Paladin Antegram

Paladin Antegram
lebih kuat dari siapapun


__ADS_3

Roenji menarik pedang nya dan mengarahkan nya kedepan, dimana Chelsea sedikit menundukkan tubuh nya.


Mengarahkan genggaman ke gagang pedang nya.


(Tidak ada celah nya, sungguh konsentrasi)


Chelsea mengerutkan alis nya dimana keringat menetes dari wajah nya hingga jatuh ketanah dan disaat yang bersamaan Roenji tersenyum dan mulai maju terlebih dahulu.


Menarik pedang nya lalu dia mulai menebas Chelsea, untuk menangkis serangan itu, Chelsea menarik pedang nya dan menangkis tebasan Roenji.


Bentrokan berlalu, tetapi Roenji sekali lagi maju dan mereka saling menahan dengan gesekan pedang mereka yang menghasilkan percikan api.


Roenji menguatkan otot lengan nya dan menebas Chelsea dengan kekuatan yang berat, Chelsea mengarahkan pedang nya kedepan dan menahan pedang Roenji dengan kesusahan.


"Kau akan kalah? Menurutmu kenapa?"


Disaat saling menahan seperti itu, Roenji mengucapkan suatu perkataan dimana itu membuat Chelsea mengerutkan dahi nya, tentu Chelsea juga menyadari hal itu.


"Teknik pedang mu hanya dikhusus kan untuk membunuh, dan teknik seperti itu, tidak akan pernah bisa menang melawan teknik pedang yang dikhusus kan untuk bertempur"


Roenji tersenyum sinis dimana Chelsea sedikit mendecahkan lidah nya, memutar balik pedang nya, melompat lalu mencoba untuk menendang Roenji.


Terkena tendangan itu membuat Roenji terhempas diudara, tetapi dia dengan baik mengatur pergerakan tubuh nya, memutar kaki nya sampai dia mendarat dengan baik ditanah.


Setelah itu dia tersenyum dengan sombong, disisi lain Chelsea terengah engah karena kelelahan yang dia dapat dari pertarungan yang sebelum nya.


"Itu lah perbedaan kita, alasan kenapa kau akan kalah, lalu satu lagi ... yang akan menjadi penyebab kekalahan mu"


Roenji menyipitkan matanya sekaligus melirik ke arah belakang Chelsea, dimana terdapat Ellie yang sedang terduduk lemas menyandarkan tubuh nya disalib batu itu.


Chelsea merespon dengan mendecahkan lidah nya, sambil mengarahkan pedang nya kesamping untuk menghadang Roenji yang sedang melirik Ellie.


Kelemahan yang dimaksud oleh Roenji adalah Ellie, sebelum nya Chelsea bertarung dengan mengorbankan kondisi tubuh nya untuk melindungi Ellie.


Dengan memanfaatkan hal itu, Roenji bisa menang dengan mudah ketika melawan Chelsea.


Chelsea mendengus dengan mengejek dengan keringat yang lebih banyak menetes ketanah.


"Nasib ku buruk juga, harus menghadapi dua musuh yang memakai trik pengecut seperti ini"


Ucap Chelsea dengan mengejek, mendengar hal itu Roenji hanya tersenyum sambil sedikit mengangkat kedua bahu nya untuk memberi respon.


Roenji mulai diposisi untuk menyerang dan bergegas ke arah Chelsea, dimana Chelsea juga melakukan hal yang sama.


Mengarahkan pedang nya kedepan sambil berlari dengan cepat ke arah Roenji.


Menebaskan nya kedepan, membuat pedang mereka saling bergesekan sampai itu berpisah dengan kasar, tetapi mereka memulai serangan berikut nya dan mengulangi hal yang sama.


Sampai akhirnya Chelsea menarik pedang nya sekaligus memutar tubuh dengan menendangkan kaki nya ke atas.


Roenji menyadari hak itu, tersenyum dan mulai menendang tanah untuk melompat kebelakang.


Chelsea menekankan gagang pedang nya dimana listrik keluar dan menyerang ke arah Roenji dengan liar.


Roenji mendecahkan lidah nya, berhasil mendarat ditanah, tetapi dengan cepat dia melompat kesamping, menghindari petir itu dengan cepat.


Melirik ke arah petir itu yang berhasil menghancurkan tanah dengan mudah.


Lalu dia mulai mengarahkan pedang nya kedepan, dan mulai bergegas ke arah Chelsea.


Chelsea bersiap ditempat untuk pertarungan selanjutnya.


Dengan tindakan yang bahkan tidak diprediksi oleh Chelsea, Roenji melempar pedang nya dengan arah menusuk ke wajah Chelsea.


Bahkan dia tidak sempat berpikir untuk menghindar, dan secara reflek, atau kau bisa menyebut nya sebagai insting bertahan hidup.


Chelsea menghindari hal itu dengan memiringkan kepala nya kesamping, bahkan dia tampat terkejut akan hal itu.


Keringat dingin keluar dari nya, ketika dia senang karena berhasil menghindar, tetapi ketika dia mengingat nya, mata nya melebar.


Ketika dia berhasil menghindar sepenuh nya, dia menatap kebelakang nya dengan cepat dimana pedang yang dilempar oleh Roenji, menusuk ke bahu kanan milik Ellie.

__ADS_1


Ellie kehilangan kesadaran nya secara sepenuh nya jadi dia bahkan tidak merasakan rasa sakit dari tusukan pedang itu.


Rasa amarah muncul di hati terdalam Chelsea, hasrat haus akan membunuh nya keluar tanpa dia sadari sepenuh nya.


Ketika dia kembali menatap kedepan, situasi berubah drastis..


Terdapat Roenji dihadapan nya, tetapi dengan posisi yang berbeda dimana dia seperti melayang diudara, posisi kaki di atas dengan kepala dibawah.


Dan yang dilihat oleh Chelsea, hanyalah telapak tangan dari milik Roenji, dimana itu tepat berada dihadapan nya sampai dia tidak bisa melihat apapun selain itu.


Roenji tersenyum licik, mencekik leher Chelsea dengan kuat, dan dengan sekuat tenaga, Roenji menarik tubuh Chelsea dan melemparkan nya ke samping.


Chelsea terlempar jauh, mendarat ditanah ditanah dengan kasar sampai dia melepaskan pedang nya sendiri dan membiarkan itu terbuang jauh.


Disisi lain Roenji memutar tubuh nya, mendaratkan kaki nya ketanah dengan gaya membungkuk disini.


Tersenyum bangga akan keberhasilan nya, dia mulai berdiri kembali dan berjalan perlahan ke arah Ellie.


Disana Chelsea dengan kesusahan mencoba untuk bangun, pandangan nya berputar putar, kepala pusing bahkan itu bisa membuat nya pingsan.


Tetapi dia bisa mempertahankan kesadaran nya sendiri.


Menatap kedepan dimana terdapat pedang nya yang tergeletak ditanah, lalu, dia mengalihkan pandangan nya jauh didepan.


Dimana terdapat Roenji yang berdiri dihadapan Ellie, menundukkan sedikit tubuh nya untuk mengambil pedang nya itu yang tertancap dibahu Ellie.


(Oi ... apa yang kau lakukan? Bangunlah sialan, jika terus begini, dia dan aku akan mati terbunuh, maka apa lebih baik jika hanya aku yang selamat? Itu tidak bagus, tidak, mungkin itu bagus, pada akhirnya dia hanyalah orang asing bagiku, jadi ... mengorbankan nyawa demi nya adalah hal yang konyol, aku bahkan bukan pembela kebenaran disini)


Disisi lain, Roenji menatap Ellie dengan wajah merendahkan.


"Sungguh menyedihkan, bahkan sampah lebih baik dari mu"


Ucap Roenji dengan mengarahkan pedang nya tepat keleher Ellie.


"Setidak nya buatlah kematian mu lebih bagus"


Ketika dia berniat untuk menyusukkan pedang itu keleher Ellie, dan secara mendadah tangan nya itu terbelah oleh sesuatu.


Ketika dia menyadari nya, terdapat beberapa benang yang mengeliliti tubuh nya, dan salah satu dari mereka terdapat dileher nya.


Dia melirik kearah samping nya dimana terdapat Chelsea yang menundukkan dengan lutut kaki kiri menyentuh tanah, menggigit gagang pedang nya sendiri.


Dan diseluruh jari nya terdapat lilitan benang yang terhubung dengan benang yang mengekang pergerakan Roenji saat ini.


(Sebenar nya aku tidak ingin menggunakan teknik sialan ini, tetapi aku tidak mempunyai pilihan lain, lakukan dan hidup, atau lakukan dan mati)


Dengan tenang Roenji memahami situasi nya saat ini, mengamati benang yang meliliti tubuh nya.


(Benang yang terbuat dari serat besi, tidak akan mudah dipotong, tetapi jika dibekukan pasti akan dengan mudah menghancurkan nya, hanya saja itu akan mengenai diri ku juga, hmm~~ baiklah, waktinya giliran itu)


"Acklear"


Roenji mengucapkan mantra sihir, dimana lingkaran sihir tercipta di atas kepala nya, merespon hal itu membuat Chelsea tersentak kaget, dan dengan cepat menarik kedua lengan nya kesamping.


Tetapi itu terlambat dimana Lingakaran sihir milik Roenji terlebih dahulj aktif, mengeluarkan cahaya kebiruan dan menembak dengan cepat ke benang benang milik Chelsea.


Memutuskannya dengan mudah dimana dampak dari putus nya benang itu membuat Chelsea sedikit termundur kebelakang.


Disisi lain, Roenni menundukkan tubuh nya, mengambil pedang ditangan kiri nya itu, bahkan dia tidak merasakan apapun setelah mengambil sesuatu dari genggaman mantan anggota tubuh nya itu.


Dia bersiap dan mulai bergegas kedepan, Chelsea merespon kaget, membuka mulut untuk menjatuhkan pedang nya itu kebawah dan dia dengan tanggap menggapai pedang nya itu kembali dengan tangan kanan.


Roenji telah mendekat kepada nya, tanpa ragu menebaskan pedang nya itu.


Dan Chelsea mengangkat pedang nya untuk menangkis serangan dari Roenji.


Dengan kuat Chelsea mendorongkan itu kedepan dimana Roenji termundur kebelakang dan kembali maju kedepan, menebaskan pedang nya diikuti dengan Chelsea yang ikut menyerang.


Pedang mereka saling bergesek dan berbunyi dengan berisik.


Diserangan selanjutnya, Roenji melompat kebelakang untuk mundur dimana Chelsea mengarahkan pedang nya kedepan, mengucapkan mantra dimana petir mulai keluar dan menyerang ke arah Roenji.

__ADS_1


Roenji mengarahkan tangan kanan nya itu kesamping dimana suatu barier tercipta.


Petir itu memukul barier dengan kuat begitu juga dia memukul daerah lain nya dan menghancurkan mereka dengan mudah.


Tetapi Barier Roenji tidak memperlihatkan kondisi akan hancur, itu sangat kuat.


Petir itu berhenti dan ketika Roenji menyadari nya, Chelsea sudah berada dibelakang nya, mulai menebaskan pedang nya ke arah Roenji.


Tetapi itu berhasil ditahan oleh Roenji dengan pedang nya itu, lalu dia mengangkat kaki nya untuk menendang perut Chelsea.


Chelswa tidak memiliki pertahanan apapun lagi, jadi dia tidak bisa menghindari tendangan itu atau bahkan menahan nya.


Jadi dia membiarkan diri nya tertendang dengan terhempas kebelakang.


Mendarat ketanah dengan kasar, tetapi dia berhasil untuk bangkit kembali dengan memakai pedang nya itu untuk menahan tubuh nya agar tetap seimbang.


Disisi lain, Roenji menurunkan kaki nya, lalu menusukkan pedang nya itu ke tanah, dimana dia mengoyakkan baju nya dan mengikat kan itu ke tangan kiri nya.


Menggunakan tangan kanan dan mulut nya untuk membuat itu benar benar terikat dengan kuat.


Setelah selesai dia mengambil kembali pedang nya itu dan bersiap diposisi bertahan.


"Garis keturunan dari keluarga locknear sungguh sesuatu, tidak kusangka kau bahkan bisa menyudutkan ku seperti ini"


".... apa aku bisa menganggap itu sebagai pujian?"


"Tidak ... itu hanya sarkasme"


Ucap Roenji dengan senyuman ramah nya, dan Chelsea hanya merespon dengan senyum masam.


Mereka saling bersiap, lalu maju sama lain dengan mengadukan pedang mereka dengan kekuatan yang mereka miliki.


Roenji menyerang dan itu ditahan oleh Chelsea, hingga Roenji memutar tubuh nya untuk menebas, dan Chelsea menghindari hal itu dengan memiringkan kepala nya kesamping.


(Lebih .... cepat)


Menginjak tanah dengan hati hati, lalu dia memutar tubuh nya.


Mengayunkan pedang nya dengan kuat, dan Roenji berhasil untuk menghindari hal itu.


Dengan pandangan yang lebih tajam, dan konsentrasi yang sangat dalam, Roenji mengerti pergerakan Chelsea dengan sepenuh nya.


Dan dia dengan mudah memprediksi hal itu dan menghindari hal itu.


(Nah ... waktu nya mengakhiri ini)


Roenji mendarat ditanah dengan tubuh yang menunduk, melempar pedang nya ke Chelsea, dimana dia tanpa ragu untuk menghindari hal itu.


Menggerakan jari nya, lalu dia mengarahkan tangan kanan nya itu kedepan.


Disaat Chelsea berpikir tenang karena berhasil menghindari hal itu, tetapi tidak.


Dia merasakan sesuatu menusuk keperut nya, mata nya menjadi kabur dan ketika dia menyadari nya, pedang yang seharus nya dilempar oleh Roenji kembali menusuk ke arah sebalik nya.


Dia yakin sudah menghindari hal itu, tetapi pedang itu berbalik dan menusuk perut nya dari belakang.


Dengan tatapan lelah, dia mengarahkan pandangan nya ke arah Roenji.


Tersenyum sinis dengan lingkaran sihir ditelapak tangan nya.


(Kukuku, sihir pengendali material, ini sihir yang simpel tetapi tidak kusangkah mempunyai kegunaan seperti ini, tidak pernah aku bersyukur seperti ini didalam hidup ku)


Seketika, lingkaran sihir ditelapak tangan nya menghilang.


" hmnh~ ... ini mempunyai durasi yang pendek"


Roenji berjalan perlahan ke arah Chelsea, setelah sampai dihadapan nya, Roenji mengambil pedang milik Chelsea dengan paksa dari genggaman nya.


Setelah menatap pedang itu sesaat, dia mengarahkan pedang itu ke dada, atau lebih tepat nya ke arah jantung milik Chelsea.


"Nah, ada kata kata terakhir?"

__ADS_1


__ADS_2