
...Selamat membaca😊...
...----------------...
Lain di kediaman eyang, lain pula di rumah Senja yang tadi di jadikan tempat bersejarah pemupus kesalah pahaman di antara Andra dan Senja. Setelah selesai membereskan rumah dengan di bantu para tetangga yang hadir tadi, kini Senja sekeluarga sudah berada di kamar masing-masing untuk beristirahat. Namun alih-alih istirahat, Senja justru tak dapat memejamkan matanya sedikitpun. Bahkan iris kecoklatan milik gadis itu masih nampak cerah berbinar memandang kaca berukuran sedang di hadapannya sambil sesekali meraba leher dan mengelus-elus jari manisnya sendiri.
Hal itu di lakukannya bukan tanpa alasan, ia masih terbayang-bayang kala eyang Kumala dan Bu Ratih memakaikan cincin dan kalung warisan turun temurun dari keluarga mereka pada Senja sesaat setelah Pak Herman mengucapkan kalimat lamarannya untuk putra bungsunya Andra. Yang langsung membuat jantungnya berdebar tak menentu, bahkan sampai saat inipun ia belum bisa menguasai hati dan perasaannya sendiri. Ia tak bisa mencegah debaran jantung yang di iringi semburat merah dan rasa panas yang menjalar di kedua pipinya, senyum merekah selalu menghias wajah manisnya.
Aku jatuh cinta, kepada dirinya..
"Ah, apa iya aku jatuh cinta? masak iya sih, kok tiba-tiba? tapi kalau bukan lalu apa arti debaran jantung ini.."
"Ini bukan berarti aku berpaling dan move on dari Mas ganteng 'kan,"
Senja menghela nafas panjang kala teringat kembali dengan mas gantengnya. Seseorang yang hingga kini masih mengisi ingatan masa kecilnya, ingatan yang samar-samar tentang wajah cowok ABG yang dulu selalu memberikan dirinya hadiah.
"Dimana kamu sekarang, Mas? Apa mungkin kamu juga udah dapat wanita pengisi hatimu seperti aku saat ini? Atau malah kamu udah lupa sama aku dan udah bahagia dengan wanita pendampingmu sekarang?"
"Ku harap mekipun kita gak berjodoh, kita akan bahagia dengan pasangan kita masing-masing ya Mas.."
"Maaf, bukan maksudku mengingkari janji yang telah kita sepakati, janji yang selalu ku ingat sampai detik ini, meski kita membuatnya hanya lewat sebuah kertas dengan tulisan tangan yang tak beraturan, tapi aku selalu mengingat dan menyimpanya."
"Tapi sampai saat ini aja aku gak tau kamu ada dimana, seperti apa wajah kamu sekarang, apakah kamu udah nikah atau belum," gumam Senja sambil mengamati dan mengelus benda pemberian mas gantengnya dan cincin yang di pakaikan oleh Bu Ratih tanda ikatan dirinya dengan Andra tadi secara bergantian.
"huuuh.." gadis itu mendesah galau, ia meremat-remat benda dalam genggamannya.
"Katanya kamu akan selalu ada buat aku, nyatanya mana?"
"Katanya kamu bakal terus nemenin aku meski dari jauh, nyatanya mana?"
"Katanya kamu akan selalu setia dan akan sama-sama aku terus, kenyataannya apa? Kamu menghilang dan gak tau dimana sekarang." Senja terus mendumal dan mengomeli orang yang bahkan kini tak tau sedang apa, atau malah mas gantengnya saat ini sedang cegukan karena terus di maki-maki olehnya.
"Jadi jangan salahin aku kalau sekarang aku ada yang nglamar, dan aku menerimanya karena aku juga suka sama dia, karena kamu aja gak pasti kapan bakal muncul. Bisa-bisa aku jadi perawan tua kalau terus nungguin janji kamu yang gemlender tok, koyo gludug tanpo udyan (gemblegar saja, seperti petir tanpa hujan)."
Senja meletakkan benda yang sedari tadi di genggamnya ke dalam kotak berwarna pink itu kembali, " berarti sekarang kita jalan masing-masing ya Mas, jangan cari-cari aku lagi yang nantinya malah bakal bikin aku galau, bimbang dan ragu harus memilih siapa di antara kalian."
__ADS_1
"Mungkin emang kita bukan jodoh." Lanjut Senja dan menutup rapat-rapat kotak kenangan masa kecilnya dari mas ganteng idolanya dulu.
...♡♡♡...
...🎶...
...Oh Tuhan.....
...Ku cinta dia...
...Ku sayang dia...
...Rindu dia...
...Inginkan dia...
...Utuhkanlah...
...Rasa cinta di hatiku.....
...Untuk dia.....
...🎶...
Sebuah lagu cinta berjudul 'Dia' dari penyanyi Anji mengalun indah di tv dalam kamar Andra, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Tapi penghuni kamar tersebut masih enggan memejamkan matanya barang sedetik pun. Lelaki itu masih berguling kesana kemari di ranjangnya yang berukuran big size dengan memeluk guling kesayangannya. Tak lupa senyum bahagia tak pernah pudar dari wajah tampannya sejak malam tadi saat semua orang meninggalkan kamarnya untuk beristirahat.
"Ya Allah.. apa aku mimpi, jika ini sebuah mimpi aku gak mau bangun sampai kapanpun. Tapi jika ini nyata, betapa beruntungnya aku. Aku jadi gak mau tidur agar kenyataan itu hilang berganti mimpi yang semu," gumam Andra dengan pandangan menerawang di awang-awang.
Tiba-tiba ia beranjak dari aksi guling-gulingnya kala teringat sesuatu, "lhah.. terus aku mesti gimana ini, mana aku bisa berhadapan langsing dengannya. Tunangan sama dia emang impian aku, tapi gimana aku sanggup berdampingan dengannya."
"Ah bayanginnya aja udah buat aku gemeteran panas dingin gini, gimana besok kalau kejadian." Andra menyentuh kening dan kedua pipinya lalu mengacak-acak rambutnya gusar. Belum apa-apa saja ia sudah mengkhawatirkan yang tidak-tidak, hal yang harusnya ia syukuri.
......................
Pertunangan sudah di tetapkan tiga minggu dari saat lamaran beberapa waktu lalu. Kini rumah eyang terlihat penuh dengan barang-barang persiapan pesta pertunangan Andra yang akan tiba satu minggu lagi. Sebuah pesta besar yang diadakan setelah 30 an tahun yang lalu setelah acara pesta pernikahan dari orang tua Nick, karena acara pesta pernikahan Angga di adakan di Jakarta, di kediaman ayah Herman. Oleh karena itu semua orang sangat antusias mempersiapkan acara pertunangan tersebut, terutama eyang Kumala. Beliau adalah orang yang paling sibuk di antara yang lainnya, bahkan melebihi kedua orang tua Andra yang mempunyai hajat tersebut.
__ADS_1
Eyang mengurus semuanya sesuai dengan adat jawa yang ada, sedangkan yang lain hanya bisa manut (menurut) saja, karena tak kan ada gunanya melarang apalagi membantah eyang. Itu hanya akan menjadikan eyang murka.
Sementara di lantai bawah orang-orang sedang sibuk mengurus ini dan itu, di lantai atas tepatnya milik laki-laki yang menjadi alasan semua orang sibuk malah sedang bermalas-malasan tak melakukan apapun. Tak ada seauatu hal yang ia lakukan selain memandang hasil foto-fotonya pada saat lamaran, sambil terus tersenyum gembira. Bayu sampai pusing melihatnya seperti itu selama 2 minggu belakangan ini, takut-takut bosnya tersebut akan kebablasan. Uups, maaf Bang Andra✌😁.
"Bos, lo ngapa-ngapain gitu kek, masak iya dua minggu lo cuman kayak gitu mulu. Gak bosen apa?" tegur Bayu yang sudah mulai jenuh menunggui Andra yang bertingkah tak jelas seperti itu sejak tadi.
"Bay, kapan sih tanggal 30 April tuh? lama banget gak nyampe-nyampe." Ucap Andra tanpa menggubris kalimat keluhan dari Bayu tadi.
Bayu terbengong mendengar pertanyaan aneh dari sahabatnya tersebut, ia memasang wajah malas sebelum menjawab pertanyaan yang sama setiap harinya dari Andra. "Besok hari jum'at, kenapa sih lo nanya itu terus? Bosen gue dengernya, apalagi buat jawab. Itu hari juga gak bakal berubah meski lo itung tiyap hari," ketus Bayu sambil memanyunkan bibirnya dan bersedekap.
"Gue udah gak sabar.."
Bayu mengangkat sebelah alisnya dan melirik Andra yang sedang tiduran di ranjangnya, "udah gak sabar buat pingsan maksud lo?"
"Sembarangan lo!" sergah Andra cepat sembari mendudukkan dirinya. "Do'ain tu yang bagus, biar acaranya lancar terus gue juga gak nervous deket Senja. Mlah do'ain gue pingsan. Sobat macem apa lo."
"Geplak," sahut Bayu sekenanya.
"Makan tuh geplak!" Andra melempar bantal pada Bayu yang tepat mengenai muka yang langsung berubah kusut itu, sedangkan dirinya sudah berlalu ke kamar mandi.
"Kenapa ia tak menguntit Senja lagi? Ah, Senja juga udah jarang ke toko semenjak abis lamaran." Bayu menjawab pertanyaannya sendiri.
"Kalau gak jadi penguntit ya jadi cucian kusut. Hah! sama-sama merepotkan." Gerutu Bayu yang beranjak dari sofa, lebih baik ia membantu yang lain menyiapkan acara daripada harus melihat Andra dengan ke-abstrakannya.
.
.
Bersambung
Part khusus Senja dan Andra, maaf ya kalau gaje. Othornya lagi mumet 😅.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like, komen, rate, fav, vote. Haha, nglunjak deh.
Makasih semuanya🥰
__ADS_1