Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 66. Resmi Bertunangan


__ADS_3

...Selamat membaca😊...


...----------------...


Semua mata terpukau pada sosok Senja yang biasanya hanya tampil sederhana dan seadanya, namun kini di sulap menjadi bak ratu dongeng. Gadis yang menjadi pusat perhatian itu semakin menunduk malu, rona pada pipinya tak dapat ia sembunyikan di balik make up yang melekat pada wajahnya itu. Andra tampak ternganga memandang sosok gadis asing yang di balut gaun mewah tersebut, ia menatap tak percaya pada ciptaan Tuhan yang tengah berjalan semakin mendekat kearahnya.


"Apa benar itu Senja? Kenapa berbeda, kau lebih tampak seperti bidadari yang turun dari langit dan menjelma menjadi permaisuriku.."


"Oh jatung.. bekerjasamalah denganku, jangan sampai si bule cap badak itu merebut Senjaku, pujaan hatiku."


Sesampainya Senja di depan Andra, lelaki itu masih saja mematung di tempat. Semakin terpikat pada wajah ayu yang kini berada di dekatnya, mereka di persilahkan duduk agar acara bisa di lanjutkan kembali.


Acara demi acara terlewati dengan lancar, kini tiba saatnya untuk dirinya memakaikan cincin pertunangan untuk Senja, sebagai tanda ikatan pertunangan mereka berdua. Aunty Charlotte mendekat pada kedua pasangan yang tertunduk malu itu, ia membawa nampan yang berisi sebuah kotak kaca kecil yang berisi sepasang cincin pertunangan Andra dan Senja.


"Mas Andra di persilahkan memakaikan cincin yang sudah di bawakan oleh tante cantik itu pada Mbak Senja," tutur sang pembawa acara menginterupsi dengan nada menggoda.


Mendengar hal yang di ucapkan oleh sang host, tubuh Andra tiba-tiba menegang. "Ayolah.. ayolah Andra, jangan jadi pengecut kamu! Lihat itu si bule sudah melihatmu dengan tatapan meremehkan."


'Gleg'


Andra menelan ludah dengan susah payah, tangannya gemetar meraih cincin yang sudah di sodorkan oleh Aunty Charlotte ke arahnya. "Ayo sayang.. pasangkan cincin itu ke jari tunanganmu segera," pinta Aunty Charlotte dengan tatapan mata yang memperhatikan wajah Andra dan cincin yang sudah berada dintangan keponakannya itu secara bergantian.


"Jangan sampai cincin itu di sambar oleh para pemilik mata yang menatap tajam kalian berdua sejak tadi," lanjutnya sambil berbisik pada Andra.


Andra mengangguk mantab dan mengulurkan tangan kirinya pada Senja. Gadis itu mengulurkan tangan kirinya yang berbalut sarung tangan tipis kepada Andra. Meski dengan gemetar-gemetar syahdu, akhirnya cincin berlian itu melekat sempurna di jari manis Senja. Senyum kelegaan terpancar jelas pada wajah tampan lelaki pemalu itu.


"Nah.. sekarang gantian Mbak Senja pakaikan cincinnya juga pada Mas Andra.."


Masih dengan senyum yang terus melekat di bibirnya, Senja mengangguk pelan dan menerima cincin pertunangannya dari tangan Aunty Charlotte. Kini giliran Senja mengulurkan tangan kirinya pada Andra untuk memudahkannya memakaikan cincin tersebut. Andra mengulurkan tangannya yang masih gemetar dan debaran jantungnya yang semakin bertalu. Senyum manis Senja menghipnotisnya dan membuatnya sedikit tenang hingga tak terasa Senja sudah berhasil memasukkan cincin pada jari manisnya.


"Selamat Mas Andra.. Mbak Senja.. sekarang kalian sudah resmi bertunangan," ucapan dari host yang di sertai tepuk tangan meriah dari para tamu mengembalikan kesadaran Andra.


Ia menatap dengan mata yang berkaca-kaca pada jarinya yang kini telah melingkar cincin pertunangannya dengan sang pujaan hati.


"Selamat boy.." Aunty Charlotte memeluk dan mencium kedua pipi Andra, dan di usapnya kedua mata keponakannya itu dengan tisyu sebelum air matanya berhasil luruh.


Seluruh anggota keluarga menyalami dan memberi selamat pada keduanya secara bergantian dan suasana seketika berubah menjadi haru. "Selamat ya sayang.." Bunda Ratih memberikan pelukan kepada Andra, matanya berkaca-kaca. Ia sungguh terharu melihat pancaran kebahagiaan dari dalam mata anak bungsunya itu.

__ADS_1


"Makasih banget buat Bunda dan semuanya, berkat kalian lah Andra bisa ke tahap seperti sekarang ini," tutur Andra sembari membalas pelukan dan cipika cipiki dari semuanya.


"Eitss.. masih satu tahapan lagi Ndra, dan dia akan menjadi milikmu seutuhnya," bisik Ayah Herman di telinga Andra, ia melirik Senja yang ada di sebelah Andra yang juga sedang menerima ucapan selamat dari anggota keluarga semua.


Acara pertunangan selesai dengan ucapan selamat para tamu undangan semua yang mulai membubarkan diri.


Usai acara tersebut, Senja beserta kedu orang tuanya belum di perkenankan untuk kembali ke rumah mereke oleh eyang. Karena mereka masih harus berembug guna menentukan hari pernikahan Andra dan Senja. Seluruh anggota keluarga berkumpul pada malam harinya di ruang keluarga rumah eyang yang luas. Senja datang dari arah dapur membawa nampan berisi teko kecil seduhan teh yang asapnya masih mengepul, sangat cocok menemani obrolan hangat keluarga besar yang sedang berkumpul itu. Di belakangnya Mbak Asih mengekorinya dengan membawa cemilan berupa kue serta pisang goreng yang masih hangat juga.


"Aduuh.. calon mantu idaman bener-bener deh, senengnya.." ucap Bunda Ratih sembari menyambut nampan yang di bawa oleh Senja. Sedangkan yang di puji sudah merona, tersenyum dan menunduk menyembunyikan semburat merah di pipinya.


Eyang datang dari arah kamarnya langsung menggandeng Senja, mengajak gadis itu duduk bwrsama yang lainnya. "Sudah, duduk sini!" perintah eyang pada Senja, "itu biar di lanjutin sama Si Asih saja.." lanjutnya yang membaca mulut Senja yang hendak berucap.


"Injeh (iya) Eyang," Senja hanya menurut dan ikut duduk kursi sebelah eyang.


Tak lama kemudian Andra datang menyusul semuanya di ruang keluarga, setelah sejak tadi menata hati dan jantungnya yang serasa meloncat dari tempatnya.


Untuk sesaat pandangan matanya bertemu dengan Senja, membuat jantung yang semula sudah tenang kini kembali berdebar hebat.


"Ya Allah Ya Tuhan ku.. akan sampai kapan debaran jantungku sehebat ini setiap kali melihatnya."


"Ndra," tepukan di pundak dari Ayah Herman membuatnya reflek menoleh, mengalihkan pandangan dari sang pujaan hati kepada sang ayah.


Ayah Herman menaikkan kedua alisnya melihat reaksi Andra yang nampak terkejut, "kamu kenapa?"


"Gak apa-apa kok, kenapa Yah?"


"Begini Ndra, kamu tau 'kan kenapa kami masih menahan Senja dan kedua orang tuanya disini?" Andra hanya diam dan mengangguk sebagai jawabannya.


"Terus, menurut kamu gimana? Maksudnya mau cepet atau jeda dulu?"


"Emm," Andra nampak berfikir lalu menatap ke arah Senja yang diam mendengarkan.


"Cepet-cepat aja Ndra.. cepet halal cepet enak loh," ucap Angga.


"Enak apanya, Bro?" timpal Bayu.


"Ya pokoknya enak, kalau lo mau tau buruan nikah aja,"

__ADS_1


"Ogah! nikah itu gak bebas."


"Betul, gak enak. Tos dulu bro.." Nick mengarahkan telapak tangannya yang lebar ke arah Bayu dan langsung ber tos ria dengannya.


"Dasar kalian ini, mau sampai kapan kalian menjomblo?" kini Om Arman ikut bersuara setelah mendengar kicauan unfaedah dari Nick dan Bayu.


"Sampai bosen mungkin Dad," jawab Nick mengendikkan kedua bahunya cuek lalu memakan kripik kentang di tangannya.


"Sampai nemu yang cocok, Om.."


Para orang tua menggelengkan kepala mereka mendengar jawaban kedua pemuda tampan beda model itu.


"Memangnya yang cocok itu yang seperti apa, Bay?" Om Arman lebih memilih menyahuti jawaban bijak Bayu ketimbang Nick yang cuek.


Bayu merenges sambil menggaruk kepala belakangnya, bingung akan menjawab bagaimana. "Ya.. yang sreg di hati gitu, Om."


"Aunty do'akan semoga kamu cepat menemukan jodoh kamu yang baik hati juga cantik seperti Senja ya, Bayu.." Aunty Chalotte mengelus pundak Bayu yang duduk tak jauh darinya, "jangan kelamaan menjomblo, nanti ketuaan kayak yang di sebelah kamu itu." Lanjutnya melirik Nick yang masih tampak asyik dengan kripiknya.


"Sindir saja terus Mom.. Nick gak denger kok,"


Semua orang terkekeh mendengar sindiran antara ibu dan anak itu.


"Monggo, monggo (silahkan).. di minum dulu tehnya, keburu dingin nanti. Ini bikinan mantu ku lho, pasti mantull," Bu Ratih mempersilahkan semuanya untuk menikmati hidangan sebelum melanjutkan perbincangan serius mereka nantinya.


.


.


Bersambung..


Hmm.. menurut reader bagusnya cepet-cepet nikah atau ntar dulu nih? PDKT dulu mungkin biar gak gemeteran banget-banget Andranya🤭


Di tunggu komennya ya, komen terbanyak akan jadi keputusan author selanjutnya😊


...----------------...


...Minal aidin wal faizin...

__ADS_1


...Mohon Maaf Lahir & Bathin saudaraku semua🙏😊...


...Maaf telat, soalnya author sibuk banget lebaran ini🤭🥰...


__ADS_2