
31 mei 710, kalender suci
Disuatu menara yang sangat tinggi, tempat dimana dunia ini berpusat.
Terdapat seorang pemuda dengan pakaian berarmor hitam yang lengkap dimana wajah terdapat sebuah armor hitam untuk menutupi matanya nya.
Menggenggam pedang nya sekuat tenaga, sampai tidak akan pernah terlepas dari genggaman nya.
Dia langsung berdiri dan berjalan ke suatu kristal retak yang melayang diudara berkat lingkaran sihir di atas dan dibawah nya.
"Ada apa?"
Seorang wanita berjalan ke arah pemuda itu, wanita dengan kulit yang sangat putih dan rambut perak nya yang mengkilau membuat nya sangat mempersona.
"Ada seseorang yang membuka paksa pembatas antegram"
Ucap pemuda itu dengan tenang.
".... apa yang dilakukan orang itu?"
"Menyebut nya seseorang mungkin salah, tetapi ... dia mengirim 2 eksistensi kedalam antegram"
"Pemain yang tidak terdaftar? Jadi apa yang akan kau lakukan?"
Wanita itu mengangkat jarinya ke atas dan mengarahkan sedikit kebawah dimana setelah itu sebuah lingkaran sihir tercipta dibelakang nya.
"Menurut peraturan, semua yang terlibat ke antegram akan dianggap sebagai pemain, kita tidak bisa mengurus 2 eksistensi itu, biarkan saja"
Pemuda itu mengakhiri pembicaraan dengan memasuki lingkaran sihir yang diciptakan wanita itu dan lingkaran sihir itu langsung menyusut menjadi kecil hingga akhirnya menghilang.
"Sesuai keinginan mu, tuan killia"
Wanita itu menundukkan kepala nya dan membuka matanya, sangat indah.
Dimana pupil matanya terlukis alam semesta itu sendiri, suatu ruang yang tidak memiliki ujung.
Bagaikan antegram itu sendiri.
HUTAN RAJAK - SUDUT PANDANG SHEILLA
Huh? Apa yang terjadi? Tangan ku? Ah~ masih ada.
Hmm ... kenapa berat sekali disini?
Aku melihat jelas sesuatu yang menimpa ku, seseorang yang sangat kukenal.
Dia adalah Da vinci, tertidur ditubuh ku dengan nyenyak.
Aku menatap nya dengan pandangan kecewa.
Tidak kusangka jika dia semesum ini sampai berani tidur ditubuh ku.
Kau membuatku kecewa.
Aku mendorong da vinci ke tanah dan aku mulai berdiri.
Melakukan beberapa peregangan sampai akhirnya aku melihat sekeliling.
"Huh? Hutan?"
Kami berada dipusat hutan dimana sekeliling kami ditutupi oleh pohon-pohon yang sangat banyak.
Aku melihat kepinggang kiri ku, masih ada pedang disini.
Yang artinya ini bukan mimpi?
Lagipula, sampai kapan orang ini akan terus tidur?
__ADS_1
Aku menatap ke arah da vinci yang tertidur dengan wajah yang tertekan, apa dia mendapat mimpi buruk?
Itu gawat sekali~ akan kubangunkan dia segera.
Kukuku~
"Huh?"
Niat nya mau begitu tetapi dia sudah bangun sebelum aku memulai rencana nya, kh.
Da vinci bangun dari posisi tidur nya dan duduk dengan menekan tangan kanan nya ketanah untuk menahan tubuh nya.
Dia mengusap-usap matanya dan menyadari jika ini dia sedang duduk ditanah.
"Shei?!"
"Selamat pagi~ meskipun ini masih malam"
Ucap aku dengan senyum lebar dan Da vinci tampak terkejut akan sesuatu dan dia ...
... Memelukku dengan erat, aku tertegun sampai terdiam.
"Kau baik-baik saja?!"
Ucap da vinci dengan panik lalu aku mengingat, sesuatu yang harus tetap diingat ...
kalau mental ku adalah lelaki!!
Bulu kuduk ku berdiri semua dan aku langsung mendorong da vinci kebelakang.
Aku mengusap-usap tubuh ku dengan merinding.
"Apa yang kau lakukan? Uuukh~ Menijijikan"
Berpikir untuk berpelukan dengan da vinci ... tidak kusangkah hari ini akan datang, ugh, aku sudah ternodai---
"Hah?! Tidak sopan sekali, padahal aku sangat mengkhawatir kan mu--"
"Mengkhawatirkan? Apa yang kau katakan?"
Aku tidak mengerti apa yang dia katakan, tapi tidur ditubuhku masih bisa kumaafkan tetapi tidak dengan yang satu itu!!
Ueeeh~~ seriusan aku ingin muntah disini hanya dengan mengingat nya.
Mendengar perkataan ku membiat da vinci sedikit terkejut.
"Huh? Kau tidak ingat apapun?"
Da vinci bertanya dengan ekspresi masam.
Dan aku tidak mengerti apa yang dia katakan saat ini. Aku masih terlalu muda untuk amnesia kau tau?
"Sama sekali tidak ingat"
Mendengar jawaban ku membuat da vinci terduduk lemas sambil menghela nafas yang panjang.
"Oh ... benar juga, kita sedang mengawal murid untuk melakukan ujian, lalu ... Huh? Apa yang terjadi setelah itu?"
Aku bertanya-tanya dan da vinci hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepala nya.
"Sihir teleportasi, tidak kusangkah itu benar-benar ada"
Gumam da vinci dengan murung, kalau tidak salah kudengar jika dirinya sedang meneliti tentang sihir teleportasi tetapi sampai saat ini belum selesai
Dan dia menerima kenyataan jika sihir teleportasi sudah ditemukan dari dulu, yah .. didunia ku dulu sihir teleportasi banyak digunakan jadi aku tidak terlalu terkejut.
Aku duduk disamping da vinci dan mengusap-usap pundak nya.
"Jangan dipikirkan"
__ADS_1
Yah ... saat ini hanya itu yang bisa kukatakan.
Emosi anak muda sungguh labil, karena itulah diperlukan orang dewasa untuk membantu mereka, seperti yang kulakukan sekarang.
Aku menatap dengan senyuman kasihan.
"Pertama tama bisakah kau memasak sesuatu? Aku lapar saat ini"
Aku menambahkan dengan senyum lebar.
"Itukah hal yang harus kau katakan kepada orang yang lagi murung?"
Ucap da vinci dengan tatapan malas.
Da vinci berdiri dengan lesuh dan mulai memperhatikan pakaian nya.
"Perlengkapan yang tersimpan di seragam kita semuanya masih lengkap, meskipun tidak ada makanan disini"
Da vinci menghela nafas.
"Fufufu~, sudah kuduga kau tidak berpengalaman nak Da vinci, lihatlah sekeliling kita, Ada hutan!!, jangan lupakan jika hutan adalah rumah mahluk hidup"
Aku berdiri dan mulai berjalan ke arah hutan.
"Aku akan pergi berburu dan kau masak saja sup atau apapun"
Aku langsung pergi meninggalkan da vinci lalu masuk kedalam hutam ini.
Sangat lembap dan dingin disini meskipun tidak sedingin kampung halaman.
"!!?"
Aku merasakan sebuah keberadaan, wah~ baru beberapa menit berjalan langsung ketemu.
Betapa beruntung nya aku hari ini~
Aku mengintip dari balik semak-semak untuk melihat korban pertama yang akan kudapatkan hari ini.
Terlihat sebuah rusa yang sedang minum genangan air yang berada ditanah.
Aku menciptakan sebuah busur ditangan kiri dan anak panah ditangan kanan, mengubungkan mereka berdua dan aku memarik anak panah itu.
Membidik dengan tepat ke arah rusa itu.
"BOOMMM!!!"
suara ledakan terjadi membuat rusa itu langsung lari dengan cepat, aku juga kaget saat ledakan itu terjadi.
"Apa-apaan?"
SUDUT PANDANG NARATOR - 17 menit sebelum nya
"Aku akan pergi berburu dan kau masak saja sup atau apapun"
Ucap sheilla sambil melambaikan tangan nya.
"Aku tidak mempunyai seluruh bahan nya disini-"
(Air tidak ada, garam tidak ada dan susu tidak ada ... apa yang dia harapkan dari kekurangan ini?)
Da vinci hanya duduk dengan lesuh sambil menggaruk kepala nya.
(Mengapa semua ini terjadi? Lalu kemana kami berdua terlempar saat ini? Dan ... kenapa aku malah memeluk nya tadi?)
Wajah nya memerah disaat dia memikirkan tentang sebelum nya dimana dia dengan panik memeluk sheilla.
"Lagipula sungguh tidak sopan untuk menyebutku menjijikan!! Aku hanya ---) wajah da vinci kembali memerah saat dia mengingat ketika dia memeluk sheilla sebelum nya.
Terasa sesuatu yang lembut dan kenyal menyentuh kencang, dan dia mengingat betul bagaimana sensasi dari kelembutannya.
__ADS_1
Sensasi yang membuat nya ingin terus berada dikelembutan itu.
Dan da vinci menghela nafas lelah.