
...Mohon dukungannya yaš...
...Klik Likeš...
...Komenš¬...
...Klik gambar ā¤...
...Selamat membacaš...
......................
Pada keesokan hari nya, Senja kembali ke toko pagi-pagi sekali dengan menaiki sepedanya.
Di depan ruko, sudah ada Lala yang menunggunya. Lala adalah seorang gadis manis berusia duapuluh tahun, dua tahun di bawah Senja. Dia merupakan karyawan sekaligus asisten Senja ditoko online shope milik Senja hasil karya rekayasa dari Andra dan Bayu. Dia juga menjadi CCTV hidup bagi Andra dan Bayu.
Kenapa bisa begitu?
Begini ceritanya.
Beberapa bulan yang lalu, pada saat awal-awal Senja baru saja membuka tokonya, Senja sangat kuwalahan menghadapi pesanan yang tiba-tiba membludak, penyebab membludaknya itupun tak luput dari campur tangan Babay alias Bayu Si Manusia Sejuta Ide (itu adalah julukan yang disematkan Andra pada Bayu), atas perintah dari Boss Andra.
Karena saking banyaknya pesanan, Senja sampai tidak sempat memperhatikan dirinya sendiri. Ia lupa makan, bahkan tidak mandi seharian. Dan itu berjalan hingga beberapa hari sampai tubuhnya menjadi drop. Itu semua membuat Andra sangat khawatir dengan kesehatan Senja.
Lalu Andra memikirkan bagaimana caranya untuk membantu Senja.
"Bay, lo ada ide nggak buat bantuin Senja biar dia nggak kuwalahan lagi ngatasin pesanannya? Gue khawatir banget sama dia, wajah imut nya jadi pucet gitu. Mana dia sekarang jadi kurusan lagi, aduh! Gimana ya?" Andra bertanya dengan panik sambil mondar mandir bak angkot yang sedang mecari penumpang.
Bayu sampai pusing melihatnya, kepalanya ikut menoleh kemanapun arah Andra berjalan. Sampai pada akhirnya dia merasa jengah dan berkata kepada Andra.
"Lo diem dulu deh bos! Duduk sini, minum nih." Ucap Bayu seraya menyodorkan sebotol air mineral pada Andra
Andra menerima dan langsung meminumnya hingga habis tak tersisa.
"Itu tenggorokan apa prosotan kolam renang Boss, lancar amat." Ujar Bayu geleng-geleng kepala.
"Ada ide nggak Baaay? Gue panik nih, pusing, bingung, gimana kalau Senja sampai sakit coba?!"
__ADS_1
"Mode lebay dimulai." Gumam Bayu.
Ia pun memiliki ide dan membisikkan sesuatu kepada Boss nya.
"Oke, gue setuju." Jawab Andra tegas.
"Emang nggak salah julukan gue buat lo." Lanjut Andra dengan mengacungkan dua jari jempolnya.
Dan Bayu langsung menjalakan tugasnya. Yaitu mencari seseorang yang baik, jujur dan setia. Tapi bukan untuk menjadi calon istri, melainkan untuk menjadi asisten calon istri dari bossnya (berharap nggak apa-apalh ya). Sekaligus mata-mata untuk Andra.
"Gimana, apa kamu bersedia untuk bekerja di toko Senja online shop? Juga merangkap sebagai CCTV kami?" Tanya Bayu pada Lala dengan wajah yang serius, tidak clengek'an (konyol) seperti biasanya.
" Yang dimaksud dengan CCTV itu, gimana ya pak?" Lala yang merasa bingung dengan ucapan Bayu balik bertanya.
"Begini, kamu harus melaporkan segala sesuatu hal apapun itu mengenai Senja. Misalnya, Apa yang dilakukannya, dia mau kemana, dia makan apa, dan sedang apa. Pokoknya semua yang aktifitasnya, laporkan kepada saya." Terang Bayu.
"Seperti mata-mata yang di film luar negri gitu ya pak?" Tanya Lala dengan takut-takut.
Bayu mengerutkan kening, berfikir sejenak tentang pertanyaan dari Lala. "Hmm, bisa dibilang begitu mungkin. Tapi ini bersifat pribadi dan untuk kebaikan, bukan suatu keburukan apalagi kejahatan!".
"Baik Pak." Lala manggut-manggut.
"Insyaallah pak." Jawab Lala pelan.
Hening beberapa saat, kemudian Bayu melanjutkan penjelasannya kepada Lala.
"Mengenai gaji, kamu bisa mendapatkan dari kedua tempat. Yang pertama dari saya, yang kedua dari Senja. Karena kalau saya melarang kamu menerima gaji dari Senja, pasti dia akan merasa aneh bahkan curiga sama kamu."
"Emm, iya pak. Kalau boleh saya tau apa alasan bapak melakukan itu?" Dengan ragu-ragu Lala menanyakan apa yang sejak tadi mengganjal di benaknya.
"Untuk satu hal itu, kamu belum perlu untuk tau. Suatu saat nanti kalau sudah waktunya, kamu akan tau sendiri." Jelas Bayu.
Lala mengangguk paham, dan kembali bertanya "Terus, gimana caranya biar Bu Senja bisa yakin buat nerima saya jadi karyawannya Pak? Saya ini cuma lulusan SMA lho!"
Bayu tersenyum tipis dan bergumam dalam hati "Kalau aja kamu tau Senja itu malah cuma lulusan SMP, bisa syok kamu La!"
"Yang pertama, kamu jangan memanggil Senja dengan sebutan Bu. Panggil saja mbak! Karena dia juga mempunyai seorang adik perempuan dan kemungkinan dengan melihatmu dia akan teringat kepada adiknya."
__ADS_1
Bayu menjeda sebentar perkataannya, lalu melanjutkannya lagi.
"Kedua, bukannya kamu memang sangat butuh pekerjaan untuk meringankan beban kedua orang tuamu?"
Lala hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Katakan kalau kamu sangat butuh pekerjaan untuk membantu orang tua, juga adikmu itu.
Ya, katakan saja seperti itu, dia tidak akan mungkin tega menolak mu." Senyum tipis Bayu tersungging dibibirnya kala mengatakan hal tersebut. Bisa-bisanya dia mendramatisir keadaan.
"Dan lakukan itu besok pagi!". Perintahnya pada Lala.
"Semoga ini bisa menjadi awal yang baik untuk Boss Andra dan Senja kedepannya. Semoga mereka bisa segera bersatu. Dengan begitu misiku untuk mempersatukan mereka berdua berhasil. Dan aku bisa ikut berbahagia dengan kebahagiaan Boss Andra, dia orang yang sangat baik dan polos. Pemalu dan lugu kayak anak perawan. Eh, gue juga anak polos ya. Haha." Bayu sibuk sendiri dengan segudang pikiran dan khayalannya.
Lala yang sejak tadi melihat raut wajah Bayu yang berubah-ubah, merasa keheranan. Kadang Bayu tersenyum tipis, lalu diam, setelah itu tersenyum lagi lebih lebar, bahkan ia juga mengangguk-anggukkan kepalanya sendiri tanpa sebab.
"Ada apa sama Pak Bayu ya? Kenapa dia senyum-senyum sendiri? Aneh sekali." Gumam Lala dalam hati.
Setengah jam sudah Lala menunggu instruksi dari Bayu selanjutnya, tapi yang ditunggu masih saja belum berniat keluar dari dunia halunya. Lala yang sudah merasa bosan menunggu akhirnya memberanikan diri untuk menegur Bayu dan bertanya.
"Pak Bayu, apa bapak baik-baik saja?" Tanya Lala dengan pelan dan hati-hati sekali agar Bayu tak tersinggung.
Bayu masih belum sadar dari lamunannya. Kemudian Lala berdiri dari duduknya, ia mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Bayu tapi tak ada respon sama sekali. Lala menghela nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan, mengatur emosi dalam diri agar tak menguasai hati.
"Sabar La, oke. Mungkin dia sedang terkena syndrom halu akut atau malah terkena panahnya Dewa Amor?" Gumam Lala pelan pada dirinya sendiri.
Lala memberanikan diri sekali lagi untuk berjalan mendekati Bayu, dan ia menepuk pundak Bayu pelan, satu kali, dua kali, pada tepukan ketiga batulah Bayu tersadar dan kaget mendapati Lala sudah berada disampingnya sedang memperhatikan wajahnya.
Deg.
Deg.
Deg.
Bunyi detak jantung dari Bayu dan Lala berlomba-lomba seakan ingin melompat dari tempatnya.
"Ya Allah, ada apa ini?" Batin keduanya.
__ADS_1
...****************...
Sampai bertemu besok pagiš„°