
Aku memang manusia biasa..
Yang tak sempurna..
Dan kadang salah..
Namun dihatiku hanya satu..
Cinta untukmu luar biasa..
Yovie & The Nuno
โโโ
Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kamu sampai seperti ini. Aku harus mencari tahu sendiri penyebabnya kalau nanti kamu tak mau menjelaskannya padaku.
Pagi hari menjelang..
Andra menatap wajah pucat dengan mata yang masih terpejam di hadapannya, demam Senja sudah berangsur turun karena semalaman Andra dengan telaten mengganti kompresannya.
Bangunlah sayang.. katakan sesuatu, apapun itu, aku akan dengan senang hati mendengarnya.. batin Andra.
Baru saja Andra hendak menurunkan kaki dari ranjang, tiba-tiba sepasang mata yang sejak tadi di pandanginya kini terbuka secara perlahan. Senja mengerutkan dahi, bibir keringnya terbuka seperti ingin bicara sesuatu. Andra mendekatkan telinganya, namun tetap tak terdengar suara Senja, hanya pergerakannya saja yang dapat dibaca oleh Andra.
'Minum'.
Andra membantu Senja meminumkan air mineral dari botol dan menggunakan sedotan.
Melihat keadaan Senja yang masih lemah seperti itu tak memungkinkan baginya untuk menanyakan perihal apa yang terjadi padanya semalam, ia pun memilih untuk menundanya dulu sampai Senja pulih kembali.
Begitupun dengan Senja, gadis itu masih enggan menanyakan hal yang disampaikan oleh Reya kemarin. Kecanggungan diantara keduanya tercipta beberapa saat sampai ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Senja.
Tok tok tok
"Bos, boleh gue masuk gak?"
"Masuk aja Bay, gak dikunci.." rupanya Bayu yang sejak semalam setia menemani kedua pasutri itu diluar.
"Ini Bos.. eh Senja udah sadar, gimana keadaannya?" Bayu yang ingin bicara pada Andra namun terlebih dahulu menyapa Senja yang terlihat sudah membuka mata.
Senja hanya bisa mengangguk lemah dan mulutnya mengucap 'baik' tanpa suara. Selemah itukah keadaan Senja? tentu saja. Betapa tidak, karena kehadiran makhluk yang tak diundang kemarin siang membuatnya tak lagi memiliki nafsu makan dan lain sebagainya.
Selepas kepergian wanita itu Senja hanya mengurung diri di kamar mandi dengan mengguyur tubuhnya di bawah air shower hingga malam saat Andra menemukannya. Niat hati hanya ingin mendinginkan fikiran, tapi apa daya, semakin dia mencoba mengabaikannya semakin hal itu memenuhi pikirannya.
"Kenapa Bay?" tanya Andra sesaat setelah Senja menjawab Bayu.
"Nih, kalian di cariin eyang. Udah neror gue terus dari abis subuh tadi," ucap Bayu mengulurkan ponselnya yang menampakkan chat dari sang eyang.
"Bilang aja kita nginep disini," jawab Andra santai
"Gue udah bilang, tapikan lo tau sendiri gimana eyang. Eyang nyuruh kita cepet balik."
"Iya, ntar kita pulang. Sekarang tolong lo cariin kita sarapan, biar Senja bisa cepet minum obat, kalo dah mendingan kita langsung balik,"
"Oke," Jawab Bayu yang lagsung berbalik guna mencari sarapan untuk mereka bertiga.
***
Sementara di kediaman eyang, terlihat sang empu rumah yang sudah bolak balik keluar masuk rumah seperti setrikaan laundry.
"Owalah.. bocah-bocah ini kalau mau nginep di toko kok ya ndak bilang-bilang lho. Senengnya bikin orangtua khawatir aja," eyang menggedumel sambil terus mengotak atik benda pipih di tangannya.
"Lah iki Bayu juga mau ikut-ikutan hapene ora akif malahan (ponselnya malah ikut gak aktif),"
"Eh Sih, Sih.." panggil eyang pada Mbak Asih yang kebetulan lewat disana.
"Dalem, Ndoro" (Saya, Nyonya). Mbak Asih berjalan mendekat ke arah eyang setelah meletakkan keranjang belanjanya.
"Itu sudah komplit semua belanjaannya yang mau buat selapanan mantenan cucu-cucuku nanti sore,?" tunjuk eyang pada belanjaan yang dibawa oleh Mbak Asih dan Pak Santo.
__ADS_1
"Kadose sampun sedoyo, Ndoro. (Sepertinya sudah semuanya Nyonya,) Sesuai yang ada di catatan belanja," jawab Mbak Asih sembari menyodorkan kertas belanja yang ia rogoh dari dompet.
"Yasudah, cepat kalian siap-siapkan saja ya. Biar nanti kalau anak-anak itu sudah pulang, tinggal kita mulai acaranya,"
Mbak Asih dan Mbok Munah mengangguk patuh dan mengiyakan perintah dari sang majikan, lalu keduanya menuju ke dapur guna melaksanakan tugas mereka.
"Sebaiknya sekarang aku luluran terus perawatan aja di kamar, biar nanti jadi cetarr membahana. Du.. du du du duu..." gumam eyang berdendang sambil berjalan menuju kamarnya.
"Awas aja nanti Si Bayu kalo udah sampe rumah, biar tak ulek-ulek tak jadiin rujak. Seenaknya aja nyuekin telponku," masih saja terdengar gedumelan eyang hingga ia menghilang di balik pintu kamar miliknya.
***
"Ekhem.." terdengar deheman Andra mencoba metralkan suaranya, karena sejak tadi hanya berdiam saja dalam kecanggungan antara dirinya dan sang istri.
"Dek Senja makan dulu ya.. biar Mas Andra suapin," ucapnya memecah keheningan.
Sudah dari setengah jam yang lalu Bayu kembali dari membelikan mereka bubur ayam. Tapi sampai detik ini belum disentuh sama sekali. Bayu gemas sendiri melihat pasangan suami istri yang saling diam itu. Entah mereka sedang marahan atau apa, Bayu tak mau ambil pusing dan memilih keluar dari ruangan itu untuk menyantap makanannya sendiri.
"Bisa-bisa jamuran gue liat Bos Andra sama istrinya kayak gitu. Udah keburu laper juga," Bayu menyantap soto yang di belinya tadi dengan lahap diiringi dengan musik pop kesukaannya.
...๐ถ...
...Kau bertanya dengan rasa ragu...
...Seberapa besar cintaku padamu...
...Akan slalu kujawab semua keraguanmu...
...Kan ku buktikan semuanya padamu...
...Tak perlu kau ragu lagi...
...Cukup jalani dan rasakan...
...Oh oh oh my lady...
Reff
...Cukup kau disampingku...
...'Tuk menyusuri waktu...
...Cukup kau disampingku...
...Berjalan bersamaku...
...Pastikan kau bahagia...
...Kau bertanya dengan rasa ragu...
...Seberapa besar cintaku padamu...
...Akan slalu kujawab semua keraguanmu...
...Kan kubuktikan semuanya padamu...
...tak perlu kau ragu lagi...
...cukup jalani dan rasakan...
...oh oh oh my lady...
Back to reff
...Don't you know, i love lady...
...Son't you know, you make me crazy...
...Oh my lady, you're my lady...
__ADS_1
...Don't you know, don't you know...
...You're the part of my life...
...Baby, oh my lady...
^^^Rizky Febian^^^
...๐ต๐ถ...
"Baby, don't you know my lady, don't you know how much i love you.."
"Don't you know my lady, don't you know my lady..
Don't you know how much..."
Bayu menyanyi sambil menikmati sarapan paginya sebelum ada yang menegurnya dari belakang.
"Enak-enakan lo makan disini.." Andra yang baru saja keluar dari kamar Senja menepuk pundak Bayu lumayan keras, hingga membuat sang empu berjingkat.
"Ngagetin aja sih, Bos!" reflek Bayu mengusap pundaknya yang baru saja kena tepukan.
"Lo gak tau aja gue kayak abis dari pengadilan tau gak, tegang." Ia menyambar botol minum berisi jus jambu milik Bayu.
Bayu menyipitkan mata melihatnya, ingin mendumal tapi ia merasa akan membuat sang bos semakin bad mood, jadi ia urungkan saja dan memilih bertanya.
"Emang kenapa, sama istri sendiri tegang. Sama istri tuh romantis romantisan atw gimana gitu kek.."
"Pandai kali kau cakap ga Bay! Minta gue sumpel mulut pake roti," kesal Andra.
"Lhah, kenapa dia malah ngomel-ngomel. Emang gue salah ngomong ya,"
"Ya emamg kenapa sih Bos? Eh kok Senja lo tinggalin sih?"
"Tidur dia abis minum obat,"
"Oo.. terus kenapa lo bt gitu?"
"Gue bener-bener penasaran apa yang bikin dia kayak gitu, kemarin dia baik-baik aja. Bahkan kita makin deket. Lo juga tau kan, Bay."
"Hmm, terus?"
"Kenapa tiba-tiba dia diem kayak gini, kan bingung gue. Tanpa gue tau salah apa di diemin gitu aja,"
"Ya lo tanyalah, apa masalah dia.."
"Boro-boro nanya, liat wajahnya yang kurang bersahabat aja udah gak berani mangap mulut gue,"
"Ya istri juga iatri lo, mana gue tau musti gimana,"
"Bay.." Andra sudah menampakkan tatapan sinisnya.
"Iya-iya.. ntar gue coba cari tau ih. Gitu aja baper,"
"Bukan baper, tapi laper gue. Lo sih kenyang tuh dah makan soto semangkuk, nah gue,"
"Bukannya gue udah beliin kalian bubur,"
"Ya gue mana bisa makan dengan suasana gak enak gitu Babay!" kesal Andra
"Yaudah, gue beliin makan lagi buat lo. Sabar, tunggu sini baek-baek ya adeknya Mas Bayu yang paling cakep.." ucap Bayu sambil berdiri dari dudukny. Tangannya mengusap-usap pundak Andra yang masih nampak naik turun akibat kesal.
Melihat lirikan Andra yang sedang tak ingin bercanda, membuat Bayu langsung ngacir sembari menyambar ponselnya.
Andra memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sambil menunggu Bayu membelikannya makanan.
Bersambung..
Maaf ya teman-teman semua๐
__ADS_1
Udah lama banget aku hiatus, dikarenakan kesibukan RL yang nggak bisa ditinggalin. Niat hati masih tetap ingin melanjutkan semua novel. Mungkin aku akan mulai nulis lagi, meskipun nggak tentu updatenya. Kalau pas sempet aku pasti bakal nulis.
Terimakasih buat temen-temen semua yang udah mau nyempetin waktunya buat baca karya receh aku๐