Paladin Antegram

Paladin Antegram
menikmati festival - bagian shopia


__ADS_3

-kota horina - dunia B -


Seorang gadis berlari kencang, dengan ekspresi bahagia terlukis diwajah nya, mengenggam erat kantung yang berisikan beberapa roti yang hampir sudah berjamur.


Meski begitu ....


Dia membuka pintu rumah nya dan 2 anak didalam rumah itu merespon dengan kaget.


"Uwah, kau mengejutkan kami, kak Ellie"


Anak laki-laki itu memasang ekspresi masam dimana gadis perempuan itu berjalan ke arah Ellie.


"Maaf-maaf, tetapi, kakak membawa makanan untuk kalian, nah ... makanlah"


Ellie mengambil roti didalam kantung itu dan memberikannya ke gadis kecil dihadapan nya, gadis itu mengambil nya dan tersenyum lembut ke Ellie.


"Terima kasih, kakak"


Ellie merespon dengan senyuman dimana dia mengusap kepala gadis itu, lalu dia menanggapi jika adik lelaki nya hanya menatap dengan khawatir.


Menanggapi hal itu, Ellie melambaikan tangan nya ke adik kecil nya itu, dengan senyuman lembut dan disyarat untuk meminta nya kesini.


"Kemarilah, roti nya masih banyak kau tau"


Adik kecil nya itu berjalan dan menghampiri nya, berdiri tepat disamping saudara perempuan nya yang mempunyai umur yang sama, jika dilihat lebih teliti wajah mereka itu sedikit mirip, itu karena mereka kembar meski mereka adalah kembar dizygotic.


Ellie mengambil sepotong roti itu dan memberinya ke adik kecil nya itu, tetapi adik kecil nya disisi lain saudara perempuan nya itu hanya menatap lemah ke arah nya.


Dia tidak ingin menerimanya, karena roti itu berjumlah dua, jika roti itu diberikan ke dirinya, maka bagaimana dengan kakak nya itu?


Menyadari hal itu, Ellie memasang ekspresi yang sedih lalu mengubah nya menjadi ekspresi yabg hangat.


"Tenang saja, jangan khawatir, kakak sudah memakan yang satu nya saat dijalan, jadi makan saja"


Mengarahkan roti itu ke dada adik nya, dan adik nya itu mengenggam kedua roti itu dengan lembut.


Dan, air mata keluar, dari mata Ellie, tanpa ia sadari dia memeluk kedua adik nya itu, dimana kedua adik nya merespon bingung.


"Maaf ya, kakak hanya bisa mendapatkan ini, maaf-- maa


 


"Huh?"


Ellie membuka mata nya dengan terkejut, tetapi air mata nya mengalir keluar, ia menatap ke arah kanan nya dimana cahaya matahari menerangi ruangan lewat jendela yang sudah terbuka.


21 agustus 710, kalender antegram


Disisi lain di ruangan makan dipenginapan, disini tidak seramai disaat malam hari dimana ini hanya dipenuhi oleh orang yang menginap dipenginapan ini dan keluar untuk sarapan.


Disaat malam hari tempat ini akan dipenuhi oleh banyak orang karena mereka baru saja kembali dari melakukan pekerjaan mereka, meminum wine untuk menghibur diri bersama dengan rekan mereka.


Disini terdapat Shopia, Zano dan Tony yang sedang duduk dikursi sambil meneguk segelas air yang segar, lalu Ellie menuruni tangga dimana Shopia dan Zano menyadari hal itu dan melambaikan tangan mereka ke arah nya.

__ADS_1


Ellie menanggapi dengan senyuman lega dimana dia langsung bergegas ke tempat mereka, dan tiba dimeja dengan senyuman ceria yang sehangat matahari.


"Selamat pagi~~"


"Pagi, Ellie~~"


Mereka bertiga menanggapi dengan senyuman lalu Zano membuka pembicaraan.


"Mau makan apa?"


"Hmm? Seperti biasa~"


"Ya, seperti biasa saja"


"Oke, umm, permisi, kami ingin memesan sesuatu"


Ellie menarik kursi dan mendudukinya, dan melihat ke arah jendela dimana diluar penginapan terdapat sebuah hiasan yang indah.


"Hei hei, kita kemana hari ini? Apa kita memiliki cukup uang?"


"Hmm, kita memiliki tabungan jadi kupikir tidak masalah dengan uang, tapi yah, kupikir kita harus memutuskan nya dijalan nanti"


Shopia menjawab sambil menahan dagu nya, disisi lain, Zano telah selesai berbincang dengan pelayan dan menanggapi mereka.


"Benar benar, kita hanya harus memutuskannya ditengah jalan saja nanti, benar kan, Tony?"


Melempar perkataan ke Tony tetapi Tony tidak menanggapi apapun, lebih dari itu, dia bahkan hampir tidak mendengarkan pembicaraan dari tadi.


"Huh"


"Oy, kau tidak apa-apa kan? Apa terjadi sesuatu?"


Zony menatap nya dengan ekspresi beray lalu dia langsung menutupi kedua mata nya dan menghela nafas lelah.


"Maaf, aku tidak bisa tidur tadi malam, jadinya yah, itu membuatku sedikit pusing"


Semua menanggapi dengan khawatir, menatap satu sama lain dan tersenyum mengejek ke Tony.


"Apa-apaan Tony, apa kau segitu ingin nya menikmati festival ini sampai kau tidak bisa tidur selamam? Kau ternyata memiliki sisi yang imut juga"


Ucap Zano dengan mengejek selagi ia menyinggul Tony beberapa kali dimana itu membuat Tony jengkel.


"Bukan seperti yang kau pikirkan"


"Yuu~ yuu~~ Tony ternyata masih bocah"


"Siapa yang kau panggil bocah?!"


Tony berdiri dan langsung mencoba untuk menggapai Ellie dimana Ellie melompat kebelakang sambil menjulurkan lidah nya, dan Tony hanya mengerang dengan jengkel karena dia tidak akan bisa menang jika beradu tentang kelincahan dengan Ellie.


Ellie memiliki tubuh yang kecil dimana itu sangat membantu dalam kelincahan tubuh nya, Tony kembali duduk dikursi nya dengan jengkel dan Ellie juga kembali ketempat duduk nya sambil meminta maaf ke Tony.


Tetapi sebelum ia bisa sampai disana, kaki nya tidak bisa bergerak seperti ditahan oleh sesuatu, disaat dia menyadari nya, terdapat sebuah tanah yang menelan kaki nya, lalu ia menatap Tony dimana Tony sedang berjalan ke arah nya sambil tersenyum licik.

__ADS_1


Berdiri tepat dihadapan nya dan Ellie mendongakkan kepala nya ke atas untuk bisa menatap wajah Tony.


"Ke-kekerasan dilarang"


"Kau pikir aku akan menurut?"


"Jika kau memang teman ku maka pilihan yang tepat adalah bersikap dewasa dan melepaskan aku disini"


"Menghukum teman yang nakal juga tugas seorang teman kau tau?"


"Grrr ... iblis"


"Rasakan ini!!!"


Tony mulai menghukum nya dimana dia menjewel pipi Ellie dengan kuat dan disaat dicubit oleh Tony, Ellie terus berguman "maaf kan aku, maaf kan aku, maaf kan aku"


Dan setelah mereka selesai, Ellie langsung bergegas menuju ke Shopia dan memeluk nya dengan erat.


"Shopia, Tony bersikap jahat"


"Cup cup cup, jangan menangis"


Ellie mengadu ke Shopia dan Shopia tersenyum lembut selagi ia mengelus elus kepala nya dimana itu adalah waktu ternyaman bagi Ellie.


Bagaimanapun, dia adalah seorang kakak dan dia juga tidak memiliki seorang yang bisa mengelusnya layaknya seorang ibu atau kakak, jadi hanya dengan keberadaan Shopia, itu sudah membuat nya tenang.


Tony kembali ditempat duduk nya dimana secara bersamaan pelayan datang dengan empat porsi sup jamur, menaruh nya dimeja dan itu membuat Shopia dan Zano harus mengoper nya ke Ellie dan Tony.


Pelayan langsung pergi setelah menganyarkan makanan dan mereka menatap makanan mereka dengan penuh syukur.


""""Selamat makan~~""""


Mereka langsung menyantapi makanan dihadapan mereka dengan lahap dimana perseteruan antara Ellie dan Tony masih berlanjut.


###


Mereka selesai sarapan, dan saat ini mereka sedang berdiri didepan penginapan, karena mereka hanya akan bermain seharian ini, jadi mereka hanya memakai pakaian yang santai disini, meski mereka tetap membawa senjata mereka dimanapun mereka berada.


Itu hanya untuk berjaga-jaga disituasi yang tidak terduga, mereka berdiri didepan penginapan dan hanya terdiam.


"Jadi ... sekarang apa?"


Zano membuka pembicaraan dimana mereka terus menatap dihadapan mereka, terdapat beberaka stan makanan disini, tempat hiburan anak-anak dimana ini hanya terlihat seperti festival yang biasa.


"Entahlah" Tony membalas acuh tak acuh.


"Membeli makanan?" Shopia menambahkan selagi ia melirik ke salah satu stan makanan dipinggir jalan.


"Kita baru saja sarapan beberapa menit yang lalu"


"Benar juga"


Dan, mereka terus berdiam diri didepan penginapan selagi menatap orang-orang berjalan, anak-anak bermain dengan ceriah dan para penjual yang bersangat dalam melayani pelanggan, dan mereka tetap seperti itu sampai 15 menit kedepan.

__ADS_1


__ADS_2