Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 27. Efek menjelajah


__ADS_3

...Selamat mebaca...


...🤗...


......................


Hari selasa pagi, barulah Senja bisa kembali menapakkan kaki dilantai toko miliknya. Dengan perasaan campur mawur seperti nasi jagung yang dicampur dengan sambel kelapa, begitulah pokoknya, enak, gurih, pedes, asin bercampur jadi satu. Ada perasaan bahagia, senang, penasaran, aneh yang menjalar dihatinya. Tapi rasa lelah yang teramat sangat juga mengalahkan semuanya.


Ya, itu karena eyang benar-benar menjalankan misi sesuai dengan keinginannya. Menjelajahi semuua pantai yang ada. Hal itulah yang membuat Senja 'klenger' (kewalahan) kenapa bisa begitu? Karena dia yang selalu menjadi objek eyang, objek foto, model, kuliner dan lain sebagainya.


Dia masuk kedalam toko miliknya yang sudah ditinggalkannya selama dua hari tiga malam. Bayangkan saja ia mengembara menjadi anak pantai selama dua hari dua malam, karena yang semalam menginap di istana eyang.


Toko kelihatan baik-baik saja, bahkan terlihat berbeda. Tapi apa itu dia belum menyadarinya, karena rasa lelah yang begitu mendera ia memutuska untuk langsung saja menuju kamarnya yang berada dilantai atas bersebelahan dengan tempat penyimpanan barang dagangan yang sudah tak memiliki tempat lagi dilantai bawah.


Ia meninggalkan semua barang-barang yang diturunkan oleh Pak Santo tadi dilantai bawah. Bahkan eyang saja langsung disuruh pulang olehnya, agar ia bisa langsung beristirahat. Tapi kenapa eyang tidak kelihatan lelah seperti dirinya.


Sesampainya dikamar yang berwarna salem itu, Senja langsung merebahkan tubuhnya begitu saja tanpa melepas sepatu yang dipakainya. Sedangkan tas ranselnya ia taruh begitu saja disembarang tempat. Memangnya nyaman? Tentu saja tidak. Tapi mau bagaimana lagi, jika ia seperti sudah tak memiliki daya baterai, eh maksudnya kekuatan.


"Akhirnya. . Aku bisa berbaring dengan nyaman lagi." Gumamnya dengan mata yangvsudah terpejam.


Tak terasa ia pun tertidur begitu saja. Sementara eyang yang masih dalam perjalanan, terus menyunggingkan senyumnya sambil terus memandangi layar ponselnya yang menyala.


Ada apakah diponselnya? Banyak terdapat foto dan video dua sejoli yang berusaha dicomblangkannya.

__ADS_1


Reader 1 : Siapa mereka, apakah Senja dan Andra cucunya?


Reader 2 : Haissh, bagaimana bisa? Bagaimana bisa? Itu tidak mungkin!


Apa yang tidak mungkin bagi eyang, maaf bukan maksud takabur ya. Tapi eyang selalu memiliki segudang cara untuk melaksanakan keinginannya. Dan itu harus terwujud bagaimanapun caranya.


R 1: Lalu bagaimana dengan Andra jika memang mereka bertemu secara langsung? Apa dia mengaku kalau dia pengagum rahasianya Senja?


Author halu : Tentu saja tidak! Mana mungkin dia berani. Dia malah hampir pingsan! (Berbisik)


R 2 : Terus? Terus?


A : Ceritanya panjang, dua hari dua malam.


A H : Kan memang acaranya dua hari. wkwkwkwk. Peace✌.


Sorry. Sorry, bercanda yha.


▪︎▪︎


Diruko seberang jalan yang Senja tempati, tampaklah seorang Andra yang semakin mirip dengan orang tak waras. Bayu sampai prihatin melihatnya, ia geleng-geleng kepala.


"Boss! Lo sehat'kan'?" Tanya Bayu dengan menekan kata terakirnya.

__ADS_1


Andra masih terus senyum-senyum sendiri sambil memeluk guling, ia meremas-remas guling tersebut dengan gemas tanpa memperdulikan adanya Bayu juga segala ocehan yang keluar dari mulutnya.


Bayu semakin merasa ada yang tidak beres dengan bossnya.


"Apa aku tanya aja ya sama Eyang? Apa yang sebenarnya terjadi sama Boss Andra sampai-sampai dia bisa jadi seperti ini." Gumamnya sambil berpikir, telunjuk tangan kanannya diketuk-ketukkan pada keningnya sendiri.


Kemarin waktu Andra liburan, Bayu memang tidak ikut saat Andra tiba-tiba beranjak pergi setelah selesai rapat. Karena dia masih harus mengurus hal lainnya bersama dengan rekan-rekannya yang lain. Bahkan Andra hanya mengirim pesan melalui ponselnya jika dirinya akan menyusul eyang yang sedang berlibur ke pantai di Gunungkidul.


"Jadi boss itu memang enak ya, bisa liburan kapan aja. Nah gue? Hari minggu aja masih harus sibuk kayak gini! Kapan gue jadi bos?" Gerutunya waktu itu.


.


.


Bersambung


Beri dukungannya dengan


like 👍


Komentar positif 💬


Favorit dan juga Vote, boleh bangeet 😍

__ADS_1


__ADS_2