
Usai sarapan dan mendapatkan jamu dari Mbok Munah dengan resep turun temurun, akhirnya Andra dan Senja bisa sedikit lebih fresh daripada sehabis bangun tidur tadi.
"Dedek bayi nya diajak apa ditinggal aja ya, " tanya Senja pada Andra saat kedua orang tersebut sedang berada di kamar.
Kening Andra berkerut mendengar pertanyaan dari istrinya tersebut, "memangnya, Adek mau kemana? "
"Emm.. rencananya sih mau nengokin toko. Kan udah lama gak kesana, terus juga kata Lala ada sedikit problem gitu, " jawab Senja sembari ikut duduk di sebelah Andra.
"Oh.. Mas juga sebenernya butuh ke ruko sih, buat cek-cek aja. Udah lama gak liat keadaan juga, " balas Andra.
"Terus? "
"Kalau diajak, gimana? " tanya Andra.
"Nggak masalah sih, nggak bakalan gangguin atau ngeribetin juga, kan dia masih banyak tidur. Cuman kayaknya kasian kalo dibawa pergi-pergi terus, baru kemarin loh kita bawa perjalanan kesini, " tutur Senja.
"Berarti ditinggal aja? "
"Ngrepotin Mbak Asih sama Mbok Munah, nggak ya? " jawab Senja yang berupa tanya pula.
"Mungkin enggak. Coba ntar Mas tanyain. Kita siap-siap dulu aja deh, "
Senja mengangguk-angguk, "oke, "
Di lantai bawah, tepatnya di ruang keluarga, Bayu sedang berusaha menenangkan bayi Lukman uang tengah menangis. Tadi bayi tersebut masih tidur dengan nyenyak nya saat Bayu baru saja mendekatinya, tapi tak lama kemudian bayi itu terbangun dan menangis dengan kencangnya.
"Cup, cup, cup... kamu kenapa tiba-tiba nangis sih? Kan Om Bayu gak ngapa-ngapain, " Bayu menepuk-nepuk pantat bayi yang bergerak-gerak ingin melepaskan balutan bedong pada tubuhnya.
"Mungkin dia harus, Mas, " ucap Pak Santo.
"Lah, mana susunya, Pak? "
"Ya bikin dulu to, Mas Bayu, "
"Waduh! Mana tau, Pak gimana bikinnya, "
"Sebentar, biar saya minta tolong sama Asih apa Munah, " Pak Santo beranjak mencari keberadaan Mbak Asih ataupun Mbok Munah.
"Lah, Pak Santo malah pergi sih. Ini gimana ngedieminnya coba, " gumam Bayu kebingungan.
Ingin menggendong dan mencoba menenangkannya, tapi rasanya ia takut bagaimana jika bayi tersebut terjatuh atau sakit karena ia salah menggendong. Alhasil Bayu hanya panik dan kebingungan sendiri, sedangkan bayi itu semakin kencang menangis.
"Oek... oek... oek... " tangis si bayi yang semakin menjadi.
"Ini orang-orang pada kemana sih? Gak denger apa anak orang nangis kenceng bener gini, " gumam Bayu menggerutu.
__ADS_1
"Cup, cup, cup, Sayang... tenang ya, diem dulu. Om Bayu bingung nih, mau gimana, "
Bayi tersebut berhasil menarik salah satu tangannya dari dalam bedong, lalu mencoba memasukkannya kedalam mulut.
" Wah, lepas juga bedong kamu. Kamu haus banget ya, Dek bayik? "
"Sabar ya, bentar lagi kakek kesini, bawain susu buat kamu, " Bayu berusaha mengajak bicara bayi laki-laki itu dan mencoba menenangkan nya.
"Pak Santo... buruan! "
Dari arah dapur Pak Santo berjalan cepat sambil membawa botol susu di tangannya.
"Ini, Mas, "
Bayu menerima botol susu tersebut lalu segera memberikannya pada bayi Lukman. Bayi mungil itupun langsung terdiam dan menikmati susu yang masuk ke dalam mulutnya.
"Akhirnya, diem juga lu bayik, " ucap Bayu bernafas lega.
Dari arah tangga terdengar suara kaki mendekat, Bayu menoleh lalu mendapati Andra dan Senja yang sudah rapi berjalan ke arahnya.
Bayu menatap dia orang tersebut dengan mata memicing, "mau kemana kalian, udah rapi aja. Bayinya nangis sampe gak denger, "
"Eh, iya loh. Tadi kayaknya denger bayinya nangis, kok udah diem aja? " Senja mengelus pucuk kepala bayi yang tertutup kupluk tersebut.
Bayu mendengus, "bukan kayaknya, emang udah nangis kejer tadi, kehausan. Nih dibikinin susu sama para babysitter, jadi dah diem, "
"Para babysitter? " Andra mengernyit, laki-laki itu ikut duduk disamping Bayu.
"Iya, Mbak Asih, Mbok Munah sama Pak Santo tuh, "
Senja manggut-manggut, "apa perlu kita cariin babysitter beneran buat dia? Biar gak ngrepotin Mbak Asih, Mbok Munah sama Pak Santo? "
"Ndak usah, Mbak. Mbak sama Simbok, juga Pak Santo ndak merasa di repotin kok, " sahut Mbak Asih yang baru saja datang membawa termos.
"Iyo, Mbak. Malahan, Simbok seneng banget, rumah ini jadi rame lagi ada tangisan bayi, " ucap Mbok Munah ikut menyahuti.
"Simbok jadi inget, pas Mas Andra masih bayi dulu. Rame banget rumah ini, Mas Angga lagi iseng-isengnya lagi, pokoknya seru sekali, " cerita Mbok Munah.
"Tapi semenjak semuanya dewasa dan ndak tinggal di rumah ini lagi, rumah ini terasa sepi. Ndoro putri juga sering mersa kesepian, dan baru terasa ramai lagi setelah Mas Andra balik kesini dan menikah, " Mbok Munah menepuk pundak Andra.
"Soalnya pas belum menikah, Mas Andra kan juga jarang to tidur disini? seringnya di ruko, " timpal Mbak Asih.
Andra hanya nyengir kuda mendengar dirinya di bicarakan seperti itu.
"Tenang aja, Mbak, Mbok... Senja bakal bikin Mas Andra tidur di rumah terus, " ucap Senja.
__ADS_1
"Iya, Mbak Senja. Mbak percaya, Mbak Senja bisa bikin Mas Andra betah di rumah, " semua orang pun terkekeh, termasuk Bayu yang sejak tadi merengut karena merasa kesal.
"Jelas aja betah di rumah, Andra kan udah ketemu ama pawangnya. Pawang banget tuh pokoknya. Padang luar dalem, atas bawah, kiri kanan, pokoknya dari segala sisi, " batin Bayu yang kemudian terkikik.
"Apalagi kalau di tambah bayi, rumah ini pasti makin hidup, rame, semua ormag ceria dan semakin betah di rumah, " ucap Mbok Munah.
"Ini kan bayi, Mbok, " Andra menoel pipi bayi Lukman yang masih asyik menyusu.
"Tapi kan sementara saja to, Mas. Maksud Simbok itu bayi kalian sendiri, gitu lho..." Mbok Munah menatap Andra dan Senja bergantian.
Kedua orang itu jadi saling pandang, mata mereka berkedip-kedip. Hal tersebut membuat yang lain ikut saling pandang bergantian.
"Kenapa malah jadi pandang-pandangan begitu, to? Apa Simbok ada salah bicara? "
"Enggak kok, Mbok, " jawab Senja cepat.
"Simbok do'ain aja yang terbaik buat kami ya, kami juga nggak menunda kok. Se dikasihnya rezeki sama Allah aja. Ya 'kan, Dek? " Andra yang semula menatap semua orang lalu di akhiri dengan mantap manik istrinya.
"Eh, hah? iya, " jawab Senja gugup.
"Niatnya udah ada, cuman belum berani merealisasikan nya aja, " ucap Andra dalam hati.
"Kode nih, " batin Senja merona.
"Aamiin, " ucap semua orang.
"Kami semua pasti do'ain yang terbaik untuk kalian, semoga cepat di berikan momongan yang sholeh, sholehah.."
"Aamiin, " ucap Bayu kencang, sepertinya dia lupa jika tengah berhadapan dengan bayi yang baru saja hendak memejamkan mata.
Alhasil...
"Oek.. oek.. oek.. " tangis bayi tersebut kembali menggema karena terkejut.
"Bayu.... !"
"Mas Bayu...!
" Kak Bayu...! Seru semua orang tertahan.
"Sory-sory..! lupa, " Bayu nyengir sembari mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
.
.
__ADS_1
Bersambung...