Paladin Antegram

Paladin Antegram
memulai kesenangan


__ADS_3

Waktu berlalu dan sekarang hari keduaku berada di kediaman lohengram.


Sepertinya elena tinggal disebuah asrama khusus untuk sekolah itu. Sekolah itu bernama akademi xirius IX.


Sekolah itu mempunyai 8 tahun pembelajaran dimana jika sudah menyelesaikan seluruh mata pelajaran, kau diperbolehkan untuk naik kekelas selanjutnya.


Jika kau benar-benar jenius kau bisa langsung kekelas 4 jika pihak sekolah mengizinkan, dan karena elena sudah kuajari menghitung dan membaca, jadi dia bisa melewati kelas pertama dengan lancar dalam 3 minggu dan langsung naik kekelas selanjutnya.


Kyaaa!! Itu baru adikku!~~


Yah, meski begitu masih ada beberapa hari sebelum aku akan mulai masuk sekolah, aku punya banyak waktu, jadi kuhabiskan saja untuk bersantai di kediaman ini.


Lagipula lukaku masih belum sembuh total.


Seperti biasa aku hanya bersantai-santai ditempat tidur sambil membaca buku, dikehidupan kedua ini membaca buku sudah menjadi hobiku.


Dan buku yang ada dikediaman ini sangat banyak, aku bisa membaca mereka sepuasku.


Lagipula sangat nyaman disini, dimana ada beberapa pelayan yang membantuku, aku tidak tau pasti berapa banyak pelayan yang bekerja dikeluarga lohengram, mungkin sekitar 30?


Dan pelayan laki-laki disini hanya 7 orang termasuk sebastian dan sebastian berada diposisi teratas dari semua pelayan yang ada disini.


Kau bisa menyebutnya kepala pelayan.


Yah, meskipun aku pernah mempunyai nya, tetapi sekarang kupikir lagi jika mempunyai pelayan itu sangat membantu.


Dan sekarang aku juga tidak perlu memakai pakaian yang tebal lagi, tetapi yah ... kupikir pakaian musim dingin lebih baik dari pakaian yang kupakai sekarang.


Tidak, mungkin lebih tepat jika kau menyebut ini gaun, serba putih dan sangat tipis dimana angin sepoi-sepoi bisa masuk kedalam baju ini.


Dan karena sangat memalukan memakai pakaian seperti ini, jadi aku memesan sebuah kemeja putih dan sebuah rok hitam, yah kupikir rok tidak masalah.


"Nona sheilla, ini pakaian yang anda minta"


"Oh! Terima kasih, umm?"


"Ah- mohon maaf, nama saya adalah tieze".


"Ya, terima kasih, tieze"


"Tidak masalah, sudah menjadi tugas saya"


Yah, senang mempunyai pelayan yang bisa diajak bicara.


Aku segera memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh tieze, awal nya ia ingin membantuku memakainya, tetapi bagiku itu akan sangat merepotkan jadi kutolak.


Lagipula aku tidak berada diumur untuk dibantu dalam memakai pakaian.


Yah, tidak ada gunanya jika berada dikamar terus, jadi mari pergi ke perpustakaan!!


Sebelum itu aku sudah meminta tieze untuk menyiapkan teh dan cemilan untuk menemaniku dalam membaca buku.


Aku berada didepan pintu perpustakaan, ya ampun, bahkan pintu untuk perpustakaan pun juga besar.


Aku mendorong pintu ini.


"Hmm? Susah dibuka--"


Dengan sekuat tenaga aku mencoba membukanya dan berhasil.


"Apa ruangan ini jarang digunakan?"


Yang kulihat adalah kegelapan, tidak ada penerang disini, mungkin masih sedikit ada cahaya matahari meski tidak menyinari seluruh ruangan.


Kondisi ini, sudah membuatku yakin jika keluarga lohengram tidak suka membaca sastra.


Ya ampun, setidaknya mintalah pelayan kalian untuk rutin membersihkan ini!!


"Achuuuu!~~"


Banyak debu disini dan itu membuatku ingin terus bersin.

__ADS_1


Bahkan laba-laba sudah menganggap ini sebagai sarang mereka.


Bagaimana aku bisa menikmati waktu membaca ku jika ruangannya saja seperti ini?


"Nona sheilla, ada apa, ah! Ruangan ini banyak sekali debunya--"


Tieze datang dengan sebuah meja dorong yang berisi cemilan dan teh yang kuminta siapkan, tetapi tidak ada gunanya jika ruangannya seperti ini.


"Sepertinya hari ini aku tidak bisa membaca di perpustakaan"


Apa boleh buat, ayo ambil beberapa buku lalu kembali kekamar!!


"Mohon maaf nona sheilla, saya akan meminta beberapa pelayan untuk membersihkan perpustakaan hari ini"


"Tolong ya, tieze"


Aku masuk keruangan lebih dalam untuk memeriksa beberapa buku.


Ruangan ini sangat besar, mungkin ukuran pastinya adalah 40 meter dan lagi masih ada lantai kedua, mungkin lantai pertama bisa dibersihkan hari ini.


Dan besok adalah lantai kedua, aku harus bersabar sampai lusa tiba!


Yah, setidaknya aku masih bisa membaca buku di lantai 1 besok selagi para pelayan membersihkan lantai 2.


Aku mengambil 4 buku, 2 diantaranya adalah teori akerus dan bahasa elf lalu 2 lainnya adalah tentang teori sihir teleportasi dan sihir waktu.


Kedua sihir itu masih diperdepatkan sampai sekarang karena masih belum terbukti benar atau tidaknya, tetapi yah, diduniaku dulu sihir teleportasi telah terbukti benarnya tetapi membutuhkan mana yang sangat banyak.


Jadi sihir teleportasi hanya digunakan ketika waktu yang sangat genting.


Untuk sihir waktu masih belum terbukti karena ada teori yang mengatakan jika nyatanya tidak ada yang namanya masa depan.


Bukan berarti tidak ada tetapi masa depan masih belum terbentuk, karena masa depan berjalan dengan waktu yang sama dengan kesadaran kita.


Yang artinya pergi kemasa depan adalah suatu yang mustahil karena keberadaan masa depan itu masih belum tercipta.


Dan teori lainnya yg menyangkut pergi kemasa lalu, itu akan sangat berbahaya.


Sama seperti yang diceritakan didalam novel returned, yah pada akhirnya itu hanya teori tetapi itu adalah teori yang paling kudukung.


Dan untuk teori akerus memang sengaja kuambil, karena itu terlihat sangat menarik, selama ini aku hanya membaca novel tetapi kali ini aku akan mulai belajar.


Toh siapa tau sekolah juga akan mengajari hal yang sama dan aku sudah mempelajarinya, kukuku ... aku tidak sabat untuk itu.


Lalu untuk bahasa elf ....


.....


"Bahasanya sama?"


Apa apaan ini? Bahasa elf didunia ini sama dengan dunia ku dulu.


Tidak ada perbedaan, semuanya sama bahkan penulisannya sama.


Apa maksud nya ini?


.


.


.


Hari ketiga-


"Selamat bangun, nona sheilla~"


Seseorang, tidak, jumlah nya itu tidak bisa disebut seseorang lagi.


Ada sekitar 7 pelayan wanita yang mengucapkan hal itu.


Pagi-pagi sudah meriah, aku merindukan suasana tenang dipagi hari desa musim salju, meski dinginnya tak tertahankan.

__ADS_1


Yah, bukan berarti tidak dingin disini.


"Pagi, hooam~~"


Aku mengusap mataku dan beranjak dari tempat tidur. Berdiri dilantai dan membiarkan para pelayan melepas bajuku.


Disini ada pelayan yang memegang pakaianku untuk hari ini, aku mengambil itu darinya dan memakainya sendiri.


Dan terlihat raut wajah sedih dari para pelayan.


Maafkan aku, biarkan aku tetap memiliki rasa malu ku.


"Jadi ... apa perpustakaannya sudah dibersihkan?"


"Ya-- hanya lantai pertama, untuk lantai kedua akan kami bersihkan hari ini"


"Ng ... terima kasih"


Yah ... sangat terbantu karena memiliki pelayan.


Disini aku berjalan ke arah ruang makan, kami akan sarapan.


Membuka pintu dan terlihat dengan jelas jika semua nya sudah makan duluan, meja nya sangat besar, meskipun hanya 5 orang yang akan makan disitu termasuk aku.


Yah, ini tentang bangsawan, jadi aku tidak heran lagi karena itu.


"Selamat pagi, mama, papa, paman dan kakek"


"Ya! Pagi, cucuku!"


""Pagi shei""


"...... pagi"


Datar sekali, yah, seperti itulah maxwell, hanya berkata secukupnya.


Ia tidak mengerti yang namanya formalitas.


Aku langsung menuju kemeja yang disiapkan untukku, tetapi sepertinya ini adalah meja nya mendiang nenek.


Aku belum pernah melihat rupa si nenek, apa ada lukisannya dikediaman ini?


"Oh ya, shei~ kami sudah mengirim surat ke elena tentang kau sudah kembali, dan balasannya telah tiba"


Quilea membuka sebuah topik untuk menghentikan suasana hening ini.


"Heee~ mana surat nya?"


"Fufu, setelah selesai sarapan ya?"


Kh, aku lupa jika quilea sedikit tidak bisa membaca suasana.


"Shei, kakek sudah mengurus surat-surat yang diperlukan untuk mendaftar disekolah, kau bisa mulai masuk nya 4 hari lagi, sampai saat itu, persiapkan dirimu"


"Baik!"


"Kuku, itu baru cucuku"


Aku melihat, sepertinya sifatku hampir sama dengan si kakek, mungkin kami bisa akrab.


Tetapi 4 hari ya, dan setelah itu aku akan berpisah lagi dengan quilea dan guirde.


"Saat kau masuk sekolah, papa dan mama akan kembali ke desa musim salju, tapi kami akan kembali kesini lagi jika sekolah sudah memasuki waktu libur, selama kau disekolah, pastikan kau melindungi elena ya?"


"Ya! Tentu saja!"


"Syukurlah~"


Guirde tersenyum dan aku menyadari jika guirde itu benar-benar seorang ayah.


Entah sejak kapan dia tumbuh sebesar ini---

__ADS_1


Yap, tetapi pastikan kau tetap takut pada istrimu.


__ADS_2