
...Selamat membaca🤗...
...----------------...
Mau tak mau Senja haru mau dan hanya bisa menuruti perkataan eyang. Ia mencoba menghubungi temannya yang kata dia orang Gunungkidul itu dengan perasaan was-was. Pasalnya, teman yang ia sebutkan tadi orangnya sangaaat cerewet, jujur dan apa adanya. Hal itu memang bagus sih, tapi sekarang saja ia sudah merasa canggung dan malu, bagaimana nanti kalau ditambah temannya itu. Bisa-bisa dia mati kutu.
Setelah mencoba menghubungi nomor temannya beberapa kali, barulah ada jawaban dari seberang sana.
Senja : "Hallo, Assalamualaikum Mbak Juli."
Juli : "Waalaikumsalam Mbak Senja, gimana? Ada apa ya? Apa ada yang ndak beres sama pesenanku? Apa masalah pembayaran? Kayaknya kemarin itu sudah tak transfer lho."
Belum juga dijawab oleh Senja, tapi yang disana sudah nyerocos aja kayak kereta api. Biasalah ya jiwa emak-emak.
Senja : "Enggak Mbak! Bukan itu kok. Masalah orderan aman, tenang saja."
Juli : "Lha terus apa yo?"
Senja : "Begini Mbak Juli . . ."
Senja lalu menjelaskan kepada Mbak Juli apa maksudnya menelepon dengan secara detail dan terperinci, panjang lebar kali tinggi agar tak ada yang terlupakan sedikitpun.
Juli : "Waah. . Asyik itu piknik bareng-bareng, pengeeen. Tapi sayangnya, kalau sekarang saya ndak bisa. Saya lagi ada acara je di luar kota. Maaf banget yo Mbak Senja, waduhh piye iki." Jawabnya dengan sangat menyesal.
"Alhamdulillah, Ya Allah. Engkau menyelamatkan hamba. Batin Senja merasa lega.
Senja : "Oh, gitu ya? Nggak papa kok Mbak kalau gak bisa, lain kali aja mungkin ya kalau ada kesempatan lagi."
Juli : "Yowes, kapan-kapan lagi yo Mbak Senja. Kangan kapok lho!"
Senja : "Insyaallah enggak Mbak. Yaudah silahkan dilanjut lagi acaranya, aku juga mau lanjut lagi perjalanan, biar nggak kesiangan. Assalamualaikum."
Juli : "Waalaikumsalam wr. wb."
Tut.
"Dia nggak bisa ikut Eyang, lagi ada acara keluarga di luar kota katanya." Ucap Senja dengan raut wajah sedih stelah mematikan sambungan telponnya.
Eyang yang menyimak sedari tadi menenangkan Senja. "Yasudah ndak apa-apa, kita berlima saja juga sudah rame to."
"Tapi tadi Mbak Juli merekomendasikan beberapa pantai yang bagus lho Eyang, Eyang mau kemana dulu?"
"Semuanya saja kita kunjungi." Jawab eyang dengan santainya.
"Hah! Yang bener aja? Ini sih bisa-bisa nginep dipantai kita." Batinnya terkejut.
"Apa nggak berlebihan Eyang? Pantai di Gunungkidul itu buanyaak buanget loh!"
__ADS_1
"Yha nggak apa-apa to?! Sekali-kali kamu itu liburan sama Eyang. Sudah bertahun tahun Eyang menantikan hari ini." Ucap eyang gembira.
"Maksudnya Eyang apa sih?"
Tak berapa lama kemudian, mereka sampai juga ditujuan pertamanya, yaitu Pantai Kukup.
Pantai yang memiliki gazebo diatas karang. Udaranya yang sangat sejuk, sangat cocok digunakan untuk melepas lelah View nya sangat bagus pada saat matahari terbit atau sering disebut sunrise, bahkan saat matahari terbenam (Sunset).
Tanpa membuang banyak waktu lagi, eyang langsung saja mengajak Senja naik keatas melewati jembatan yang menuju gazebo.
Mereka berselfie ria bersama.
Cekrek
Cekrek
Upload.
Pindah.
"Hah?? Fix menjelajah pantai kalau ini mah."
Sebelum pindah, eyang mengajak Senja untuk membeli oleh-oleh. Ada yang berupa makanan seperti udang crispy, kepiting crispy, undur-undur crispy, peyek undur-undur, peyek ikan kecil-kecil, juga kripik rumput laut. Tak lupa juga oleh-oleh yang bukan makanan, seperti beberapa kaus pantai, topi pantai (meskipun ia sudah memakainya), bingkai foto, hiasan pintu yang terbiat dari kerang, banyak lagi yang lainnya.
Setelah puas berbelanja, mereka menuju ke pantai yang ke dua, yaitu Pantai Sepanjang. Pantai yang memang sangaat panjang dan juga pernah digunakan sebagai tempat untuk Turnamen Voli Pantai Tingkat Asia pada tahun 2015 lalu.
Cekrek
Cekrek
Upload lagi di story WA, dibagikan ke cerita di IG masing-masing.
Terus lanjuut. .
"Eyang semangat banget sih. . Nggak ngerasa capek, nggak ngerasa laper juga? Masak aku yang muda kalah sih. Oke, semangat Senja💪💪."
Puas berselfie di Pantai Sepanjang, eyang segera mengajak semuanya untuk menuju pantai yang berikutnya. Pantai yang ke tiga, ialah Pantai Ndrini.
Disini Senja menyempatkan diri untuk bermain kano, sedangkan eyang memilih untuk menangkap ikan kecil-kecil menggunakan jaring yang dijual oleh beberapa penjual yang ada. Kedua asistennya setia mengikuti eyang, dengan Mbak Asih yang membawakan ember kecil guna menaruh ikan yang nantinya didapat oleh eyang (ya kalau seumpama dapat lho ya, soalnya nggak semudah itu nagkepnya🤫). Mbok Munah membawakan payung untuk eyang agar eyang tam kepanasan. Biasalah kalau sultan mah bebas ya😎.
Weiitss. . Pak Santo tentunya juga kebagian tugas dong. Malah tugasnya yang paling berat, yaitu membawakan tas-tas ransel kecil milik eyang juga Senja yang tentunya berisi barang-barang berharga milik eyang dan Senja. Sedang barang-barang keperluan lainnya seperti sendal, cemilan juga minuman mereka taruh di tikar yang disewakan disana.
__ADS_1
Setelah selesai bermain-main mereka segera berganti pakaian dan akan berpindah tempat, lagi. Setelah sebelumnya tadi beristirahat sebentar menikmati deburan ombak Pantai Ndrini ditemani dengan es kelapa muda yang dijajakan penjual yang ada. Tak lupa foto-foto mereka diabadikan oleh fotografer keliling yang menawarkan jasanya. Hitung-hitung bagi-bagi rezeki, begitu kata eyang.
Lalu eyang dan pasukannya berpindah ke Pantai Krakal. Pantai yang terdapat banyak gazebo kecil dan juga mempunyai anak pantai disebelahnya. Airnya sangt jernih, ada banyak rumput laut juga didalamnya. Ikan-ikan cantik berlarian kesana kemari.
Mereka memutuskan untuk istirahat makan siang didekat patung ikan berduri, eh duri ikan maksudnya yang ada di bukit Pantai Krakal. Dibukit tersebut udaranya sangat sejuk, dan kita akan disuguhi pemandangan lautan lepas yang tak berujung. Akan membuat otak kita kembali fresh dan segar, penat hilang setelah dari sana. (Menurut pengalaman pribadi Autor sih begitu, kalian buktikan saja kebenarannya dengan datang langsung kesana ya😊)
Dari Pantai Krakal, rombongan Senja lanjut menuju Pantai Indrayanti.
"Stop Eyang! Kalau terus-terusan masih banyak banget pantai yang lainnya. Apa iya bener-bener mau dijelajahi semua? Sekarang aja udah sore loh. Apa kita mau menginap di pantai?" Cegah Senja hampir menyerah.
"Wah. . Ide bagus itu, Ndok!" Ucap eyang berbinar.
"Santo! Segera cari tempat buat kita menginap. Mau dipantainya, ataupun di penginapan terserah, yang penting nyaman dan aman!" Perintah eyang telak yang langsung dilaksanakan oleh Pak Santo.
"Asih. . Perlengkapan yang lainnya siap to?" Eyang kembali memberi komando kepada asisten yang lainnya.
Mbak Asih hanya mengangguk mengiyakan. Sebenarnya Senja hanya kebagian enaknya seperti duduk manis, bermain-main, berselfie, terserah aoapun yang mau dia lakukan. Karena semua keperluan sudah dipikirkan oleh eyang dan disiapkan oleh ketiga asisten eyang yang sigap dan siap sedia.
"Hah??😲😳 Se se seriusan Eyang?" Senja tak percaya dengan apa yang dilaminya.
"Holkay memang beda ya? Kalau punya uang apa aja bisa dilakukan dengan mudahnya."
"Kamu ndak usah khawatir sama toko kamu! Semuanya beres sama Eyang, tanpa kendala sedikitpun." Perkataan eyang kembali membuat Senja bingung.
Senja semakin tak mengerti dengan apa yang dimaksud eyang. Tapi tak diijinkan untuk bertanya lagi. Dia diajak oleh eyang bermain air dipantai. Hari sudah tidak lagi terik, menjadikannya nyaman untuk bermain-main pasir. Yang kemudian nanti langsung bersih-bersih mandi karena sudah menjelang maghrib.
Selesai mandi, dia menikmati suasana sore sambil melihat sunset.
Tanpa disadari olehnya sejak tadi ada yang mengambil potret dirinya diam-diam.
Siapakah gerangan orang itu?
.
.
Bersambung🥰
Mohon dukungannya buat Senja dengan kasih like, komentar possitif, favorit dan vote❤
Terimakasih😊🙏
__ADS_1