
...Selamat membacaš¤...
...----------------...
Drama soal pakaian usai sudah. Setelah Eyang melayangkan tatapan tajamnya kepada Senja. Karena telinga eyang sudah terasa panas sedari tadi mendengarkan Senja yang terus menerus merendahkan dirinya yang merasa tak pantas menerima semua pemberiannya itu.
Eyang juga memakai setelan yang sama dengan Senja. Benar-benar terlihat seperti anak kembar, tetapi terlahir di tahun yang sangaat berbeda jauhš
"Sudah sini mapan bobok sama eyang." Eyang sudah lebih dulu merebahkan dirinya di tempat tidur dengan segala atribut yang berwarna pink itu.
Senja menurut, ia menyusul eyang dengan duduk di tempat tidur dan bersandar pada kepala ranjang disisi kiri eyang. Setelah merasa nyaman dengan posisi duduknya, ia melayangkan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal dibenaknya kepada eyang.
"Kamar ini milik siapa eyang?"
"Punya eyang. Kamu suka?"
Senja mengeryitkan dahi, matanya menyapu seluruh ruangan. "Yang benar saja gaya kamar eyang seimut ini." Batinnya.
Padahal yang ia lihat dari luar dan dalam rumah juga segala isinya yang lain, bergaya jawa klasik tapi juga mewah. Benar-benar selera eyang banget yang senang mempertahankan budaya jawa. Bukannya bergaya seperti ABG neginiš¤.
Tak kunjung mendapatkan jawaban dari Senja, eyang kembali bertanya. "Kamu seneng ndak sama kamar ini, hmm? Kamar Ini'kan sama persis dengan yang ada di postingan Instagram kamu itu to? Eyang melihatnya kok, semua yang kamu posting itu eyang lihat setiap harinya. Eyang ini orang gaul lho! Jadi harus tau selera anak muda jaman sekarang, apa itu bahasa gaulnya ya?" Eyang nampak berfikir dan mengingat-ingat.
"O iya! Kids jaman now!" Seru eyang kegirangan setelah berhasil mengingat istilah itu.
Senja mengerjap-ngerjap tersadar mendengar ucapan eyang. Jelas aja gaul, 'kan udah terbukti dengan seringnya belanja online.
__ADS_1
"Su suka eyang." jawabnya dengan cengiran.
"Eyang juga suka!" Sahut eyang dengan cepat.
"Ternyata dengan kamar seperti ini, membuat jiwa muda eyang kembali bergelora. Eyang jadi merasa seperti anak ABG lagi." Lanjutnya.
"Eyang memang masih muda kok. Coba liat kita ini, dengan pakaian kayak gini malah keliatan lebih muda eyang lho daripada Senja." Puji Senja pada eyang.
"Kamu itu jangan fitnah! Kalau itu sama saja bohong namanya." Ucap eyang sambil tertawa. Walau apapun itu, entah jujur atau membual, eyang tetap merasa senang dipuji Senja seperti itu.
"Enggak eyang. . Senja serius kok. Eyang itu meskipun udah nenek-nenek tapi nggak keliatan keriputnya loh, Senja jadi penasaran apa sih resep awet muda eyang?"
"Rahasia dong! Kalau kamu mau tau, kamu harus sering-sering main dan menginap disini. Baru eyang mau berbagi rahasia eyang sama kamu kalau kita sudah jadi besfren nanti!"
"Best friend eyang?"
Senja langsung menyahut dengan mata berbinar "Senja mau dong jadi sahabat eyang. . Temenan sama eyang enak, nggak baperan."
Ia kemudian mengacungkan jari kelingkingnya kepada eyang, eyang kebingungan tidak mengerti. Senja lalu mengambil tangan kanan eyang dan memposisikan sama dengan tangan kanan miliknya, setelah itu ia menautkan kedua kelingking mereka.
"Kita sekarang sahabat eyang, jadi kita nggak boleh rahasia-rahasiaan, oke?"
"Oke!" Jawab eyang semangat, lalu mengambil ponsel keluaran terbaru miliknya.
"Best friend forever. ." Seru Senja melompat dari duduknya.
__ADS_1
"Kalau begitu, sekarang kita selfie dulu to kalau sudah sahabatan?"
Senja mengangguk setuju, mereka melakukan banyak pose. Senja juga meminta untuk dikirimkan juga ke nomor wa nya, agar bisa juga diposting di akun sosmed miliknya.
Tanpa Senja ketahui, eyang mengirimkan semua hasil selfie mereka kepada Andra sang cucu. Pada saat Senja sedang asyik melihat-lihat hasil foto yang sudah dikirimkan eyang itu diponselnya.
Andra yang sedang bertelepon dengan Bayu langsung mengetahui ketika ada pesan yang masuk. Ia segera pamit dan mengakhiri teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Bayu. Tanpa memperdulikan jika Bayu akan ngomel-ngomel disebrang sana.
Sudah sejak Andra tiba dirumah eyang, Bayu mencoba terus menghubungi ponsel Andra. Tetapi tidak ada respon sama sekali karena ponsel Andra ternyata dalam mode senyap. Ya, setelah tiba di masjid kompek perumahan tadi saat istirahat sholat maghrib. Andra sudah mematikan telponnya pada Bayu, dan mengubah pengaturan ponselnya menjadi senyap. Dan baru saja ia juga Bayu terhubung beberapa menit sudah dimatikan tanpa perasaan. Biarlah, besok ia akan menyidangnya kalau sudah bertemu secara langsung.
Andra segera membuka pesan dari eyang, yang ternyata berisi foto-foto sang nenek dengan sang pujaan hati. Jantungnya berdebar debar melihat senyum Senja yang lepas.
"Subhanallah, senyummu dek. . Membuatku tak sabar ingin memilikimu." Gumamnya
Eh, yang bener Mas. .
Memangnya sudah berani buat melamar adek Senja?
.
.
Bersambung.
Mohon dukung Hafsa dengan like, komentar positif, juga Favoritkanā¤.
__ADS_1
Terimakasih. .šš„°