Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 44. Paket Asing Untuk Senja


__ADS_3

...Selamat Membaca🤗...


...----------------...


Eyang dan Angga tertawa bersama dengan rencana mereka, "kamu saja kaku begitu, memangnya bisa?" Angga mencebik dengan ucapan eyang sangat meragukan dirinya itu. "Eyang belum tau aja kemampuan Angga.."


"Apa? Memangnya kamu bisa merayu dan menggombali cewek lain selain Eyangmu ini?" Angga merenges menampakkan deretan giginya, lalu menggeleng, "hehe.. enggak." Eyang menepuk pundaknya pelan.


"Tapi Angga tau siapa yang paling cocok memerankan sandiwara kita ini," mereka saling berpandangan. Secara perlahan senyum mengembang di bibir keduanya, dan mengangguk kompak. " Yasudah.. cepetan kamu hubungi dia. Lebih cepat kan lebih baik to."


"Assiyaap.."


Angga segera menghubungi orang yang menjadi targetnya,


"Hallo, Bro.."


"..."


"Kalau gak sibuk, datang ke Indo segera.. gue ada misi buat lo."


"...."


"Wah, cocok! Gue tunggu kedatangan lo secepatnya,"


"..."


"Thankyou, Brother.."


Panggilan terhenti, eyang segera menanyakan jawaban dari orang di seberang sana. "Gimana?"


" Beres, Eyang.. sebaiknya kita segera menyusun rencana dengan baik dan matang supaya terkesan natural dan gak terlalu kelihatan kalau semuanya hanya pura-pura."


"Iya, Eyang tau."

__ADS_1


...♡♡♡...


Keesokan harinya, Senja menemukan kotak paket di depan tokonya. Kotak berukuran besar tersebut di letakkan di atas meja, Senja tersenyum dan segera mengambilnya. Memang sudah semenjak dirinya baru membuka toko, ia sudah sering menemukan paket ataupun kado tanpa nama, jadi ini bukanlah hal yang mengejutkan lagi. Tapi kali ini ada yang berbeda dari kado yang di terimanya, dari warna kotaknya yang biasanya berwana pink salem kombinasi toska yang merupakan warna kesukaannya, tapi saat ini kotak tersebut berwarna ungu violet.


"Apa ini buat aku kayak biasanya.." gumamnya sambil membuka kotak tersebut saat sudah tiba di kamarnya di lantai atas. Hal tersebut tak luput dari pandangan Andra yang ada di seberang sana.


"Bay, sini lo!" Panggilnya pada Bayu yang sedang duduk menghadap laptop, " kenapa sih, Bos? gue lagi sibuk, nih.." jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar di hadapannya tersebut. "Bentaran doang, buruan!" Perintahnya tak dapat di elak. Bayu menarik nafas panjang dan menghembusakannya perlahan, mau tak mau dirinya harus mengalihkan fokusnya. Ia berjalan malas ke arah dimana Andra berada.


"Ape?"


"Lo liat deh, seberang sana," tunjuk Andra ke arah kamar Senja yamg berada di seberangnya. Pintu kamar tersebut kini sedang terbuka lebar, membiarkan sinar mentari pagi untuk menelusup kedalamnya dan memberikan kehangatan juga kesejukan udara pagi. "Halah.. palingan juga Senja." Tebak Bayu yang sudah hafal kebiasaan bosnya yang selalu mengintai aktifitas Senja.


"Memang Senja, tapi lo liat yang di pegangnya itu?" Bayu mengangguk, "lo kirim paket lagi ke dia?" tanyanya, Andra segera menggeleng, "justru itu yang mau gue tanyain sama elo, Bay!" seru Andra pada Bayu.


Bayu sedikit terjingkat, "kalau bukan elo.. terus siapa Bos?"


"Berarti ada orang lain yang ngirim kado itu." Andra mengetuk jarinya pada kusen jendela, ia nampak berfikir serius. Ia merasa mempunyai saingan saat ini, memang salahnya yang tak pernah mengutarakan perasaanya pada Senja karena ketidak beraniannya.


Sekarang, bagaimana jika Senja tertarik dengan orang yang memberikannya kado itu? Pikiran akan kehilangan sebelum memiliki terlintas di pikiran Andra. Ia merasa kalah sebelum berperang. Bayu prihatin dengan keadaan bosnya. "Lo harus tetap semangat, Bos! Jangan hanya karena sebuah kotak kado, lo jadi menyerah kayak gini. Lo harus tunjukin semangat lo, rasa sayang lo sama Senja." Bayu memberikan semangat pada Andra.


Andra mendongak menatap bola mata Bayu, melihat ada ketulusan disana. "Apa Senja suka sama gue, Bay?" tanya Andra sendu, ia kembali menundukkan kepalanya. "Gak ada yang tau sebelum dicoba, Bos." Bayu menepuk pundak Andra, memberikan dukungan, menyalurkan semangat untuk sahabat yang sudah seperti saudara baginya itu. Andra menoleh, Bayu tersenyum dan mengangguk mantab. "Semangat, Bos! Gue akan selalu ada buat ngedukung elo"


"Makasih, Bay"


Mereka berdua kembali memperhatikan Senja yang sedang mengambil benda dari dalam kotak tersebut. Senja meringis melihat sebuah boneka pig berwana pink, ia menjimpit telinga boneka itu. Memperhatikannya sebentar lalu menjatuhkan kembali ke dalam kotaknya, Andra dan Bayu terbahak melihat Senja yang tampak tak menyukai kado yang baru saja di terimanya itu. Kemudian mereka kembali terdiam saat melihat Senja mengambil sebuah kertas dan membacanya sekilas lalu kembali memasukkannya juga ke dalam kotak dan segera menutupnya, kemudian berlalu dari kamar tersebut.


Bayu dapat menangkap sedikit kelegaan yang tersirat di wajah Andra.


"Lagian boneka kayak gitu di kasih ke Senja, ya gak bakalan mau lah dia." Andra mengomentari boneka yang di berikan pada Senja,


"Berarti orang itu belum mengenal Senja dengan baik, Bos. Kesempatan Bos masih sangat banyak untuk mendapatkan simpati dari Senja."


"Iya, Bay"

__ADS_1


♡♡♡


Senja meletakkan kotak kado tersebut di mejanya, Lala yang melintas melihatnya dan bertanya, " dapet kado lagi, Mbak?" Senja mengangguk tanpa melihat Lala, ia sibuk dengan tablet yang di pegangnya.


Lala mengernyit heran, tumben Mbak Senja gak seneng dapet kado dari pengagum rahasianya. Biasanya pasti sumringah bener, kalau boneka udah di peluk-peluk dan di ajaknya menari. Gumam Lala dalam hatinya.


Ia segera akan berlalu, tapi Senja memanggilnya. " Kadonya boleh buat kamu, La."


Lala melongo, "yang bener, Mbak?"


"Iya.."


"Wuaah.. makasih banyak Mbak Senja." Lala merasa sangat senang, dan segera meraih kotak di meja tersebut. "Tapi kenapa Mbak, kok di kasih ke aku?" Ia membuka kotak dan melihat isinya. Ia tergelak "hahaha.. pantesan."


"Udah sana buruan singkirin dari hadapan aku!" Senja mengibas-ngibaskan tangannya pada Lala untuk segera menjauh membawa kotak kadonya.


"Oke..oke. Makasih banyak Bu Bos buat kadonya.." Lala cengengesan memeluk kotak dan membawanya pergi.


"Hm." Jawab Senja singkat, ia merasa moodnya ambyar tiba-tiba karena paket yang di dapatnya pagi itu. "Siapa sih yang kasih aku hadiah kayak gitu," gerutunya kesal.


Kayaknya itu bukan dari orang yang biasanya deh.. orang itu gak kenal aku dengan baik. Beda dengan yang biasanya kasih surprise ke aku. Senja kembali mengingat semua hadiah-hadiah yang pernah di terimanya selama berada di toko itu, mengingatkannya pada seseorang yang sampai saat ini masih di rindukannya, dan ia tunggu kehadirannya. Apakah harapannya akan sia-sia? Atau akan membuahkan hasil seperti yang diinginkannya?


.


.


Bersambung


Ditunggu terus dukungan kalian😍


Like, komentar positif juga vote nya🥰


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2