Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 10. Bekerja untuk 2 Boss


__ADS_3

...Selamat membaca📄...


......................


Lala memperhatikan Senja yang tampak melamun, ada apa pikirnya.


"Mbak.. Mbak Senja?" Teguran dari Lala membuyarkan lamunan Senja.


"Eh iya, gimana Mbak?" Reflek Senja dengan gugup karena tadi sempat melamun.


"Gimana, Mbak? Apa ada lowongan kerja buat saya?" Tanya Lala kembali.


Senja nampak berfikir sejenak, sebelum kembali berucap "Emm.. ngomong-ngomong nama Embak siapa ya? Daritadi ngobrol belum tau namanya, masak panggil Mbak-Mbak aja sih.. " Tanya Senja dengan tersenyum.


"Nama saya Lala Mbak. Nama lengkapnya sih Laila Rohimah, tapi biasa di panggil Lala saja." Ujar Lala membalas senyuman Senja.


"Baik, Mbak Lala. Kalau saya tanya-tanya dulu boleh?"


"Boleh banget, Mbak." Seru Lala sambil mengangguk antusias.


Senja senang melihat antusias Lala, "Tadi kamu bilang, kamu mau kerja buat bantu adik kamu. Memangnya adik kamu berapa kalau boleh saya tau? Maaf kalau pertanyaan saya bukan seputar pekerjaan."


"Adik saya dua, Mbak! Yang satu cowok baru masuk SMA kelas sepuluh. Kalau yang satunya cewek, baru masuk SMP kelas tujuh." Jawab Lala jujur.


"Terus Ibu kamu jualan kue, apa benar? Apa.. ibu kamu yang jualan dipinggir jalan depan sana itu?" Senja bertanya dengan jari tangannya menunjuk kearah jalan yang digunakan untuk berjualan ibunya Lala.


"Iya Mbak. Kok Mbak Senja tau?" Tanya Lala heran.


"Saya langganan sama ibu kamu itu, kue bikinannya enak-enak banget." Tutur Senja membayangkan kue-kue yang sering dibelinya dari dagangan ibu Lala.

__ADS_1


"Oh.. makasih Mbak. Pekerjaan saya kemarin-kemarin ya bikin kue sama ibu saya itu." Jelas Lala


Mata Senja berbinar mendengar perkataan Lala barusan, "Waaah.. kamu pintar membuat kue seperti Ibu kamu dong berarti?!"


"Emm.. lumayan sih Mbak. Meski belum sepandai ibu saya, tapi saya sudah bisa membuat beberapa resep kue," jawab Lala merendah.


"Berarti kapan-kapan boleh dong, saya diajari membuat kue juga.." Sahut Senja dengan semangat membara.


"Insyaallah bisa Mbak. Kapan-kapan kalau Mbak Senja lagi nggak sibuk kita belajar bareng-bareng ya sama Ibu saya." Lala pun tak kalah semangat dari Senja.


"Oke, sip." Senja mengacungkan ibu jari tangan kanannya.


Keheningan tercipta untuk beberapa saat. Hingga Lala kemudian teringat dengan tujuan utamanya datang ke toko Senja. "Terus.. tadi itu masalah pekerjaan buat saya bagaimana, Mbak? Apa saya bisa bekerja di toko milik Mbak Senja ini?"


Senja menghela nafas sebentar sebelum menjawab pertanyaan Lala. "Oke.. begini Mbak Lala. Bukannya saya mau menolak kamu, memang saya sedang butuh orang buat bantu-bantu saya di toko sih! Tapi... saya nggak bisa ngasih gaji yang banyak. Soalnya toko saya ini kan baru ya, jadii-" Perkataan Senja terpotong oleh Lala.


"Nggak papa kok, Mbak! Berapapun itu saya mau kok, ini juga pengalaman kerja pertama buat saya. jadi saya akan menikmati pekerjaannya.." kata Lala penuh harap.


Senja mengernyitkan dahinya, "Apa kamu yakin? Tapi saya jadinya yang enggak enak sama kamu, sama ibu kamu juga. Soalnya kamu jadi nggak bisa bantu ibu kamu lagi bikin kue, buat kerja disini dengan gaji yang kecil."


"Beneran enggak papa, Mbak. Saya bakal seneng banget kalau Mbak Senja mau menerima saya dan mengajari saya cara bekerja yang baik." Tukas Lala terus mencoba meyakinkan Senja.


"Ayolah mbak Senja.. tolong terima saya! Nggak apa-apa deh gaji dari Mbak sedikit, yang penting kan masih dapet gaji dari Pak Bayu lumayan banget." Batin Lala


Senja berfikir matang-matang sebelum memutuskan, "Baiklah kalau kamu benar-benar mau, saya akan terima kamu dengan syarat. Kamu harus mendapat izin dulu dari ibu kamu! Bagaimana?"


"Waaah.. makasih banget ya Mbak. Mbak Senja adalah malaikat penolong saya disaat saya benar-benar sedang membutuhkan pertolongan," ucap Lala senang sambil menggenggam tangan Senja.


Senja tersenyum, "Pujian kamu berlebihan, Mbak Lala." Senja menyambut genggaman tangan Lala, "Terus ibu kamu juga boleh lho jualan di depan toko saya ini jika beliau bersedia.. biar saya bisa setiap hari menikmati kue buatannya."

__ADS_1


"Sekali lagi makasih, Mbak Senja. Mbak Senja memang bidadari yang diturunkan ke bumi untuk membantu manusia yang kesulitan. Pantas saja banyak yang mengagumi Mbak Senja, sampai-sampai.." Lala segera menutup mulutnya dengan kedua tangan karena merasa hampir saja keceplosan.


"Kamu jangan berlebihanlah kalau memuji orang. Saya itu cuma manusia biasa, sama seperti kamu dan juga yang lainnya.." ujar Senja gemas karena sedari tadi terus dipuji oleh Lala.


Lala merenges memamerkan deretan giginya yang kecil-kecil, "Hehe.. maaf Mbak. Yang saya katakan itu jujur dan apa adanya kok, bukan cuma pujian basa basi," tuturnya. "Dan lagi, kalau berkenan.. Mbak Senja panggil saya Lala aja ya Mbak, soalnya saya merasa mendapatkan seorang kakak setelah bertemu sama Mbak Senja."


Senja sedikit terkesiap dengan penuturan Lala, tapi kemudian ia menyetujuinya. "Oke.. baiklah" Senja langsung menyetujuinya karena dia teringat akan sang adik.


Setelah selesai acara interview singkat itu, Lala kemudia pamit pulang untuk meminta izin kepada ibunya. Sesuai dengan syarat yang diberikan oleh Senja.


Dan sejak saat itu, Lala pun resmi menjadi karyawan plus asisten bagi Senja maupun mata-mata bagi Bayu dan Andra. Jadi ia bekerja pada dua atasan yang berbeda. Tapi dengan tempat yang saling berhadapan itu.


Begitulah ceritanya..


Lanjut lagi di hari yang sekarang ya..


.


.


Bersambung😊


Mohon dukungannya ya, dengan Like👍


Komen💬


Vote


Rate bintang lima⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Dan favoritkan juga ok😉


Terimakasih🙏🙏


__ADS_2