
Berkat pertarungan sihir besar-besaran antara Da vinci dan Theo melawan Pho, hampir sebagian kota telah hancur, menimbulkan beberapa korban jiwa dan beberapa dari mereka adalah budak pelacur.
Jadi meski mereka mati, tidak akan membuat sedih, lebih dari itu, pemilik mereka akan merasa sangat rugi disini.
Selesai bertarung dengan kemenangan telak, Pho langsung menjauh dan berjalan dengan tenang ke tempat dimana dia mengirim lingkaran sihir yang mengekang Alice.
Setelah berjalan beberapa menit, dia mendapati wilayah dihadapan nya telah hancur berantakan bahkan rumah ikut hancur, mayat berada dimana-mana dan berdiri Seorang pria dengan tubuh yang besar, sangat dikenal oleh Pho.
Pria itu duduk ditumpukkan mayat sambil memakan makanan yang ia rampok sebelum nya, dia menyadari Pho datang dan dia langsung berdiri, melangkahi mayat dan berjalan ke arah Pho.
"Dimana gadis itu?"
"Tenang saja kapten~ aku belum menyentuh nya, lalu dia seharus nya berada didalam satu rumah yang rusak itu, entah kenapa lingkaran nya rusak"
Selagi Pho melirik sekeliling untuk mencari Alice, bertanya ke abel, dan dia menjawab dengan santai.
Merespon hal itu, Pho melirik kedalam rumah yang ditunjuk oleh Abel.
"Tapi, kapten, kenapa kau sangat menginginkan gadis itu?"
Abel bertanya sambil mengunyah makanan terakhir.
Itu bisa dipertanyakan, seharus nya distrik ini adalah sumber keuangan mereka, meski pertarungan ini adalah hal yang tidak mereka prediksi tetapi bukan berarti mereka harus bertarung dengan kekuatan penuh dan membuat daerah sekitar menjadi hancur.
Bukannya itu akan merugikan Pho?
"Abel ... jangan bertanya"
Pho menatap Abel dengan tatapan jengkel dan dingin, merespon hal itu membuat Abel merinding dan mulai tersenyum masam.
"Dimengerti" (haaa~ menyeramkan sekali~ jika aku menyentuh gadis itu, apa kapten akan lebih marah dari ini? Haha~ itu harus kulakukan~)
Menghiraukan Abel, Pho mulai masuk kedalam salah satu rumah dan mendapati seorang Alice dan Seorang yang penuh luka memeluk nya, dia adalah Relugus.
Dia melakukan itu untuk melindungi alice sampai batas kemampuan nya, tetapi dia tidak bisa menang melawan Abel, mereka adalah lawan yang kuat.
Dan Alice dalam keadaan pingsan saat ini, Pho melirik dan menendang perut Relugus untuk membuat nya menyingkir.
Lalu dia memeluk Alice sampai akhirnya dia menggendong alice dengan kedua tangan nya.
Berjalan keluar dan keluar dari rumah yang hancur itu, terus berjalan dan Abel mengikutinya dari belakang dengan senyuman licik nya.
####
"Gah!"
"Geh ... kau membuat ku kaget"
Da vinci terbangun dari pingsan nya dimana dia langsung duduk, berteriak karena terkejut dan itu membuat Theo terkejut akan hal itu.
Disaat Dia menyadarinya, Hari sudah malam, melihat sekeliling dimana dia mendapati dirinya sedang tidur didalam tenda.
Tetapi tenda ini besar dan dia menyadari masih ada orang tidur disebelah nya, Da vinci menatap nya dengan jijik.
Disisi lain, Theo mengambil sebuah sup dan memberikannya ke Da vinci dan dia menerima itu sedang puji syukur karena perut nya sedang bangkrut saat ini.
"Terima kasih ... huh? !!! Bagaimana dengan alice, ark ... panas!!"
Merenungi sup nya sampai akhirnya dia mengingat kejadian terakhir kali, mengkhawatirkan Alice dia langsung menghadap ke Theo dengan cepat.
Tetapi itu membuat sup nya jatuh ke kaki nya, sup yang baru masak, siapapun memiliki insting yang kuat untuk tidak pernah mencoba untuk menyentuh nya.
Karena itu sudah pasti sangat panas, Da vinci diam-diam memberikan sihir penyembuh pada kakinya sambil mengelus nya dengan lembut.
"Yah, dengarkan dengan tenang, akan kupersingkat dan dengarkan baik-baik ... kita kalah telak dan musuh membawa alice pergi, sekian lalu makan lah makanan mu"
"Hah?!!'
"Suara mu berisik, jangan lupakan jika ada orang sakit disamping mu"
Da vinci tersentak dan mulai melirik sekeliling nya dengan canggung, dia mendapati tatapan yang tidak enak dari orang lain dan dia diam-diam meminta maaf untuk itu.
__ADS_1
(Sial ... musuh membawa Alice pergi?! Apa tujuan mereka? Dan ... aku bersyukur karena masih hidup, jika aku tidak membuat sihir pelindung didetik terakhir, sudah pasti aku akan mati ... musuh nya-- terlalu kuat)
"Kau pasti berpikir seperti itu kan?"
"Jangan seenak nya membaca pikiran ku"
Disaat Da vinci meratapi kekurangan nya, Theo menyelah dengan perkataan yang tepat dan Da vinci merespon dengan jengkel.
"Itu hanya tebakan, jangan dipikirkan, selain itu, Pho hanyalah satu dari 1 juta pemain yang ada diantegram, dia tidak bisa dikategorikan sebagai pemain terhebat disini, lalu kau merendahkan dirimu hanya karena kalah sekali melawan nya? Apa kau berpikir kekuatan game master itu setingkat dengan pemain?
"...."
Theo menceramahi dan Da vinci merenungkan nya, tepat seperti perkataan Theo, dibanding dengan game master, para pemain hanyalah seekor serangga bagi nya.
Dan meski begitu para pemain mencoba untuk mengalahkan game master? Itu hanya sebuah lelucon bagi game master.
"Kami akan menyerang balik malam ini, bagaimana? Mau ikut?"
Seorang menyelah dan Da vinci mengi
enal suara itu.
"Relugus-- luka itu?"
Disaat Da vinci menatap terharu, dia menyadari jika tubuh Relugus hampir dipenuhi oleh perban putih, dan karena itu dia tidak memakai baju saat ini karena perban itu sudah menjadi baju baginya.
"Yah ... aku pergi untuk menyelamatkan nona Alice tetapi aku dikalahkan dengan mudah"
"Musuh sangat kuat, jadi ... apa kau mau ikut untuk menyerang balik"
Theo menambahka, Da vinci ragu-ragu saat ini, meski dia sudah lebih kuat dari 2 bulan lalu, dia masih belum cukup kuat untuk mengalahkan musuh dan itu membuat nya frustasi.
(Musuh-- sangat kuat ... tetapi, seperti yang dikatakan senior, aku hanya harus menyerah untuk keluar dari antegram karena aku tidak bisa mengalahkan pemain)
Da vinci, menyeringai dan menetapkan hati nya.
"Ya, tentu saja!"
Da vinci menangkap dengan lihai sambil mempertahankan sup tidak tumpah ditangan kanan nya.
"Pertama-tama makan lah dulu, setelah itu kita akan langsung pergi"
###
[Markas party juugo]
Disuatu ruangan tidur dimana ruangan ini didesain sebaik mungkin dan meninggalkan kesan romantis didalam nya.
Di tempat tidur, terdapat Alice yang sedang tertidur dengan berbaring menyamping, selimut menutupi tubuh bagian bawah nya.
"Ngnn~"
Dia membuka matanya dimana dia langsung bangun dari posisi tidur nya, memegangi selimut itu dan menatap sekeliling dengan kesadaran yang masih setengah tertidur.
"Dimana ini?"
(Selain itu selimut ini, ruangan mewah ini, tempat tidur ini, sangat nyaman~~ membuatku ingin kembali tidur disini)
Alice mulai menghela nafas kecewa dan memegangi kepala nya.
(Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal itu, dimana ini? Apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana keadaan Relugus?)
Alice menemukan sebuah pintu di arah kiri nya, menatap pintu itu dengan khawatir lalu ia menurunkan kakinya kelantai, dan menjatuhkan selimut.
Kali ini dia menyadari jika pakaian nya, berbedah.
"Ngk!!"
Dengan panik ia mulai berjongkok dilantai sambil menutupi bagian dada nya.
(Hmmmm? Tunggu sebentar, seriusan apa yang terjadi setelah pertarungan itu? Apa ini bukan rumah, tidak, aku tidak ingat jika pernah ruangan seperti ini, kesampingkan hal itu ... siapa yang mengganti pakaian ku?)
__ADS_1
Alice mengerutkan dahi nya, tersenyum payah dengan wajah yang memerah.
Terlihat jika sebelum nya Alice masih menggunakan seragam yang didesain seperti militer, mempunyai desain bewarnah hitam dengan beberapa garis merah dilengan, itu adalah seragam party mereka.
Tentu, Relugus juga memakai pakaian yang sama.
Tetapi kali ini dia mendapati dirinya menggunakan gaun putih yang trasnparan dimana dia merasakan, tidak, dia menyadari jika ****** ***** dan bra nya tidak ada.
(Se-seseorang melepas mereka?! ... kh -- aku sudah tidak bisa menikah lagi---)
Alice diam-diam mengeluarkan air mata dan ia langsung berdiri, menyeka air matanya dan berjalan ke arah dimana lemari berada.
Membuka lemari itu dengan tenang dan menemukan beberapa pakaian yang layak disini, meski tidak ada ****** ***** dan bra.
Tetapi dia bisa mengatasi itu, meski dia bukan wanita mesum, tetapi dia bisa bertahan tanpa pakaian dalam.
Dia melepas gaun putih transparan ini dan memperlihatkan tubuh indah nya kepada ruangan, ada juga lampu dan tempat tidur.
Semua menyaksikan detik-detik ini tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena mereka tidak hidup.
Alice selesai memasang pakaian yang lebih layak, sebuah gaun yang tidak memiliki rok yang besar seperti bunga, sebuah gaun dimana rok nya saling terhubung dan itu mencapai kaki nya.
Disini dia menambahkan beberapa perhiasan untuk leher nya.
(Tidak tidak tidak, kenapa aku memakai pakaian yang susah bergerak, ganti!)
Baiklah, Alice mulai melepas pakaian itu untuk mengganti nya dengan pakaian yang lebih mudah bergerak.
Jadi untuk menghabiskan waktu, mari kita mulai memperhatikan para pengintip, disini ada selimut, guling, sebuah bingkai foto dan sebuah meja.
Tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena mereka tidak hidup.
Lalu Alice selesai memakai baju yang lebib layak, kita kembali melihat nya.
Sebuah gaun bewarnah hitam dimana gaun ini tidak memiliki lengan, gaun ini tersambung ke leher nya, dan gaun ini juga dilengkapi dengan dua sarung tangan transparan.
(Aku merasa jika tidak ada baju yang layak dipakai untun berpetualang dilemari ini, tetapi karena ini mudah untuk bergerak-- atau mungkin tidak, bagian rok nya terlalu besar, ini susah untuk berjalan ataupun berlari, eii!!)
Alice bertindak cepat dan langsung mengoyak rok yang besar itu, menjatuhkan nya kelantai dan kali ini rok nya sepanjang lutut nya.
(Ga-gawat!! ... aku lupa jika ku tidak memakai pakaian dalam untuk bagian bawah ini)
Alice mulai menunduk dengan lesuh, itu bisa dimengerti.
Bayangkan jika anda memakai sebuah rok yang hanya sepanjang lutut, tetapi anda tidak memakai pakaian apapun untuk dibagian bawah sana.
Ini hanya teori jadi jangan marah, anda berlari dimana itu akan membuat rok nya akan berkibar-kibar ataupun terangkat ke atas.
Sebentar, tolong sensor bagian ini. ... bagus, mari lanjutkan!!
Rok nya terangkat ke atas dan itu akan membuat nya terlihat jelas, alice bukanlah wanita cabul, jadi dia tidak akan memakai pakaian yang mempunyai rok seperti itu selama dia tidak memakai pakaian dalam untuk dibawah sana.
(Ganti!)
Alice membuka baju nya dan melemparkan baju itu kelantai, ini adalah fenomena biasa yang akan terjadi kepada wanita ketika mereka sedang bersiap-siap.
Jadi seperti biasa, mari kita memperhatikan para pengintip.
###
[Di suatu perbatasan distrik prostitusi]
Disuatu hutan yang lebat dimana kegelapan malam membuat hutan ini menyeramkan, tetapi dibanding hantu, penduduk antegram akan lebih takut dengan para monster.
Disini, terdapat cahaya api unggun dimana ada seseorang disana, mereka berjumlah dan tentu saja mereka adalah Da vinci, Theo dan Relugus.
Mereka masih belum memulai rencana.
Lebih dari itu, mereka ingin membuat suatu rencana untuk misi penyelamatan ini.
Pergi ke markas musuh tanpa rencana adalah suatu tindakan konyol, jadi jangan lakukan hal itu.
__ADS_1
"Baiklah ... kita mulai rapat darurat nya"