
[SUDUT PANDANG EMMA]
"""Sampai jumpa nanti"""
Kami sudah menyelesaikan waktu bermain kami, karena sebentar lagi waktu makan siang, kami berpisah dan mulai berjalan menuju ke arah rumah kami masing-masing.
Tetapi bukan berarti waktu main berakhir begitu saja, karena kami masih akan bermain setelah makan siang.
"Aku pulang, ibu"
"Oh selamat datang kembali"
Aku langsung pulang kerumah dan melihat apa yang sedang dimasak oleh ibuku, namanya flora ... dan ayah ku bernama daniel, dia bekerja ditambang desa, dia akan membawa emas untuk dijual dikota-kota yang lebih besar.
"-bersenandung-"
"Nee ... emma, apa kau bertemu dengan sheilla?"
"Hmm? Sheilla? Siapa sheilla?"
"Ya ampun kau ini, dia anaknya bibi quilea kau tau"
"Aku tau, aku tau, aku hanya bercanda ... terus kenapa dengan sheilla?"
Sheilla kah ... ibu sering membicarakan tentang dirinya dan kami hanya bertemu beberapa kali karena aku berkunjung kerumah nya.
Dia tidak keluar dari rumah, dan aku berpikir dia adalah anak yang aneh, semua teman ku juga berkata jika sheilla adalah anak yang aneh, jadi kupikir untuk tidak berteman dengannya.
Apalagi kemarin dia mengikuti orang-orang berburu, aku berpikir apa seru nya berburu itu, karena itulah dia dipanggil anak yang aneh.
"Dengar ya, sepertinya sheilla sudah mulai mau pergi keluar dari rumah"
"Heee ... jadi?"
"Kenapa kau tidak berteman dengan sheilla saja, dia anak baik kau tau?"
"Yah ..."
"Cobalah untuk berbicara dengan nya, kupikir dia berada di hutan ... kenapa kau tidak pergi untuk melihatnya"
"Tapi makan siang nya?"
"Bukankah kau sedang melihat ibu sedang memasak nya? Ini masih lama, jadi pergi saja untuk menemuinya"
".... baiklah~~"
Dasar ... padahal aku tidak ingin menemui nya, kenapa aku harus repot-repot menemuinya?!
Dan meskipun ibu berkata dia berada dihutan, tetapi hutan itu sangat luas ... tidak mungkin aku bisa bertemu dengan nya.
Bahkan sepertinya akan terjadi badai salju malam ini.
__ADS_1
Lagian ... kenapa dia harus bermain didalam hutan, dasar anak aneh.
.
.
.
Aku sudah berada dihutan ... pergi kemana si sheilla itu, apa ibu yakin kalau sheilla itu masih disini?
Aku yakin dia pasti sudah pulang kerumah, aku sangat yakin.
Hmm?
"Wah! ... ada kelinci!"
Disaat aku melihat nya, si kelinci langsung kabur.
"Ah ... tunggu!!"
Aku berlari untuk mengejar si kelinci, tetapi si kelinci sangat cepat dalam berlari.
Disaat aku berpikir sudah bisa menangkap nya, dia malah melompat menjauh dan membuat ku kehilangan jejak nya.
Dan disaat itu, aku seperti melihat cahaya yang bewarna biru ... aku yakin melihatnya, jadi aku langsung menuju ketempat cahaya itu berasal.
Setelah aku sampai ketempat cahaya itu berasal, aku dikejutkan akan sesuatu ... itu adalah sheilla, dengan cepat aku langsung bersembunyi dibalik semak-semak.
Tetapi yang membuatku terkejut adalah cahaya biru yang keluar dari tubuh sheilla. Membuat ku menelan ludah ku, dan memperhatikan.
Disaat itu, tercipta sebuah pisau tepat di hadapan sheilla ... disaat menyadari pisau tercipta dihadapan nya, sheilla mulai berteriak gembira.
"Berhasil!! Aku berhasil!!"
Tetapi setelah dia dengan semangat berteriak seperti itu, keseimbangan tubuh nya mulai runtuh dan dia jatuh ketanah, Membuat ku sedikit terkejut dengan apa yang sedang terjadi.
Apa yang terjadi dengannya?
"Halo ... sheilla?"
.....
Tidak ada respon darinya, gawat ... langsung aku menuju kearah nya, disaat sampai aku penasaran kemana perginya pisau yang tercipta barusan, tetapi bukan itu masalah nya saat ini.
"Hei ... kau tidak apa-apa?"
.....
Tidak ada respon, dia pingsan? Gawat ... apa yang harus kulakukan? Benar ... memanggil orang dewasa.
Tetapi aku tidak bisa membiarkan tubuh nya tertinggal seperti ini. Tidak ada pilihan lain.
__ADS_1
Aku mengangkat tubuh sheilla dan menyandarkannya dipunggung ku, aku berusaha untuk menggendong nya.
Dan membawanya ke tempat orang dewasa, siapa pun tidak masalah.
.
.
.
[SUDUT PANDANG SHEILLA]
hangat? Huh? Dimana aku? ... dirumah?
Benar juga, aku menggunakan kekuatan ilahi, terus apa yang terjadi selanjut nya. Aku tidak tau.
Hei ... disini ada banyak orang, kenapa mereka berkumpul disini? Tetapi kemampuan pikiranku saat ini tidak berguna dan menghabiskan tenaga ku, membuat ku mengantuk dan setelah itu, kesadaran ku mulai menghilang dan aku tidak berhasil memahami situasi yang terjadi.
.
.
.
Sekarang, aku membuka mataku dengan tidak semangat.
Yang pertama kali kulihat adalah quilea, dia sedang apa?
"Mama~"
Disaat menyadari panggilan ku, quilea langsung menghadap kearah ku dan mulai mengelus-elus kepalaku.
"Tidak apa-apa, sayang ... tidurlah"
Bagaikan mantra yang diucapkan, setelah mendengar itu aku langsung berakhir tertidur kembali.
Waktu berlalu ... 2 hari setelah itu, keadaan ku mulai membaik. Dan tentu aku juga mulai memahami situasi yang terjadi.
Disaat aku menggunakan kekuatan ilahiku, setelah itu aku langsung pingsan, aneh ... padahal kekuatan ilahi tidak memakai mana, jadi kenapa aku pingsan? Apa karena tubuh ini terlalu lemah untuk menampung kekuatan ilahi?
Kesampingkan hal itu, sepertinya setelah aku berakhir pingsan saat itu, yang membawaku kembali kerumah adalah emma, dia adalah anaknya bibi flora.
Aku baru beberapa kali bertemu dengan nya, tetapi tidak pernah saling berbicara ... sepertinya dia sangat kuat, contoh saja dia berhasil menggendongku seorang diri dari atas bukit menuju ke desa.
Disituasi seperti itu dia masih bisa mengambil keputusan secara rasional, dia memilih untuk menggendong ku daripada membiarkan ku disitu dan pergi memanggil orang dewasa.
Jika aku dibiarkan dalam keadaan seperti itu, tubuh ku tidak akan bertahan dan itu akan menjadi kemungkinan terburuk yang bisa dibayangkan.
Padahal umur kami sama, tidak ... dia lebih tua 4 bulan, meskipun begitu dia sudah mempunyai kekuatan seperti itu, aku harus mencontohinya.
Tapi aku sudah merepotkan semua orang, aku jadi merasa bersalah.
__ADS_1