Paladin Antegram

Paladin Antegram
kegagalan


__ADS_3

Ditenda, ditempat tidur yang berada dilantai, Da vinci membuka matanya dan mendapati atap-atap tenda, mata yang terlihat lelah dimana kepala nya dipasangkan perban saat ini.


Bukan hanya kepala, tangan kanan dan tubuh nya juga diperban, bagaimana pun pertarungan melawan Abel adalah pertarungan terbesar yang pernah dilakukan Da vinci sebelum nya.


"Umm"


Da vinci mengerang sambil mengerutkan dahi nya, menopang tubuh nya ke atas dengan bantuan tangan kanan untuk duduk.


"Aku ... masih hidup?"


Da vinci memperhatikan sekeliling nya dengan ekspresi heran, dimana dia sedang tiduran didalam tenda dan di atas sebuah kasur yang lumayan empuk.


Pertanyaan nya darimana asal nya tenda dan kasur ini? Saat menyusup ke markas party juugo atau bahkan sebelum pergi ke distrik prostitusi, dia tidak ingat pernah membawa tenda ataupun kasur.


Lalu dia memperhatikan lengan kanan nya yang dipenuhi perban yang sangat tebal, menatap dengan heran dan menyentuh nya dengan tangan kiri.


"Begitu ... jika ingatan ku tidak salah, aku memakai sihir kolosyni, dan tangan kanan ku jadi patah bekat itu ... aku masih hidup?"


Sihir kolosyni adalah sihir tingkat tinggi yang ia pelajari beberapa minggu yang lalu, dia bahkan belum pernah mencoba untuk memakai sihir itu jadi dia bahkan tidak menduga jika tangan kanan nya akan patah hanya karena itu.


Dikondisi seperti itu dia masih bisa tetap hidup adalah suatu hal yang luar biasa.


Dia mulai mencoba untuk berdiri dan kehilangan keseimbangan dalam pijakan dimana dia hampir saja terjatuh, tetapi dia berhasil menyeimbangkan kembali pijakan nya dan menghela nafas lega.


(Itu tadi hampir saja)


Da vinci menatap ke sisi tenda dimana itu terdapat tirai untuk menutupi tenda ini, tirai itu sudah seperti pintu bagi tenda ini, jadi dia berjalan dengan perlahan ke arah tirai itu.


Dan dia mulai mendengar sesuatu, sebuah suara tawaan yang sangat ceriah


(Anak-anak?)


Da vinci berhenti untuk berpikir dan mulai membuka tirai, mendapati beberapa anak sedang berlari dengan girang dimana ada satu gadis yang mengejar mereka, dia adalah Alice.


Da vinci menatap dengan heran dimana sepertinya Alice sedang bermain bersama mereka, lalu Alice menyadari dengan adanya Da vinci, berhenti berlari dan meminta maaf kepada anak-anak yanh lain.


Lalu ia mulai berjalan ke arah Da vinci dengan ekspresi khawatir.


"Da vinci ... apa tubuh mu tidak sakit? Kau terluka parah kau tau?"


Da vinci merespon canggung dan memeriksa tubuh nya sendiri, cukup banyak luka dan tangan kanan yang patah, tetapi tidak ada luka serius, dengan begitu dia menghela nafas lega.


"Ya ... tidak ada masalah"


Mendengar hal itu, Alice menghela nafas lega, lalu tersenyum dengan lembut.


"Syukurlah"


Lalu ada anak kecil yang menarik lengan baju Alice dimana terdapat beberapa anak kecil yang mengelilinginya.


"Kak Alice, ayo main"


Ucap gadis kecil itu dengan sedikit memaksa dan Alice menanggapi dengan senyum masam.


"Iya iya, maaf Da vinci, sampai nanti lagi"


Berkata seperti itu, Alice langsung mengikuti anak-anak menuju ketempat bermain dimana Da vinci hanya menatap dengan diam.


(Disukai oleh anak-anak merepotkan juga)


Dan Da vinci langsung berjalan kembali kedalam tenda, dia juga tidak memiliki tujuan apapun lagi jadi dia memutuskan untuk kembali kedalam tenda.


Disitu dia menemukan pedang nya, merespon dengan bersemangat lalu Da vinci duduk dilantai dan mengambil pedang itu, menahan sarung menggunakan kedua kaki dan menarik pedang itu menggunakan tangan kanan.


Dan yang terlihat adalah pedang yang patah sampai diujung dimana itu tidak bisa disebut sebagai pedang lagi, Da vinci menatap pedang itu dengan wajah pucat.


(Pedang akademi nya ... rusak, bagaikana ini? Aku harap tidak ada ganti rugi disini, yah 2 bulan telah berlalu dan pastinya kami sudah dianggap mati)


Da vinci diam-diam menyarungkan kembali pedang nya dan meletakkan pedang itu ketempat awal, Da vinci tidak memiliki pedang dan itu adalah pedang milik akademi, Dan Sheilla menolak untuk meminjam pedang mengingat bagaimana kekuatan nya.

__ADS_1


Dan untuk suatu alasan Sheilla selalu merusak setiap pedang yang ia pinjam dimana para guru diakademi menyetujui untuk tidak meminjamkan Sheilla pedang lagi.


Da vinci mulai berdiri dan menghela nafas lelah untuk mencoba mengabaikan pedang yang ia rusakkan.


(Beli pedang baru saja)


Da vinci mulai berjalan kembali ke kasur yang ia tempati sampai babarapa saat yang lalu.


"Kyaaaaa!!!!!"


Seorang wanita berteriak dan itu membuat Da vinci kaget. Membalikkan badan nya tanpa ia sadari.


(Wanita? Apa yang terjadi?)


Da vinci berlari keluar, membuka tirai tenda itu dengan kasar dimana dia mendapati Theo, Alman dan Sieg juga berlari keluar.


"Senior"


"Apa yang terjadi!?"


Theo bertanya dengan nada yang keras lalu seorang gadis kecil berlari ke arah mereka, tidak hanya itu, dibaju nya, dipenuhi oleh darah yang hampir menutupi wajah nya, berlari dengan ketakutan dan langsung memeluk Noelle.


Lalu Relugus yang terluka parah juga keluar dari tenda kedua untuk menghampiri mereka dengan panik.


Terengah-engah dimana sepertinya sampai sebelum nya ia masij tertidur tetapi terbangunkan oleh teriakan itu.


Alman mengerutkan alis nya dan maju ke hadapan Noelle dam gadis itu.


"Oi, wanita ... apa yang terjadi?"


Alman bertanya dengan kasar dan Noelle merespon dengan ketakutan.


"Ti-tidak tau ... umm, lili, apa yang terjadi?"


Noelle menjawab pertanyaan Alman dengan panik tetapi langsung berbalik bertanya ke gadis yang dipanggil lili oleh Noelle.


Noelle merespon dengan bingung dan Alman hanya menghela nafas kecewa.


"Tolong!! Siapapun!!"


Teriak seorang gadis, suara yang mereka kenali dan mereka dengan panik menghadap ke arah suara itu berasal dan menemukan Alice yang berlari sambil menggendong seorang gadis kecil dibelakang nya.


Tidak hanya itu, banyak juga anak-anak yang berlari mengikuti Alice sambil menangis tersedu-sedu, lalu Relugus berlari ke arah Alice dengan panik.


"Nona!! Apa yang terjadi"


Disaat mereka saling bertemu, Alice berhenti berlari dan duduk ditanah, dan Relugus berjongkok untuk menyamakan pandangan nya dengan Alice.


"Tolong!! Kumohon!! Jika tidak gadis ini---


Alice berhenti berteriak, dan menatap gadis yang ia gendong dengan ekspresi putus asa, dan dia menyadari, jika gadis itu telah tewas.


Air mata keluar sangat banyak dan Relugus mengambil gadis kecil itu dari tangan Alice, menatap nya dengan penuh prihatin.


"Apa yang sebenar nya terjadi?"


Alman mendekat dan menanyakan pertanyaan itu, begitu juga dengan yang lain nya ikut mendekat ke arah mereka.


Seluruh anak-anak menangis dengan takut dan Alice membuka mulut nya.


"Tidak tau ... gadis ini tiba-tiba memuntahkan darah dan semua terjadi begitu saja"


Mendengar pernyataan Alice, membuat Alman mengerutkan dahi nya dimana pernyataan itu makin membingungkan.


"Kyaaaa!!!"


Gadis kecil berteriak dan semuanya spontan menatap dengan panik, menemukan seorang anak kecil dengan kelamin lelaki memuntahkan darah, berdiri seperti tidak menyadari hal itu lalu anak laki-laki itu terjatuh.


Dan sebelum ia terjatuh, Sieg dengan cepat, menaham tubuh nya dan langsung memeriksa kondisi nya.

__ADS_1


"Oi ... kau baik-baik .... sa-ja?"


Sieg melebarkan matanya dan mendapati Anak laki-laki itu telah tewas.


(Apa yang sebenar nya terjadi)


Alman membelalakkan mata nya dengan kejadian yang membingungkan ini, seorang mati begitu saja? Apa kejadian itu bisa disebut sebagai kebetulan.


Lalu secara bersamaan, seluruh anak memuntahkan darah, tidak menyisakan satupun anak, mereka memuntahkan darah dan setelah itu tumbang ketanah.


Melihat kejadian itu, membuat Da vinci berhenti memikirkan apa-apa, anak-anak tewas dihadapan nya, tanpa kecuali, anak-anak tidak berdosa, tewas begitu saja tanpa mengetahui penyebab nya.


"Argrgaakkkkkk"


Semua kenyataan itu cukup untuk menghancurkan mental Da vinci dimana dia berteriak histeris dan menggaruk kepala nya, menabrakkan dirinya ke Theo dimana Theo merespon dengan panik.


" oy!! Da vinci! Kau baik-baik saja"


Pandangan Da vinci hampir memudar, melihat Noelle berjalan ke arah Alice dengan ekspresi putus asa.


"Semua ... nya .... urgk"


Noelle memuntahkan darah seperti hal nya anak-anak yang lain, menyadari hal itu, Noelle menyerah akan segalanya dan tumbang ketanah.


"Noelle!!"


Alice berteriak memanggil nama Noelle, tetapi sebelum ia bisa bergerak, sebuah lingkaran sihir tercipta didada nya, tepat kejantung.


"Nona Alice!!"


Relugus merespon dengan panik sambil mengenggam erat kedua tangan Alice.


Menyadari lingkaran sihir itu, membuat Alman menyadari satu hal.


"Sihir ... kutukan?"


Bergumam dan semua mendengar, sihir kutukan, dimana kau menanamkan lingkaran sihir pada jantung target, dan saat sihir diaktifkan, itu akan meledakkan jantung target dimana tidak ada sihir untuk menetralisir untuk sihir itu.


Menyadari kondisi nya saat ini, Alice mengeluarkan banyak air mata dan tersenyum dengan berat ke Relugus.


"Relugus ... aku ... tidak mau mati"


Berkata seperti itu, Alice langsung memeluk tubuh Relugus, dan Relugus membalas dengan pelukan.


Beberapa detik berlalu, tidak ada respon dari Alice, memyadari hal itu, Relugus mendorong pelan tubuh Alice untuk melihat kondisi nya.


Tetapi ... semua sudah terlambat, darah keluar dari mulut Alice, membasahi baju nya dan Baju Relugus.


Menyadari hal itu, air mata keluar dari mata Relugus lalu berteriak kencang sambil memeluk tubuh Alice yang tidak berdaya itu.


"Grargrrkrkrkrkrkrkkkk!!!!"


1 agustus 710, kalender antegram - [Tugas khusus : kegagalan]


Seluruh sandera mati dimana seluruh penduduk yang tinggal di distrik prostitusi ditemukan tewas dengan gejala kematian mereka sama.


Semua nya ... sudah terlambat, bahkan sebelum mereka masuk ke distrik prostitusi.


Sejak awal ... antegram adalah tempat seperti itu, dan ini adalah pelajaran untuk Da vinci, begitu juga dengan trauma untuk nya, menyadari kenyataan kejam didalam Antegram.


Dan ini ... adalah awal dari perjalanan yang akan dilalui oleh nya.


.


.


berikut illustrasi khusus untuk alice :


__ADS_1


__ADS_2