
...Selamat membacaš¤...
...----------------...
Setelah semua personil siap dan sudah duduk ditempat masing-masing, mobil yang dikendarai oleh Pak Santo pun mulai berjalan perlahan meninggalkan halaman rumah eyang.
Semua masih terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing, Senja menikmati pengalaman pertamanya menaiki sebuah mobil mewah. Jiwa katroknya kembali meronta, rasanya ia ingin berjingkrak-jingkrak, berselfie ria, teriak-teriak sambil video call guna pamer kepada adik dan juga kedua orangtuanya.
"Waaaoooww. . Mobilnya mewah banget, besar dan gagah, ada AC-nya, ada tvnya, ada musiknya, bangkunya juga empuk bangeett. Persis kayak yang di tivi-tivi itu, aku pengen selfie dong, sekali aja nggak apa-apa deh, buat dikirim ke Ria. Ria pasti kepengen!" Btinnya menggebu-gebu.
Tapi tentu saja ditahannya! Tidak mungkin juga'kan Senja melakukan semua hal itu saat ini, disini, saat masih dengan eyang. Mau dikemanakan mukanya nanti. Alhasil dia hanya dapat memendam dalam diam. Kadang melamun, terkadang juga tegang seperti orang yang sedang menahan pipis.
Saat sampai dilampu merah dan berhenti, Senja baru tersadar saat mendengar permainan angklung yang ada sebelahnya, yang biasa berada disamping lampu merah. Ia suka mendengarkan nyanyian dan permainan angklung itu, kompak dan merdu terdengar ditelinganya. Ia merogoh tasnya hendak mengambil uang, tetapi mobil sudah lebih dulu berjalan. Lalu ia menengok eyang yang ternyata sedang asyik menonton tv sambil memakan bekal buah yang dibawa Mbak Asih tadi.
"Emm. . Sebenarnya kita semua ini mau kemana sih Eyang?" Tanya Senja setelah daritadi hanya diam membisu.
Eyang tak menjawab pertanyaan dari Senja, beliau masih fokus dengan benda persegi panjang yang ada dihadapannya itu. Senja jadi penasaran apa yang dilihat eyang sampai-sampai tak mendengar pertanyaannya.
"Eaalah. . Lihat orang bergosip aja seriusnya pakek banget!" Batinnya setelah melihat apa yang sedang menjadi perhatian eyang.
Senja memutuskan untuk menanyakan keadaan toko pada Lala, kalau Lala kerepotan maka Senja akan mencari bala bantuan. Ya. Saat orderan membludak, Senja mempunyai pasukan khusus untuk membantunya. Nanti ya kapan-kapan diceritain kalau banyak yang pengen tauš¤.
Ia masih terus memainkan ponselnya, sambil menunggu balasan Lala, ia membuka akun IG nya. Terpampang fotonya bersama eyang semalam, sudah banyak like dan komen mendarat. Senja mulai membuka satu persatu komentar netizen. Lagi-lagi ada akun yang bernama 'Pengagum Rahasia SA', dengan foto profil langit senja, memberinya like dan komentar.
'Pengagum Rahasia SA'
You are So beautifull
__ADS_1
Senja mengernyitkan dahi, ia tidak tahu siapa pemilik akun itu, tapi pasti selalu menyisipkan komen disetiap postingannya. Dan ia juga tidak masalah selama itu tak mengganggu privasinya.
Lalu ia berselfie dengan eyang yang masih setia menatap layar televisi mini dihadapannya. Senja mempostingnya dengan caption.
'Lagi diajak jalan-jalan sama saudara kembar tapi malah dicuekin! Huuufft. .'
Semenit kemudian.
Ting.
Notifikasi IG masuk diponselnya.
*Lala Liliput*
"Waaahhh. . Mbak Senja jalan-jalan to rupanya, pantes pamit ndak bisa datang ke toko! Sama siapa sih itu? Jangan lupa oleh-olehnya yaaš"
"Cepet bener komennya si Lala." Senja membatin dan tersenyum membaca komentar dari Lala.
"Ssstt. .𤫠Diem-diem aja! Besok oleh-olehnya cerita. Okš." Balasnya pada Lala.
**
Ditempat lain, terlihat Andra yang sedang rapat bersama Bayu dan para orang-orang penting lainnya, tetapi ia tidak bisa fokus dengan apa yang di presentasikan oleh orang yang berdiri didepan. Tubuhnya saja yang duduk disana tetapi pikirannya melanglang buana entah kemana. Ia tersadar dari lamunannya dan melirik ponselnya sekilas saat merasakan getarannya.
"Senja update." Batinnya tanpa bisa langsung melihatnya, karena sedang berada diantara orang-orang penting itu.
Bayu diam-diam memperhatikan bossnya yang gelisah sejak tadi baru saja tiba. Tetapi dia hanya diam, karena masih mendengarkan presentasi dari rekannya.
__ADS_1
"Hmmmh. . Si Boss raganya diang yang disini, jiwa dan pikirannya entah kemana." Bayu menghela nafas dan geleng-geleng kepala.
**
Satu setengah jam perjalanan, rombongan eyang dan Senja mulai memasuki jalanan menanjak. Senja tahu jalan itu, karena ia pernah beberapa kali kesana.
"Kita ke Gunungkidul Eyang?" Matanya berbinar senang.
"Kamu tahu?" Setelah acara di televisi selesai barulah eyang bisa diajak berkomunikasi kembali. Begitu kata Mbak Asih yang sudah hafal kebiasaan eyang.
"Iya Eyang. Senja punya teman disana, dia salah satu reseller di toko Senja." Ungkap Senja.
"Senja juga sudah beberapa kali mampir kesana kalau pas main ke pantai. Terus dari sana biasanya dikasih oleh-oleh banyak Eyang, macem-macem, Senja jadi ngerasa nggak enak sendiri sama dia." Lanjutnya
"Oleh-oleh seperti apa?" Eyang mulai kepo.
"Ya hasil panen mereka gitu lho Eyang. Seperti jagung, ubi, singkong, kacang tanah, pepaya, nangka juga. Pokoknya apa aja yang mereka punya, kalau lagi musim atau pas panen gitu biasanya. Orang disana itu ramah-ramah, baik-baik lho Eyang." Senja sangat antusias menceritakan sosok temannya itu.
Eyang mengangguk-angguk mencerna perkataan Senja. "Kalau begitu, ajak saja mereka buat ikut kita sekalian. . Biar tambah rame, makin seru nanti!" Respon eyang dengan semangat membara.
"Wallah. . Opo meneh to iki ?(apa lagi sih ini)? Ini mulut kok yo nyeplas nyeplos aja siih." Batin Senja dengan menutup mulut dengan kedua tangannya, tapi tentu saja sudah terlambat. Eyang sudah merespon baik cerita darimu Senja.
.
.
Bersambungš„°
__ADS_1
Terimakasih sudah membacaš¤
Tinggalkan jejak like, komentar positif, voteā¤