Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 34. Kekhawatiran Bayu


__ADS_3

...Selamat membacađź“„...


...🤗🤗...


......................


"Ya begitulah ceritanya Yu. ."


Ucap eyang mengakhiri ceritanya pada Bayu.


"Udah selesai Eyang? Tapi jangan panggil Yu juga bisa'kan, Eyang?" Protes Bayu.


"Lho, nama kamu kan memang Bayu to? Terus Eyang suruh panggil kamu apa?"


"Ya memang, tapi jangan Yu jugalah. . Dikira aku Mbakyu-mbakyu tukang jamu apa!" Bayu mulai cemberut.


"Owalah, itu to. . Iyo-iyo Bayu!" Eyang tertawa lucu.


Tiba-tiba Bayu menyadari sesuatu. "Eh, bentar-bentar Eyang. Tadi Eyang bilang, pas malam kemarin di siarin live itu di Youtube Eyang?"


"Mungkin. Eyang juga belum lihat sosmed Eyang. Coba deh Eyang cek dulu." Eyang mengambil ponsel pintarnya dan membuka satu persatu akun sosmed miliknya.


"Wah. . Iya ini Bay! Di Youtub ada, sudah di tonton sebelas ribu kali. Sudah kayak artis ya si Andra sama Senja." Tutur eyang kagum.


"Yang bener Eyang? Keren banget! Woaaahh. . Ini di Facebook juga live. Andra udah liat belum ya Eyang?"


"Mana Eyang tau! Wong dia langsung turun di swalayan kok, kamu to yang sudah ketemu sama dia." Tunjuk eyang pada Bayu.


"Tapi'kan Eyang tau sendiri, dia itu lagi nggak bisa dintanyain."


"Wadduh gawat Eyang!!" Teriak Bayu sambil menepuk keningnya sendiri.


Bayu mendadak panik dan mondar mandir kesana kemari.


"Ada apa to Bay? Kamu bikin Eyang pusing. Tadi bilang keren, sekarang bilang gawat."

__ADS_1


"Kalau ini disiarkan live di berbagai sosmed dan untuk umum, bahkan udah jadi virall. Berarti. . Bapak sama Ibu kemungkinan juga sudah nonton, Eyang!"


"Aduuh gimana niih?"


"Masalah mereka itu biar jadi urusan Eyang. Kamu nggak usah khawatir. . Mending sekarang kamu urusin saja itu adekmu yang sedang demam!"


"Demam cinta!" Ucap keduanya lalu disambung dengan gelak tawa mereka.


......................


Ditempat lain, nun jauh disana ditengah hiruk pikuknya Ibukota. Disebuah rumah megah dan indah terlihat sepasang suami istri yang sudah berusia sekitar setengah abad lebih. Sedang menikmati sarapan mereka dengan mesra. Meskipun umur mereka tak lagi muda, namun keduanya tak canggung untuk saling menyuapi satu sama lain. Ditengah sarapan yang penuh kemesraan itu, datanglah seorang lelaki dewasa berwajah tampan nan gagah dari arah lift pojok ruangan. Karena rumah itu mempunyai tiga lantai, jadi memang dibuat lift untuk menuju kelantai dua dan tiga yang berada diatas. Agar betis dari tuan rumah tak membesar karena sering naik turun tangga.


Lelaki muda yang baru saja datang tersebut berdehem, menghentikan aksi suap-suapan sepasang suami istri dihadapannya.


"Ekhem. . !" Kedua pasangan mesra paruh baya itu menengok.


"Kenapa kamu? Batuk? Minum obat aja." Sindir lelaki paruh baya tersebut.


"Yang punya pasangan. . Pagi-pagi udah yayang-yayangan, suap-suapan. Inget umur. Udah mau punya cucu juga." Ucap si lelaki muda sambil duduk di kursi makan yang berhadapan dengan si wanita paruh baya.


"Maksud kamu Ngga? Memang istri siapa yang lagi hamil?" Tanya sang ayah serius.


"Kamu aja nikah kandas kok, gimana Bunda bisa punya cucu." sambung sang bunda sinis.


Angga mendesah, niatnya yang ingin menggoda ayah bundanya, tapi malah dirinya yang kembali terkena sindiran dan ejekan dari kedua orangtuanya. Semua itu karena kesalahan fatal yang telah diperbuatnya dua tahun yang lalu. Sehingga ia mendapatkan gelar duren alias duda keren di umurnya yang baru menginjak 28 tahun waktu itu. Hal itu juga merupakan salah satu pelopor Andra menjadi sangat hati-hati terhadap wanita, bahkan ia sampai tak mau mengenal wanita manapun selain Senja seorang.


Ya, pasangan mesra itu adalah ayah dan bunda Andra. Sedangkan lelaki muda yang tampan dan matang berumur 30 tahun tersebut tak lain dan tak bukan ialah Angga Pradipta, putra pertama dari ayah Herman dan bunda Ratih yang berarti kakak kandung dari Andra Pradipta.


Keluarga mereka tinggal di pusat Ibukota Jakarta sejak Andra baru saja masuk sekolah menengah atas, karena bisnis ayahnya yang kian melesat. Pada awalnya hanya orangtuanya saja yang tinggal disana, tetapi pada saat Andra masuk kelas duabelas SMA, ayah dan bunda mengajak Andra untuk pindah sekolah dan melanjutkan kuliah di Jakarta juga, dengan tujuan agar Andra mampu melupakan sosok gadis pujaan hatinya yang selalu dicari-carinya namun tak juga membuahkan hasil. Hingga Andra menjadi tak fokus pada belajarnya hanya karena terlalu memikirkan Senja.


Orangtua Andra merasa sangat sedih melihat putra bungsu kesayangannya yang terus-terusan hanya terpuruk, seperti orang patah hati, padahal jadi pacarnya juga belum. Mereka selalu memberi semangat dan memotifasi Andra agar ia mau fokus belajar dulu dan menjadi orang sukses sehingga nantinya ia bisa dengan mudah melanjutkan pencarian gadis yang dikaguminya itu.


Andra menurut, ia mulai pindah sekolah saat akan mulai masuk ke kelas 12 SMA. Pada saat dirinya baru saja tiba di Jakarta, ia dipertemukan dengan Bayu. Waktu itu Bayu dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sehingga Andra tidak tega dan memutuskan untuk menolong Bayu dengan menjadikannya sebagai sahabatnya dan mengajaknya hidup bersama. Pak Herman tidak masalah dengan keputusan yang diambil Andra, asalkan anaknya bisa kembali bersemangat dalam menjalani kehidupannya yang masih panjang.


Kembali ke laptop. Ah pada Angga yang tengah merasa terbully oleh ayah dan bundanya sendiri.

__ADS_1


"Maksudnya bukan Angga Bun, tapi Andra. Tuh liat aja sendiri." Angga menyerahkan tablet pada sang bunda, yang dilayarnya menampakkan dua sosok insan mengenakan pakaian senada yang tengah malu-malu ditengah para penonton juga grup musik. Dengan suasana pantai yang syahdu dan tempat yang dihias sedemikian rupa, dengan menggunakan lampu-lampu yang berwarna warni juga banyak bunga-bunga mendominasi. Sehingga tampak sangat romantis seperti suasana pesta autdoor. Siapapun yang melihatnya pasti bisa menyimpulkan jika itu adalah acara pesta dari kedua pasangan yang tengah menjadi sorotan tersebut.


Bunda menerima tablet dari Angga, matanya membola sempurna melihat apa yang terampang didalamnya. Melihat sang istri yang nampak terkejut, Pak Herman segera mengambil alih tablet itu dari tangan istrinya.


"Andra? Ada ibu juga. Ini apa maksudnya Ngga?" Ayah Herman juga terkejut dengan video yang terputar pada layar tablet tersebut.


"Itu Andra sama Senja katanya, keterangannya yang ada di video itu sih menyebutkan kalau mereka itu pasangan pengantin baru yang sedang bulan madu." Jawab Angga santai sambil meminum jusnya dan hendak mulai menyendok nasi untuknya sarapan.


"Ngaco kamu!"


"Angga juga cuma melihat dan membaca apa yang ada disitu aja Yah."


"Kamu udah konfirmasi sama adik kamu?"


"Belum, tadi Angga mau telpon tapi nggak diangkat sama Andra." Ucapnya lalu mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Sebentar deh Yah, tadi katanya Angga, yang lagi sama Andra di video itu, Senja?" Bunda nampak baru saja menyadari sesuatu.


"Iya Bun."


Mata ayah pun membelalak.


"Itu artinyaaa. . "


Dan apa yang telah dikhawatirkan oleh Bayu, sudah terjadi.


.


.


Bersambung


Mohon dukungannya, tinggalkan jejak like, dan komentar positifnya ya🥰


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2