Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 13. Kegugupan Andra yang berlebihan


__ADS_3

...Sugeng dalu sedoyo🤗...


...(Selamat malam semua🤗)...


...Selamat membaca📄...


......................


Kotak kardus berukuran sedang yang dipegang oleh Andra dan akan dimasukkan kedalam box mobil lolos begitu saja dari tangannya yang melemas. Senja yang melihat hal itu, bergegas berlari hendak menangkap box tersebut berbarengan dengan kesadaran Andra yang muncul dan juga ingin menangkap box tersebut.


Lalu tanpa sengaja tangan Senja yang berbalut handsock dan hanya menyisakan ujung jarinya saja bersentuhan dengan tangan Andra yang juga memakai kaus tangan juga hendak menangkap box itu. Dengan posisi tangan Andra berada dibawah tangan Senja.


Dan beberapa detik kemudian pandangan mata mereka bertemu, tetapi dengan mata Andra yang tertutup kaca mata hitam. Netra Andra melihat mata bulat nan bening milik Senja. Mata polos itu teduh, terpancarkan banyak kebaikan dan kelembutan didalamnya. Yang sejak kecil sudah membuatnya terpana.


Deg.


Deg.


Deg.


Untuk beberapa saat Andra merasa jantungnya berhenti berdetak, bak slow motion mereka terdiam saling pandang. Tepatnya Andra yang merasa tubuhnya membeku tak bisa bergerak karena merasa terpesona pada Senja. Dan Senja yang memperhatikan Andra karena merasa heran dengan penampilan Andra yang sedikit aneh karena sangat tertutup. Tapi tak lama kemudian Andra merasa jantungnya berdetak kembali dengan sangat kencang seperti hendak keluar dari tempatnya semula.


Hanya karena tak sengaja menyentuh ujung jari Senja saja sudah membuat Andra seperti itu, sungguh terlalu kau Andra!


"Hati-hati Mas. . Nan-" Senja beeniat hendak mengingatkan Andra. Tetapi Andra sudah lebih dulu berlari begitu saja menyeberang jalan tanpa memperhatikan kanan kirinya. Dia hampir saja tertabrak oleh kendaraan yang melaju jika saja kendaraan tersebut tidak langsung mengurangi kecepatannya.


"Awaaaas Mass. . .!!" Teriak Senja dan Lala bersamaan ketika melihat hal tersebut.


Andra sudah tidak mendengar lagi teriakan dari Lala dan Senja. Dia langsung saja menuju toilet yang ada disamping swalayan miliknya itu. Lalu masuk kedalamnya dan bersandar pada pintu toilet. Nafasnya memburu, jantungnya berdebar-debar tak menentu. Detaknya semakin cepat, seperti orang yang habis lari maraton. Bukan karena dia yang hampir saja tertabrak mobil, tetapi karena dia baru saja bertatapan dan bersentuhan langsung dengan Senja. Itulah yang membuatnya menjadi seperti saat ini.


Andra mencoba menetralkan kembali nafasnya. Setelah merasa sedikit lebuh tenang, ia langsung menghubungi ponsel Bayu. Bayu yang baru merasa tenang beberapa saat dan memulai kembali pekerjaannya yang sempat tertunda tadi, mengira jika semuanya sudah beres dan baik-baik saja. Tetapi tanpa dia sangka dan dia kira, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Tertera nama 'Bossqyu' disana.


Diliriknya ponsel tersebut, lalu alisnya terangkat sebelah. "Kenapa lagi ini si Boss." Gumamnya.

__ADS_1


Bayu kemudian menggeser tombol hijau dilayar ponselnya dan langsung terdengar suara Andra yang masih ngos-ngosan.


(Andra)


"Hosh. . Hosh. . Hosh. ."


Hanya terdengar suara nafas memburu setelah Bayu mengangkat telepon itu.


(Bayu)


"Ada apa Boss? Lo baik-baik aja 'kan?!"


(Andra)


"Gue. . Hosh. . Hosh . ."


"Apa lo dikejar anjing sampe lo ngos-ngosan kayak gitu?" Lanjut Baayu. Pasalnya, Andra memang sangat takut dengan hewan tersebut.


(Andra)


(Bayu)


"Kok lo jadi gagu gitu sih Boss? Lo dimana? Masih didepan? Apa gue susulin aja sekarang?" Tanya Bayu bertubi-tubi karena mulai merasa khawatir terhadap Andra.


(Andra)


"Gue di toilet bawah-" Andra menjeda ucapannya sebentar dan melanjutkannya lagi. "Kayaknya gue gak bisa deh Bay nganter Senja ngirim pesanannya. Sumpah gue gugup banget ini. ."


(Bayu)


"Alhamdulillah kalo lo nggak kenapa-napa, gue kirain lo kena bengek tadi! Abisnya nafas lo kayak gitu. Yaudah, kalo lo nggak bisa, biar gue aja yang nganter Senja. Gue turun nih sekarang juha!" Bayu sudah beranjak dari duduknya dan hendak berjalan tanpa mematikan telponnya, tapi kemudian terdengar suara omelan dari seberang telponnya.


(Andra)

__ADS_1


"Apa lo bilang?! Enak aja lo mau dua-duaan sama Senja! Nggak, gak ada. .! Gue aja belum pernah berduaan sama dia. Malah elo lagi."


(Bayu)


"Ya terus mau gimana sekarang? Lo nggak kasihan tuh sama Senja yang udah kedinginan mondar mandir di depan tokonya nungguin lo! Cowok macem apa lo ngebiarin cewek yang disayanginya gelisah gitu. ." Remeh Bayu memancing Andra agar bisa melawan rasa gugupnya.


(Andra)


"Oke. Gue keluar sekarang juga. Tapi lo jangan matiin telponnya! Gue pake Bluetooth headset, biar kalo ada apa-apa gue nggak usah repot-repot nelpon lo lagi." Ujar Andra dengan penuh keterpaksaan. Demi sang pujaan hati yanh sudah menanti seorang diri.


(Bayu)


"Sak karepmulah Boss! (Terserah kamu ajalah Boss)!" Bayu meletakkan ponselnya setelah sebelumnya menyalakan speaker pada sambungan telpon itu.


(Andra)


"Bismillah hirrokhmaanirrohkhiim. . Bismillahi Tawakkaltu. ." Dan banyak lagi doa-doa yang Andra panjatkan setelah keluar dari toilet itu sambil berjalan kembali menuju toko Senja.


"Ya Allah, tolonglah hamba-Mu yang lemah tak berdaya ini." Andra masih saja terus bedo'a didalam hatinya.


.


.


Bersambung


Mohon dukungannya ya🥰


Like👍


Komen💬


Favorite❤

__ADS_1


Vote😍


Terimakasih Maturnuwon🙏🙏


__ADS_2