat ini mempunyai 2 tipe, tipe pertama adalah menciptakan pilar tanah dan kedua adalah menciptakan tombak ditelapak tangan nya, berhati-hatilah ketika dia akan meninjumu"


Ucap Theo dengan jengkel sambil menyeka darah dimulut nya, Relugus menatap dengan serius dimana pandangan mereka selanjutnya adalah didalam rumah.


Didalam rumah terdapat Pho yang sedang duduk, menyeka darah dimulut nya setelah itu dia langsung berdiri memasang ekspresi serius dan setelah itu dia langsung berlari keluar dari rumah.


Belari dengan cepat dimana itu membuat Theo dan Relugus terkejut, dia berhenti ditengah dan menciptakan sebuah pikar melengkung yang langsung mengarah ke Theo.


Merespon hal itu, Theo menciptakan lingkaran sihir dan langsung meninju pilar melengkung itu, petir tercipta dan merayap diseluruh pilar dimana langsung membuat pilar itu hancur.


Selanjutnya, Pho sudah berada disamping Relugus dan dia butuh beberapa waktu untuk menyadari hal itu, sebelum ia sempat menoleh, tubuh nya dinaiki Pho dimana Pho berdiri dengan tangan nya dikedua bahu Relugus.


Disaat itu, Relugus menatap wajah Pho, dimana wajah Pho hanya dipenuhi oleh senyuman puas nya, selanjutnya Pho menciptakan tombak dan langsung menusuk Bahu kanan Relugus.


"Arhtgg!!!"


Tanpa menyia-nyiakan waktu, Pho mematakan tombak itu dan langsung menjatuhkan diri ditanah, memutar tubuh nya dan menebas Theo dengan tombak yang baru saja memanjang.


Theo menunduk dan Berhasil mengindari hal itu, langsung berdiri tetapi Pho berada dihadapan nya dengan kaki kanan yang bersiap untuk menendang.


Pertama dia menendang kaki, lalu pinggang dan selanjutnya adalah kepala Theo dimana Theo berhasil menahan tendangan dikepala, itu hanya berlangsung 2 detik.


Dan tanpa memberinya waktu Pho memutar tubuh dengan cepat untuk mengatur posisi tendangan, dan menendang Theo dari arah yang sebaliknya dari tendangan tadi.


Mengenai wajah nya, Theo langsung terhempas dan menabrak dinding mansion, Selanjutnya Pho mengangkat lengan kanan nya ke atas dan sebuah lingkaran sihir tercipta.


"Aziki"


Petir keluar dan langsung menyambar Theo, petir yang besar dan itu langsung menghancurkan mansion ketika petir menyentuh mereka, bangunan hancur dan mansion ini telah rusak seutuhnya dan Pho tidak perduli dengan hal itu.


Menurunkan lengannya dan Pho mulai berjalan dengan perlahan ke Relugus yang sedang terduduk ditanah sambil menyentuh bagian tombak yang menusuk bahu kanan nya dengan sangat dalam.


"Hanya segini?"


Pho bertanya dengan senyuman diwajah nya, dan Relugus hanya merespon dengan senyum masam.


Relugus menghela nafas panjang dan mengendurkan pertahan nya.


"....berikan aku keinginan, karuna"


Selanjutnya, Relugus mengenggam erat pedang yang ia dapatkan baru saja, memutar tubuh nya dan langsung menebas ke arah Pho.


Pho merespon kaget dan mencoba untuk menghindar, tetapi ia terlambat dimana Relugus sudah menebas ke arah nya dimana sebuah cahaya keluar dari tebasan Relugus dan mengenai lengan kiri Pho.


Selanjutnya mengenai mansion dan membelah nya menjadi dua bagian.


Pho membelalakkan mata nya dan mendarat ditanah, menatap lengan kiri nya yang sudah tidak ada, karena cahay itu, lengan kiri nya tidak terbelah, itu sudah musnah sepenuh nya.


Dan Pho langsung menatap Relugus dengan ekspresi jengkel.


"Lancang sekali kau!!"


Dan Theo datang menerjang dan meninju Pho, bagaimana dia bisa selamat? Adalah pertanyaan yang dipikirkan oleh Pho, tetapi dia menenangkan pikiran nya dan menghindari pukulan dari Theo.


Disaat itu, Pho membalikkan badan nya dengan cepat dan disaat Theo mendarat ditanah, Pho langsung menendang perut nya dimana Theo langsunh terhempas ketanah.


Tetapi Theo langsung berdiri dan bergegas ke Pho, melancarkan beberapa tinjuan dan Pho menahan semua tinjuan dari Theo hanya dengan tangan kanan nya saja.


Pho menendang tepat keperut Theo yang membuat nya langsung termundur ketanah.


Pho merespon dari kebalakang nya dimana Relugus bergegas ke arah nya dan bersiap untuk menebas.

__ADS_1


Untuk menghindari hal itu, Pho menendang tanah dengan keras dan bumi langsung berguncang dimana itu membuat keseimbangan kaki Relugus goyah dan tidak berhasil untuk melancarkan serangan.


Lalu tanah mulai naik ke atas atau lebih tepat nya tercipta sebuah pilar yang sangat panjang dan besar, seperti sebelum nya.


Pho memakai teknik yang sama jadi tentu ia bisa melakukan ini, disaat Relugus masih goyah, Pho memanfaatkan kesempatan itu dan langsung menendang kepala Relugus.


Membuat nya jatuh ketanah, dan selanjutnya Theo berlari dengan cepat, meninju dan Pho menahan hal itu, selanjutnya, Theo menendang Pho dimana Pho ingin menahan itu juga.


Tetapi terdapat lingkaran sihir dikaki Theo, merespon hal itu, dengan cepat, Pho melekukkan tubuh nya kebelakang dimana dia menahan tanah dengan tangan kanan nya untuk tidak terjatuh..


Tendangan Theo melewatinya dan lebih dari itu, tendangan Theo menendang tanah dan itu langsung menghancurkan tanah dengan kuat.


Lingkaran sihir dikakinya hilang, lalu Pho menaniki punggung Theo dan menendang nya, dimana itu membuat Theo terjatuh ketanah dan Pho meloncat ke atas.


Tidak memberikan tanda-tanda untuk terjatuh kebawah, tanpa membuang waktu, Pho mengarahkan tangan nya ke arah Theo yang mencoba untuk bangun.


Menciptakan lingkaran sihir, dan membentuk beberepa bola hitam dimana Pho pernah memakai ini untuk mengakhiri pertarungan melawan Theo dan Da vinci.


Menembakkan 3 bola hitam ke arag Theo dimana Theo merespon panik dan Relugus bergegas dan menangkis bola pertama, lalu Theo tersenyum dan mulai memukul bola hitam kedua dengan tangan yang dilapisi lingkaran sihir, lalu Relugus berbalik dan menebas bola hitam ketiga.


Dimana ketiga bola hitam itu terlempar, mengenai tanah dengan kuat dimana tercipta ledakan yang kuat ketika mereka bersentuhan, dan menciptakan daya ledakan yang besar.


Dari atas sini, Relugus menatap dengan ekspresi jengkel dimana emosi telah memenuhi pikiran nya.


"Sampah seperti kalian---"


Bergumam kecil dan selanjutnya Pho menciptakan lingkaran sihir dihadapan nya.


Disisi bawah dimana Theo dan Relugus saling bertukar toss untuk menghargai kerja sama barusan, selanjutnya Theo mendongak ke atas untuk melihat Pho.


"Tinggi sekali ... karena inilah aku benci burung"


"Dia akan melancarkan serangan"


Dan diposisi Pho saat ini.


"Engkau pencipta matahari, engkau pencipta cahaya, pelaku dari kebajikan, berikan kekuatan besar pada tangan kecil ini untuk menyinari segala nya ...


Berhenti merafal, sebuah cahaya yang berapi-api terbentuk ditangan Pho dimana itu langsung membuat tangan nya terbakar karena cahaya itu.


Mengarahkan nya kedepan dimana cahaya itu menjadi lebih besar.


"Oi oi ... bukan kah itu sangat gawat?"


Ucap Theo dengan tersenyum masam sambil melihat cahaya tercipta di atas nya, Relugus menanggapi dengan anggukan.


"Kita harus menghindari itu"


"Bagaimana? Kita berada diketinggian 70 meter kau tau?"


Ucap Theo dengan mengejek, menggeleng kepala nya sambil mengangkat bahu dan Relugus tersenyum dengan keyakinan diwajah nya.


"Apa kau pernah terjun bebas?"


Ucap nya dengan santai dan Theo memasang ekspresi masam.


"Serius?"


"Sangat serius"


Diposisi Pho.


"Hancurkan segala nya ... arfana"


Mengarahkan tangan kanan kebawah dan bola cahaya itu turun kebawah dengan perlahan, disisi lain Theo dan Relugus berlari dengan sekuat tenaga untuk mencapai ujung pilar ini.

__ADS_1


Disaat mencapai ujung, tanpa ragu mereka melompat dan disaat bersaamaan cahaya itu menyentuh tanah dan semuanya diterangi oleh cahaya yang besar.


Dan pilar itu bergejolak di atas sampai bawah dimana pada akhirnya pikar yang sangat besar itu hancur dari atas dengan daya ledakan yang besar.


__ADS_2