Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
Bertemu Keluarga Aunty Charlotte


__ADS_3

Pagi menyapa kedua insan yang masih asyik berpelukan di bawah selimut. Ini bukan pertama kalinya mereka tidur bersama, namun rasanya sungguh berbeda di bandingkan dengan malam-malam sebelumnya.


Setelah sama-sama saling mengungkapkan perasaan masing-masing, keduanya merasa sebagai pasangan yang sesungguhnya. Sehingga tiada kecanggungan lagi saat hendak memejamkan mata bersama dalam satu balutan selimut.


Senja menggeliat pelan, ia merasakan ada yang memeluk pinggangnya. Senyum tersungging di bibirnya saat ingat pernyataan cinta Andra terhadapnya. Seakan dunia di penuhi oleh bunga-bunga dan kupu-kupu yang beterbangan.


Gadis itu berbalik dan mendapati wajah tampan dengan mata yang masih terpejam. Wajah itu tersenyum, entah apa yang di impikannya. Sepertinya sesuatu yang sangat indah, sehingga ia bisa tersenyum dalam tidur padahal hari sudah pagi.


"Mimpi apa aku dulu, bisa punya suami setampan ini dengan wajahku yang pas-pasan, hihi.." Senja menahan tawa merasa lucu pada dirinya sendiri.


Kemudian ia memilih untuk bangun terlebih dahulu dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sesaat setelah terdengar suara pintu kamar mandi tertutup, Andra membuka mata dan tertawa.


"Ya ampun, hampir aja gue ketawa. Gemes banget sih ma Senja, kenapa coba dia ngliatin gue kayak gitu. Untung aja gue masih bisa tahan tadi,"


Ternyata Andra sudah bangun saat Senja menatap wajahnya dalam waktu yang lumayan lama.


"Cek rencana hari ini deh, bakal kemana ya,"


Belum sempat Andra membuka ponselnya, sudah ada yang memencet bel kamar yang ia tempati. Saat membuka pintu, ia mendapati hanger pakaian yang sudah terdapat pakaian yang akan ia dan Senja kenakan hari itu. Juga sudah ada kereta makanan, Andra membawa semua itu ke dalam kamar berbarengan dengan Senja yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Gleg.


"Pemandangan apa ini.."


Andra melihat Senja yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, dengan hanya mengenakan kimono pendek di atas lutut. Aroma segar dari shampoo dan sabun yang Senja pakai menguar membuat gairah Andra bangkit tiba-tiba.


"Oh my God," teriak Andra dalam hati.


"In ini pakaian kita hari ini, Dek. Mas mandi dulu," dengan secepat kilat Andra lari menuju kamar mandi.


Senja yang tak menyadari bahwa penampilannya sangatlah sexy, hanya mengendikkan bahu acuh. Lalu ia mengambil dress yang tergantung di hanger dan mengenakannya segera. Jilbab yang matcing dengan gaunnya pun juga sudah tersedia.


Sementara di dalam kamar mandi..


"Ini baru hari pertama disini aja udah kayak gini, gimana mau seminggu coba? bisa-bisa kita beneran honeymoon kalau kamu kayak gitu terus, Dek." Gerutu Andra.


Ia pun mulai mengguyur tubuhnya di bawah shower, berharap hawa panas dalam tubuh bisa sedikit mereda.


Seusai sarapan pagi, kedua pasangan baru itupun memulai perjalanan liburan mereka. Ini hari pertama mereka nge-date yang sesungguhnya. Mereka bergandengan tangan danntak lupa senyum merekah selalu tersungging di bibir keduanya.


Pengawal juga tour guide mereka sudah menunggu di lantai bawah, saat melihat tuan mereka keluar dari pintu hotel, kedua orang itu membukakan pintu mobil untuk Andra dan Senja.


Mereka mulai menjelajahi berbagai destinasi wisata yang ada di negeri kanguru tersebut.


Hari pertama mereka mengunjungi Taronga Zoo Sydney. Mereka naik kapal feri dari Circular Quay untuk menyaksikan jerapah yang menjadi daya tarik tersendiri di kota tersebut. Juga ada sekitar 4.000 satwa asli nan eksotis yang mendiami kebun binatang tersebut.


Hari selanjutnya pun tak kalah seru, ada saja agenda yang mereka lewatkan disana. Dan terus berlanjut sampai hari ke-6. Berpacaran halal ala Andra dan Senja membuat pengawal mereka ter iri-iri dan gigit jari.


Di hari ke tujuh alias hari terakhir mereka disana, mereka di kunjungi oleh keluarga sang paman. Ya, Om Arman dan Aunty Nichole dan tak lupa anak semata wayang mereka Nick, datang ke hotel tempat mereka menginap. Untuk menyampaikan salam perpisahan sebelum kedua keponakan mereka meninggalkan negri tempat tinggal mereka.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya sang tante sangat ingin mengunjungi Andra dan Senja sejak hari pertama mereka tiba di negara tersebut. Tapi tentu saja sang suami melarang, mana ada mengunjungi pasangan honeymoon. Bisa mengganggu nanti.


"Hai Senja, ponakan Aunty yang paling cantik, dan makin hari semakin cantik saja," Seru Aunty Charlotte begitu berjumpa dengan pasangan muda itu.


Ia memeluk Senja dan mereka pun bercipika cipiki.


"Aunty.." seru Senja tak kalah bahagia.


"Alhamdulillah baik, Aunty sekeluarga apa kabar?" Senja balik tanya sembari membalas pelukan hangat sang tante.


Mereka bertemu di restoran hotel tempat Andra dan Senja menginap saat sedang sarapan.


"Baik, semua sehat. Cuma satu itu saja yang kurang baik, soalnya masih saja jadi playboy dia," balas Aunty Charlotte dengan matanya melirik pada Nick.


"Oh come on, Mom. Selalu seperti itu kalau bahas Nick." Nick yang merasa sedang di sindir pun melayangkan protesnya.


"Biar saja, memang begitu kenyataannya kok," sahut Aunty Charlotte.


Yang lainnya hanya tertawa melihat Nick yang cemberut.


"Makanya, Nick. Sadar umur, udah saatnya tobat lo!" ucap Andra.


"Bener tuh, Om juga setuju, Ndra. Nih Nick, contoh Andra, masih muda aja udah berani ambil tanggung jawab, menikah dan punya istri, kan hidupnya bahagia," kini Om Arman ikut berkomentar.


"Bukan cuma gonta ganti cewek terus nggak jelas, mana yang mau di jadikan istri, setiap hari keluyuran, dan sering galau gak jelas," lanjut Om Arman yang mana membuat sang putra semakin melipat wajahnya.


"Bentar, Aunty tidak lihat keponakan tiri Aunty yang paling penurut itu, dimana dia, Ndra?" tanya Aunty Charlotte saat menyadari sesuatu.


Senja ikut celingukan melihat ke arah yang di tengok Aunty Charlotte.


"Siapa lagi kalau bukan Bayu, Senja."


"Lhah, emang Pak Bayu ikut kesini, Mas?" tanya Senja menengok pada Andra dengan tangannya menepuk paha suaminya itu.


Andra mengangguk pelan, lalu menengok arah belakang meja yang mereka tempati. Otomatis semua yang ada disana menengok ke arah yang di maksud oleh Andra. Disana ada sesosok pria yang berpenampilan misterius, dengan seorang supir yang selalu mengantar Andra dan Senja selama berada disana.


Dan yang di tengok pun membuka topi dan kaca mata, serta jaket dengan resleting setinggi leher yang semula ia kenakan. Wajah dengan tawa kikuk nampak dari sebaliknya, ia mengangguk ke arah meja yang di tempati Senja dan lainnya.


"Wah, elo Bro! Pantas saja gue daritadi seperti nyium bau lo, ternyata memang ada disini." Ucap Nick dengan nada khas bulenya, sembari berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Bayu.


"Jadi.. pengawal misterius yang jemput sejak dari bandara sampai sekarang itu, Pak Bayu? ya ampun, aku bener-bener gak nyadar loh!"


"Maaf ya, Pak Bayu.." Senja menangkupkan kedua tangannya ke arah Bayu.


"Santai aja, Nja! Anggep aja gue angin lalu yang sepoi-sepoi," jawab Bayu dengan melirik Andra yang duduk membelakanginya. Sendang yang di lirik santai saja menikmati minumannya.


"Ih, Mas Andra sih nggak bilang kalau yang ngawal kita Pak Bayu, aku kan jadi malu,"


"Nggak papa, Dek. Seperti yang dia bilang, anggap dia angin lalu aja. Asal jangan jadi angin tornado aja sih," balas Andra.


"Wah, emang tega tu orang. Bukan lagi di anggep nyamuk, sekarang di anggep angin gue. Nggak inget apa, kalau bukan karena gue niupin balon-balon raksasa bentuk lope-lope mana bisa dia sekaran empet-empetan sama Senja," gerutu Bayu dalam hati.

__ADS_1


"Lo bakal stay disini dulu 'kan, Bay?" tanya Nick pada Bayu.


Bayu menjawab setelah menyesap jusnya, "enggak, Nick. Gue masih ada tugas negara yang harus dilaksanakan. Gue musti ngawal penganten baru itu kemana pun mereka pergi,"


"Tugas dari ibu negara ya,"


Bayu mengangguk sebagai jawaban.


"Uwh uwh.. kasian ponakan tirinya Aunty," kini Aunty Charlotte berdiri dan menghampiri meja Bayu juga.


"Ini Aunty kasih hadiah biar kamu nggak galau lagi kalau masih harus menjadi obat nyamuk."


Aunty Charlotte nampak merogoh saku blazer yang di kenakannya, lalu ia keluarkan tangannya dengan jari membentuk hati.


"Saranghae," seru Aunty Charlotte sambil tertawa lepas.


Semua otang yang sudah penasaran menunggu dengan serius, sontak tertawa terbahak-bahak melihat wajah shok Bayu yang kerjai oleh Aunty Charlotte.


"Mom, kasian Bayu dong, jangan gitulah," tegur sang suami seraya mengusap air matanya karena saking serunya ia tertawa.


"Oke-oke.. maaf ya Babay sayang, kali ini beneran. Coba cek hape kamu," ucap Aunty setelah beberapa saat ia mengoprasikan ponselnya.


Entah apa yang ia kirimkan pada Bayu, hal tersebut bisa membuat mood pemuda itu membaik seketika setelah melihatnya.


Beberapa orang saling pandang, dan yang lainnya mengendikkan bahu 'entahlah'.


"Hari ini rencana kalian gimana, Ndra?" tanya Om Arman setelah sang istri sudah kembali duduk di tempatnya. Dan mereke memulai sarapan mereka.


"Gak tau, Om." jawab Andra tetap asyik dengan sarapannya.


"Kok nggak tau , Andra? Kalau gak ada rencana ayo ke rumah Aunty saja, ya Senja?"


Senja mengangguk antusias sebagai jawaban.


"Eitss, gak bisa Aunty. Mereka sudah ada jadwal lain hari ini," sahut Bayu dari arah mejanya.


"Kamu ini, Bay. Pelit sekali," gerutu Aunty.


"Bukan begitu, Aunty. Bayu juga cuma menjalankan perintah aja. Selama tour mereka ini, Bayu ditugaskan sebagai manajer mereka oleh nyonya besar,"


Aunty Charlotte menghela nafas pelan, "iya-iya, Aunty tau. Kapan-kapan kamu harus kembali dan ke berkunjung ke rumah Aunty ya, Senja?"


"Insyaallah, Aunty. Senja ikut Mas Andra aja,"


Andra menoleh ke arah sang istri dan tersenyum, tangannya mengelus kepala Senja yang terbalut hijab.


"Sabar ya sayang," ucapnya.


Senja menangkap ekspresi lain dari wajah sang suami saat berucap kepadanya. Apa ada yang di rencanakan oleh suaminya?


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2