Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
Bersabar Dan Berdoa


__ADS_3

"Diandra siapa, Kak? " tanya Senja pada Bayu yang masih terdiam mengamati sosok pengendara sepeda motor sport.


Andra menoleh, "yang pembalap itu kayaknya, Dek, " menjawab pertanyaan Senja.


Senja mengangguk pelan, sedetik kemudian matanya membulat sempurna karena terkejut.


"Kak Bayu kenal sama Kak Diandra si pebalap cewek itu? " tanyanya antusias dengan menengok ke belakang dimana Bayu berada.


"Kenal, kenal banget malah, " Lagi-lagi Andra yang menjawab.


"Di dalam khayalan nya tapi, " lanjut Andra yang kemudian tertawa.


"Mas Andra mah, " Senja yang ikut geli menegur sang suami kalau melihat wajah Bayu yang masam.


"Beneran, Dek. Tuh si pebalap emang idolanya Bayu akhir-akhir ini, dia mendadak viral gara-gara beritanya yang terakhir itu kan?" Andra menjelaskan sambil mengingat-ingat.


"Yang apa itu, Bay? yang bikin dia viral di berbagai medsos? " Andra melihat Bayu di kaca depan.


Bayu melengos tak menjawab, dia masih sibuk memperhatikan dan memastikan bahwa sosok yang mengendarai motor sport disampingnya tersebut benar Diandra atau bukan.


"Aa.. yang beritanya, suaminya kecelakaan balap, lalu ... meninggal, itu bukan, Mas?" sahut Senja dengan berbisik pada kata 'meninggal'.


Andra mengangguk, "makanya, kan dia jadi janda muda tuh, apalagi ada berita lagi yang bilang kalau dia itu masih gadis, makanya jadi incaran banyak cowok, tentunya bukan Mas loh ya, " ujar Andra yang tak ingin istrinya salah faham.


Senja sedikit menunduk, bukan karena Andra mengatakn jika Si Diandra itu menjadi incaran para lelaki, tapi pada poin yang mengatakan jika Diandra itu masih gadis, hal tersebut sangatlah mirip dengan kisah dirinya yang hingga saat ini masih gadis meski telah bersuami.


"Kamu kenapa, Dek? Kok diem? " Andra yang menyadari perubahan pada istri nya mendadak khawatir.


"Nggak papa kok, Mas, " Senja tersenyum tipis.


"Diandra Swarantika, seorang pebalap pemula yang langsung diakui kelihatannya dalam dunia balap karena berhasil memenangkan piala utama pada lomba tahun lalu, " Bayu berucap dengan mata yang masih saja fokus pada sosok pengendara motor di sebelah mobil yang ditumpanginya.


"Pernikahannya sangat singkat, yaitu berumur satu minggu karena suaminya meninggal saat mengalami kecelakaan balap dalam balapan tahun lalu,"


"Mengenai berita jika Diandra itu masih gadis atau bukan, hal itu masih simpang siur. Hanya Diandra sendiri yang tau persis, karena selama ini dia bungkam jika ditanya masalah pribadi dan bukan soal dunia balapnya, "


"Udah jelas? " Bayu menoleh pada Senja yang sejak tadi bertanya padanya.

__ADS_1


"Jelas sih, tapi masih ada yang kurang, "


"Kurang apa lagi? Kalau mau kepoin kisah tentang Diandra, buka aja di CS punya Author, yang berjudul 'PERJAKA TUA VS JANDA MUDA', itu cerita baru yang berupa chat story, "


"Udah ada beberapa bab disana, langsung buka aja di profil Authornya, " tutur Bayu menjelaskan.


"Udah lunas ya, Thor.. jangan di bully mulu guenya, awas aja lu! " Bayu.


Me : Iya, Kak Bay. Makasih banyak ya, udah di promosiin karya CS nya akoh😍


Senja yang mendengar penjelasan dari Bayu langsung tersenyum senang, "suss baca ah, "


"Waah, udah ada novel baru juga nih ternyata, judunya 'Akhirnya Aku Memilih Pergi', udah ketinggalan 3 bab, " gumam Senja dengan mata berbinar.


"Berapa hari aja gak buka Noveltoon udah ketinggalan banyak nih dari Author kesayangan, " ucapnya lagi.


"Siapa yang memilih pergi, Dek?"


Senja menoleh, "eh, enggak ada, Mas. Ini judul novel baru dari Bayangan Ilusi, "


Andra mengerutkan kening, "namanya Bayangan Ilusi? "


"Oh, " Andra mengangguk-agguk.


Tak berapa lama lagi, mobil yang ditumpangi tiga orang itu sampai juga di tempat tujuan, yakni rumah sakit dimana Bu Muti dan Pak Minto dirawat, juga anak mereka Ningsih yang katanya sudah melahirkan juga di rumah sakit tersebut.


"Kita ke ruangan mana dulu, Dek? " tanya Andra saat mereka bertiga sudah masuk ke dalam rumah sakit.


"Emm.. ICU aja dulu kali ya yang lebih deket, "


Andra tampak mengernyit, "ICU? "


Senja mengangguk, "iya, maaf tadi lupa mau ngasih tau kalo Bude Muti di pindahin ke ruang ICU pasca operasi karena keadaannya belum stabil, "


"Itu Bu Retno, " tunjuk Bayu pada seorang wanita paruh baya yang duduk di kursi tunggu luar ruang ICU bersama dengan Lukman. Bayu hanya menyebut Bu Retno karena ia belum kenal dengan Lukman.


"Assalamu'alaikum, Buk, Kak Lukman, " Senja mencium tangan ibunya lalu memeluk wanita tersayangnya tersebut.

__ADS_1


Andra dan Bayu turut menyalami Bu Retno dan juga Lukman. Bayu sekalian memperkenalkan dirinya saat bersalaman dengan Lukman, begitu juga Lukman yang menyebutkan namanya.


"Bagaimana keadaan bude, Buk? " tanya Senja setelah mengurai pelukannya.


Bu Retno mendesah pelan, "ya begitu, Nduk. Masih kritis, ini saja yang boleh jenguk cuma bapakmu, karena kata suster nama bapakmu yang disebut-sebut sama budemu, "


"Semoga bude cepet sembuh ya, Buk. Biar bisa cepet ketemu sama cucunya, " ucap Senja yang langsung diamini oleh semuanya.


"Amiin, " ucap semuanya sembari mengusap kedua tangan ke wajah.


"Oh ya, gimana kabar Mbak Ningsih sama keponakan aku, Kak?" Senja beralih pada Lukman yang duduk di kursi paling ujung.


Tampak Lukman memaksakan senyum di wajahnya yang sayu, " keponakan kamu ada di ruangan bayi, lagi bobok. Kalo mamanya.. " Lukman menunduk ta mampu melanjutkan perkataannya.


Kenyataan jika istrinya koma usai operasi Caesar kemarin membuatnya tak percaya jka surya harus mengalami hal tersebut. Karena semenjak hamil, dirinya dan sang istri sangat menjaga kandungan Ningsih. Selalu mengawasi dan memperhatikan istrinya lebih. Sampai-sampai ia membatasi ruang gerak sang istri.


Lukman sangat menjaga dan memperhatikan Ningsih mulai dari segi makanan, aktifitas, bahkan tontonan sang istri. Periksa rutin tiap bulan, dan memastikan sang istri meminum vitaminnya juga susu khusus ibu hamil. Menemani Ningsih Ikut kelas ibu hamil, jalan kaki setiap pagi, serta yoga dan olahraga yang bisa memperlancar persalinan.


Bahkan Ningsih dan dirinya sudah merencanakan untuk melahirkan dengan metode water bitrth seperti yang tengah di gandrungi oleh beberapa pasang suami istri.


Tapi kenyataannya harus terjadi seperti saat ini, hanya karena musibah yang dialami kedua mertuanya dalam waktu yang singkat. Perjuangannya selama sembilan bulan istrinya mengandung terasa sia-sia.


Senja dan Andra merasa turut prihatin atas apa yang menimpa Lukman. Sedangkan Bayu hanya diam saja memperhatikan karena ia tak tahu menahu dengan apa yang terjadi sebenarnya.


"Yang sabar ya, Mas.." hanya itu yang bisa Andra ucapkan. Ingin berkata panjang lebar juga takut salah.


"Iya, makasih, Mas Andra, " Lukman tetap memaksakan senyum dan mencoba bersabar atas musibah yang tengah menimpa keluarganya.


Meskipun sebenarnya igin sekali dirinya berteriak mencaci maki kedua mertuanya yang menjadi penyebab istrinya berbaring koma seperti saat ini. Andai saja kedua orangtua istrinya itu tak serakah, andai saja mereka tetap seperti semula, dalam artian tak perlu mengungkit-ungkit uang yang sudah keluar di masa lalu dan bersyukur dengan harta yang dimiliki saat ini.


Andai saja kedua mertuanya itu tak pergi ke Jogja untuk melakukan sandiwara penagihan hutang, dan memeras keluarga adiknya sendiri. Ya, semua itu hanya ada dalam andai-andai Lukman.


Karena pada kenyataannya ia hanya bisa berpasrah dan berdoa agar keluarganya diberikan kesembuhan dan kesehatan sesegera mungkin.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


Orang sabar disayang?


__ADS_2