
...Selamat membaca😊...
...----------------...
...🎶🎶...
...Ku harap semua ini...
...Bukan sekedar harapan...
...Dan juga harapan ini...
...Bukan sekedar khayalan...
...Biarkan...
...Ku menjaganya sampai...
...Berkerut dan putih rambutnya...
...Jadi saksi cintaku padanya...
...Tak main main hatiku...
...Apapun rintangan...
...Yang kuingin bersama dia...
...Reff...
...Ku mau dia...
...Tak mau yang lain...
...Hanya dia yang ada...
...Kala susah dan senangku...
...Ku mau dia...
...Walau banyak perbedaan...
...Ku ingin dia bahagia...
...Hanyalah denganku...
...Biarkan...
...Ku menjaganya sampai...
...Berkerut dan putih rambutnya...
...Jadi saksi cintaku padanya...
...Tak main main hatiku...
...Apapun rintangan...
...Yang kuingin bersama dia...
...Kumau dia...
...Tak mau yang lain...
...Hanya dia yang slalu ada...
...Kala susah dan senangku...
...🎶🎶...
Kumau dia
Andmesh kamaleng
Keluar dari kamar mandi, Senja mendengar suara merdu seseorang serta petikan gitar menggema di kamarnya. Ia mendapati sang suami sedang bersenandung bahagia sambil menatap ke arah luar, tetap tidak dengan membuka pintu kamar balkonnya sesuai permintaan Senja.
Senja yang masih hanya memakai kimono mandi serta handuk yang membungkus rambutnya berjalan mendekat ke arah Andra, saking asyiknya permainan gitarnya Andra tak menyadari jika Senja sydah berada di belakangnya dan grep..
Senja memeluk tubuh gagah sang suami yang hanya memakai kaus pendek yang menampilkan otot bisepnya.
__ADS_1
"Suara Mas Andra memang keren," Senja berkata di belakang punggung Andra yang membeku dan seketika menghentikan permainan gitarnya.
"Kok berhenti, kenapa?" gadis itu mengintip dari balik punggung sang suami yang memejamkan matanya.
Ya Allah, ujian semacam apa ini? berikanlah keberanian dalam diriku agar ini tak menjadi hal yang membuatku menderita karena hanya bisa menahan. Andra merasakan sesuatu yang menempel pada punggungnya kala sang istri memeluknua erat.
Apalagi Senja memang baru saja selesai mandi dan tidak memakai apapun selain handuk kimononya saja.
"U-udah mandinya? sekarang Mas mandi dulu," Andra berjalan mundur perlahan menjauh dari Senja.
Belum genap tiga langkah Andra berjalan, Senja menahan tangan lelaki itu, ia tersenyum menggoda ke arah Andra. Nuansa romantis di kamar tersebut membuat Senja terbawa suasana.
"Ja-jangan Dek," ucap Andra terbata.
"Kenapa?"
"Jangan sekarang.."
"Memangnya kenapa?"
"Emmm..."
"Kenapa Mas?" tanya Senja dengan nada manja.
Hening
"Mas Andra belum mandi.."
Hening beberapa saat, keduanya hanya saling pandang dengan prrasaan masing-masing.
Senja mengerutkan keningnya, "Terus kenapa Senja nggak boleh ganti baju sekarang?"
Hah, apa yang udah kamu pikirin Andra! Mana mungkin Senja berpikiran seperti itu. Andra merutuki dirinya sendiri.
"Oh, silahkan ganti.."
"Dimana baju Senja? kan Mas yang larang aku bawa baju dari rumah bapak tadi.."
"Sini," Andra menarik pelan tangan Senja yang masih menggenggam tangannya.
Andra membuka sebuah pintu yang berada tak jauh dari pintu kamar mandi, "disini tempat pakaian dan keperluan pribadi kita,"
Mata gadis itu membulat sempuna saat menemukan satu lemari khusus berisi dalaman wanita.
Astaghfirulloh, ini punya siapa sebanyak ini?
"Adek pilih aja sesuka kamu, semua ini punya Mas Andra dan tentunya punya kamu Dek,"
"Hah? Mas bercanda?"
Andra menggeleng, "ini memang punya kita. Bunda dan aunty yang udah nyiapin barang-barang kamu ini,"
Senja tak dapat berkata-kata lagi selain hanya takjub dan merasa kagum dengan kekompakan dan ke-luar biasaan keluarga suaminya itu.
"Yaudah, Mas mandi dulu ya.." Andra melenggang dari ruangan tersebut menuju kamar mandi.
Netra hitam Senja masih menatap sekeliling, "ini sih komplitnya hampir sama ma toko aku. Apalagi ini.." gumamnya membuka pintu bawah lemari dalaman, "whaat? sampai roti selai aja ada,"
Senja terkejut saat mendapati berbagai macam ukuran pembalut di dalam lemari yang baru saja di bukanya itu, satu merek tetapi bermacam-macam bentuk dan ukuran.
Di lantai bawah, anggota keluarga yang lain sudah menunggu sepasang pengantin yang sampai ba'da maghrib belum juga menampakkan batang hidung mereka.
"Kita makan dulu saja, biarkan manten baru itu. Nanti kalau sudah lapar juga makan sendiri mereka," ucap eyang sembari mulai menyendok nasi merah ke dalam piringnya.
"Iya juga ya, kayak belum pernah ngalamin saja. Pasti mau berlama-lama di kamar deh," timpal Om Arman.
"Yaudah yuk makan," ajak Angga pula.
"Emang lama-lamaan di kamar nggak sumpek Om? mereka tuh berdua loh, mau ngapain coba? mana kamarnya aja banyak barang kayak gitu, penuh." tanya Bayu polos.
"Ya mau ngapain saja, biarin to ya Bay.. sudah halal kok."
"Kamu mau tau Bay apa yang mereka lakukan?" Nick berbisik di telinga Bayu yang duduk di sebelahnya. Bayu mengangguk. "Kamu perhatikan saja ekspresi Senja dan Andra nanti," Bayu mengerutkan keningnya mendengar ucapan lanjutan Nick.
Maksudnya? Bayu yang sok gombal sama cewek ternyata polos. Selama ini ia hanya terlalu sibuk pada pekerjaan dan juga Andra. Bayu yang terlanjur kepo jadi merasa tidak sabar menunggu turunnya sepasang pengantin baru tersebut.
Nick menahan senyum gelinya memperhatikan Bayu yang gelisah, kakinya terus bergerak di bawah meja, kepalanya berulang kali melihat ke arah tangga.
Tak lama kemudian kedua pasutri baru yang sudah di tunggu-tunggu turun dan ikut bergabung yang lainnya di meja makan. Senja dengan senyum cerah mengembang di wajahnya, sedangkan wajah Andra sedikit masam, berjalan saja lemas seperti tak bertenaga.
__ADS_1
Yang ada di meja makan saling melirik dan menyembunyikan senyum mereka. Nick kembali berbisik pada Bayu, "pemenangnya Senja,"
"Maksud kamu apa sih?" sewot Bayu.
"Maaf semuanya, kami terlamabat turun," ucap Andra tak bersemangat.
"Nggak papa sayang, harusnya istirahat aja kalau masih capek, makanannya biar di anterin sama Asih nanti," jawab bunda Ratih tersenyum lalu mengedipkan sebelah mata pada eyang yang sedang meliriknya.
Aunty Charlotte yang sebenarnya paling kepo ingin sekali bicara panjang lebar namun sudah di cegah oleh Om Arman.
"Silahkan langsung makan saja, biar nanti bisa lanjut lagi kegiatannya," akhirnya hanya ucapan itu yang terlontar dari bibir pink fushianya.
Senja yang tak tau apa yang di maksudkan oleh orang-orang itu hanya tersenyum dan mengangguk, ia menyendokkan makanan pada Andra dengan terus tersenyum pada suaminya yang makin salah tingkah itu.
"Makan yang banyak ya Mas, biar makin kuat nanti.." ujar Senja. Membuat semua orang yang ada disana melotot, menganga tak percaya, bahkan Bayu langsung tersedak mendengar ucapan Senja yang terdengar ambigu.
Gila! Senja agresif juga ternyata. Angga.
Menantuku hebat juga sampai bikin Andra lemes gitu.." Bunda.
Wah, wah.. Senja, your amazing. Nick.
Senja apa-apaan itu, Andra sampai kewalahan kayak gitu? Bayu.
Hihihi.. aku akan cepat punya cicit kalau begini. Eyang menutup bibirnya yang hampir terkikik.
Andra! kamu payah sekali.. Ayah dan Om Arman mendesah, merasa malu karena Andra terkalahkan oleh Senja.
Andra dan Senja makan dengan hati yang bertanya-tanya, ada apa sama semua orang?
Usai makan malam, semua memilih kembali ke kamar masing-masing tanpa berkumpul dulu seperti biasanya karena masih merasa lelah atas akrifitas mereka seharian ini. Hanya ketiga pemuda yang berkumpul menjadi satu.
Sesampainya di kamar, mereka ada yang mendumal, ada yang mendesah kalah, ada yang merasa gregetan, ada juga yang berjingkrak kegirangan.
"Mana mungkin Andra seloyo itu, bikin malu saja! kalau nggak liat pake mata kepalaku sendiri, aku nggak bakalan percaya kalau anakku itu kalah sama istrinya urusan ranjang," omel ayah Herman.
Bunda Ratih tertawa keras di belakangnya setelah menutup pintu, "hahahah, kok bisa ya Yah.. padahal ayah dulu aja perkasa loh,"
"Meamangnya sekarang sudah enggak?" masih dengan nada sewot.
"Tentu saja masih.." tersenyum malu-malu. Kedua pasutri setengah tua itu memang selalu mesra, harmonis dan bergairah ya.
Di kamar lain milik Om Arman dan istrinya.
"Aku harus memberikan ramuan khusus sama Andra, biar dia nggak K.O sama Senja. Malu-maluin aja, untung cuma kita yang tau," gerutunya.
"Oh baby.. slow. Biarkan saja mereka, itu urusan pribadi mereka,"
"Tapi itu membuatku malu sebagai pakliknya honey.."
"Yasudah, berikanlah ramuan kuatmu padanya, biar Senja bisa menyerah kalah tapi nagih kayak akuh.." keduanya tertawa bersama.
Tinggalkan juga pasangan mesra paruh baya ini, sekarang mari ke kamar atas dan dengar komentar trio rusuh itu.
Terdengar suara gelak tawa dari arah kamar yang berseberangan dengan kamar pengantin Andra. Ya, ketiga manusia lucknut itu sedang menertawakan Andra yang ternyata tidak 'kuat' dalam hal privasi dalam rumah tangganya.
"Andra, Andra.. harusnya banyakin olahraga,"
"Udah kok," Bayu yang menjawab.
"Minum obat kuat kalau perlu,"
"Buat apa?"
"Biar greng," jawab Angga dan Nick bersamaan.
Bayu semakin tak mengerti, otak jeniusnyapun tak dapat menangkap sinyal aka hal yang satu itu.
.
.
Bersambung
Memangnya apaan sih? aku juga nggak ngerti loh..
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, love, komentar positif.
Terimakasih🥰
__ADS_1