
...Selamat membaca😊...
...----------------...
Setelah acara resepsi selesai, rombongan eyang segera kembali ke rumah eyang dengan tetap meninggalkan Andra di rumah Senja sampai satu minggu ke depan. Dimana akan dilaksanakannya acara ngunduh mantu di kediaman eyang untuk menyambut Senja. Memang begitu ya tradisi wong jowo (orang jawa). Begitu banyak rangkaian acara yang harus di lalui sejak sebelum hingga hari pernikahan dan setelahnya.
Kedua mempelai pun harus membersihkan sisa acara, menyapu tempat yang baru saja di gunakan untuk acara resepsi itu setelah sebelumnya berganti pakaian terlebih dahulu, namun tiak sampai menghapus riasan. Intinya begitu acara selesai, pengantin tersebut langsung mengganti pakaian dan menyapu sisa-sisa resepsi. Itu huga merupakan tradisi, yang katanya supaya rejeki pasutri tersebut banyak dan di lancarkan (kata simbah).
Usai dengan kegiatan lomba menyapu mereka yang di abadikan oleh para sepupu, sambil tak hentinya mereka menggoda kedua padangan pengantin tersebut, keduanya segera pulang ke rumah Senja untuk membersihkan diri secara bergantian. Hingga malam harinya Senja belum juga selesai membersihkan riasan di wajahnya, karena memang ia baru saja sempat untuk melakukan hal tersebut setelah segala rangkaian acaranya tadi.
Senja teringat oleh sang adik yang masih berada di negri seberang, segera ia meraih ponsel yang berada di meja dan melakukan sambungan video call kepada sang adik sembari ia membersihkan sisa spray yang berada di rambutnya. Tak lama menunggu ia segera mendapat jawaban dari sana. Teriakan histeris bahagia langsung ia dengar manakala terlihat wajah Ria.
"Mbak Senjaaaa... selamat ya, sekarang Mbakku ini udah nggak jomblo lagi," serunya bahagia.
"Alhamdulillah, makasih ya Dek.." jawab Senja yang ikut tertawa.
"Maaf ya, Ria nggak ada di situ tadi pas Mbak Ijab qobul sama resepsian.." ucap sang adik yang mendadak sendu.
"Lhoh, kok jadi sedih? nggak papa Ria, kan kita udah sepakat waktu itu.. kalau kamu memang belum bisa pulang dari sana sebelum kontrak kerja kamu habis. Terus Mbak juga udah minta maaf kalau nggak bisa nunggu sampai kamu pulang dari sana," tutur Senja menenangkan adiknya.
"Iya Mbak, Ria cuma kebawa suasana aja kok. Pokoknya Ria ikut bahagiaa banget atas pernikahan Mbak Senja sama Mas Andra."
Senja tersenyum bahagia bercampur malu teringat dirinya kini telah menikah dengan Andra.
"Padahal Ria pengen banget loh ketemu sama kakak barunya Ria, apa iyq seganteng yang ada di fotonya, atau jangan-jangan cuma fake doang gegara pakek kamera fitnah," ucap Ria meragukan.
"Enak aja fitnah, suami Mbak itu beneran cakep tau. Banget malah. Awas aja naksir kalau liat." Sergah Senja dengan cepat.
Ria terkekeh mendengar sang kakak yang begitu membela suaminya, "ciee yang udah bucin.. kayaknya sih percaya ya kalau sampai Mbak Senja yang anti cowok itu bisa sampai sebucin ini,"
"Gak papa dong, bucin sama suami sendiri juga. Dapet pahala tau,"
Tanpa ada yang menyadarinya, percakapan via video call antara dua kakak beradik itu terdengar oleh telinga orang yang menjadi bahan pembicaraan mereka. Kini orang tersebut tengah tersenyum bahagia dan merona di pipinya, tak menyangka jika wanita yang di cintainya juga menyukai dirinya.
"Iya-iya tau, besok kalau Ria balik ke Indo pokoknya harus langsung ketemu. Ria harus buktiin dengan mata kepala Ria sendiri kalau Mas Andr it.. itu. . gan-teng bang-nget."
Mata gadis itu terbelalak saat melihat sosok lelaki yang berdiri di belakang kakaknya kini, "MGO.. ganteng banget, sumpah. ." Seru Ria bersemangat.
Begitupun Senja yang merasa kaget dan langsung berbalik, di dapatinya sang suami yang berdiri sambil terseny manis ke arahnya.
Deg
"Alamaak.. kenopo bojoku bagos men ngono, opo meneh bar ados.. aduh aku arep semaput," batin Senja menatap Andra tak berkedip. Ia menelan salivanya susah payah.
(Kenapa suamiku ganteng banget gitu, apalagi kalau habis mandi, serasa mau pingsan)
Kini lelaki itu duduk di kursi yang berada di sampingnya, Senja menunduk menyembunyikan wajahnya yang terasa panas.
"Halo Mas.. Mas ini Mas Andra kan? suami Mbak Senja, Embakku.. bener to?" tanya Ria memastikan.
"Iya, salam kenal Ria.." Andra melambai pada adik iparnya lewat ponsel itu.
"Woaaah, ngimpi opo Mbak Senja entok bojo koyo artis ngono kui. Ckckck..." Ria berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.
__ADS_1
(Mimpi apa Mbak Senja dapat suami seperti artis gitu)
Andra hanya tersenyum geli mendengarkan pujian secara tak langsung kepada dirinya, dalam hatinya ia mengatakan jika dirinyalah yang sangat beruntung mendapatkan Senja sebagai istrinya. Gadis yang memang sangat di pujanya sejak dulu.
"Mas Andra lebih beruntung kok Ria," ucapnya tulus.
Gadis itu melongo, benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, "omoo.. aku nggak salah denger, atau Mas Andra yang salah ucap sih," gadis itu mengorek-ngorek telinganya.
Senja mendelik mendengar ucpan Ria yang sangat meremehkan dirinya.
Lagi-lagi Andra tersenyum tampan dan berkata, "Mas Andra serius, Mbakmu ini spesial."
Wajah Senja seketika blushing mendengar pujian dari sang suami untuk pertama kalinya, ia menoleh ke arah berlawan dengan suaminya untuk menyembunyikan wajahnya yang kian memerah.
"Addududuuduh.. kini aku merasa nyamuk." Ucap Ria. "VC nya udahan dulu aja deh, Ria nggak mau ganggu. Silahkan Mbak dan Mas menikmati malam pertama.. dan jangan lupa bikinin Ria ponakan yang comel, cantik atau ganteng luar biasah.."
Perkataan Ria membuat tubuh kedua kakaknya itu seketika membeku.
"*Malam pertama.."
"Bikinin ponakan*.."
"Ah, pasti jelas cakeplah ponakan Ria nanti. Secara ayahnya seganteng Aryan Khan.."
"Udah dulu ya, byee... assalamu'alaikum. ."
Tut
Ria mematikan sambungan vc itu begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Senja maupun Andra.
Kini tingallah sepasang pengantin baru yang saling diam dalam keadaan canggung. Entah apa yang akan mereka bicarakan ataupun lakukan saat ini, keduanya sama-sama belum berpengalaman sama sekali tentang hubungan dengan lawan jenis, asmara, percintaan apalagi sebagai suami istri seperti saat ini.
Suara hewan-hewan malam mulai terdengar bersahutan karena keadaan mulai sunyi. Meski belum larut, tapi nampaknya orang-orang sudah tidur karena kelelahan usai acara resepsi tadi.
"Haduuh, sekarang musti ngapain ya? kenapa rasanya kaku banget gini sekujur badan, mulut juga rapet banget lagi mau ngomong," Andra.
"Kok Mas Andra diem aja sih, nggak ngomong apa-apa daritadi. Yaudahlah mending aku ngomong dulu nggak papa," Senja.
Senja yang mulai gelisah karena Andra tak kunjung menunjukkan gerakan ataupun bersuara sejak tadi, memaksa mulutnya untuk menegur terlebih dahulu.
"Emm, Mas Andra udah mandi?" Senja merutuki mulutnya yang menanyakan pertanyaan tak masuk akal itu, jelas-jelas ia tau kalau Andra sudah selesai mandi.
"U-udah.."
"Udah maem?"
"Udah.."
"Udah ngantuk?"
"U.. eh belum,"
"Kirain mau jawab udah lagi. Mau nanya apa lagi ya kalau jawabnya aja singkat banget gitu, mana nggak balik nanya lagi."
__ADS_1
"Hhuufft.."
Andra mendengar Senja mendesah. Dengan segenap keberanian yang dimilikinya, ia terus memaksakan diri untuk berbicara atau bergerak, jangan sampai istrinya itu merasa jenuh.
"D-dek Senja udah ngantuk?"
Senja menoleh, "hemm? apa Mas?" rupanya gadis itu baru saja melamun, hingga Andra harus mengulangi pertanyaannya.
"Adek udah ngantuk?"
Senja tersenyum dan menggeleng, kini Andra baru tersadar jika Senja sudah tak mengenakan hijabnya namun masih memakai gamis panjang. Untuk pertama kalinya ia melihat rambut istrinya yang hitam, panjang dan bergelombang. Leher jenjangnya yang terekspos karena rambut yang semula menutupinya kini diikat oleh Senja.
Gleg
"Kamu benar-benar cantik Senja," gumamnya lirih, ia terpesona pada sosok di depannya. Hingga lengan sikunya yang semula berada di meja terpeleset dan jatuh dari sana, kepalanya pun langsung terbentur meja tersebut.
"E eh, Mas.. Mas Andra nggak papa?" khawatir Senja yang tangannya reflek mengusap kening Andra. Gadis itu meniupnya pelan.
Andra terpaku di tempat, pandangan matanya tak lepas dari wajah Senja. Merasa di perhatikan, Senja mengalihkan pandangannya dari kening ke mata suaminya.
Mata keduanya bertemu, saling menatap lembut satu sama lain.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Mereka sama sekali tak berkedip, debar jantung yang menggema tak mereka rasakan. Keduanya sama-sama terhipnotis oleh tatapan pasangan mereka.
Tangan Andra dengan pelan bergerak meraih tangan Senja yang berada di dahinya, di genggamnya lembut tangan itu. Yang baru pertama kalinya juga ia sentuh dan ia genggam. Kini semua telah halal baginya, namun ia tidak bisa langsung begitu saja melakukan yang lebih intim dengan istrinya. Selain dirinya sendiri yang belum berani, juga mereka belumlah seakrab itu sebelumnya. Ia takut Senja akan menjauh darinya nanti jika ia sembrono.
Entah sejak kapan, dengan perlahan namun pasti keduanya kini sama-sama mendekatkan wajah mereka, semakin dekat dan dekat. Kini jarak wajah keduanya tinggal beberapa centi saja. Andra mendekatkan bibirnya pada kening Senja, mengecupnya dengan sangat lembut untuk kali yang kedua setelah ijab qobul tadi pagi.
Senja memejamkan matanya perlahan begitu merasakan bibir hangat suaminya menyentuh permukaan kulit keningnya, sangat lembut dan dalam. Andra melafalkan banyak doa dalam hatinya disaat yang bersamaan, begitu dalam rasa syukurnya untuk Sang Pencipta. Karena telah mewujudkan impian terbesar dalam hidupnya, yaitu Senja. Tak pernah ia bisa membayangkan sebelumnya jika dirinya akan bisa seperti saat ini dengan pujaan hatinya.
Kecupan di kening itu terlepas pelan, kini tatapan mata Andra berpindah pada bibir ranum Senja. Untuk pertama kalinya ia menatap dalam bibir seorang gadis, dan ia sangat ingin merasakan mencium bibir itu, seperti yang pernah ia lihat dalam sebuah film. Apa memang senikmat itu, pikirnya.
Gleg
.
.
Bersambug
Aduuh, mereka yang penganten baru, kenapa aku yang deg-degan coba?
Belum sampai hati dan otakkuh untuk membuat MP mereka😂
Kasih semangatnya dong..
Like, love, rate, komentarnya ku tunggu..🥰
__ADS_1
Terimakasih🙏