Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 47. Kedatangan Nick Di Rumah Eyang


__ADS_3

...Selamat membaca😊...


...----------------...


Nick terpaksa menunda rencananya sesaat dan memutuskan kembali ke rumah Eyang Kumala, setidaknya ia sudah bertemu dengan Senja walau hanya sebentar. Hal tersebut sudah bisa ia jadikan sebagai bahan laporan untuk Angga juga eyang. Sedangkan Bayu segera menggoes sepeda Andra pulang menuju swalayan. Ia akan mencari Andra, dan akan berusaha menenangkannya, walau mungkin akan sedikit sulit.


Sesampainya di lantai atas swalayan, Bayu mencari-cari kebaradaan Andra. Tempat pertama yang ia tuju adalah ruangan pribadi milik Andra, namun tidak ada. Lalu ia menuju kamar tidur Andra, matanya menyapu sekeliling ruangan, namun kosong, sepi. Akan tetapi saat ia hendak keluar dari kamar tersebut, sayup-sayup ia mendengar suara orang juga air mengalir dari arah kamar mandi yang ada di kamar itu, ia segera menghampirinya dan mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Bos.. lo di dalem?" tak ada sahutan, ia pun kembali mengetuknya dengan lebih keras.


"Apa lo ada di dalam, Bos?" Bayu memanggil Andra dengan lebih mengeraskan suaranya dari sebelumnya. "Iya," sahutan singkat Andra membuat Bayu lega dan segera mendudukkan diri di sofa.


"Hah.. gue kirain ngapain. Semoga aja lo gak eror cuma gara-gara masalah kayak gitu, Bos." Gumam Bayu sesaat setelah dirinya duduk.


Ia kembali kepikiran dengan rencana ketiga orang terdekat Andra, apakah rencana itu akan berhasil? Apa bisa dibenarkan tindakan seperti itu? Bayu hanya berharap yang terbaik bagi Andra, semoga cara ini memang berhasil dan bisa membuat Andra segera bertindak cepat. "Yah.. semoga saja rencana ini berhasil." Tanpa sadar gumaman Bayu terdengar oleh Andra yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia masih mengenakan kimono mandinya dengan rambut yang masih basah.


"Rencana apa, Bay?" tanya Andra dari arah belakang Bayu, yang membuat Bayu kaget sekaligus gelagapan, bingung bagaimana untuk menjawab pertanyaan Andra. Otaknya dengan cepat memutar, memikirkan jawaban yang tepat agar Andra tidak merasa curiga. Ah.. dia benar-benar merasa seperti penghianat sekarang. Harus berpura-pura tidak tahu apa-apa, dan sedikit mengeles pada Andra.


Otak jenius Bayu segera menangkap sinyal, "itu Bos, rencana pembangunan cabang swalayan baru yang dibahas minggu lalu, semoga berhasil dengan baik." Terangnya seraya membalikkan tubuh mengahadap Andra yang ada di belakangnya.


Andra mengangkat kedua alisnya, entah mengapa ia merasa jika bukan itu yang dimaksudkan Bayu. Tetapi ia positif tingking saja, karena Bayu tidak mungkin akan membohonginya. "Oh.. kirain apa." Andra berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil setelan kaos panjang juga celana joger panjang, dengan gesit ia memakainya dengan masih dalam penglihatan Bayu. Hufft.. sorry Bos. Gue terpaksa melakukan ini semua, berkompromi dengan keluarga lo untuk ber'akting seolah tak tau apa-apa. Semua demi lo, Ndra. Gue juga mau lo segera bahagia.


"Ngapain lo ngliatin gue kayak gitu?" tegur Andra saat Bayu masih saja menatapnya tanpa berkedip, rupanya Bayu melamun. "Segitunya lo Bay, mikirin proyek pembangunan cabang. Udahlah santai, biar diurus sama mereka semua." Ucap Andra menepuk-nepuk pundak Bayu yang membuat Bayu segera tersadar dari lamunannya. "Ah iya Bos. Lo bener juga," kemudian ia menatap Andra yang rapih dengan setelan santai itu. "Lo mau kemana, Bos?"


"Pulang," jawab Andra singkat, ia mengambil jaket dan meraih kunci motornya di atas meja.

__ADS_1


Bayu mengernyit, "maksudnya ke rumah eyang?"


"Ya iyalah.. masak iya ke rumah ayah. Kejauhan dong, gimana sih lo?" Andra berjalan keluar kamar dan diikuti oleh Bayu, pengikut setianya.


"Gue ikut ah, kangen juga sama eyang." Bayu mensejajarkan langkahnya berjalan disamping Andra, membuat Andra berhenti dan menatapnya heran, " lo mau ngapain ikut ke rumah eyang? mau caper lo sama eyang gue?"


Bayu melirik Andra sinis, "sirik aja lo! Eyang Kumala itu eyang gue juga." Jawab Bayu jutek, Andra tergelak dan merangkul pundak Bayu yang tingginya sedikit berada di bawahnya. "Canda Bro. Gitu aja ngambeg kayak cewek." Mereka tertawa bersama sambil berjalan menuruni tangga.


Sementara di rumah Eyang Kumala, Nick baru saja menginjakkan kakinya di teras rumah dan segera menekan bel yang ada disamping pintu.


"Where are you Grandma?" Teriak Nick dari depan rumah itu, entah kenapa dirinya tidak langsung saja masuk kedalam. Dasar bule aneh.


Mendengar suara bel juga teriakan seseorang membuat eyang yang sedang bersantai di ruang keluarga bersama dengan Angga, segera beranjak dan keluar menghampiri arah suara. Setelah pintu terbuka, terlihatlah wajah tampan bule yang khas, dengan tinggi badan yang tidak wajar dan masih menggendong ransel di punggungnya.


"Maaf, Anda siapa ya? Dan ada perlu apa datang kemari?" Nick yang sudah tersenyum gembira sembari membentangkan tangannya hendak memeluk tubuh eyang, mendadak berubah lesu dan menundukkan kepalanya. "Kak Angga.. apa yang terjadi dengan Eyang? Bagaimana bisa dia lupa dengan cucu yang ter handsome ini?" rengek Nick pada Angga yang berada di sebelah eyang. Angga hanya mengendikkan bahunya dengan senyum geli melihat keduanya.


"Apa aku harus melakukan tes DNA, Grandma?" tanya Nick polos.


Eyang mendongak melihat Nick, "apa itu tes DNA? menyapalah dengan benar untuk membuktikannya!" perintah eyang, Nick melihat Angga meminta bantuan. Kenapa bisa serumit ini untuk menyapa neneknya sendiri, pikir Nick.


Angga menggerakkan bibirnya yang terlihat seperti sedang berkomat kamit, Nick menautkan alisnya tak mengerti. "Apa?" tanya Nick tanpa suara juga. Angga menepuk keningnya, ia masuk kedalam rumah dan membuat Nick reflek hendak mengikutinya tetapi segera dicegah oleh eyang.


"Come on, Grandma.. kasihanilah Nick yang baru saja datang dan belum istirahat, tetapi sudah memulai akting." Eyang hanya melirik tak peduli.


"Ayo, ucapkan salam dengan benar."


Nick tersenyum lalu mengucapkan salam, "assalmu'alaikum, Grandma.." diraihnya tangan eyang dan dikecup punggung tangannya. Kenapa ia bisa melupakan hal penting itu, rutuknya dalam hati.

__ADS_1


"Terus?"


"Apa lagi?" Nick tampak berfikir, berapa tahun ia tak datang ke rumah itu karena eyang yang datang dan tinggal di rumahnya, membuatnya lupa bagaimana ia harus menyapa sebelum memasuki rumah neneknya itu. Memori ingatannya berputar, mana kala sejak ia kecil saat datang ke rumah eyang, eyang pasti menyambutnya dan mengajarinya cara menyapa ala orang jawa sebelum diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Ya, meskipun ibu Nick adalah orang Amerika asli, tetapi ayahnya tetaplah anak eyang yang merupakan orang jawa. Eyang hanya ingin, Nick bisa sedikit belajar dan mengerti tata krama yang ada di jawa.


"Ku.. kul.." ingatan Nick samar-samar, eyang tersenyum tipis mendengarnya.


"Kula.. " Nick mengernyit dan berpikir keras, aduuh.. apa lanjutannya ya, kenapa susah sekali. Aku hanya meminta di ajari bahasa Indonesia, kenapa aku bisa lupa kalau grandma orang jawa asli dan masih menjujung tinggi jawanya.


Angga keluar dari dalam rumah mambawa papan tulis kecil yang terdapat tulisan 'kulanuwun' disana. Kedatangannya bagai malaikat penyelamat bagi Nick, senyum cerah langsung tersungging dari wajah putih bule itu. "Kulanuwun, Grandma.." Angga kembali menepuk keningnya, lalu menambahkan kata eyang di papan tulis yang dibawanya, Nick mengangguk cepat dan segera mengulangi ucapannya tadi.


"Kulanuwun, Eyang Kumala.. yang cantik jelita sepanjang masa." Nick kembali mencium punggung tangan eyang dan mencium kedua pipi eyang lalu memluknya erat. Eyang yang merasa bangga menyambut pelukan cucunya itu dengan erat. Nick mengacungkan kedua jempolnya pada Angga di belakang punggung eyang. Angga ikut terharu menyaksikan keduanya yang saling melepaskan rindu.


Merasa ada yang kurang beres dari cucunya, eyang segera melepas pelukan dan membalik badan ke arah Angga. Angga yang merasa ketahuan telah membantu Nick segera mentembunyikan papan tulis tadi dibalik punggungnya, eyang menatapnya curiga tapi segera dialihkan oleh Nick.


"Eyang.. Nick lapar."


"Kasihan sekali cucu bule ku ini, ayo Eyang kasih maem." Mereka berjalan ke dalam, Angga bernafas lega dan hendak menyingkirkan papan tersebut, tetapi kedatangan Andra juga Bayu menghentikan langkahnya.


.


.


Beraambung


Marhaban Ya Ramadhan


Tak terasa bulan suci Ramadhan sudah hadir kembali, saya memohon maaf apa bila ada salah kepada teman-teman semua🙏😊

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya, semoga kita selalu diberi kesehatan dan di kuatkan agar bisa menjalankan ibadah kita dengan baik. Aamin🤲


__ADS_2