
...Selamat membaca🤗...
...----------------...
Sepasang mata menatap sinis Andra yang bersiul bahagia, akan tetapi bibirnya tersenyum sempurna. Kayak gimana ya wujudnya, entahlah, author sendiri juga tak tau.
Andra sampai pada kamarnya yang berada di lantai dua swalayan, ia langsung merebahkan dirinya di tempat tidur dan memeluk guling dengan senyum merekah yang masih setia menghiasi wajah tampannya.
"Akhirnya.. aku bisa jalan bareng sama Senja, meskipun cuma sekedar makan siang dan nemenin dia belanja sih." Ucapnya pada diri sendiri.
"Ekhem.." suara dehem menghentikan aksi guling-guling tak jelas Andra di kasur empuknya, ia menengok ke sumber suara tersebut. Ternyata Bayu sudah bersandar pada pintu dan melihatnya seperti itu sejak tadi. "Cieee... yang barusan abis nge-date sama pujaan hati," godanya pada Andra.
"Hey, Bay. Thankyou very much brother.. berkat lo akhirnya gue bisa jalan bareng sama Senja." Andra beranjak dari tidurannya dan reflek memeluk Bayu karena rasa bahagianya yang tak terkira. "Sama-sama, Bos. Udah kewajiban gue lah buat bantu lo, dan mastiin lo selalu bahagia," Bayu menepuk-nepuk punggung sahabatnya itu. "Ah.. terharu gue dengernya," ucap Andra seraya melepaskan pelukannya.
"Lo mau apa nih sebagai hadiah.."
"Gak perlu, Bos. Lo kayak sama siapa aja." Bayu mengibaskan tangannya.
Andra mengangguk-angguk, ia sudah menduga jika Bayu akan menjawab seperti itu. Tetapi tiba-tiba ia teringat sesuatu, "o iya Bay, ngemeng-ngemeng dulu lo pernah menyalah gunakan email gue ya? Pas masih di Jakarta," tanya Andra dengan mata menyipit menatap Bayu curiga.
Deg. Apa maksudnya ini? Baru aja bahagia sampe thankyou-thankyou, sekarang udah curigain gue kayak gitu. Gerutu Bayu dalam hati.
"Maksud lo apa?" Bayu membalas tatapan Andra dengan dengan tatapan heran.
__ADS_1
"Tadi pas gue nyari Senja muter-muter di swalayan, tiba-tiba ada cewek yang kenal gue ngaku bernama Reya, dan dia itu katanya temen kampus kita dulu waktu di Jakarta." Andra menerangkan perjumpaannya dengan Reya tadi.
Mata Bayu membulat sempurna mendengar perkataan Andra, ingatannya langsung menuju pada waktu setahun yang lalu saat masih berada di Jakarta, sebelum mereka datang ke Jogja. Gleg. Bayu meringis memamerkan deretan gigi kelincinya pada Andra seperti orang bodoh, sedangkan Andra memutar bola mata malas. Ia sudah faham, semua itu pasti ulah dari asistennya itu.
"Maap, Bos.. abisnya kasian cewek secantik dan se-seksi itu di anggurin, lagian gue juga cuma bantuin doang kok, nggak ngapa-ngapain." Bayu mengakat tangan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya tanda damai pada Andra.
"Udah ketebak. Gila lo!" Andra berjalan menuju sofa dan mendudukkan bokongnya disana.
"Jadi tuh cewek sekarang disini, Bos?" Bayu mengekor di belakang Andra, ikut duduk di samping lelaki itu.
"Hm," Andra menjawab malas. "Gue gak mau tau ya Bay, lo mesti cepet-cepet beresin urusan lo sama cewek itu," lanjutnya.
"Iyaa.."
" Soalnya gue gak mau, dia bikin Senja salah paham sama gue. Gue 'kan sukanya cuma sama Senja, gak bakalan tergantikan."
Andra menaikkan sebelah alisnya, merasa aneh dengan panggilan Bayu. Oops, keceplosan deh gue. Bayu segera mencari alasan untuk pergi dari hadapan Andra. " Gu.. gue ada urusan, Bos. Duluan ya," belum sempat Bayu melangkah, Andra sudah meraih kerah belakang lelaki itu. Bayu menelan ludahnya dengan susah payah, ia merutuki dirinya yang tak bisa mengontrol mulutnya yang lemes. Andra membalikkan Bayu dan tersenyum yang dibuat-buat saat Bayu sudah menghadapnya, "mau kemana asisten sejuta ide kesayangan?"
"Itu Bos, tadi manajer di bawah ngajak rapat. Iya.. rapat," jawab Bayu agak kebingungan. "Bokis lo!" Andra tau jika Bayu hanya mengada-ada. "Karena Sultan memanggil hamba, jadi hamba kesini dulu. Begitu Sultan.." perkataan Bayu menjadi semakin konyol saat dirinya merasa tersudut atau takut pada Andra.
"Kita baru aja rapat beberapa hari yang lalu Bay, jadi stop bersikap aneh. Gue juga gak bakalan makan lo kok." Andra menyedekapkan tangannya di dada. Perdebatan aneh dan tak penting mereka berdua terus berlanjut.
Semantara di seberang sana, tepatnya di ruko Senja, ia mendapat wawancara dadakan dari Lala begitu sampai di hadapan Lala dkk. Pertanyaan tentang dia dari mana, dan ngapain aja. "Belanja bulanan, nih.." jawab Senja santai seraya mengangkat dua kantong besar belanjaannya tadi, dan meletakkannya di meja. Lala mengangguk-angguk mengerti dan kembali melaksanakan pekerjaannya yang sempat tertuda karena kedatangan tamu comel yang tak di undang.
__ADS_1
♡♡♡
Hari berganti, saat toko baru saja buka, Senja sudah kedatangan seorang pengunjung. Seorang lelaki berwajah tampan, dewasa, berbadan tegap dan gagah tiba-tiba datang mengejutkan aktifitas paginya.
"Permisi.." ucap pria tersebut yang sudah berdiri di depan pintu kaca toko Senja.
Lala yang baru saja tiba di toko dan melihat lelaki itu berdiri di depan pintu, segera menghampiri dan bertanya kepadanya, "emm maaf, Pak. Ada yang bisa kami bantu?" sapa Lala ramah kepada si pria. Lelaki itu segera menoleh ke arah Lala, mengernyikan dahinya dan menjawab pertanyaan Lala dengan pertanyaan juga. "Apa kamu karyawan disini?" Lala tersenyum dan mengangguk cepat. Lelaki itu membalas senyumnya dengan senyum manis, dalam hitungan detik Lala terhipnotis oleh pesona lelaki tampan di hadapannya itu. "Malaikat tak bersayap datang di pagi hari.."
"Saya melihat tanda kalau toko ini sudah buka, tapi saya belum mendapat sahutan apapun dari tadi, bisa bantu saya bertemu dengan pemilik toko ini?" perkataan lelaki itu membuat Lala tersadar dari keterpukauannya. "Ah iya.. mungkin Mbak Senja lagi sibu di dalam, dan tidak mendengar ucapan Bapak. Mari ikut saya," Lala segera masuk dan diikuti oleh pria tersebut di belakangnya.
Lelaki itu menatap ke seluruh ruangan toko Senja yang rapi dan banyak berjajar pakaian pria dan wanita bahkan anak-anak juga ada. Beberapa manekin juga berdiri bergaya dengan model pakaian terbaru yang membalut. Disana juga terdapat dekorasi kamar tidur girly sebagai ajang promosi, dapur mini yang menunjukkan peralatan memasak praktis, bahkan taman bunga mini juga ada untuk contoh. Ia tersenyum dan mengangguk-angguk.
"Silahkan duduk, Pak!" Lala mempersilahkan lelaki itu kala mereka sudah sampai di tempat yang biasa pergunakan untuk menerima tamu. "Ya, terimakasih," balas si pria sembari duduk di kursi lipat yang tersedia. "Sebentar Pak, saya panggilkan Mbak Senja, permisi.." lelaki itu hanya mengagguk dengan tanggannya terulur mempersilahkan dengan gaya formal.
Kaku, batin Lala singkat yang lalu mencari keberadaan Senja yang ternyata sedang berada di lantai atas.
"Mbak Senja.. where are you?" Lala mempraktekkan kata yang didapatkannya dari melihat drama kemarin dengan logat jawanya, medok.
Senja keluar dari kamarnya dan melihat Lala yang celingukan, "kenapa, La?"
"Itu di bawah ada cowok ganteng banget kayak artis bollywood nyariin Mbak Senja." Jelas Lala antusias, Senja mengeryitkan kening, "siapa?" Lala mengendikkan kedua bahunya, "gak tau,"
.
__ADS_1
.
Siapakah dia itu? Simak terus yaa, dan mohon dukungannya🙏