
Disana, Rumia terus menyerang Killia, dan Killia terus menangkis serangan dari Rumia.
"Kenapa kau terus berjuang?"
"Sudah menjadi kewajiban pemimpin untuk membalaskan dendam bawahan mereka"
"Hmph, sungguh kewajiban yang konyol"
Selanjutnya, Killia mulai menangkis serangan Rumia dengan kasar, lalu dia mulai mengarahkan tombak nya itu untuk menusuk perut Rumia.
Rumia berada diposisi dimana dia tidak bisa menangkis atau menghindar.
"Sialan"
Tetapi, sebelum Killia menyadari nya, sebuah perisai ungu terbang dan langsung memukul Killia.
Membuat nya terhempas dan mendarat ditanah, memperhatikan orang yang melakukan itu, adalah Salazar.
Disana, Salazar menarik lengan Rumia dan memaksa nya untuk mengikuti.
"Salazar??"
"Rumia, aku tau kau sedang bersedih, tetapi prioritas saat ini adalah menghindari pertempuran"
"...."
Rumia yakin, jika Salazar bersedih dan dipenuhi oleh amarah ketika mendengar kematian Larisa, tetapi bagaimana dia bisa setenang ini?
Kenapa, dia bisa menahan amarah nya?
"Kau pikir aku akan membiarkan hal itu?"
Ketika mereka menyadari nya, Killia sudah disamping mereka, dan sebelum mereka sempat untuk menghindar.
Killia langsung menendang Salazar dan membuat nya terhempas sangat jauh.
"Salazar!!"
Dan, dengan tombak nya, dia menebas tangan kiri Rumia, sampai tangan kiri Rumia melayang diudara.
"Aarrrkgkgkgkk!!!"
Rumia membelalakkan mata nya, lalu berteriak kesakitan sambil memegangi tangan.
Air mata keluar dari mata nya, disaat Killia mulai mencoba untuk menghabisi nyawa Rumia.
Juliy datang dan memberikan pukulan dimana Killia menghindari hal itu.
"Sialan kau!! Bagaimana kau bisa melakukan itu terhadap wanita?!!"
Juliy menyembunyikan lingkaran sihir ditangan nya dan lingkaran sihir itu menembakkan sinar putih panjang ke arah Killia.
Lalu, Alman datang, menggendong Rumia lalu pergi menjauh dari sana.
Ketika dia merasa sudah berlari cukup jauh, Alman mulai menurunkan Rumia ketanah dan melakukan pertolongan pertama untuk tangan kiri nya yang terpotong.
"Maaf karena terlambat"
Alman mengoyakkan baju nya, lalu melapisi lengan Rumia dengan itu selagi dia merafalkan sihir penyembuh.
(Dia kehilangan banyak darah, kondisi nya ini sangat gawat)
Sebelum Alman sempat menyadari nya, secara mendadak, Killia sudah berada disamping nya.
Lalu, Killia menendang Alman sampai terhempas jauh kesana, menabrak tanah beberapa kali lalu Alman mulai mempertahankan posisi nya disana.
Tetapi, Killia sudah disana tanpa memberi Alman waktu yang cukup untuk istirahat meski itu hanya 1 detik.
Killia mulai menebas Alman dengan tombak, dan Alman menghindari hal itu di detik terakhir.
Keika Killia mulai mencoba untuk menyerang Alman sekali lagi, Salazar mulai datang dan memukul Killia dengan perisai nya.
Membuat Killia terhempas jauh kesana.
__ADS_1
"Sepertinya kau kerepotan, Killia, perlu kubantu?"
Arcel menawarkan bantuan, dan Killia hanya menatap diam.
Seharus nya mereka adalah lawan Arcel, dan saat ini berpindah ke Killia, jadi seharus nya dia tidak perlu bertanya apa perlu dibantu, tetapi dia hanya harus ikut serta saja disana.
Tetapi Killia memiliki kebanggaan tersendiri jadi dia menolak untuk meminta bantuan.
"Tidak, itu tidak perlu"
Disisi lain, Juliy mulai berlari ke arah Rumia dan memberinya perawatan lebih.
"Maaf karena telah menghambat"
"... heh, apa yang kau katakan? Tidak ada yang menghambat disini oke?"
".... baiklah, hei Juliy"
"Hm?"
"Apa kita bisa kabur? Dari monster itu"
".... tentu saja bisa, kau hanya perlu membiarkan aku menggendong mu dan serahkan sisa nya pada kami"
"Haha, jika bisa, aku ingin Val yang menggendong ku"
"Kau ini"
Itu hanya percakapan kecil, dimana secara perlahan, Rumia mengantuk dan mulai tidur disana, setidak nya dia selamat saat ini dan Juliy hanya bisa menghela nafas lega.
Tetapi, untuk yang selanjutnya akan lebih sulit.
Juliy mulai mengangkat rumia dan menggendong nya dipunggung, kondisi yang terparah adalah Rumia, jadi dia harus membuat Rumia untuk kabur duluan.
Jadi dia mulai berlari ke arah pintu keluar, disana, Killia yang sedang menghadapi Salazar dan Alman mulai menyadari jika Juliy yang berusaha untuk bergegas ke pintu keluar.
Jadi Killia mengabaikan Salazar dan Alman dan langsung bergegas ke arah Juliy dengan cepat, bahkan lebih cepat dari apa yang Juliy bayangkan.
Itu terlambat ketika Killia langsung menyerang mereka, tetapi, sesuatu menahan serangan Killia dan Juliy kaget akan hal itu.
Ketika melihat perisai ungu tepat dihadapan nya.
Orang yang melakukan nya adalah Salazar, meski dia masih berada diposisi awal, tetapi dia hanya memindahkan perisai milik nya kesana.
"Haha, sepertinya itu tadi adalah sesuatu yang berlebihan"
Tanpa dia sadari, darah mulai keluar dari hidung dan mulut nya, dan Alman hanya menatap dengan mata yang melebar.
"Alman"
Salazar memanggil Alman dan Alman tersentak kaget akan hal itu.
"Pergilah dan ... jaga mereka berdua"
"Kau ...."
Alman menatap nya, wajah Salazar yang tersenyum bangga disana, dia berniat untuk mengorbankan dirinya disini.
"Haha, bagi pria tua seperti ku, sudah menjadi kewajiban untuk mengorbankan nyawa agar bisa melindungi kalian yang muda"
"Sungguh kewajiban yang konyol"
Ucap Alman, lalu dia mulai menetapkan keputusan, dan menghembuskan nafas panjang.
"Salazar mayer, aku menghormati dirmu"
Alman mulai bergegas ke arah Killia, dengan serangan terakhir, dia mulai menyerang Killia, dan tentu Killia dapat dengan mudah menangkis serangan Alman.
(Setidak nya akan kubantu kau sedikit)
Alman melepaskan genggaman nya dari pedang lalu melewati Killia dimana ketika Killia merespon hal itu, Salazar datang dengan cepat memukul Killia dengan armor ungu ditangan nya.
Membuat Killia terpukul mundur kesamping, dan Killia menyadari jika pukulan itu sangat berat.
__ADS_1
Disana, Alman terus berlari ke depan, dan Juliy, menatap Salazar yang hanya berdiam diri menatap ke arah nya.
Sesaat Juliy langsung menyadari niat Salazar tanpa bertukar kata dengan nya.
Juliy tau, jika pengorbanan diperlukan disini, atau mereka tidak akan bisa kabur, tetapi sebisa mungkin, dia ingin menjauhi hal itu.
Sesuatu seperti mengorbankan seseorang, dan kali ini, dia harus mengorbankan rekan nya sendiri, agar bisa kabur, agar bisa bertahan hidup.
Salazar membuka mulut nya dan mengucapkan sesuatu, dimana Juliy hanya memahami itu dari pergerakan bibir nya.
Dia berkata "teruslah hidup"
Dengan berat, Juliy membalikkan badan nya, dengan air mata yang tidak berhenti mengalir, dia mulai berlari.
Itu adalah perpisahan, sampai nanti, rekan ku.
Disana, Arcel yanya menatap mereka yang kabur dan tidak memiliki niat untuk menghentikan.
Dan, ini akan pertarungan satu lawan satu antara Salazar dan Killia.
"I gave my life, to receive the strength that you gave, with this blood that comes out, give me all of it .... COR---NELLIAAAA!!!"
tubuh nya dipenuhi oleh lapisan armor, dimana kedua perisai muncul dikedua tangan nya, armor untuk kepala, tubuh dan kaki, itu mejadi armor yang lengkap.
Itu adalah kekuatan terbesar yang mampu diberikan oleh Salazar.
(Itu hanya akan bertahan selama 10 detik, ini adalah seluruh yang dapat kuberikan, setelah ini aku akan mati, tetapi ... hanya 10 detik ini!! Akan kukalahkan kau!!)
Killia menghela nafas, membuang tombak nya dan memunculkan sebuah pedang, mereka bersiap dan langsung menyerang disaat yang sama.
Didala. Waktu 0'5 detik mereka telah saling berhadapan, dan sedetik kemudian mereka mulai menyerang.
Membuat gelombang energi besar dan itu menghancurkan area sekitar dengan listrik listrik yang keluar.
Dan didalam sana, terdapat Salazar yang mulai memukul Killia dengan perisai nya, bahkan dengan kekuatan Salazar saat ini, terkena pukulan itu akan berakibat fatal bagi Killia.
Tetapi, dengan kecepatan milik Salazar, itu bukanlah masalah besar, dia menghindari serangan Salazar, dan dengan pedang nya itu.
Dia mulai menebas Salazar, dari pundak dan itu membelah hanya sampai ketika dia berhasil membelah jantung Salazar didada kiri nya.
Gelombang energi yang besar itu perlahan menghilang, armor armor ungu milik Salazar juga perlahan pecah dan menghilang.
Ketika Killia menarik kembali pedang nya, Salazar tumbang ketanah dan dia ... sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Killia menghela nafas pendek dimana udara dingin didalam goa ini memperlihatkan nafas nya dengan jelas.
Pedang milik nya perlahan menghilang, dan Killia langsung berjalan ke arah dimana dia tuju sebelum nya.
"Arcel, sebaiknya kau jangan bermalas malasan, karena kita akan berhadapan dengan paladin dari ratusan tahun yang lalu selanjutnya"
"Tanpa perlu kau beritahu pun"
Arcel perlahan menghilang dengan sihir ruang milik nya dan Killia terus berjalan.
"Tunggu aku, Joseph ... Nezuon, kali ini kupastikan, kalian akan mati ditangan ku"
Bergumam hal itu, Killia perlahan menghilang kedalam kegelapan, dan labirin sedang bersiap untuk pertarungan selanjutnya.
22 november 713 - Kalender antegram
[party rouge hancur] dan [Salazar mayer kehilangan nyawa didalam pertempuran]
......
catatan author :
jika kalian bingung kenapa disana pake b.inggris, yah, sejak awal saya sangat menyukai fate series
dan beberapa pertarungan di paladin antegram juga terinspirasi dari fate
dan, di bagian b.inggris itu, saya sedikit mengambil refrensi dari archer atau emiya shirou di fate stay night
ketika mereka sedang bertarung dan akan mengeluarkan kartu as mereka, yaitu rho aias
__ADS_1