Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 15. Kegelisahan Andra


__ADS_3

...Selamat membaca📄...


......................


Setelah memasuki kawasan perumahan elite yang dikenalinya,


mata Andra membelalak kaget ketika menyadari bahwa mereka sampai pada sebuah komplek perumahan elite di daerah itu.


"Ini? Semog bukan kerumah itu! Semoga bukan kerumah itu. ." Batin Andra berulang-ulang.


Dia sangat gugup dan khawatir dengan keadaan yang sedang dialaminya saat ini, tiba-tiba Senja berucap dan membuyarkan kegugupannya.


"Berhenti di Masjid itu dulu ya mas! Udah mau adzan maghrib nih. . Sholat maghrib sekalian istirahat sebentar, capek kelamaan didalam mobil gara-gara macet tadi. Kalo nggak karena macet sih harusnya udah sampe daritadi ya?" Ucap Senja tersenyum manis dan menunjuk Masjid yang sudah nampak tak jauh di depan mereka. Andra merasa lega dan terpana sesaat, tapi kemudian ia segera mengangguk.


Mobil mereka pun berhenti diparkiran masjid yang lumayan luas. Andra dan Senja turun, meregangkan badan sebentar kemudian menuju tempat wudhu yang sudah tersedia untuk masing-masing pria dan wanita. Begitu sudah sampai di kamar mandi pria, Andra dengan cepat melepaskan semua perlengkapan yang sedari tadi melekat pada tubuhnya kecuali kaos dan celana yang dikenakannya. Ia merasa sangat lega dan langsung saja menghirup udara sebanyak-banyaknya. Setelah dari siang tadi tubuhnya tertutup rapat seperti itu, dan hanya terbuka sebentar saat istirahat sholat ashar. Disaat Andra keluar dari kamar mandi, ia dikejutkan oleh suara seseorang yang memanggilnya.


"Lho? Mas Andra. .Mas Andra pulang to, kok tadi bapak nggak lihat ya pas dari rumah?" Kata seorang bapak-bapak yang sudah agak tua menyapa Andra, ia terlihat berpikir dan mengingat-ingat sesuatu.


Andra yang baru sadar dari keterkejutannya menjawab kaku "I Iya Pak, baru aja kok ini. Memang aku belum sampe rumah, udah denger adzan jadi langsung mampir kesini dulu. . Baru nanti pulang setelah dari sini."


"Oo. . Ya sudah. Kalau begitu mari sholat dulu. Terus nanti pulang bareng." Ajak si bapak tadi.


Belum sempat Andra menjawabnya, bapak tersebut sudah berlalu.


Baru saja selesai sholat, bahkan sang imam dan yang lain masih berdzikir. Andra sudah langsung buru-buru beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk kembali mengenakan perlengkapannya sebelum bertemu lagi dengan bapak yang tadi. Dan ia pun langsung menuju mobilnya lagi, masuk kedalamnya sambil menunggu Senja datang. Beberapa saat kemudian Senja sudah terlihat keluar dari masjid dan menghampirinya. Mereka melanjutkan pekerjaanya lagi untuk mengantarkan pesanan terakhir milik satu orang pemesan, tetapi berjumlah lumayan banyak itu.

__ADS_1


Andra kembali merasa sangat khawatir kala mobil itu mulai mendekati sebuah rumah yang mempunyai pagar yang tinggi dan sangat kokoh. Dalam hatinya ia berharap agar Senja tidak ingin berhenti disana. Akan tetapi harapannya sia-sia ketika mendengar ucapan yang keluar dari bibir Senja.


"Berhenti didepan itu Mas! Dirumah yang pagarnya tinggi, warna gold dan ada bentuk singanya." Senja menunjuk bangunan yang sudah mulai terlihat pagarnya.


Deg.


Andra mengehentikan mobil itu seketika. Untung ia melaju dengan pelan dan berada di komplek perumahan yang sepi. Coba kalau di jalan raya, entah apa yang akan terjadi.


"Apa??"


"K**enapa harus kesini?"


"Pesen apa sih?"


"katanya gak percaya penjual online!"


"N**ah terus ini apa??"


"Ya Allah. . Selamatkanlah hamba dari singa itu."


Begitulah kira-kira yang berkecamuk didalam pikiran dan hatinya saat ini. Cukup lama Andra terdiam mematung, sibuk dengan pikirannya sendiri. Sampai-sampai ia tak mendengar suara Senja yang sedari tadi memanggilnya. Sampai Senja menepuk pundaknya, barulah ia tersadar.


"Mas! Kenapa berhenti mendadak gini sih? Kenapa juga disini? 'Kan rumahnya depan itu! Tinggal sedikit lagi." Ucap Senja sedikit kesal pada si supir.


"E. . Ma maaf Mbak." Jawab Andra terkejut dan bingung.

__ADS_1


Lalu ia kembali menginjak gas perlahan dengan perasaan was-was. Sampai didepan gerbang yang dituju, sudah ada satpam yang berjalan mendekat mendekat. Senja sudah membuka sedikit kaca mobil itu dan berteriak menyebutkan namanya, satpam yang merasa sudah tidak asing dengan nama yang disebutkan itu pun segera membuka gerbang lebar-lebar.


Mobil box yang dikendarai Andra dan Senja mulai memasuki halaman yang luas. Disana ada taman dan terdapat banyak jenis tanaman ditaman tersebut, juga ada kolam ikan di sudut halamannya. Perasaan Andra semakin tak menentu, padahal siapa juga yang akan mengenalinya dengan penampilan seperti itu? Dia saja yang terlalu khawatir ketahuan.


Eh tetahuan?


Memangnya itu rumah siapa coba?


.


.


Bersambung.


Mohon dukungannya ya🤗


Nggak berlebihan kok.😊


Tinggal klik like👍


Komen💬


Dan favorit aja❤


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2