
Ketiga orang itu saling lirik, dibenak mereka terdapat pertanyaan yang sama. Namun belum juga ada yang membuka suara untuk bertanya.
Karena melihat Andra maupun Senja sama-sama diam, akhirnya Bayu menanyakannya juga.
"Kenapa dikasih nama masing-masing, Uti? Emang beda-beda ya?"
"Yo jelas beda to, Yu. Nek sama kenapa mesti tak suruh ngasih nama," Mbah putri meletakkan jamu tersebut di hadapan masing-masing pemiliknya.
"Ya maksud Bayu, itu tu emang jamu apa aja?"
"Terus kenapa harus beda-beda juga?"
Bayu memberondong pertanyaan sudah seperti menginterview marketing yang akan memasarkan produknya di SA swalayan yang dikelolanya.
"Kan kita bertiga sama-sama cucu Mbah Uti," ungkap Bayu di akhir kalimatnya.
"Nggak perlu kamu jelasin juga Uti udah tau kalau kalian itu cucuku,"
"Ya terus? Kenapa di beda-bedain?"
Mbah putri menatap Bayu horor, merasa tak terima dituduh membeda-bedakan ketiga cucunya.
Mbah putri berdiri, ia mengambil botol jamu yang ia letakkan di hadpan Andra tadi, "yang ini, ini khusus untuk lelaki yang sudah menikah, terutama penganten baru."
"Lalu yang ini," mbah putri mengambi botol jamu milik Senja.
"Ini untuk wanita, penganten baru juga."
"Dan punya kamu, ya khusus untuk anak muda yang belum nikah kayak kamu itu!" Tunjuk mbah putri pada Bayu, dengan menekankan setiap kata penjelasannya.
Reflek Bayu memundurkan kepalanya saat jari tunjuk mbah putri akan mendarat di keningnya.
"Sudah ngerti? Apa perlu Mabh Uti jelaskan fungsinya masing-masing biar kamu nggak kebanyakan nanya lagi?"
Bayu menggeleng sambil meringis, "enggak perlu Mbah Uti, Bayu udah ngerti kok,"
"Siapa tau kamu belum tau, Mbah Uti masih punya banyak tenaga buat menjelaskannya sama kamu,"
Mbah kung terkekeh diikuti dengan yang lainnya juga yang sejak tadi menahan senyum melihat raut wajah Bayu yang sudah berubah mengkerut saat mbah uti menggulung lengan baju panjangnya.
"Sudah-sudah. Duduk lagi, Uti!" Titah Mbah Kakung pada istrinya.
Mbah putri menurut, lalu ikut menikmati kudapan yang tersedia. Tak lama setelahnya, menu sarapan pun turut siap dan mereka makan bersama dengan khidmat.
Usai sarapan semua orang berpindah ke halaman untuk menunggu para pekerja mbah kakung yang akan memanen lele. Memang dalam satu minggu sekali empang lele mbah kakung akan di panen dan diambil oleh penjual-penjual yang sudah berlangganan.
Namun tidak dengan Senja, ia masih membantu Bulik Sri membereskan sisa sarapan tadi. Saat mencuci piring, gadis itu berbisik pada sang bibi. Rupanya ia juga ikut kepo tentang jamu tersebut.
"Bulik, emang khasiat jamu yang dibeli mbah uti itu apa sih? Kenapa khusus-khusus?"
"Yee, ternyata kamu kepo juga toh," ledek bulik.
"Ssst, nanti ada yang denger,"
"Kenapa tadi nggak nanya sekalian sama mbah putri?"
"Takut Bulik, abisnya Pak Bayu mancing-mancing kemarahan mbah uti sih pagi-pagi, aku jadi nggak berani mau nanya,"
"Jadi itu buat apa, Bulik? Nggak cukup ya aku sering minum kunyit asem, atau jeruk nipis, jamu pegel mlarat (capek miskin), jamu tolak bala,"
"Emang ada ya, Nil. Jamu pegel mlarat? Kalau ada sih, Bulik juga mau," heran bulik menatap Senja di sampingnya.
"Hehehe.. ada, Bulik," jawab Senja cengengesan.
"Apa itu?"
__ADS_1
"Jamunya itu dimimum setiap pagi sebelum kita bekerja, tapi jangan lupa berdo'a dan selalu berusaha, terus pantang menyerah, insyaallah mujarab,"
"Beneran?"
"Ya benerlah, Bulik," Senja semakin menahan tawanya, melihat reaksi sang bibi yang sangat percaya dan antusias akan ocehannya.
"Emang ramuannya apa aja?"
"Ntar aku kasih tau kalau Bulik udah kasih tau juga kegunaan dari jamu-jamu itu,"
"Eallah, iyo, hampir lupa."
"Jamu milik Mas Bayu itu jamu pegel linu, biar kembali bugar. Kan abis perjalanan jauh kalian, to?"
"He'em, terus?"
"Punya kamu apa punya Mas Andra dulu?"
"Punya aku dulu deh,"
"Itu, biar kamu sehat bugar, seger. Terus juga menyuburkan kandungan, biar cepet isi, punya keturunan gitu,"
"Hah?" Senja melongo.
"Yang punya Mas Andra itu, selain pegel linu. Kayaknya ada penguatnya deh," Bulik tampak menelisik jamu milik Andra yang masih utuh karena belum diminum.
Sebenarnya semuanya masih utuh dan belum ada yang meminumnya karen sudah merasa kenyang oleh minuman dan kudapan mereka sebelumnya. Apalagi ditambah dengan sarapan sup daging.
Memang sudah merupakan kebiasaan bagi mbah kakung dan mbah putri untuk sarapan sup, entah apapun itu, terkadamg sup jamur, sup ikan, sup ayam, sup daging bahkan sup sayuran. Katanya agar bersemangat untuk bekerja seharian.
"Penguat apa sih, Bulik? Iman?"
"Kayaknya imannya Mas Andra udah kuat deh, buktinya setia sama kamu. Mungkin iminnya yang belum," bulik terkikik, merasa geli sendiri dengan ucapannya.
"Imin?" kini giliran Senja yang cengo mendengar gurauan Bulik Sri.
Senja menggeleng pelan membuat bulik menghentikan tawanya seketika.
"Kamu serius?"
"Serius,"
"Emang kamu belum pernah, itu sama Mas Andra?"
"Itu, apa sih, Bulik?"
Bulik tampak mengusap tengkuknya yang tertutup oleh jilbab instan.
"Jamu Mas Andra itu mengandung jamu kuat,"
"Hah?"
"Iya, buat anu-"
Bulik belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat ada seseorang yang masuk ke dapur dan menyela pembicaraan mereka.
"Dek, jalan-jalan yuk!" Andra datang menghampiri sang istri.
"E eh, ke-kemana, Mas?" gugup Senja karena terkejut.
"Kamu kenapa? kok gugup gitu?
"Eh, enggak papa, ayok kita jalan-jalan," segera Senja menggandeng tangan Andra dan pergi dari sana. Namun ia menyempatkan menoleh pada Bulik Sri dan mengatakan 'nanti lagi ya, Bulik' tanpa suara.
Bulik hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban.
__ADS_1
"Mau jalan-jalan kemana, Mas? Terus kenapa tiba-tib?" tanya Senja saat mereka sedang bersiap-siap di kamar.
"Ntar deh Mas bilangin, yang penting kita cepet-cepet aja pergi dari sini dulu,"
"Kok pergi dari sini, katanya jalan-jalan?" Senja yang sedang merapihkan hijabnya menoleh pada Andra yang tak sabaran.
"Udah siap?" tak menjawab, justru balok bertanya.
"Udah kok,"
Andra memillih menggunakan motor kali ini, ada motor matic milik mbah putri dan ada motor klasik milik mbah kung yang suaranya teng treng teng teng.
"Mau pake yang mana? Ini unik, kayak Dylan,"
Senja mengernyitkan dahi, "Dylan?"
"Iya, yang di film itu,"
"Ooh,"
Andra menyalakan motor milik mbah kakung, dan terdengarlah suara treng teng teng teng teng treeng.
"Stop!" teeiak Senja.
"Kenapa?" tanya Andra setelah mematikan mesin motor tersebut.
"Berisik, ntar nggak denger kalau ngobrol,"
"Oh, oke. Jadi pake punya mbah uti aja nih?"
Senja mengangguk.
Keduanya pergi setelah pamit dengan mbah kakung dan mbah putri melalui ponsel, sebab kakek dan nenek itu sudah pergi ke empang yang hendak di panen.
"Ternyata begini rasanya pacaran pekek motor," ucap Andra membuka percakapan mereka saat motor sudah melaju beberapa waktu lalu.
"Emang Mas Andra belum pernah?"
Andra menggeleng, "Emang Adek udah?"
"Belum juga,"
"Berarti ini sama-sama pacaran kita yang pertama 'kan?"
"Iya, first date juga,"
"Bener juga, sebelum ini kan diintilin Si Bayu mulu ya?"
Mereka terkekeh bersama saat ingat jika pada bulan madu mereka pun ada Bayu yang ikut menyertai.
"Dek,"
"Hemm?"
"Pegangan dong,"
"Apa?" teriak Senja yang tak mendengar ucapan Andra.
Andra mengulurkan tangannya kebelakang mencari tangan Senja, lalu melingkarkannya pada perutnya. Memang sejak tadi Senja hanya memegangi tali ranselnya saja. Jujur, rasa nervous masihlah ada meski sudah beberapa bulan bersama.
"Nah gini, kan kita jadi sama ma orang-orang itu," Andra menoleh pada beberapa pengendara motor lain yang nampak mesra berboncengan dengan pasangan mereka.
"Dulu aku juga cuma ngliatin orang kayak gitu, baru sekarang bisa ngerasain," gumam Senja tersenyum di balik helm dan masker yang dikenakannya.
Di Semarang sama dengan kota-kota yang lainnya, yang mana memiliki banyak pilihan destinasi wisata. Mulai dari pantai, air terjun, pemandangan, pegunungan, taman keluarga, bahkan tempat hiburan yang memiliki berbagai wahana permainan.
__ADS_1
Contohnya Kota Lama Semarang, yang merupakan bangunan bersejarah di kota Semarang. Disana ada persewaan sepeda jika ingin berkeliling mengendarai sepeda. Juga ada jasa foto yang mengenakan kostum-kostum unik. Tentunya kuliner tak akan ketinggalan, disana terdapat cafe yang aesthetic. Jadi selain memanjakan lidah, kalian juga bisa berfoto-foto untuk diunggah di sosmed.
Obyek Wisata Goa Kreo juga bisa menjadi pilihan jika kalian suka wisata goa. Selain goa disana juga ada waduk dan bisa menaiki perahu di waduk tersebut. Jangan lupakan perimata yang akan menemani waktu jalan-jalan kalian disana. Kalau mau kesana, jangan lupa bawa kacang atau pisang ya, untuk berbagi sama merekaš¤