
...Selamat membaca😊...
...----------------...
Sepulang sholat jum'at dari masjid. Keempat pemuda itu benar-benar mampir di toko yang mereka lewati, sepanjang perjalanan mereka menikmati es krim tersebut sambil mengenang masa lalu mereka, dan Bayu menjadi pendengar setia mereka bertiga. "Lo tau gak Bay?" Bayu menengok pada Angga yang membuka suara, "dulu.. si bule sama Andra sering di kejar-kejar cewek-cewek di komplek ini." Ujar Angga bercerita. Bayu tersenyum, " nggak heran kalau gue sih, Bang. Mereka kan memang punya pesona tersendiri, bahkan sampai sekarang aja Bos Andra masih aja tuh di kejar-kejar cewek."
"Oh, ya?" sahut Angga dan Nick bersamaan, jika Angga menyahuti heran sedangkan Nick dengan nada meremehman yang segera mendapatkan lirikan tajam dari Andra. Bayu mengangguk membenarkan.
"Bahkan dulu pernah ya, Bay.. waktu itu Andra nolak mentah-mentah seorang cewek yang minta nomor ponselnya," Angga melanjutkan ceritanya tetapi mendapatkan sikutan dari sang adik, ia meringis sedetik kemudian tertawa jahil. "Terus, Bang?" Bayu sudah tak sabar mendengar kelanjutan cerita Angga, tetapi ia juga tak luput dari tatapan tajam Andra yang mulai BT karena menjadi bahan obrolan mereka sejak tadi. "Ya waktu itu dia emang masih kelas 3 SMP sih, tapi gue heran kok udah ada aja cewek yang ngecengin dia.." lanjut Angga.
"Nah, gara-gara dia nolak cewe itu, dia di kejar sama dog milik wanita itu, karena wanita itu merasa tidak senang sudah di tolak Andra." Jawab Nick sambil terus menjilanti es krim cone miliknya, ia mencoba cuek dengan tatapan mematikan dari sepupunya. Dalam hatinya ia tertawa senang, kembali dapat membalas perlakuan Andra dengan membeberkan kisah memalukan Andra.
"Yap, dulu Andra sampai lari marathon buat menghindar dari kejaran anjing itu sambil teriak-teriak kencang minta tolong coba.." ketiga lelaki selain Andra tertawa kencang, " jadi itu yang bikin Bos Andra pobia anjing ya, hahah.." Bayu melanjutkan tawanya.
Andra yang merasa di bully oleh ketiga saudaranya, berjalan lebih dulu dengan bibir yang mengerucut. Dalam hatinya mendumal, saudara macam apa yang mempublikasikan keburukan saudaranya yang lain..
Tak disangka, mereka menjadi daya tarik para gadis komplek yang baru keluar dari kediamannya, ada pula yang memperhatikan mereka dari balkon lantai atas rumahnya.
"ih, ada cowok-cowok ganteng.." ucap salah satu gadis.
"Ada yang kek Verrel Bramasta.." sahut yang lainnya.
"Mana?" satu cewek lagi keluar dari dalam kamar dan langsung ikut nimbrung.
"Itu.. yang jalan duluan."
"Iya,"
"Eh, ada bule juga. Cakep bener.."
__ADS_1
"Yang satu itu, yang selalu senyum itu manis banget. Uunnch, emesh deh,"
"Ah, yang jalannya paling santai itu sepertinya paling dewasa. Cowok idaman aku banget."
"Mari kita beraksi, girls.." ajak salah satu gadis yang kemungkinan adalah ketua geng itu.
"Tunggu bentar deh, kalian yakin mau keluar dengan pakaian kayak gini?" sergah salah satunya.
"Maksud lo? ini kan fashion yang lagi up to date (terbaru) minggu ini." Kawab gadis yang paling centil, " hey tayo! bukan itu masalahnya, kalian gak merhatiin pakaian para cowok tadi?"
Mereka mengernyit dan saling tatap satu sama lain, "mereka pakai setelan koko? secara memang mereka kan emang lagi dari masjid,"
"udahlah.. keburu pergi tu cowok-cowok cakep. Cuss turun.."
Para gadis itu segera turun dari kamar menuju ke bawah dan segera keluar dari dalam rumah untuk menyambangi para pemuda yang menurut mereka sangat tampan itu. Dan secara tiba-tiba para wanita itu sudah berada di depan Andra yang berjalan paling depan, ia menaikkan sebelah alisnya melihat keempat gadis yang berdiri di depannya dengan gaya sok anggun. Pakaian mereka yang serba mini bahkan bisa disebut kekurangan bahan itu membuat Andra merasa tak nyaman.
Bayu yang melihat gadis itu mengulurkan tangan hendak menyentuh Andra, dengan sigap segera berlari menghampiri Andra dan menangkap tangan sang gadis sebelum berhasil mendarat di pundak Andra. "Hai gadis," sapa Bayu pada wanita itu, mungkin. Batinnya sambil memalingkan wajah. " Lihatlah diriku.. karena aku lelaki terhebat untukmu." Nyanyian sumbang Bayu membuat si gadis menarik tangannya dengan cepat dari genggaman Bayu.
"Apaan sih lo? gak jelas." ucap si gadis pada Bayu.
"Hei Sil, jangan gitu donk! Cowok manis ini buat gue aja.. " sahut wanita yang tadi memuji wajah manis Bayu, " ya kan, Beb?" gadis itu mengedip-ngedipkan matanya genit pada Bayu, yang membuat lelaki itu bergidik ngeri.
Seorang gadis yang berada di belakang, berambut hitan nan lurus dan berwajah tirus mendekat, "lo Andra, bukan?" Andra mengernyit tetapi tetap diam tak menjawab, " iya bener.. lo Andra temen SMP gue, bahkan waktu SMA gue bela-belain masuk sekolah yang sama ma lo, biar kita bisa selalu deket."
Bayu menatap Andra dan cewek itu bergantian, tatapannya menyiratkan pertanyaan 'apa itu benar, Bos?' pada Andra. Andra hanya mengendikkan Bahu tak acuh. Bayu menghela nafas, sudah tau jika Andra akan bersikap cuek seperti itu. Memang tak pernah ada satu pun gadis yang diingatnya selain Senja, mungkin otaknya memang di progran hanya untuk mengingat satu gadis saja, yaitu Senja.
Angga dan juga Nick yang sedari tadi hanya memperhatikan, kini mulai mendekat ingin mendengar interaksi antara pria dan wanita yang di dominasi oleh keagresifan si gadis. "Gue Nayla. Temen sekelas lo pas SMP, terus pas SMA juga kita satu sekolah loh. Masak lo gak inget sih?" ujar wanita yang bernama Nayla mengingatkan Andra, sedang lelaki itu hanya memasang wajah datarnya tak perduli.
"Aaa.. jadi ini cowok yang lo taksir sejak SMP itu Nay?" cewek yang genit dengan Bayu tadi menyahuti perkataan Nyla, Nayla mengangguk, " iya Cin, tapi gue di tolak mentah-mentah sama dia pas SMP, terus pas SMA gue udah berencana mau nembak dia kalau pas acara prom night kelulusan, eh dia malah udah pindah duluan dan gak pernah ketemu lagi," Nayla menghela nafas berat, " dan sekarang baru ketemu lagi, tapi dia malah kayak amnesia gini." Cindi menepuk-nepuk pundak Nayla bermaksud menenangkan.
__ADS_1
Angga, Bayu dan Nick menahan senyum mendengar perkataan Nayla, kasian bener sih lo. Siapa suruh suka sama si buncis.. sama aja dengan khayalan yang tak akan pernah tersampaikan.
"Berarti dia itu cowok yang waktu dulu di kejer ama sweety, anjing lo?" Nayla kembali mengangguk lesu, sedang yang lain malah menanggapinya dengan tawa.
Andra yang mendengar perihal anjing, langsung melirik ke arah Bayu juga Angga yang berada di kanan kirinya. Tangan kirinya meraih ujung koko yang di kenakan sang kakak, pertanda jika dirinya merasa takut sama seperti dulu waktu dia mengalami hal itu.
Angga menepuk pundak Andra pelan, tersenyum lembut seakan berkata 'tenanglah adikku, ada kakak disini yang akan selalu menjagamu'. Andra mengangguk ragu.
Melihat situasi yang semakin memanas, karena berada di bawah terik matahari. Nick si playboy cap bulepotan siap beraksi, "hi girls.. My name is Nick," Nick mengulurkan tangannya pada para gadis itu. Sesil segera menyambar uluran tangan Nick, " gue Sesil.. ini Nayla, Cindi dan-" seorang gadis yang sedari tadi hanya menjadi penonton di belakang teman-temannya membuka suara, "gue Manda, Amanda.." ucapnya dengan suara pelan.
Angga yang sudah melangkah dengan merangkul Andra, berhenti seketika mendengar nama itu.
Deg.
Amanda? Apakah orang yang sama? Dia terpaku di tempat hendak menoleh tetapi ragu menyelinap di hatinya.
Karena sang kakak menghentikan langkahnya, secara otomatis Andra ikut berhenti dan menatap bingung Angga. "Kenapa berhenti, Kak?"
Semua orang ada di belakangnya menoleh ke arah mereka, tak terkecuali Amanda. 'Apa itu kamu, Angga?' batinnya, menatap diam punggung kedua lelaki yang sedang menjadi pusat perhatian mereka.
.
.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejaknya biar makin semangat up ya🥰
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi kalian yang menjalankannya🤗
__ADS_1