
...Selamat membaca🤗...
......................
Andra dan eyang masih asyik saling curhat dan menggoda dikamar Andra saat Senja belum juga beranjak dari tempatnya berdiri semula, kemudian ia duduk ditepi ranjang kamar bernuansa girly itu.
Senja masih saja sibuk dengan pikirannya, dia mengingat-ingat bentuk dan desain kamar ini. Dari seprei, hordeng, hiasan bahkan boneka yang tertata rapi pada rak juga persis seperti yang ada di postingan instagram miliknya beberapa waktu yang lalu.
Setelah mengingat hal itu, matanya membola, mulutnya menganga lalu ditutupnya dengan kedua telapak tangan.
"Jadi. . Eyang beli semua ini, di toko aku, buat ini?" Gumamnya tak percaya.
Dia sama sekali tidak menyangka kalau postingan yang sebagai ajang promosi produk di tokonya akan diwujudkan oleh seseorang. Mungkin ia akan lebih terkejut lagi kalau sampai tau perjuangan seluruh asisten rumah tangga disana dalam proses perombakan kamar itu.
Eyang bilang harus sama persis dengan yang ada pada foto. Kalau tidak, maka ia akan menyuruh mereka semua menata ulang. Sungguh malang nasibmu kawan-kawan asisten.
Andai mereka berani, mereka akan melarang orang untuk memposting foto-foto sepeti itu. Tapi apalah daya, mereka hanya pekerja. Jadi hanya bisa menurut saja, oke. Biar dapet nonus banyak, hehe. .
Senja segera menuju kamar mandi sebelum malam semakin larut, ia lagi-lagi kagum dengan kamar mandi yang luasnya sama dengan kamar miliknya dengan Ria di rumah orangtuanya. Itu baru kamar dilantai bawah, bagaimana kalau dia tau kamar dilantai atas milik Andra yang mungkin luasnya sama dengan rumah orangtua Senja beserta pekarangannya.
"Ya. . Ya. . Aku ini memang katrok, dan ndeso." Gumamnya pada diri sendiri sambil terkikik, Senja ingat saat pertama kali menempati toko miliknya itu. Ia kebingungan bagaimana caranya untuk pipis, cebok menggunakan closet duduk dan juga mandi menggunakan shower itu. Alhasil, dia pergi ke swalayan depan untuk membeli ember dan gayung guna melakukan ritualnya.
(Heddeh. . Ada-ada aja kamu Senja)
__ADS_1
Dan beberapa hari kemudian Senja baru teringat pada si embah google yang tau segalanya. Ia pun bertanya caranya, barulah dia mengerti cara menggunakan kamar mandi modern seperti itu.
Selesai mandi, ia bergegas menuju ruangan yang kata Mbak Asih tadi merupakan tempat pakaian. Lagi dan lagi ia merasa heran.
"Ini lemari apa toko baju sih? Udah segini gede, isinya komplit lagi! Mana bajunya baru semua. . Terus aku pakai apa dong? Tapi tadi katanya Mbak Asih bajunya emang disini 'kan?! Apa ini yang dimaksud?" Senja bermonolog sendiri.
Saat Senja masih bingung mencari pakaian yang sudah tak ber-label, tiba-tiba ada suara orang membuka pintu. Ia segera bersembunyi di balik baju-baju yang tergantung.
"Nak Senja. . Kamu dimana? Belum selesai mandinya?" Tanya seseorang yang ternyata adalah eyang, Senja bernafas lega lalu keluar dari ruangan tersebut.
"Senja disini eyang. ." Jawabnya lemas dengan wajah tertekuk karena lelah mondar mandir mencari pakaian tak kunjung dia temukan.
"Kok kamu belum juga pakai baju Nak, kenapa? Kamu nggak suka sama baju-bajunya? Kata pemilik tokonya itu koleksi baju terbaru dan kekiniaan lho!" Eyang merasa tertipu hendak menelpon dan memarahi pemilik toko itu.
"Bukan begitu Eyang. . Itu semua memang baju-baju model terbaru dan kekinian, bahkan di toko Senja aja gak ada yang kayak gitu." Cegahnya.
"Itu semua baju baru eyang, masih ada bandrolnya! Mungkin itu dagangan yang akan dijual." Tuturnya polos.
Eyang tertawa kecil "Siapa yang mau jualan? Eyang? Kamu ini ada-ada saja!"
"Terus kalau bukan. . Itu punya siapa eyang?"
"Ya punya kamu!" Jawab eyang.
Senja kembali melongo, ia tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
__ADS_1
"Eyang bercandanya gak lucu lho kalau begitu."
"Siapa yang bercanda to, Ndok?" Eyang meremas bantal bulu dengan gemas.
"Ja jadi. . Itu semua punya Senja eyang?
"Iyo (iya)!" Jawab eyang tegas.
"Bagaimana bisa?" Tanyanya masih melongo tak percaya.
Eyang bergegas mengambilkan setelan baju tie dye bermotif sultan.
"Pokoknya kamu pakai baju dulu! Biar nggak masuk angin, gara-gara kelamaan gak pake baju."
"Aku mau pingsan. . Ini cuma mimpi'kan " Batin Senja. Ia menepuk-nepuk pipinya sendiri.
Jiwa miskinku meronta kalau begini caranyaaa😱😱.
.
.
Bersambung
Mohon dukungannya dengan kasih like👍, komentar positif💬, favorite❤, dan vote boleh bangeett😍😍
__ADS_1
Terimakasih🙏🤗