
Disisi lain, sheilla mencabut tombak yang tertusuk ditangan kiri nya.
Duel ini telah menjadi pertarungan darah dimana seluruh penonton terdiam dan rasa takut akan kakak nya muncul lagi didalam diri elena.
Menutup matanya dengan rapat dimana dia tidak ingin melihat ini lebih jauh lagi.
"Jangan memalingkan pandangan mu"
Seorang mengatakan hal itu dibelakang elena, elena menyadari seorang dibelakang nya dan langsung mengenali orang itu.
Dia adalah da vinci.
"Saat ini sheilla telah mencoba untuk melindungimu dan cara ini adalah yang paling pasti"
Ucap da vinci dengan kata-jata bijak nya, sebelum kesini da vinci sudah membuat barier yang tidak bisa dimasuki oleh orang luar.
Itu satu-satunya cara agar para guru tidak masuk.
"Tapi ... bukankah ada cara yang lebih baik, seperti berbicara dengan baik-baik"
Elena menegaskan dan da vinci merubah wajah nya menjadi serius.
"Dunia ini tidak senaif pikiran mu, elena, jika cara begitu bisa menyelesaikan masalah dunia tidak akan menjadi seperti ini dari awal, aku tidak tau bagaimana cara hidup didesa mu, tetapi ... memang beginilah dunia, dunia yang hanya bisa dirubah dengan kekuatan, haha~, karena orang bodoh tidak akan mengerti kata-kata bijak"
Da vinci membuat lelucon diakhir nya dan elena mengakui jika perkataan da vinci memang benar.
Sejak awal, para bangsawan hanya diisi oleh orang yang arogan yang mementingkan status lebih dari siapapun, pemikiran itu dia tahan dengan adanya lohengram dan testia.
Mereka bangsawan tetapi mereka baik, karena itulah elena berpikir jika menyelesaikan masalah tidak harus dengan kekuatan.
"Tapi duel ini sudah tidak benar, duel ini ... terlalu banyak mengeluarkan darah"
Ucap testia dengan mengerutkan alis nya.
"Yah, apa kau ingat isi peraturannya? Tidak ada larangan untuk membunuh diduel ini, tapi tenang saja, sheilla tidak berniat untuk membunuh orang itu"
"Tetapi bukankah juri akan menghentikan pertandingan ini? Kenapa pertandingan masih berlanjut?!"
Ucap testia dengan memberontak dan terlihat rasa senang diwajah da vinci.
"Kalau itu, bagaimana ya... ~"
Testia bingung dengan respon hal itu dan selanjutnya testia menyadari akan satu hal penting yang tidak akan disadari oleh semua penonton.
"Ja-jangan jangan?!!"
Disisi lain edward mengeliat kesakitan. Dan sheilla dengan perlahan menaiki tangga yang diciptakan edward sebelum nya.
"Jangan mati dulu, senior~"
"Hiiii!!! Juri!! Apa yang kau lakukan?!! JURI!!!!"
Edward ketakutan dengan putus asa sambil berteriak meminta juri untuk menghentikan pertandingan ini.
Edward putus asa, melihat kebawah untuk memanggil juri sekali lagi.
Melihat sekeliling dan edward menyadari satu hal.
"Jurinya --- tidak ada?"
(Bagaimana jurinya tidak ada? Apa yang dia lakukan?!! !!!? Ja-jangan-jangan?!! Sejak awal ... sejak awal tidak ada juri?!!)
Disisi lain di bangku penonton.
"Jurinya tidak ada?"
"Benar, aturan ketiga dipertandingan, pertandingan hanya bisa dihentikan oleh juri, tetapi jurinya tidak ada sedari awal, yang berarti duel tidak akan pernah berakhir, karena itulah sebelum sheilla menyebutkan peraturan itu, sheilla mengacaukan pikiran semua orang dengan satu kalimat [jadikan aku budak atau mainan seksual mu] dan pikiran semua orang menjadi kacau bahkan si senior terlalu nafsu sampai tidak memperhatikan aturan nya, haha~ tidak kusangkah jika dia selicik itu"
"I-itu terlalu kejam"
Ucap testia sambil mengenggap erat tangan elena.
"....."
Disisi lain
Sheilla menaiki tangga itu dengan perlahan karena tangga ini tidak mempunyai sanggahan dibawah nya yang memungkinkan tangga ini akan hancur jika menahan beban yang berlebih.
__ADS_1
(Jika diriku yang sebelum nya pasti aku tidak akan pernah memakai cara licik seperti ini, itu karena rasa keadilan yang tinggi, tetapi sekarang berbeda, aneh nya aku sangat tenang saat ini)
"Hii!! Tu-tunggu, aku menyerah!! Kau pemenang nya!!"
Teriak edward dengan putus asa dimana dia mendoba untuk mundur secara perlahan.
"Sayangnya aku tidak mempunyai hak itu disini"
(Itu nyata, pertandingan ini tidak akan bisa dihentikan selama tidak ada juri disini, tetapi aku tidak sebodoh itu sampai membuat aturan yang tidak bisa dilanggar, karena itulah aku membuat aturan kedua)
(sialan!!!)
Edward mengangkat tangan kanan nya ke atas, sheilla menyadari hal itu dan dengan tangkas, ia melompat kebelakang sambil memperhatikan titik untuk mendarat.
Disaat sheilla melompat, beberapa tombak tercipta dan menusuk ke atas setidak nya itu hanya sampai 5 tombak.
Sampai saat sheilla menebas tangga yang ia pijak saat ini dan hal itu membuat tangga terbelah dengan rapi dan membuat nya terjatuh ke bawah.
Menyebabkan tangga itu hancur, dan edward menerima benturan dari tangga yang hancur itu.
Sheilla tidak menghilangkan kewaspadaan nya, sheilla melompat dari tangga itu menuju kebawah.
Dan lingkaran alkimia yang berada ditangan edward mulai menghilang.
(Sudah 7 menit sejak dia memakainya, begitu, jadi batas pemakaiannya cuman 7 menit)
"Trik alkimia tanah mu sudah tidak berguna, aku sudah mengetahui trik alkimia mu"
Tegas sheilla sambil menghadap ke edward yang terbaring dipuing-puing batuh itu dan berusaha untuk bangun.
"Omong kosong!! Bagaimana kau mengetahui nya?!! Ini alkimia yang sudah diturunkan kedalam keluarga ku!! Tidak ada yang mengetahui kelemahan alkimia ini!!"
Mendengar hal itu dari edward membuat sheilla mengerutkan alis nya sambil menghela nafas kecewa.
"Haaah~ saat kau merafal mantra alkimia, tercipta 2 lingkaran sihir dikedua tangan mu, lingkaran sihir ditangan kanan mu itu untuk membuat tanah naik ke atas dan mungkin bisa juga kebawah karena kau belum memperlihatkannya, lalu lingkaran alkimia ditangan kiri mu itu untuk membuat tanah bergerak menyamping seperti kedepan, kekanan, kekiri dan kebelakang, karena kau terus menggunakannya secara mencolok jadi aku memperhatikan dari situ, pada akhirnya alkimia hanyalah ilmu pengetahuan yang sudah diatur sebelum nya"
(Jujur saja alkimia ditangan kirinya lebih merepotkan, jadi kupotong tangan nya, aku sunggu berdosa~)
Terlihat raut wajah terkejut dari edward, dan seruan kagum dari para penonton.
Disisi lain, testia juga terkejut akan hal itu.
Rasa kagum dan rasa takut mulai muncul dipikiran testia.
Dan da vinci hanya tersenyum bangga.
(Benar, alkimia memang lebih kuat dari sihir, tetapi pada akhirnya alkimia hanyalah pengetahuan yang sudah diatur sebelum nya, selama kau memperhatikannya sekecil apapun itu, alkimia hanya akan terlihat seperti permainan)
Diluar arena.
"Percuma, barier ini dibuat dengan sangat bagus, mustahil untuk menghancurkannya"
Ucap seorang petugas sambil menyentuh barier itu.
"Ada apa ini?!"
Ucap seseorang dengan tegas, suara nya yang tidak asing itu adalah....
"Pak kepala sekolah?!"
Seorang guru kaget akan kemunculan pak kepala sekolah.
Dan masih ada seorang wanita disamping nya dengan pakaian serba putih dengan rambut hitam dan bulu mata yang lebat nya itu, mempunyai perawakan yang menawan sampai itu bisa disebut sebagai pesona iblis.
Ekspresi bosan nya spontan berubah ketika melihat barier dihadapan nya.
Berjalan cepat ke arah barier itu dan menyentuh nya, matanya melebar dan dengan wajah serius menghadap ke arah pak petugas.
"Siapa yang membuat barier ini?!"
Bertanya dengan tergesa-gesa sambil menarik kerah baju salah satu pak petugas.
"E-entahlah"
Jawab pak petugas dengan susah payah.
Dan setelah mendengar jawaban dari pak petugas membuat dia berhenti menarik kerah baju nya.
__ADS_1
Berbalik ke arah barier itu dengan tersenyum.
"Kalau begitu kita harus membuka paksa barier ini~"
Mendengus senang pada akhirnya wanita itu menempelkan kedua tangan nya ke satu titik yang sama di barier tetapi dengan arah yang berbeda hingga akhirnya ia menarik barier itu seperti sedang merobek sesuatu.
Tentu itu tidak mudah, bagaikan sedang membuka pintu lama yang sudah berkarat, tetapi ini bukan membuka, tetapi merobek nya.
"!!!!!??"
Disisi lain da vinci merespon kaget.
(Seseorang membuka paksa barier, dengan mudahnya?! Gawat!!)
Da vinci berdiri dengan panik.
"SHEII!! CEPAT SELESAIKAN DUEL NYA!!!"
Teriak da vinci sampai membuat sekeliling nya menjadi terkejut dan sheilla mendengar hal itu dengan jelas dan berpikir.
-Sebelum nya-
disaat sedang berjalan menuju arena.
"Shei, ini hanya untuk berjaga-jaga, jika ada seorang yang masuk kedalam barier, segera selesaikan pertandingan nya, semua akan menjadi sia-sia jika pertandingan ini berakhir menjadi seri"
Ucap da vinci dengan serius dan sheilla menanggapi dengan serius.
"Ya ... saat kau memberikan aba-aba, akan langsung kuselesaikan pertandingan nya"
-saat ini-
(Seseorang memasuki barier?!)
Sheilla mulai tergesa-gesa dimana dia langsung berlari ke arah edward.
"Hii!!!"
Edward meringis ketakutan dimana dia mencoba melindungi dirinya hanya dengan tangan kanan nya itu.
"Kau tidak akan merasakan sakit, jadi ikuti saja aku"
Sheilla membuat edward bangun dari posisi terlentang nya, dan sheilla menciptakan sebuah pedang sambil mengarahkan ke leher nya edward.
(Tidak ada cara lain selain dengan aturan kedua)
Itu adalah cara dimana sheilla ingin edward kalah dengan sendirinya, atau mungkin edward akan menolak jadi sheilla mengancam menggunakan pedang.
Hingga akhirnya edward tidak punya pilihan lain selain menuruti.
Dan sheilla mendekatkan wajah nya ke arah wajah edward.
"Berlari lah sampai keluar dari arena, dengan begitu kau akan kalah"
Bisik sheilla tepat ditelinga edward dimana edward lebih ketakutan dan tidak berpikir seperti ingin duel ini berakhir menjadi seri.
Dia terlalu takut untuk hal itu.
Dimana edward mulai perlahan berlari.
"Apa yang kalian lakukan?"
Seseorang bertanya dengan santai dengan wajah penasaran nya, 2 detik kemudian sheilla menyadari seorang yang tepat berada disamping nya.
Dengan panik mulai mundur kesamping sambil menciptakan sebuah pedang.
(Siapa dia ini?! aku sama sekali tidak menyadari keberadaan nya)
Dia adalah wanita dengan pakaian serba putih sebelum nya.
Dan insting sheilla mengatakan, jika wanita ini sangat kuat.
.
.
.
__ADS_1
note author : konsep alkimia itu sama kek program dalam komputer