
...Mari kita saling mendukung satu sama lain🤗...
...Selamat membaca😊...
...♡♡♡...
"Eyaaaang. ." Rengek Bayu. Sedari tadi eyang menjejer semua oleh-olehnya dan menjejali Bayu dengan berbagai makanan yang dibelinya.
"Udah eyang, Bayu kenyang!" Bayu menghentikan eyang yang akan kembali menyuapinya dengan tiwul ayu, tiwul kekinian dengan berbagai macam rasa. Ada yang manis, ada juga yang gurih.
"Biar nanti Bayu habisin kalau Bayu udah laper lagi, oke?" Ucap Bayu sebelum eyang merasa tersinggung dengan perkataannya tadi.
"Oke, tapi janji nanti dihabisin lho! Awas bohong sama eyang!" Tegas eyang.
Bayu memberi hormat "Assiyaap".
"Eyang, tolong ceritain tentang liburan eyang dua hari kemarin, semuanya tanpa terkecuali, ada apa kemarin pas liburan?" Pinta Bayu.
"Ya ada eyang, Senja, Asih, Munah Santo sama anak badung itu, adek kesayanganmu! Kami semua menjelajah pantai, main pasir, main ombak, naik perahu, snorkeling, main kano, nyari kerang, nyari rumput laut, yang paling wajib itu ya selfie, nih foto-fotonya, ada di kamera ini, juga ponsel eyang. Kamu ndak liat po di IG nya eyang? Sama di WA story, udah langsung eyang upload loh." Dekte eyang menghitung dengan jarinya.
"Seru banget pokok'e, eyang pakai bauju kembaran terus sama Senja, sepatu sama yang lainnya juga, ini lihat!" Jelas eyang menyodorkan ponsel yang menunjukkan adanya foto dirinya dengan Senja.
Bayu menaikkan satu alisnya, ia ingat foto yang dikirimkan oleh Lala. Tapi jelas saja tidak akan ada foto Andra dipostingan Senja, jadi hanya foto Senja dan eyang saja waktu itu.
"Sayang kamu ndak ikut jadi ndak tau gimana serunya liburan kemarin, masak nih ya si Santo, etok-etok (pura-pura) mau ikut snorkeling, yang ada dia sudah keram duluan baru nyebur juga, memang ndak sadar umur." Eyang terkekeh mengingat kejadian saat Pak Santo hendak ikut Andra untuk snoekeling.
Bayu terdiam beberapa saat, sedari tadi ia duduk disana bersama eyang, sama sekali belum mendapatkan cerita yang diinginkannya.
"Bukan itu yang pengen Bayu denger, Eyang!" Ia pun kembali merengek.
"Lha terus? Katamu tadi suruh Eyang buat cerita semuanya, sekarang bukan, piye (gimana) to?" Mode ngambek akan segera dimulai jika Bayu tidak cepat bertindak.
"Ma maksudny Bayu bukan begitu Eyang sayang, Bayu itu mau dengar cerita soal Boss Andra. Apa yang sebenarnya terjadi selama liburan, kenapa tadi begitu sampai di kamar dia jadi aneh gitu Eyang. Disapa diem aja, ditanya malah senyum-senyum nggak jelas, 'kan aneh Eyang! Eyang pasti tau sesuatu 'kan?" Bujuk Bayu pada eyang.
__ADS_1
"Jelas saja eyang tau! Wong Eyang yang buat kok."
"Maksudnya Eyang? Bayu nggak ngerti deh. Coba jelasin sama Bayu." Desaknya lagi.
"Eyang ndak mau kasih tau sama kamu, itu rahasia." Eyang mencoba bungkam dan mendekapkan kedua tangannya di dada.
"Ayolah Eyang. . Apa Eyang nggak kasihan sama Bayu. Bayu udah bela-belain kesini, tanpa pamit duly sama Bos Andra. Dengan resiko kena sidang, sampai sini nggak dapat info apa-apa, masak Eyang tega sih?!" Bayu sudah memasang wajah paling memelas yang dimilikinya.
Eyang menjadi trenyuh dan tidak tega, akhirnya ia mau bercerita.
"Oke. . Don't cry baby!" Eyang mengelus pucuk kepala Bayu lembut.
"Eyang bakalan cerita, dengerin baik-baik! Terus habis ini kamu harus janji buat selalu bantuin Eyang dan dukung Andra. Gimana, kamu mau berjanji?"
"Siap Eyang! Bayu berjanji pasti akan selalu membatu dan mendukung Eyang serta Boss Andra dalam menjalankan misi." Ucap Bayu tegas.
"Baiklah, Eyang percaya. ."
Eyang segera memulai ceritanya.
"Sudah Eyang. Baru hari jum'at kemarin juga Bos Andra ceritanya, tapi baru sebagian aja soalnya udah keburu adzan waktu itu. Terus sampe sekarang ceritanya masih menggantung, belum dilanjutin. Eh, udah diajak liburan sama Eyang dan pulang-pulang sudah seperti orang nggak waras." Eyang melotot mendengar cucunya dikatai tak waras oleh cucunya yang lain.
Bayu ketakutan. "Maaf Eyang, bukan gitu maksud Bayu."
"Aduuh salah ngomong lagi ni mulut, kenapa nggak bisa ditahan sih kalo didepan Eyang. Alamat bisa dicoret dari daftar cucu tercomel ini." Lanjutnya dalam hati.
Eyang tersenyum "Ndak papa Bay! Eyang tau kok."
Eyang kemudian melanjutkan ceritanya.
"Malam itu Eyang dan Andra merencanakan untuk mempertemukan Andra dan Senja secara langsung pada pagi harinya, mumpung Senja mau menginap dirumah Eyang. Semua sudah direncanakan sematang dan senatural mungkin supaya Senja tidak curiga, tapi malah pada pagi harinya Andra pergi begitu saja tanpa pamit dan bicara apa-apa pada Eyang. Eyang kecewa, Eyang merasa kalau Andra sengaja menghindar dari rencana yang sudah kami susun. Makanya Eyang mengajak Senja pergi liburan untuk melupakan kekecewaan Eyang terhadap si cucu yang pengecut."
"Rencananya Eyang hanya akan pergi pagi dan pulang pada sore harinya, akan tetapi setelah Andra menjelaskan semuanya, Eyang sudah tidak kecewa lagi dan memakluminya."
__ADS_1
Eyang menjeda ceritanya sebentar untuk minum, kemudian melanjutkannya lagi.
Lalu Andra memohon pada eyang untuk memberinya satu kesempatan lagi, agar bisa bertatap muka langsung dengan Senja. Eyang tidak tega mendengar Andra sampai memohon pada dirinya untuk suatu hal, dan untuk pertama kalinya juga ia melakukan itu. Maka eyang menurutinya dengan cara memperpanjang masa liburan mereka untuk menjalankan misi.
Pada hari itu. .
Senja sedang bermain-main pasir dipantai bersama eyang, Andra hanya memperhatikannya dari kejauhan. Dirinya sudah menyuruh orang sebagai fotografer untuk mengabadikan momen langka yang dilihatnya itu. Sedangkan ia menyiapkan mental untuk pertemuannya dengan Senja yang sudah direncanakan dengan eyang dan akan dilaksanakan nanti malam.
Senja sudah selesai membersihkan diri dikamar mandi umum, dia menuju gazebo untuk menunggu matahari tenggelam disana. Senja itu sangat indah dilihatnya, ia merasa tenang, damai dan melupakan penat untuk sesaat.
Malam hari yang ditunggu tiba, Eyang dan Senja kembali memakai gaun yang sama, gaun santai karena lagi dipantai berwarna biru laut itu membuat keduanya nampak lain dari biasanya. Mereka dinner ditempat yang sudah dipersiapkan dan ditata oleh Pak Santo dan gengnya sesuai arahan dari eyang dan Andra sore tadi.
Andra masih berjalan bolak balik kesana kemari di depan kamar mandi umum pantai sambil menghela nafas berulang-ulang untuk meredakan kegugupannya. Kenapa, lagi-lagi perasaan takut hinggap pada dirinya setiap akan bertemu dengan Senja.
"Ya Allah. . Jika memang Senja adalah jodoh yang Engkau siapkan untukku, maka permudahkanlah segalanya, Amin." Andra menghela nafas panjang sebelum akhirnya berjalan pelan kearah dimana eyang dan Senja berada.
Deg
Deg
Deg
Detak jantungnya berdetak semakin cepat seiring langkah kakinya semakin dekat dengan Senja.
Dan. .
"Anggunnya. . Kenapa ia harus nampak berbeda malam ini, aku semakin tak kuat menahan jantungku yang sudah akan melompat ini."
.
.
Tahan Andra, sedikit lagii. .
__ADS_1
Ayo semangat Andra💪💪💪
Like, komentar positif, favorit juga votenya ditunggu 🥰🥰