
"Soal Reya,"
"Reya siapa ya.." Andra mengetuk-ngetukkan jarinya di meja dan berfikir.
"Masak Mas gak tau?" tanya Senja heran.
Andra menggeleng pelan, ia masih terus mencoba mengingat-ingat siapa orang yang di maksud oleh istrinya itu.
"Masa sih Mas Andra gak tau, atau dia pura-pura gak tau biar gak ketauan bohong? tapi kan, Mas Andra bukan orang yang kayak gitu,"
"Beneran, Mas gak inget deh, soalnya kalau emang penting, Mas pasti inget loh.. bentar deh, coba Mas Andra tanyain sama Bayu,"
"Kok, malah nanya Pak Bayu?"
"Soalnya dari dulu kita selalu bareng, jadi dia pasti tau apapun yang ada di sekitar kita.."
Senja hanya ber oh ria saja tanpa bersuara.
Tak berselang lama setelah Andra membaca pesan balasan dari Bayu, ia mulai tertawa remeh tidak jelas yang membuat Senja semakin heran melihatnya.
"Ya ampun, Dek. Jadi kamu dari kemaren ngambek diemin Mas cuma gara-gara hal sepele kayak gini? Gara-gara seorang cewek yang sama sekali gak ada artinya apa-apa buat Mas. Bahkan, Mas aja gak inget." Batin Andra .
"Kenapa, Mas?"
"Enggak, ini kata Bayu, Si Reya Reya itu tuh temennya dia. Mungkin nih ya, dulu dia pernah suka sama Mas, tapi Mas Andra gak kenal sama dia,"
"Serius? tapi kenapa dia bisa tau banyak hal tentang Mas Andra? luar dalem malah?"
"Luar dalem??"
"E.. maksudnya tau semua tentang Mas Andra gitu," jelas Senja pelan lalu melipat bibirnya ke dalam.
"Gini, dulu kami semua satu kampus. Dan mungkin Mas Andra termasuk cowok famous gitu, jadi hal yang wajar kalau banyak orang tau tentang Mas,"
"Biarinlah mau dianggep narsis juga, gue kan beneran gak tau siapa di maksud itu,"
Andra menyeruput minumannya sebelum kembali berucap, "memangnya apa aja yang dia tau tentang Mas?"
Senja menunduk, entah karena malu karena terlalu mempermasalahkan hal sepele atau sedang memikirkan sesuatu.
Karena Senja hanya diam, Andra berinisiatif untuk melanjutkan perkenlan dirinya tentang hal-hal yang lebih mendalam yang mungkin istrinya itu belum tau..
"Mas lanjutin deh perkenalannya ya, biar kamu tau semua tentang Mas Andra melebihi orang lain siapapun itu,"
"Pekerjaan Mas Andra salah satunya mengelola 'SA' swalayan, dan punya beberapa cabang di beberapa kota di Indonesia,"
Senja mulai mendongakkan wajahnya menghadap Andra lagi.
"Di Semarang, Bandung, Sumatera, Papua, Aceh, dan masih banyak lagi. Kalau kamu mau tau lebih lengkapnya ntar Mas Andra mintain daftarnya sama Bayu. Soalnya dia yang bertanggung jawab atas swalayan."
"Terus ayah juga minta Mas buat mulai menjalankan perusahaan yang di Jakarta, tapi Mas belum siap. Masih nunggu Adek,"
__ADS_1
"Emangnya Adek kenapa?" sahut Senja.
"Ya kan kamu istrinya Mas, jadi apa-apa Mas harus diskusi dulu kan sama Adek,"
Senja tersenyum tipis, "sebegitu menghargainya kamu sama istrimu Mas, aku jadi makin penasaran sebenarnya apa artinya aku untukmu,"
"Adek sih ikut Mas aja, gimana baiknya menurut Mas Andra. Adek sebagai istri akan mendukung yang terbaik buat Mas Andra,"
Andra tersenyum bangga mendengar jawaban dari Senja, "terimakasih udah percaya sama Mas,"
Senja mengangguk sebagai jawaban, lalu ia kembali meminum coklatnya yang sudah mulai dingin.
Sesaat kemudian Andra beranjak dari duduknya, ia masuk kedalam kamar dan kembali keluar dengan membawakan jaket untuk Senja. Ia memakaikannya ke tubuh Senja dari belakang. Hal itu membuatnya ingat kejadian benerapa bulan lalu saat mereka berlibur bersama di pantai.
"Inget nggak, ini kedua kalinya Mas make'in kamu jaket?"
"Iya,"
"Waktu itu, Mas gemeteran loh,"
"Oh ya? kenapa emang?" Senja tertarik dengan penuturan Andra.
"Mas nerveos banget. Soalnya, Mas belum pernah deket sama cewek selain eyang sama bunda. Baru kamu cewek pertama yang deket sama Mas, dan Mas harap untuk yang terakhir juga,"
Untuk beberapa detik manik mata kedua insan itu saling beradu pandang.
"Amin." Ucap keduanya.
"Tapi yang bener kalau Mas gak pernah deket cewek lain?" tanya Senja setengah tak percaya.
"Soalnya sepenuhnya waktuku udah habis untuk mencari keberadaanmu, dan sekarang aku udah berhasil milikin kamu. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menjagamu, dan aku juga berjanji nggak akan pernah nglepasin kamu sampai kapanpun." Lanjut Andra dalam hati.
"Sama dong," sahut Senja.
Andra tersenyum, dalam hati ia berkata, iya aku udah tau.
Hening tercipta beberapa saat, namun tak berselang lama setelah Andra mengecek ponselnya.
Sebuah balon raksasa berbentuk hati dan berwarna pink tiba-tiba muncul dari bawah. Disana terdapat tulisan "Senja, I love you".
Lalu di susul oleh lebih banyak lagi balon berwarna warni berbentuk hati. Juga kembang api raksasa muncul setelahnya.
Senja menutup mulutnya tak percaya, matanya berkaca-kaca. Apakah penglihatannya salah? Tapi kalau tidak, balon-balon itu darimana asalnya. Ia kemudian mendongak melihat Andra yang berada di sampingnya. Yang ternyata sedari tadi sudah menatapnya.
"I ini.."
Andra mengangguk, "maaf kalau telat,"
Senja menangis tak percaya, inikah jawaban atas pemikirannya selama ini. Ia terlalu berkecil hati, ia terlalu insecure untuk berharap dicintai oleh sang suami.
"Enggak sama sekali," jawab Senja dengan suara yang nyaris tak terdengar karena sedang menangis.
__ADS_1
Andra mengeluarkan sebuah kotak perhiasan berwarna putih bening, ia membukanya perlahan. Di dalamnya terdapat sebuah gelang dengan ukiran nama Andra ♡ Senja disana.
"Senja, maukah kamu menerima cintaku?"
"Maukah kamu menua bersamaku?"
"Aku tau semua ini terlalu cepat untuk kita, tapi status kita kini suami istri. Meskipun begitu, aku gak akan menuntut kamu untuk berperan sebagai istri dalam hal yang 'itu'.."
"Kita bisa memulai dari awal. Kita baru aja berkenalan, lalu kita bisa pdkt dulu, terus pacaran halal gitu," ucap Andra malu-malu sekaligus takut kalau-kalau Senja akan menolak gagasannya.
Senja mengusap air matanya, "terimakasih untuk pengertianmu, Mas. Aku fikir selama ini Mas gak nyentuh aku karena Mas Andra gak suka sama aku,"
"Eng.. gak gitu, Dek!" Andra panik melihat Senja yang kembali menangis sesenggukan. Ia meraih tisu dan mengusap air mata yang masih berurai di pipi istrinya.
"Ntar Mas Andra kasih tau semua tentang Mas yang-"
"Nggak usah buru-buru, insyaallah kita masih punya banyak waktu untuk saling mengenal satu sama lain, saling mengerti dan memahami satu sama lain," balas Senja.
"Berarti, ini.." Andra menyodorkan kembali kotak yang sedari tadi di genggamnya.
"Cantik. Terimakasih, Mas." ucap Senja sesaat setelah Andra mengenakan gelang tersebut di tangan kirinya.
"Kecantikannya gak ada apa-apanya di banding kamu,"
Keduanya tersipu malu.
"Makasih ya, Dek. Kamu udah mau terima perasaan cinta Mas Andra. Selama ini, Mas Andra gak pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya.
Di saksikan oleh gemerlapnya lampu di pusat kota itu, kedua insan yang baru saja saling mengungkapkan cinta tersebut kini untuk pertama kalinya berciuman.
Berciuman yang sesungguhnya loh ya, soalnya yang waktu malam pertama hanya saling mengecup saja Andra sudah pingsan.
Andra yang merasa sangat bahagia karena ternyata cintanya berbalas pun mulai memberanikan diri mengecup kening sang istri, lalu turun ke hidung, kedua tangannya secara reflek memegang pundak Senja.
Senja memejamkan mata, merasakan kelembutan bibir sang suami yang menempel di keningnya, hidungnya. kini ia tak lagi merasa hilang, karena ternyata suami yang di cintainya juga memcintainya.
Bagaikan sepasang kekasih yang lama tak bersua. Kedua sejoli itu saling mengecup, mencium, dan naluri mereka berjalan sesuai semestinya. Bibir mereka saling terpaut, saling menyesap.
Setelah beberapa saat mereka berhenti. Keduanya berpelukan. Saling menyembunyikan wajah mereka yang memerah karena malu. Biar bagaimanapun itu adalah ciuman pertama mereka yang penuh cinta.
Perlahan-lahan pelukan keduanya terlepas, Senja secepat kilat berlalri masuk ke dalam kamar dan menuju kamar mandi.
Andra tertawa pelan melihat ekspresi Senja yang seperti anak kecil itu. Ia sendiripun merasakan sekujur tubuhnya lemas seperti habis berenang berkilometer jauhnya. Ia terduduk di lantai, lalu di raihnya minumannya dan di habiskan dalam sekali minum.
Ia merasa sangat bahagia karena akhirnya ia bisa menyatakan cintanya dan ternyata berbalas pula. Babak baru telah dimulai, masih banyak hal lain yang akan ia lakukan dengan Senja.
"Alhamdulillah.."
"Bismillah, semangat pasti bisa!"
.
__ADS_1
.
Bersambung