Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 48. Keseruan Saat Berkumpul


__ADS_3

...Happy Reading🄰...


...----------------...


Angga membalikkan tubuhnya melihat kedatangan adik kesayangannya, senyum lebar tersungging di bibirnya. Tetapi mendadak hilang berganti dengan wajah keheranan mana kala melihat wajah datar sang adik. "Ndra.. gue-" perkataan Angga berhenti saat Andra sama sekali tak menoleh ke arahnya ketika melewati kakaknya, ia berlalu begitu saja di hadapan Angga dan menghilang di balik dinding.


Bayu menepuk pundak Angga, "sabar Bang.. dia lagi terkena syndrom jealous akut."


Angga mengernyitkan dahi mendengar perkataan Bayu, "maksud lo?"


Bayu menceritakan jika kemarin Andra melihat Angga yang baru saja keluar dari toko Senja, " jadi.. kemarin itu dia ngliat gue?" tanya Angga terkejut yang diangguki oleh Bayu.


"Malahan.. pagi ini di tambah sama tu si bule, jadi tambah kebakar deh si Andra."


Angga membelalak kaget, "si Nick udah..?


Bayu kembali mengangguk cepat, "iya, Bang. Nick tadi itu ketemu sama Senja, modusin Senja. Dan si Andra liat, makanya jadi kayak gitu deh sekarang." Terang Bayu pada Angga.


Angga nampak berfikir sesaat, kemudian tergelak. " Hahha.. jadi adek gue cemburu gara-gara itu? sumpah gokil abis." Bayu menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Angga bisa tertawa seperti itu? sungguh kejadian langka baginya. Apa mengerjai adiknya sendiri adalah hal yang sangat menyenangkan?


"Tapi si bule juga belum ngomong apa-apa sih sama gue, pantesan aja dia baru nyampe. Jadi dia udah nyolong start ya.." ucap Angga setelah berhenti tertawa, ia manggut-manggut sembari tangan kanannya memegang janggutnya.


"Tadi dia juga udah cerita ke gue tentang rencana lo sama eyang," sahut Bayu.


Angga nampak sedikit terkejut dan segera menarik tangan Bayu menuju halaman belakang, agar pembicaraannya tak terdengar oleh Andra yang berada di ruang makan. Andra tampak sangat kesal dengan Nick, ia melirik sinis lelaki bule yang sedang makan dengan di suapi oleh eyang. Eyang yang melihat kedatangan cucu kesayangannya itu segera tersenyum lebar dan melambaikan tangannya pada Andra untuk ikut mendekat kearah mereka.


"Duduk disini sayang, sebelah kiri Eyang." Ucap eyang sambil menepuk kursi di sebelah kirinya, karena Nick berada di sebelah kanannya. Andra hanya diam dan menurut, tetapi tatapan tajamnya masih tertuju pada lelaki bule yang notabene adalah sepupu satu-satunya itu.

__ADS_1


"Udah makan belum, Ndra?" tanya eyang setelah Andra berhasil mendudukkan bokongnya di kursi makan samping eyang.


"Gak laper," jawab Andra ketus.


Eyang heran dengan sikap cucunya yersebut, kenapa pagi-pagi bersikap seperti itu? apalagi disana ada sepupunya yang baru saja datang, biasanya mereka akan bersalaman dan berpelukan antar saudara untuk melepas rindu. Ya, mereka memang akrab saat sedang bertemu, tetapi jika saat berjauhan jarang juga saling berbagi kabar. Bukan karena apa-apa, Andra hanya taka suka sifat playboy Nick. Makanya saat pagi tadi dia melihat Nick berjalan dengan Senja, perasaanya langsung mendadak kacau. Bukan hanya karena cemburu, tetapi juga tak suka pada Nick yang sering menggoda banyak wanita dan hanya mempermainkannya.


Eyang memperhatikan tatapan Andra yang tak bersahabat kepada Nick, lalu menoleh ke arah Nick yang terlihat cuek, seakan tak terpengaruh oleh tatapan elang Andra. Apa ini termasuk dalam akting, Nick? tanya eyang dalam hatinya.


"Andra ganteng, maem yuk.. Eyang suapin barengan sama Nick, biasanya kalian 'kan begitu kalau lagi ketemu, suka disuapin bareng-bareng sama Eyang." Rayu eyang agar suasana hati Andra dapat membaik.


Andra menggeleng, "gak mau maem barengan sama makhluk abstrak itu." Rajuknya pada eyang.


Eyang menahan tawanya mendengar julukan baru Andra bagi Nick, ada-ada saja ulah mereka saat bersatu. Saling memanggil dengan julukan aneh, terkadang juga bertingkah nyeleneh. Tetapi ia juga bingung harus bersikap bagaimana, karena keduanya sama-sama cucu kesayangannya. Eyang menghela nafas panjang lalu menghembuskan perlahan dan tersenyum, tangan kirinya terulur membelai kepala Andra lembut.


"Ada apa, Ngger? (Nak)"


Nick melotot dan hendak berucap, tetapi eyang memberi isyarat padanya untuk diam, biarkan eyang yang mengurusnya, begitu kira-kira isyarat dari eyang. Nick mendesah dan hanya bisa pasrah. Ia kembali memakan makanannya sendiri, sedangkan eyang masih berusaha menenangkan Andra.


"Memangnya Nick ngapain? nakal gimana?" tanya eyang pada Andra seperri menanyai bocah berumur 10 tahun.


Nick melirik Andra sekilas dan kembali fokus pada makanan di hadapannya.


"Dia.. dia," semula Andra semangat akan berkata pada eyang, tetapi setelah berpikir sejenak dan merasa tak nyaman berbicara dengan adanya Nick, maka ia mengajak eyang ke halaman belakang juga.


Nick menatap cengo kepergian keduanya, "aku baru datang sudah di tinggal-tinggal," tuturnya lesu menatap makanannya. Dari arah dapur Mbak Asih datang dengan membawakan jus yang diminta Nick, " thank, Mbak." ucapnya tanpa menoleh pada Mbak Asih.


"Your welcome, Mas Nick." Jawab Mbak Asih dengan medoknya membuat Nick reflek menoleh dan tergelak, "sudah bisa bicara bahasa Inggris sekarang ya?" Nick bertanya disela tawanya.

__ADS_1


Mbak Asih tersenyum malu, ia mengira jika Nick belum mahir berbahasa Indonesia seperti saat terakhir Nick berkunjung kesana, makanya ia menggunakan bahasa Inggris untuk menjawab Nick, itupun ia dapat dari melihat film barat di tv.


Di halaman belakang, Andra mengajak eyang menuju gazebo yang ternyata disana ada Angga juga Bayu yang sedang mengobrol mengenai rencana mereka. Keempatnya terkejut saat bertemu disana, lalu Bayu dan Angga berpura-pura jika mereka sedang menyirami tanaman dan manyabuti rumput yang merupakan pekerjaan tetap Pak Santo, dan hal itu malah membuat Andra menjadi curiga kepada keduanya.


Andra menyipitkan mata menatap keduanya yang membuat Bayu menjadi salah tingkah, "ini rumputnya bandel banget sih.. padahal udah di potong sama Pak Santo loh." Ucap Bayu pura-pura mencabut rumput, eyang menatap meneliti pada rumput yang sedang berusaha di cabut oleh Bayu, seketika itu juga matanya membelalak dan meneriakinya. "Stop, Bayu!" eyang berlari kecil menghampiri Bayu, di tepuknya tangan Bayu yang menggenggam rumput


yang ternyata adalah tanaman eyang.


"Bayuu..." eyang meremas-remas tangan di udara gemas dengan Bayu yang sembarangan mencabut tanamannya. Memang tanaman tersebut dibiarkan berada di tanah langsung berbaur dengan rumput jepang agar terlihat indah, begitu kata eyang. Bayu meringis merasa bersalah, ia menangkupkan tangannya memohon maaf pada eyang ala prajurit kerajaan seperti kebiasaanya. Hal tersebut membuat tawa Andra juga Angga pecah, tanpa sadar kedua kakak beradik itu saling rangkul dan ber tos ria. Bayu melongo dibuatnya, tetapi ia senang karena Andra dapat kembali bersikap normal dengan sang kakak.


Merasa mendengar suara keributan juga tawa, Nick menyusul mereka dengan membawa jus miliknya. Ia duduk santai di gazebo memperhatikan tingkah mereka semua. Hal yang sangat dirindukannya saat berada di rumahnya, tak ada saudara membuatnya selalu berada di luar rumah dan mencari hiburannya sendiri.


Nick yang sudah berhasil menghabiskan jusnya dalam hitungan detik, lalu berdiri mendekat pada keempat orang itu, "Apa ada yang lucu? kenapa tawa kalian terdengar sampai ke dalam?" tanya Nick yang membuat semua orang menoleh kearahnya. Angga dan Andra saling menatap dalam hitungan detik, tatapan mata mereka menyiratkan sebuah ide yang sama yang mendadak hinggap di otak mereka, lalu keduanya kompak mengangguk mantap.


Dirangkulnya Nick secara bersamaan, lalu.. byuurr..


"Haaah.. selalu seperti ini kalau bersama kalian," seru Nick yang sudah berada di kolam renang.


Mereka berempat kompak menertawakan Nick yang sudah memanyunkan bibirnya, Angga yang merasa kasihan dengan adik sepupunya itu mengulurkan tangan pada Nick. Nick menerima uluran tangan itu dengan tersenyum jahil, ia menarik tangan Angga hingga Angga ikut masuk ke kolam bersamanya.


.


.


Bersambung


Jempol juga komen positifnya sellau ditunggu..

__ADS_1


Lope dan vote nya juga🄰


__ADS_2