Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
Alam bawah sadar Seruni


__ADS_3

Namun ketika perlahan-lahan Amanda menyadari jika Angga bangkrut, ia mulai mencari taktik. Dirinya yang tak ingin terus bersama lelaki bangkrut meski itu adalah Angga sekalipun. Ia mulai mencari laki-laki yang lebih kaya dari Angga.


Usia pernikahan yang baru akan berusia satu tahun kala itu. Meski Angga tak mencintai Amanda, namun saat ia menyadari dirinya telah menikah dengan Amanda, ia mencoba memahami keadaan. Ia berusaha menjadi suami yang baik karena agama mengajarkan seperti itu.


Karena Amanda tak peduli lagi dengan Angga, dan tak lagi mempengaruhi Angga, maka sedikit demi sedikit Angga terlepas dari jeratnya. Membuat laki-laki iTunes tersadar jika selama ini dirinya do bawah pengaruh buruk wanita yang menjadi istrinya.


"Dan saat malam anniversary pertama pernikahan kami kala itu, aku berinisiatif untuk merayakannya. Aku membuat semacam kejutan dengan maksud mungkin pernikahan kami bisa menjadi lebih baik,"


"Namun bukannya memberikan kejutan, tapi malah aku yang mendapat kejutan. Dia tengah asyik bermesraan dengan lelaki lain, ada rasa sakit dan benci yang menyeruak. Namun lebih mendominasi benci yang ada dalam dadaku, "


Angga mengedarkan pandangan pada semua orang yang masih setia mendengarkan ceritanya. Semua nampak seksama memperhatikan jalan cerita dari kisah pernikahannya bersama mantan istrinya dahulu.


"Jadi ya.. meskipun perceraian ada lah suatu hal yang sangat dibenci oleh Tuhan, tapi memang itulah jalan yang terbaik bagi hubungan kami, " Angga mengakhiri ceritanya dengan hembusan nafas panjang.


Nampak sekali kelegaan dari wajah Angga usai menceritakan kisah pilu pernikahan yang menurutnya memberikan pelajaran hidup bagi dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, serta lebih mendekatkan diri lagi pada Tuhan nya.


Eyang yang masih sedikit tersedu mendengar kisah Angga, merengkuh cucunya itu ke dalam pelukan. Ucapan maaf berulang kali terucap dari bibirnya yang bergetar.


"Maafkan, Eyang, Angga.. Eyang hanya sibuk dengan urusan Eyang sendiri, sehingga tidak tau jika cucu Eyang semenderita itu hidupnya.. "


Angga mengelus punggung eyang lembut, dan membalas ucapan eyang.


"Eyang nggak perlu minta maaf sama, Angga.. semuanya murni kesalahan Angga karena terlalu abai. Kini Angga sudah belajar untuk lebih peduli, meskipun baru berawal dari keluarga terdekat dan orang-orang tersayang, "


"Ndak papa, Le.. itu suatu kemajuan yang bagus, "


Senja yang merasa terenyuh akan cerita Angga, ikut mewek yang membuat Andra bingung dibuatnya. Andra mengusap-usap bahu Senja yang bersandar padanya.


Sedangkan yang lainnya hanya manggut-manggut.


"Semoga saja wanita itu sudah jera, dan tidak akan pernah lagi menyalahgunakan kemampuannya, " ucap mbah kakung menanggapi.


Seakan teringat pada awal sebelum bercerita, Angga kembali menghadapkan dirinya pada Pak Edi dan Mak Ida, selaku orangtua Seruni.


"Pak, Buk.. izinkan saya kembali merengkuh Seruni, yang memang sebenar-benarnya calon istri saya dahulu. Orang yang saya cintai,"


"Meskipun sekarang saya tidak tau bagaimana perasaan Seruni terhadap saya, tapi izinkan saya menunggunya dan berusaha meyakinkannya atas perasaan saya, sampai Seruni sadar kembali dan memutuskan bagaimana keinginannya, "

__ADS_1


Hening tercipta, kedua orangtua Seruni masih terbungkam sejak Angga memulai ceritanya sampai saat ini. Mungkin mereka mencerna dan mengira-ira apakah lelaki dirinya depannya itu dapat mereka percaya tau tidak.


"Baiklah, Nak.. Bapak akan merestui kamu dalam memperjuangkan Seruni, putri Bapak. Tapi ingat! jangan memaksakan kehendakmu jika Seruni tidak mau, " akhirnya Pak Edi selalu ayah Seruni buka suara juga.


Meskipun Mak Ida hanya diam, tapi raut wajahnya dalam menatap Angga kini sudah berbeda. Bukan lagi kemarahan yang tampak disana, ada rasa simpati juga iba.


°°°


Di sebuah taman yang sangat indah, dengan berbagai macam bunga yang bermekaran disana. Rumput hijau terhampar di seluruh penjuru taman tersebut. Kelinci putih berbulu tebal tampak melompat kesana kemari dengan bahagia.


Burung-burung kecil serta kupu-kupu berbagai jenis beterbangan seakan ikut berbahagia disana, menyaksikan sepasang kekasih yang tengah tertawa bersama dengan gembira.


Seruni yang tampak anggun dengan gaun berwarna soft tosca, berlarian kecil di taman itu. Di belakangnya seorang pria dengan pakaian berwarna senada berusaha mengejarnya, ialah Angga. Tawa kecil menghiasi bibir keduanya.


"Mas nggak akan bisa mengejarku, " seru Seruni yang masih berlari kecil.


Angga tertawa pelan, "siapa bilang? Aku sudah hampir menjangkaumu, "


Sembari mengejar Seruni dengan larinkecilnya, tangan Angga berusaha menggapai-gapai tangan gadisnya itu. Satu kali, dua kali.. yang ketiga kalinya hampir saja Angga menyentuh jemari Seruni. Akan tetapi..


"Untuk apa kamu disini? " tanya Angga ketus.


"Tentu saja menjemputmu, sayang.. " jawab orang itu.


"Tidak ada urusan lagi diantara kita, kita sudah selesai sejak lama. Pergilah! "


"Tidak semudah itu, Angga.. "


Merasa Angga tak lagi mengikutinya, Seruni berhenti dari lari kecilnya dan menoleh ke arah belakang. Keterkejutan tak mampu ia sembunyikan melihat pemandangan yang membuat matanya memanas, hatinya perih.


"Mas Angga.." lirih Seruni.


Angga menoleh pada Seruni, kepanikan sangat tampak di wajah lelaki itu.


"Lepaskan Amanda!" Angga mengibaskan tangan Amanda yang memegang pergelangan tangannya erat.


Entah ilmu semacam apa yang Amanda kerahkan, hingga Angga tak mampu melepaskan tangan wanita itu.

__ADS_1


"Amanda, lepaskan Mas Angga! " Seruni yang tak tega melihat Angga meringis kesakitan pun ikut meneriaki Amanda.


Amanda menyeringai jahat, tatapan kebencian ia tujukan pada Angga dan Seruni.


"Kalian berdua tak akan semudah itu berbahagia di belakangku. Tak akan pernah! " teriak Amanda penuh amarah.


"Bukankah kamu sendiri yang sudah meninggalkanku, Amanda? Lalu untuk apa lagi kamu kembali? Jangan ganggu kebahagiaan kami! " ucap Angga tak kalah marahnya.


"Aku tidak meninggalkanmu, Angga. Aku hanya mencari sedikit kesenangan dari pria lain yang tak bisa ku peroleh darimu, tapi aku tidak akan rela untuk melepaskanmu, " bela Amanda dengan nada bicara yang sedikit lebih rendah dari sebelumnya.


Angga mendecih, "cih! Simpan saja omong kosong bujuk rayumu, aku tak akan pernah terpedaya oleh segala macam ucapanmu itu! "


"Kalau begitu, aku akan melakukan berbagai macam cara untuk kembali mendapatkanmu, Angga.. " ancam Amanda.


"Ancamanmu tidak akan berlaku untukku. Segala upayamu tidak akan pernah bisa menghancurkan kokohnya benteng cinta antara aku dan Seruni, " ucap Angga dengan mantap.


"Mas Angga.. " mata Seruni berkaca-kaca.


Gadis itu berlari dan dengan cepatnya menerjang Amanda yang masih memegang pergelangan tangan Angga.


Alhasil ketiga orang tersebut terjatuh bergulung di rerumputan hijau yang terhampar subur.


"Pergi kamu, Amanda! Pergi dari kehidupan kami! Jangan pernah lagi kamu muncul di hadapan kami! " seru Seruni yang marah seraya berusaha menendang-nendang tubuh Amanda yang berguling di bawah kakinya.


"Pergi kamu wanita jahat! pergi.. pergii!! "


"Pergii...!! " teriak Seruni yang langsung terduduk dari tidurnya.


Matanya yang semula merapat, kini terbuka lebar. Nafasnya terengah-engah. Matanya menyapu sekeliling, keningnya mengernyit merasakan kepalanya yang berdenyut.


Ternyata alam bawah sadar Seruni masih bekerja seperti pada kejadian beberpa tahun silam. Dimana dirinya menjadi tersisih karena kehadiran orang ketiga yang tak mereka inginkan.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2