Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 19. Ternyata. .


__ADS_3

...Selamat membaca🤗...


......................


Eyang jadi terpaksa harus membuat suatu kebohongan gara-gara cucu kesayangan yang tidak tahu diri itu. Eh, tapi mungkin itu bukan sepenuhnya bohong juga sih, karena Andra memang sedang sakit. Ya, ia menderita penyakit kekaguman tingkat akut yang sudah mulai menaiki fase menjadi 'BUNCIS'😅 Bucin miris. Yang dokter manapun tidak akan bisa menyembuhkan penyakitnya dan tidak akan ditemukan obatnya dimana-mana. Karena obatnya adalah dirinya sendiri yang harus berani mengungkapkan perasaan terpendamnya terhadap Senja. Barulah ia akan bisa sembuh.


Memang, memendam perasaan kagum, sayang, apalagi cinta itu sangatlah menyakitkan. Melebihi orang yang menahan kentut, ditahan bikin sakit perut, di keluarkan membuat malu. Tapi apapun dan bagaimanapun resikonya nanti, lebih baik perasaan itu baiknya segera di ungkapkan sebelum basi dan membusuk.


Andra membutuhkan banyak dukungan dari orang-orang terdekatnya untuk bisa mengalahkan rasa takutnya, dan membangkitkan keberaniannya agar bisa mengutarakan isi hatinya kepada Senja, pujaannya.


Kembali lagi pada eyang yang masih saja berusaha untuk merayu Senja agar mau menginap. Karena dengan begitu, Andra pun akan ikut menginap juga. Seperti pepatah yang mengatakan, dengan sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitulah pikir eyang.


"Nak Senja mau to menginap disini? Kalau ndak mau, Eyang mau ngambek aja." Ucap eyang sambil menyedekapkan tangannya di dada dengan bibir yang dimanyun-manyunkan ala anak ABG sedang ngambek.


Senja yang melihat hal itu pun tersenyum tertahan, " iya Eyang.. Senja akan menginap disini, jangan ngambek lagi dong, yha? Eyang jadi kayak Ria deh kalo ngambek gitu."


Mendengar jawaban Senja, mata eyang langsung berbinar bahagia, "yang bener?" eyang memengang kedua tangan Senja, " terimakasih, Nak Senja.. kamu memang cucu Eyang yang paling manis, dan juga baik hati."


Eyang lalu memeluk Senja yang dengan senang hati dibalas juga oleh Senja.


Senja tersenyum menikmati kenyamanan pelukan eyang, "Terimakasih banyak Eyang.. Eyang udah anggap Senja seperti cucu Eyang sendiri." Tetapi kemudian senyumnya berganti kesedian saat ia teringat akan neneknya yang sudah meninggal beberapa tahun silam. "Sejak simbah meninggal, Senja jadi nggak punya nenek lagi." Ucap Senja sendu.

__ADS_1


Eyang melepas pelukannya lalu melihat Senja yang mendukkan kepala, tangannya meraih dagu Senja dan menatap wajah sedih gadis itu. "Kok kamu malah jadi sedih disaat Eyang bahagia begini?" Eyang menatap kedua mata bening Senja yang berkaca-kaca. "Eyang akan dengan senang hati menerima kamu sebagai cucu. Disamping Eyang tidak punya cucu perempuan.. lagipula, nenek mana yang tidak mau mempunyai cucu seperti kamu."


"Eyang berlebihan ah. Senja itu apa sih? Cuma remukan rempeyek yang udah tengik. Bahkan ayam aja nggak mau untuk memakannya," tutur Senja merendah.


Eyang tertawa lebar mendengar omongan Senja yang malah terdengar seperti pelawak. "Ini yang Eyang paling suka dari kamu. Kamu itu selain manis, baik hati, ramah, sopan santun, mandiri, tapi kamu ini juga lucu. Selalu bisa membuat Eyang tertawa."


"Udah dong Eyang ngolok-oloknya. Nanti bisa-bisa Senja terbang lagi." Senja tersipu mendengar semua pujian eyang padanya.


"Eyang itu memuji kamu. Kok malah dibilang ngolok-olok." Kamu memang gadis yang lugu Senja, Eyang akan sangat bahagia jika kamu bisa berjodoh dengan salah satu cucu Eyang, terutama Andra yang juga polos seperti kamu. Lanjut eyang dalam hati.


"Makasih, Eyang.. Eyang baik banget sama Senja." Senja kembali memeluk Eyang Kumala , "Senja sayang banget sama Eyang, sehat terus ya Yang, panjang umur. Biar kita bisa terus sama-sama seperti saat ini."


Eyang tersenyum dan mengelus kepala Senja, matanya berkaca-kaca merasa terharu dengan penuturan gadis di pelukannya itu. Ternyata begini rasanya punya cucu perempuan, menyenangkan.


Jadi eyang terpaksa tinggal di rumah sebesar itu hanya dengan para asisten rumah tangganya. Makanya eyang merasa sangat senang dengan kehadiran Senja sejak beberapa tahun lalu yang berhasil mengusir rasa kesepiannya.


Tak mau terus berlarut dalam rasa haru, eyang segera menyuruh Senja untuk membersihkan dirinya.Yowes.. sekarang kamu mandi dulu sana! Pakaiannya biar disiapkan sama Asih," titah eyang pada Senja.


"Maksudnya, Eyang? Kan Senja nggak bawa baju ganti, biar Senja pakai baju ini lagi nggak apa-apa kok."


"Jangan pakai itu lagi. Kan sudah kena kringet, kena hujan juga dipakai seharian. Sudah sana cepetan ke kamar." Perintahnya pada Senja tak bisa lagi diganggu gugat. Lalu beliau segera memangil Mbak Asih untuk mengantar Senja ke kamar yang dimaksudkan.

__ADS_1


Senja yang masih bingung hanya bisa menurut saat Mbak Asih mengajaknya ke sebuah kamar, dan menunjukkan letak kamar mandi juga ruangan ganti baju yang ada di dalam kamar tersebut.


Ia berdecak kagum kala memasuki kamar itu, "waah.. Ini kamar siapa, Mbak? bagus banget. Nuansanya girly, feminim banget lagi. Bukannya eyang nggak punya cucu perempuan ya?"


Mbak Asih hanya menanggapinya dengan tersenyum, ia pun hanya melaksanakan perintah dari eyang sang majikan.


"Bentar.. bentar, aku kenal sih beberapa barang yang ada disini. Ini kan.." Senja mengernyitkan keningnya mengingat-ingat.


"Iya.. beberapa barang-barang di kamar ini memang dari toko Mbak Senja." Jelas Mbak Asih yang kemudian pamit untuk kembali ke tempatnya, sebelum Senja kembali bertanya hal-hal yang akan membuatnya bingung untuk menjawab.


Senja semakin heran. Memang sih eyang sering memesan barang seperti seprei, kelambu, hordeng bernuansa girly. Bahkan boneka, pakaian, hijab, sampai pada sabun wajah juga pasta gigi dipesan olehnya di toko Senja. Entah itu memang dibutuhkan atau hanya sekedar agar bisa berjumpa dengan Senja saja. Senja sendiri merasa tidak enak kalau harus menanyakannya kepada eyang, jadi dia hanya melayani sebagaimana mestinya seorang penjual saja.


"Jadi.. semua barang-barang ini.." gumamnya.


Mata Senja membola sempurna kala mengingat jika barang-barang tersebut memang berasal dari toko miliknya, ia memandang sekeliling dan menyadari jika kamar tersebit persis dengan yang ada di postingan instagramnya beberapa waktu yang lalu.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Mohon dukungannya😊 berupa like, komentar positif, favorit dan vote juga boleh banget🥰.


Terimakasih🙏


__ADS_2