Paladin Antegram

Paladin Antegram
perjuangan


__ADS_3

Da vinci terengah engah beberapa kali sampai akhirnya dia menganggap ini serius, Jacob bukanlah lawan kroco seperti sebelum nya.


Setidak nya dia lebih kuat dari Pho, meski saat ini hampir sama dengan situasi saat itu.


"Kemana kau melihat?"


Seseorang tiba tiba berbicara, mendengar hal itu membuat Da vinci melebarkan mata nya, memutar tubuh nya kesamping.


Tetapi sebelum dia sempat untuk berbalik, seseorang menendang nya dengan kuat sampai dia terhempas jauh.


Mendarat ketanah dengan kasar.


Disana terdapat Jacob yang baru saja menginjakkan tanah nya, lalu menatap Da vinci dengan tatapan merendahkan.


(Teleportasi?)


Melihat hal itu, membuat Williard dan Larisa hanya tersentak kaget, tetapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak disini.


Sekarang matahari telah sepenuh nya ternggelam, dan malam telah tiba.


Hingga akhirnya Jacob menatap ke atas langit ketika menyadari perubahan itu.


"Hmm ... sampai sini saja kah?' (Ya lupakan, sungguh merepotkan tidak bisa menggunakan itu lagi, tetapi mungkin ini juga situasi yang bagus)


Disisi lain Da vinci bangun dengan perlahan, sambil terus mewaspadai pergerakan dari Jacob.


Situasi telah berubah, pertarungan telah menjadi tiga lawan satu, tetapi meski begitu mereka masih kesusahan untuk mengalahkan lawan.


Itu memperlihatkan seberapa besar perbedaan dalam kemampuan mereka.


(Hati hati, aku harus hati hati)


Dengan pemikiran seperti itu, Da vinci meningkatkan kewaspadaan nya, sampai akhirnya ditengah kekhawatiran nya saat ini.


Pandangan nya tiba tiba menjadi gelap, tidak ada tanda tanda ketika itu terjadi, tetapi pandangan nya menjadi gelap secara mendadak.


Sampai dia sendiri tersentak kaget.


"Huh?!"


Disisi lain Jacob tersenyum licik, melompat kebawah lalu berlari dengan cepat ke arah Da vinci yang sedang panik saat ini.


Melihat hal itu membuat Williard merespon dengan panik.


"Oi! Da vinci! Lari!"


Da vinci mendengar dengan kebingungan.


"Huh? Senpai? Apa yang terjadi?!"


Memutar tubuh nya karena peringatan dari Williard, Tetapi dia tidak mengerti apa yang terjadi saat ini karena pandangan nya berubah menjadi gelap.


Hingga akhirnya Jacob sampai dan meninju perut Da vinci dengan kekuatan yang berat.


Membuat nya memuntahkan ludah sampai tinjuan itu menghempaskan nya sejauh mungkin, menabrak tanah dengan keras.


Lalu mengeliat ditanah karena rasa sakit itu.


Jacob terus maju dan beniat untuk menendang Da vinci dari atas, tetapi sebelum dia bisa melakukan itu, Williard datang dan langsung menendang Jacob.


Meski itu berhasil ditahan oleh nya, tetapi dia masih saja terhempas karena kekuatan dari tendangan Williard saat ini.


Dia mendecahkan lidah nya, sampai akhirnya dia memfokuskan pandangan nya ke Williard, dengan mempertajam mata nya yang dilindungi oleh sesuatu seperti lingkaran sihir bewarna kuning.


Melakukan sesuatu seperti hipnotis sampai itu membuat pandangan Williard menjadi gelap, tetapi disisi lain Penglihatan Da vinci kembali menjadi normal.


Dia merespon itu dengan tersentak kaget, saat ini, Williard merespon hal itu dengan panik ketika ia mendarat ketanah.


Membungkukkan tubuh nya karena hal itu, sambil memegangi mata nya untuk memastikan hal itu.

__ADS_1


(Apa yang terjadi?)


Disisi lain Jacob mendarat ketanah tanpa ada masalah, lalu langsung saja dia menendang tanah dengan cepat berlari ke arah Williard.


Ketika Da vinci berhasil mendapatkan kesadaran nya kembali, dia menatap ke kedepan nya dimana itu terdapat Williard yang sedang berlutut ditanah sambil menyentuh kedua mata nya.


(Senpai? Kekuatan musuh, ah, jadi begitu, sungguh kekuatan yang memuaakan, huf ... aku menginginkan pertarunga dimana tidak memerlukan otak disani)


Da vinci mulai bangun dan menggunakan sihir terbang untuk terbang ke arah Jacob.


Dengan posisi teratas, dia mulai mencoba untuk menendang wajah Jacob meski itu berhasil ditahan oleh Jacob.


Jacob menatap dengan tajam dimana terdapat Da vinci di atas nya, menatap dengan tatapan merendah.


Dengan harga diri besar yang dimilikinya, Jacob merasa kesal dengan tatapan itu dengan mendecahkan lidah nya.


"Apa apaan tatapan mu itu?"


Dia mulai mengatur posisi tangan nya, mengenggam kedua kaki Da vinci, kemudian dia menarik kaki Da vinci dan melempar kan dirinya dengan sekuat mungkin.


Membuat Da vinci terhempas jauh meski dia berhasil berhenti diudara karena sihir terbang milik nya, lalu kembali terbang menyamping disini.


Jacob mengerutkan dahi nya, lalu mempertajam kembali mata nya disini dimana dia memfokuskan sihir ini tertuju ke Da vinci.


Masuk kedalam mata Da vinci dan mengambil penglihatan nya dimana Da vinci merespon dengan sedikit kaget disini.


Tetapi dia tidak berniat untuk berhenti terbang disini, mengarahkan tangan nya kedepan sambil merafalkan sihir disini.


Membuat lingkaran sihir ditelapak tangan nya, lalu, dengan sedikit pengucapan, sebuah Api bergumpal dan membentuk seperti bola disini.


Mengarahkan nya depan tepat ke arah Jacob.


(Lingkaran sihir? Dia berniat untuk memakai sihir disini? Didalam keadaan buta? Apa dia sudah tidak waras?)


Tanpa berhenti terbang, dengan posisi yang cukup jauh dari Jacob.


"Kolosi"


Sedikit pengucapan sampai bola api itu terhempas jauh menuju ke arah Jacob, hanya dengan melihat nya, Jacob tidak berniat untuk menghindar.


(Dia ... ini!)


Ketika bola itu akan sampai ke arah nya, Jacob merespon dengan panik dan menghindar dengan sebaik mungkin.


Menendang tanah dan melompat menjauh, membiarkan bola api itu menyerang tanah dan meledak dengan kekuatan yang hebat.


(Tidak salah lagi ... itu mengenai sasaran!! Dia ini! Bagaimana dia bisa menembak dengan ke arah yang tepat dalam keadaan buta seperti itu?! Apa sihir nya tidak bekerja?! Huh? Tidak, aku keliru, sihir nya bekerja, itu sangat bagus, tetapi ... apa dia mengingat letak posisi ku, letak dari area ini?!)


Disaat Jacob melompat untuk menghindar, dia secara terkejut menyadari jika Williard tepat berada dibelakang nya.


Dengan kapak dari Larisa, dia mengayunkan kapak itu, dan Jacob merespon dengan panik.


Memutar tubuh nya untuk menahan itu, tetapi terlambat, Williard terlebih dahulu menyerang nya, meski itu hanya membuat tangan kanan Jacob terbelah menjadi dua bagian.


Sampai darah nya menyembur dengan banyak diudara.


Disini Williard hanya tersenyum masam ketika hal itu terjadi, Jacob mendarat ketanah, dan dengan amarah yang meluap luap.


Dia berteriak kencang dan mulai menendang Williard merespon hal itu, Williard dengan lihai manusuk tanah dengan kapak itu, dan menggunakan nya untuk menghindar tendangan Jacob.


Mundur kebelakang dengan mengambil kapak itu kembali, Jacob mendecahkan lidah nya.


Dan terkejut ketika Williard melompat sejauh mungkin seperti ingin menghindari sesuatu, dan ketika dia menyadari nya.


Terdapat Da vinci di atas langit, dengan beberapa bola api yang lebih banyak dari sebelum nya, mereka ditempatkan di atas belakang Da vinci dimana itu tepat di atas kepala nya.


(Kekuatan nya sangat sederhana, ketika siang hari, dia bisa memiliki sihir cahaya, dengan mengatur komposisi cahaya, dia membuat suatu halusinasi disekitar dengan membuat diri nya menghilang dan meninggalkan diri nya yang palsu ditempat awal, seharus nya dia menggunakan sihir terbang agar tidak menimbulkan langkah kaki, ketika telah sampai di target, durasi dari sihir cahaya itu telah habis, aku tidak tau secara pasti berapa durasi nya, tetapi yang pasti dia memiliki durasi tertentu disini, alasan nya karena dia tidak bisa menggunakan nya setiap saat, tetapi ketika malam tiba, kekuatan itu tidak bisa digunakan, lalu dia memakai kekuatan yang berbeda, kekuatan untuk menghilangkan cahaya dimata orang lain)


"Keparat!!!"

__ADS_1


Jacob berteriak dengan keras sampai akhirnya Da vinci melemparkan semua bola api itu ke Jacob.


Membuat ledakan yang luar biasa, dimana Da vinci telah melindungi dirinya dari dampak ledakan dengan barier milik nya.


Disisi lain, Larisa menatap dengan mata yang berkaca kaca akan apa yang terjadi.


"Luar biasa"


Ketika terkagum dengan adegan itu, dia terkejut akan sesuatu ketika sesuatu yang hitam bersinar di tengah tengah ledakan.


Dimana Williard dan Da vinci juga merespon hal itu dengan terkejut.


Ketika waktu nya, kegelapan itu menghempaskan semua api disekitar nya dengan intimidasi yang luar biasa.


Dikegelapan itu, terdapat Jacob yang sedang berlutut dengan lingkaran sihir yang besar dibawah nya, dengan setengah wajah dan tubuh nya yang telah terbakar.


Menutupi mata nya yang mengeluarkan darah dengan tangan kiri nya, ketika dia membuka mata nya yang satu lagi, dia mendecah dengan kesal.


"Dasar mahluk rendahan"


Dia menggumpalkan seluruh kegelapan itu menjadi gumpalan bola, mengangkat nya ke atas dimana bola itu bergerak ke atas langit.


Disini Jacob mengepalkan tangan nya dengan kuat sampai bola itu berpecah bola ke titik yang berbeda di area sekitar.


Dan semua pecahan bola itu terfokus ke tiga orang yang menjadi target nya.


Sampai akhirnya Jacob mengucapkan satu hal.


"Noah"


Bosa itu menusuk seperti jarung kecil ke area sekitar, meski itu terasa seperti besi.


Semua jarum itu menusuk ke segala arah dimana Da vinci tertusuk dibeberapa bagian tubuh nya, membuat nya tidak bisa bergerak.


Disisi lain, Williard dan Larisa juga mengalami hal yang sama, dimana jarum itu menusuk ke beberapa tubug mereka.


"Masih terlalu cepat bagi keparat seperti kalian mati"


Jacob tersenyum licik, dimana, saat ini mereka bertiga secara serempak memuntahkan darah.


Ketika mereka menyadari nya, terdapat racun yang memasuki tubuh mereka bertiga disini, racun yang tidak mematikan, tetapi itu memberikan rasa sakit yang lebih buruk dari kematian.


Membuat mereka merasa pusing disini dengan pandangan yang menjadi buram secara perlahan.


(Percuma ... kami akan kalah)


Dihati nya, Da vinci mencoba untuk menyerah disini, mereka tidak bisa melawan, ini kelalahan telak.


(Tapi apa memang seperti itu? Semua nya akan berakhir seperti ini?)


[Jika kau mati, maka aku akan membunuh mu]


Ketika diwaktu keputus asaan nya, kilas balik memasuki kepala nya dimana dia mengingat perkataan Sheilla sebelum nya.


[Jangan sampai mati, Da vinci]


Ketika mengingat hal itu, Da vinci tertawa kecil disini.


"Aah ... aku harap dia mengatakan sesuatu yang lebih imut dari itu"


Ketika sampai waktu nya, tubuh Da vinci menjadi panas, mengeluarkan aura yang berbeda dari sebelum nya, menyadari hal itu membuat Jacob tersentak kaget.


(Apa apaan ini?)


Jarum yang menusuk Da vinci meleleh karena panas itu, ketika dia kembali membuka mata nya, api yang berkobar telah melahap tubuh nya.


"Nah ... rapatkan gigi mu"


Dan pertarungan terakhir mereka dimulai

__ADS_1


__ADS_2