Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
Tour Honeymoon


__ADS_3

"Waah.. gue di kadalin nih ma si bos, ngomong baek-baek aja kenapa sih! Pake acara ngerjain gue segala lagi," gerutu Bayu.


"Lo juga, ngapain mau aja nurut gitu sama Andra?" omelnya pada supir yang bertugas mengantar mereka bepergian.


"Ya karena dia bosnya, Pak." Jawab sang supir dalam bahasa inggris.


"Yasudahlah, Bay. Ayo kita susul mereka sebelum jauh. Lagipula, lo sudah lama 'kan nggak maen ke rumah gue," ucap Nick menengahi.


Sementara di dalam mobil milik Om Arman, Andra tengah tertawa terbahak-bahak bersama Senja, Om Arman, juga Aunty Charlotte.


Senja menegur Andra setelah berhasil meredakan tawanya, "Mas Andra nakal ih, kan kasian Pak Bayu sama pak supirnya,"


"Iya lho, Ndra. Aunty nggak bisa ngebayangin wajah mereka berdua," imbuh Aunty Charlotte masih dengan sisa tawanya.


"Biarin aja, lagian sok ketat banget sih Si Babay. Mentang-mentang ditugasin jadi manager," jawab Andra sambil menengok ke arah kursi belakang dimana ada istri dan juga tantenya.


Mereka sedang menuju ke kediaman Om Arman, karena Andra merasa Senja sangat ingin berkunjung kesana. Ia merasa harus membuktikan betapa perhatiannya dia terhadap sang istri. Betapa kebahagiaan Senja adalah hal utama yang harus ia prioritaskan.


"Lagian juga ada Nick 'kan yang bisa nganter mereka kalau mau nyusul," lanjutnya tak ingin disalahkan terus menerus.


"Iya, biar mereka bertiga nyusul nanti," Om Arman ikut menimpali.


"Kita juga bentaran aja kok mampirnya kalau emang Bayu udah siapin jadwal buat kita yang selanjutnya, yang penting Senja udah gak penasaran lagi,"


"Kok aku?"


"Ya kan Adek yang belum pernah ke rumah Aunty, kalo udah tau udah nggak penasaran lagi. Ya kan?"


Senja manggut-manggut meng'iyakan.


"Makasih, Mas," lanjutnya dengan tangan yang menyentuh pundak Andra dari belakang.


Andra menyambut tangan Senja yang berada di pundaknya dan mengelusnya, "sama-sama, Dek,"


Ternyata hal tersebut tak luput dari perhatian sang tante.


"Cieee mesranya penganten baru, bikin iri aja sih.." seru Aunty.


Om Arman yang melihat istrinya dari kaca spion tengah mobil nampak menunjukkan wajah pura-pura irinya ikut berkomentar, "kita kan juga nggak kalah mesra, Mom,"


"Yee, nggak mau kalah aja nih penganten lawas," cibir Andra.


Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah rumah bertingkat dua dengan halaman yang lumayan luas, rumput hijau menghias seluruh halaman tersebut. Juga tanaman-tanaman hias, ikut juga merindangkan pemandangan.


"Waaw, seger juga ya disini, nggak kalah sama di Jogja," seru Senja saat mereka sudah berada di halaman rumah tersebut. Netranya berkeliling mengagumi keindahan yang tersaji di hadapannya.


"Iya, soalnya Om suka pemandangan seperti ini, selalu mengingatkan kampung halaman. Terutama rumah eyang," terang Om Arman.


"Masuk yuk," ajak Aunty Charlotte.


Senja mengangguk senang, entah mengapa moodnya sangat baik hari ini. Ia terus menyunggingkan senyum sejak pagi tadi, sejak Andra mengerti keinginannya untuk berkunjung ke rumah Aunty Charlotte, meski tanpa ia mengucapkannya.


Senja digiring ke dalam rumah oleh aunty, sedangkan para lelaki mereka tinggalkan begitu saja diluar.


"lhoh, istri Andra tadi di ajak kemana ya sama onty, Om?" setelah sampai di dalam rumah Andra celingukan mencari keberadaan sang istri namun tak di temuinya.

__ADS_1


Arman mengangkat kedua bahunya tak tahu, "biarin ajalah, Ndra. Paling urusan perempuan, kita berkegiatan laki-laki aja, ayo"


"Yaudah deh.."


Disaat keempat orang orang tersebut sudah asyik dengan kegiatan mereka masing-masing, Bayu datang bersama Nick juga supir yang selalu bersama Bayu sejak di Australia.


"Bisa-bisa pada ketinggalan pesawat tuh pasutri, pada enjoy banget bikin gue kelimpungan kayak gini," ucap Bayu begitu memasuki rumah Nick.


"Emang mereka mau lo ajak kemana lagi sih, Bay? padat banget kayaknya. Mereka itu honeymoon atau tour sebenernya?" kepo Nick.


"Ya tour honeymoon lah," jawab Bayu cuek. Ia terus berjalan dengan kepalanya yang celingukan di setiap ruangan.


"Emang ada gitu, tour honeymoon?"


"Ya buktinya ada 'kan? tuh Si Andra sama istrinya."


"Kok bisa?" Bayu menghentikan langkahnya dan menghadap Nick yang semula mengekorinya. Matanya memicing menatap orang yang kini berada di depannya.


"Ini rencana kalian semua juga kan?"


Nick mengernyit, "maksud lo?"


"Ck!" Bayu berdecak sebal sebelum berucap.


"Lo sama om dan onty kasih mereka hadiah honeymoon kesini. Terus bapak sama ibuk juga kasih tiket honeymoon ke Jakarta, eh si Angga juga ikut-ikutan. Udah gitu eyang gak mau kalah, masih aja ditambahin agenda mereka. Gue juga jadinya yang mesti urus perjalanan mereka," jelas Bayu panjang lebar.


"Hah? yang benar?" Nick melongo tak percaya dengan penjabaran Bayu, "Oh My God," lanjutnya disambung tawa dan gelengan kepala.


"Mana gue tau kalau mereka semua juga kasih hadiah seperti itu, kalau kami memang ingin Andra dan Senja singgah kesini, biar sekian berkunjung," bela Nick.


"Ya married ajalah," sahut Nick enteng.


"Sama lo?" ketus Bayu asal mangap.


"Gue masih normal ya, masih banyak cewek cantik yang mau sama gue."


"Emang lo pikir gak ada yang mau sama gue apa,"


"Nyatanya lo gak pernah pacaran," Nick mengendikkan bahunya acuh.


"Asem lo! Tapi bukan karena gue nggak laku ya, gue cuma belum srek aja."


Nick mengambil dua kaleng minuman bersoda dan memberikannya pada Bayu, "Udah duduk lo! Biar tenang nih minum dulu,"


Bayu segera meminumnya untuk membasahi tenggorokan yang terasa mengering sebab ia terus berteriak sejak tadi memanggil-manggil nama Andra.


Baru saja Bayu berdiri dari duduknya bermaksud hendak kembali mencari dimana keberadaan Andra, yang dicari pun sudah berdiri di depannya dengan penampilan yang segar.


"Nah, ini ni bocah yang seneng banget kalo gue kena omel eyang terus," omelnya pada Andra.


"Hehe.. sory, Bay. Gue abis renang tadi," Andra merangkul pundak Bayu dan berkata pelan di telinga asisten sekaligus sahabatnya tersebut.


"Gue lakuin ini buat si doi, biar doi bahagia dong. Bukannya tujuan lo ngawal kita buat honeymoon?" tanya Andra pada Bayu yang dibalas anggukan oleh Bayu.


"Nah, tujuannya honeymoon itu apa?"

__ADS_1


"Ya biar kalian berdua bahagia, terus buatin cicit buat eyang, terus-,"


"Terus hal yang paling utama apa?"


"Kalian happy, enjoy, seneng," balas Bayu seakan terhipnotis oleh pertanyaan-pertanyaan Andra.


"Utututuuu.. pinternya Mamas Babayku ini. Makanya, gue ajakin Senja kesini itu biar dia seneng, dia dapat pencerahan dari Onty," Bayu masih mengangguk menurut.


"Terus kalau dia udah happy, udah dapet pencerahan, jadi gue juga bisa dapet kesempatan,"


Bayu mengernyitkan alisnya dan menengok wajah Andra segera. "Kesempatan apa maksud lo?" tanya Bayu lemot.


Segera Andra mendekatkan mulutnya pada telinga Bayu dengan kedua tangan menutup kanan kiri pipinya agar perkataannya tidak terdengar orang lain.


"Bikinin cicit buat eyang," Mata Bayu membulat sempurna, "emang belum-"


Belum lagi Bayu selesai dengan pertanyaannya, mereka sudah dikejutkan dengan kedatangan Senja, Onty Charlotte beserta Om Arman.


"Jadi kalian udah langsung mau pamit nih? nggak nginep dulu barang satu malam disini?" tanya Aunty Charlotte penuh harap.


"I'm sorry Onty," sambar Bayu. "Tapi Bayu gak mau lagi di omelin sama nyonya besar kalau sampai jadwal yang sudah beliau susun berantakan," Bayu mewakili Andra dan Senja untuk menjawab.


"Maaf ya tante, Senja maunya nginep. Tapi gimana lagi kalau emang udah di jadwal," tutur Senja sedikit sedih.


"Oh no problem honey.. suatu saat kita bisa bertemu lagi, atau kalian berkunjung kesini lagi, rumah kami akan selalu terbuka lebar untuk kalian," Aunty Charlotte memeluk Senja dan menenangkannya.


"Jangan lupa semua yang sudah kita bicarakan tadi, ya?" bisik Aunty disela pelukan mereka.


Senja mengangguk, "terimakasih banyak, Onty. pesen Onty akan Senja ingat selalu,"


"Pada bisik-bisik apa sih ini cewek-cewek?" goda Om Arman yang sejak tadi berada di belakang mereka.


"Kepo saja Daddy,"


"Wuih, Onty dapat kosa kata baru tuh," sahut Bayu


yang membuat Aunty Charlotte dan Senja terkikik bersama.


Semua oleh-oleh sudah tertata rapi di dalam bagasi mobil yang akan membawa


Mau tidak mau, rela tidak rela, kunjungan singkat itu harus berakhir. Karena jadwal selanjutnya sudah menanti. Mulailah kembali tour honeymoon tersebut.


Bayu menghela nafas lega sesaat karena berhasil membawa Andra beserta istrinya untuk segera menuju ke tempat selanjutnya. Tapi setelahnya ia baru menyadari bahwa dirinya akan menjadi obat nyamuk seorang diri dalam perjalanan mengawal pasutri tersebut. Sebab supir yang semula menemaninya di Australia hanyalah supir yang bertugas sementara.


"Apes banget nasib gue, mesti ngawal orang bulan madu. Lagian eyang ada-ada sih, orang mau mesra-mesraan juga disuruh ngawal. Hiiih, gemes gue," gerutu Bayu di sepanjang perjalanan.


"Tujuan selanjutnya..." kening Bayu berkerut-kerut melihat halaman tab di tangannya.


"Maksudnya gimana ini, lagi-lagi bikin muter-muter otak gue kan. Mereka yang mau ehem-ehem, gue yang mumet."


"Nasib.. nasib..".


.


.

__ADS_1


Sabar ya Mas Bayu...🤭


__ADS_2