Paladin Antegram

Paladin Antegram
terbentuk nya labirin acak


__ADS_3

Ditengah tengah kedamaian malam dengan langit yang indah, tidak ada tanda tanda akan adanya hujan sampai bisa melihat keindahan cahaya rembulan dengan baik.


Ketika semuanya menurunkan penjagaan mereka, Killia mulai melangkah, dari posisi atas dia menatap seluruh pejuang antegram.


Dan bagi beberapa orang, mereka menyadari kehadiran dari Killia, merasa sedikit takut dengan itu dan memberi tau yang lainnya.


"Oi, siapa itu?"


"Sedang apa dia ada di atas sana?"


"Dia bukan musuh kan?"


Dan semua itu menyebar, dengan sedikit meningkatkan kewaspadaan mereka. Menatap sosok Killia yang berdiri di atas bukit seperti melihat sesuatu yang membuat hati mereka merasakan ketakutan yang mendalam.


"Sepertinya itu akan segera dimulai, Maaf val, aku harus segera kembali ke pasukan ku"


"Ya, berhati hati lah"


Ucap Nezuon dengan sedikit khawatir, dan Rumia tersenyum lebar sambil mengangkat tangan nya ke atas.


"Kau berbicara dengan siapa?"


Nezuon hanya tersenyum masam ketika mendengar hal itu, memperhatikan Rumia yang perlahan berjalan menjauh.


"Baiklah, kita juga harus bersiap"


Nezuon berbalik dengan mengatakan itu dan mendapati seluruh anggota nya sudah sangat siap disini.


"Kita adalah kelompok kecil, kerena itulah akan merugikan bagi kita jika bepencar, jadi sebisa mungkin jangan berjalan terlalu jauh dari pormasi"


"Siap, kapten" (theo)


"Serahkan kepada kami" (Larisa)


Dan disisi lain, Williard hanya menatap diam ke arah Nezuon, dengan sedikit kekhawatiran, dia menunggu waktu yang tepat ketika saat nya tiba.


Nezuon sedang duduk di kursi, sendirian dimana kebanyakan anggota sedang menyiapkan perlengkapan mereka, dan Williard mendekati Nezuon.


"Apa yang kau khawatirkan?"


"??"


Nezuon merespon dengan bingung, mendengar pertanyaan Williard secara mendadak, dia tidak mengerti tentang itu.


"Itu tidak seperti yang kau biasa nya, takut dengan situasi ... katakan, apa kau mengetahui kekuatan musuh?"


".... kenapa?"


Nezuon terdiam karena apa yang dikatakan oleh Williard, dia sedikit merasa kesal akan hal itu, tetapi dia menutupi nya dan tersenyum sambil bertanya "kenapa?"


Membuat Williard mengerutkan alis nya, mendecahkan lidah nya lalu menarik kerah baju Nezuon dengan kasar.


"Aku tidak tau apa yang kau sembunyikan, tapi apa kau bisa menjamin jika itu tidak akan membahayakan anggota yang lain?!"


Williard berteriak dengan tegas, dimana seluruh anggota merespon itu dengan kaget, dan canggung akan hal itu.


Seseorang seperti Williard, seseorang yang tidak akan marah jika itu tidak memiliki alasan yang tepat untuk diperdebatkan, dan mereka mengetahui sifat Williard dengan jelas.


Dan ... mereka hanya sedikit takut, karena inilah pertama kalinya Williard marah ke Nezuon.


"Tunggu tunggu, apa yang kalian lakukan?"


Theo maju kedepan, mendorong Williard dan membiarkan mereka menjauh. Dan disini Nezuon merapikan kerah baju nya dengan sedikit kesal.

__ADS_1


"Ini bukan waktu nya untuk pertengkaran sesama tim, kalian tau? Serius, apa yang membuat kalian bertengkar?"


"Nah, kapten ... aku paling tau jika kau mementingkan keselamatan anggota yang lainnya lebih dari siapapun, kau serius tidak ingin mengatakan nya?'


Beberapa detik setelah itu, Nezuon tidak menjawab, membuat Williard kesal dan menjauh dari sekitar.


Tidak ada yang akan menduga hal itu, tentang pertengkaran Wilkiard dan Nezuon, di situasi dimana Nezuon adalah yang salah disini.


Disisini, Nezuon hanya menghembuskan nafas nya dengan menyesal dan membela diri nya jika dia yang benar disini.


"Nah, kapten, apa yang sebenar nya terjadi?" (Theo)


"Aku ...


***


"Wahai pejuang antegram sekalian ... sekarang ... neraka akan dimulai"


Ucap Killia dengan suara yang tegas, sampai suara nya terdengar jelas oleh seluruh pejuang, mereka menelan ludah mereka sendiri.


Sambil memperhatikan Killia yang mengangkat tangan nya ke atas.


Lalu ada kilatan cahaya yang menuju ke arah nya, lalu measuk ketangan dan Killia menangkap nya, itu adalah tombak putih.


Dengan panjang yang mencapai 179 cm, dengan ujuang bilah nya yang terdapat besi yang dibentuk menjadi pisau dengan runcing runcing lainnya.


Killia mengangkat tombak milik nya ke atas, lalu memukulkan itu kebawah, dikeheningan para pejuang, itu terdengar jelas ditelinga mereka.


Sampai akhirnya mereka menyadari jika tanah yang mereka pijaki bergetar, sampai akhirnya itu turun kebawah.


Membuat semua nya panik dan berlutut karena gerakan tanah yang membuat keseimbangan mereka dalam berpijak menjadi goyah.


Tanah itu terus masuk kedalam, tanah yang keras sampai itu terasa seperti batu


Memperlihatkan mereka dengan dasar dari tanah, dipenuhi oleh cairan api yang memiliki temperatur yang tidak wajar.


Beberapa pejuang kehilangan keseimbangan mereka karena tanah itu yang terus bergerak menyamping dan lurus, membuat mereka terjatuh dan langsung mati ketika mereka berenang di cairan api itu.


Disisi lain, party (tanpa nama) panik karena tanah mereka yang terus bergerak, sampai akhirnya tanah dipijakan Larisa terbelah.


Di saat saat itu, semua nya melebarkan mata mereka, dan ketika Nezuon mencoba untuk mencapai Larisa.


Dia terlambat dimana Larisa sudah menjauh dari daerah sekitar mereka, terlihat jika dia juga sedikit panik dengan itu.


Lalu dia bergabung dengan tanah yang lainnya, dan ketika Nezuon mencoba untuk melompat kedepan, suatu dindinh tercipta dihadapan nya.


Dan tanah tepat dia berpijak terbelah dan dia naik ke atas, membuat anggota lainnya panik akam hal itu.


Mencoba untuk saling berpegangan tangan agar tidak berpisah, dan sebelum Da vinci bisa mencapai tangan Sheilla.


Tanah milik nya sendiri terbelah, membuat nya naik ke atas dan berpisah dari Sheilla, berhenti secara mendadak di atas, lalu bergerak menyamping dan menabrak tanah lainnya.


"Shei!!"


Dia terhempas karena benturan itu, dan ketika dia menyadari nya, dia berada dikelompok yang tidak dia kenal, menatap dengan wajah yang panik.


"Umm?"


Ketika dia mencoba untuk berbicara, tanah dipijakan Da vinci kembali terbelah, membuat nya tersentak kaget.


(Sial, begini lagi?!)


Tanah tempat dia berpijak bergerak dengan liar, sampai dibatas dimana dia menancapkan pesang milik nya ketanag agar tidak terhempas ketika Tanah itu menabrak atau berhenti secara mendadak.

__ADS_1


Tetapi itu percuma, ketika Tanah itu menabrak yang lainnya, dia tetap tidak bisa mempertahankan keseimbangan nya.


Dia spontan berjalan mundur dan ketika akhirnya dia kehilangan pijakan dan akan jatuh kebawah, tepat ke cairan api itu.


Membuat dia panik dan ketika dia benar benar akan terjatuh, seseorang menarik lengan nya dengan kuat agar dia tidak jatuh.


"Haha, syukurlah masih sempat"


Ketika dia menyadari nya, terdapat Theo yang tersenyum lega karena hal itu.


Menarik Da vinci ke atas, dan setelah itu, Da vinci memanjat tanah itu dengan kekuatan nya sendiri.


Setelah selesai mereka bersama sama duduk ditanah itu dengan terengah engah.


"Sial ... kita berpencar dengan kebanyakan anggota"


Ucap Theo dengan menghela nafas lelah, dan ketika Da vinci menyadari nya, terdapat beberapa orang lainnya dibelakang mereka.


Mereka juga terpisah dari party mereka dan dipaksa untuk bergabung dengan orang yang tidak mereka kenal.


Meski suatu keberuntungan bagi Da vinci bisa berada di kelompok yang sama dengan Theo.


Da vinci berjalan kedepan dan mendapati suatu area yang memiliki ukuran yang sangat besar, sampai kau bisa menciptakan dua kerajaan disini.


Dan terdapat banyak jalan yang ditutupi oleh tanah, itu jelas jelas seperti membuat suatu labirin disini.


"Aku penasaran dimana Shei berada"


"Ayolah, kau yang paling tau jika dia itu kuat, sekarang kita hanya harus memikirkan tentang diri kita sendiri"


Ucap Theo sambil menepuk pundak Da vinci, membuat nya lebih khawatir dari sebelum nya.


Sesuai perkataan nya, tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selama pertempuran berlangsung, dan tidak ada yang menyadari jika mereka akan dibuat berpisah dengan rekan mereka.


Disisi lain, Rumia menghancurkan area sekitar dengan mudah, hanya dengan sihir cahaya milik nya yang mengeluarkan cahaya yang bisa membelah sesuatu dengan mudah.


Tetapi setelah dinding itu dihancurkan, secara otomatis mereka berhenti tepat diudara lalu bergerak kembali ke posisi awal mereka.


Membentuk dinding dan area sekitar dengan seutuh mungkin seperti itu tidak pernah dihancurkan oleh Rumia sebelum nya.


(Serius?)


Rumia menatap ke beberapa orang dibelakang nya, mendapati beberapa pejuang yang hampir tidak berguna, atau juga tidak.


Karena dia mendapati seorang yang dia kenal disini.


"Alman ... tidak kusangkah kau juga terpisah dari Aldies"


"Tepat sekali, sungguh kesalahan terbesar bagiku karena terpisah dengan tuan aldies, ini sungguh memalukan, jika tuan mengizinkan maka aku akan bunuh diri karena kelalaian ku sebagai tangan kanan nya"


"..." (aku menyesal telah bertanya hanya untuk formalitas)


"Tetapi kesampingkan hal itu, mereka membuat kita terpisah pisah dengan sangat licik, sejak awal mereka sudah mengincar hal ini, dan tentang pria itu..."


"Ya ... dia adalah sang raja"


"Lalu dimana sang ratu berada?"


Alman berpikir dan 3 pejuang sampingan lainnya hanya menatap dengan canggung, karena meraka menyadari jika mereka bukanlah siapa siapa melainkan pejalan kaki A dan B.


Lalu ketika dia berpikir, sesuatu turun dari langit, dengan kuat membuat tanah retak.


Melapisi tubuh nya dengan armor putih, lalu menggunakan tombak dan perisai, dimana Rumia dan Alman melihat hal itu dengan tenang.

__ADS_1


"Yah ... tidak mungkin jika raja dan ratu tidak memiliki prajurit untuk dikalahkan"


__ADS_2