
...Selamat membaca😊...
...----------------...
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Andra dan yang lainnya kini tiba, setelah segala jenis kerempongan yang telah mereka hadapi selama 3 minggu itu. Andra yang sejak semalam susah tidur karena memikirkan hari ini, kini sudah siap dengan pakaian bernuansa gold yang menjadi pilihan terakhir semua orang setelah perdebatan panjang. Antara eyang, ayah dan bunda, aunty juga Pak liknya. Ya, yang akan bertunangan siapa, tapi yang rempong siapa. Sedangkan yang punya objek acara malah tak boleh berpendapat saking kekehnya para orang tua ingin semua pesta ini sesuai keinginan mereka, baru nanti saat pernikahan akan di serahkan semuanya kepada calon pengantinnya langsung, agar sesuai dengan pernikahan impian mereka.
Tema yang di usung para orang tua adalah golden sultan, yang menyuguhkan pemandangan mewah serba berwarna emas di semua tempat di seluruh ruangan yang di jadikan acara pesta pertunangan tersebut. Ruangan itu sudah di sulap sebagaimana istana kerajaan pada masanya. Ck ck ck, sungguh klasik dan menyilaukan mata. Kalau saja Andra tak menolak, ia pasti sudah di dandani seperti layaknya raja di kerajaan jaman dahulu. Itu nantilah saat nikahan dan pakai pakaian adat, kilah Andra waktu itu pada semua para orang tua.
Andra, Angga, Nick dan juga Bayu kompak menolehkan kepala mereka ke arah suara seseorang yang baru saja memasuki kamar tamu yang di jadikan sebagai ruangan make up itu. "Waoow..v**ery handsome," sebuah suara melengking terdengar dari wanita bule berusia setengah abad yang kecantikannya masih bersinar dari arah pintu, ia berjalan menuju pada keponakannya yang sebentar lagi akan segera bertunangan.
"Thank aunty," jawab Andra menerima ciuman di kanan kiri pipinya lalu pelukan dari wanita yang merupakan bibinya itu. Ya, wanita bule yang mempunyai tinggi di atas rata-rata wanita Indonesia, bekulit putih, dan berparas cantik, yang membuatnya menjadi model terkenal di negaranya sana. Meskipun usianya tak muda lagi, ia tetap masih aktif di dunia permodelan. Kecantikan yang hakiki itulah yang juga menurun pada putra semata wayangnya, Nickolas, sepupu Andra satu-satunya.
"Kamu benar-benar tampan boy, dan aunty lihat calon tunanganmu itu juga cantik, pantas saja keponakan tampan aunty ini terpikat," tutur wanita itu tersenyum tulus sembari membelai wajah Andra, membuat ketiga lelaki yang lainnya memutar bola mata jengah. Terutama Nick yang kini sudah mengerucutkan bibirnya melihat sang bunda mengelu-elukan saudaranya.
"Senja udah datang?" Tanya Andra dengan binar mata penuh kebahagiaan, detak jantungnya yang semula berdetak beraturan kini langsung bergemuruh bagai ombak di lautan.
Aunty Charlotte mengernyitkan kening menatap keponakannya yang tampak bahagia sekaligus takut itu. "Why boy? Kenapa kamu terlihat sangat gugup? Tenanglah.. ada aunty di sini," tutur aunty Charlotte membelai kepala Andra lembut.
"Dia itu takut berdekatan dengan Senja, Mom." Sahut Nick yang membuat ibunya langsung mendongak menatap ke arahnya dengan tatapan bertanya, kenapa.
"Tanyakan saja sendiri padanya," jawab Nick menunjuk Andra menggunakan dagunya, sedang kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.
"Ah, itu gak apa-apa kok Tante, biasalah.. namanya juga mau tunangan, siapa sih yang nggak gugup." Sahut Bayu cepat, sikunya menyenggol Angga yang hanya diam memperhatikan semuanya. "Ya 'kan, Bang? lo dulu juga gitu 'kan?" Bayu membari kode melalui kedipan matanya kepada Angga yang membuat lelaki itu mengangguk ragu dan tersenyum terpaksa.
"Iya aunty, lebih baik sekarang kita lihat apakah masih ada kekurangan atau tidak di luar. Yuk.." Angga meraih pundak bibinya dan menuntunnya keluar meninggalkan Andra yang yang mencoba menetralkan debaran jantungnya.
__ADS_1
"Lo angot (kambuh) lagi, Bos?" Bayu menepuk pundak Andra, "a'elah Bos.. lo itu udah mau tunangn loh sama pujaan lo! masa masih gini aja sih," lelaki itu menyugar rambutnya kasar mendapati sahabatnya membeku di tempat.
Nick mendekati sepupunya, membungkuk dan mendekatan kepalanya pada telinga Andra, ia terlihat membisikkan sesuatu pada lelaki itu, membuat Bayu menaikkan sebelah alisnya dan menatap curiga pada bule itu.
"Awas aja lo berani-berani-" Nick tertawa geli melihat ekspresi tak terima dari Andra setelah mendengar bisikan darinya.
"Buktikan!"
Satu kata yang keluar setelah tawa lelaki itu membuat Bayu semakin penasaran. "Apaan sih kalian?"
"Oke, bakal gue buktiin. Gue gak bakal ngebjarin lo lakuin itu. Lo liat aja, gue gak sepengecut itu!" ucap Andra tegas sambil menunjuk wajah Nick dengan telunjuknya dan mengabaikan pertanyaan dari Bayu. Wajahnya memerah menahan amarah sekaligus resah, ia menarik nafas dan menghembuskannya kasar sebelum keluar menuju tempat dimana pesta di selenggarakan.
"Lo ngomong apa ke Andra tadi sampe dia emosi kayak gitu?" tanya Bayu pada Nick.
Lelaki itu menoleh sekilas dan mengendikkan kedua bahunya cuek, "liat aja sendiri nanti," jawabnya tersenyum penuh arti dan berlalu meninggalkan Bayu dengan seribu tanya di benaknya.
Sampai di aula di mana pesta pertunangan di gelar, sudah banyak tamu yang hadir dan menunggu pemilik acara memulai pesta. Mereka melihat kedatangan Andra dan merasa takjub dengan wajah yang di hiasi senyum tampan milik lelaki yang menjadi pusat perhatian tersebut. Andra yang berjalan di iringi ketiga saudaranya menganggukkan kepala kepada para tamu setelah sampai di panggung. Eyang Kumala, ayah Herman, bunda Ratih, Pak lik Arman serta aunty Charlotte sudah berada di atas panggung di tempat duduk masing-masing. Begitu pula dengan ketiga saudaranya tadi yang juga sudah nyaman mendudukkan diri pada kursi yang sudah di sediakan.
Sumber gambar from : google
Gambar hanya sebagai pemanis aja ya, jangan masukin ke alam mimpi, cukup di khayalkan saja😊.
Tema pertunangan ala kerajaan itu memang menata banyak kursi untuk anggota keluarga juga, karena mereka memahami Andra yang akan sangat gugup jika hanya berdua saja dengan Senja di atas panggung. Meskipun kursi mereka terpisah, tetap saja tidak menutup kemungkinan untuk Andra kembali mematung jika berada di dekat Senja.
__ADS_1
Host mulai membuka acara dengan basmalah, lalu membacakan susunan acara pada pagi hari itu. Kini saatnya host memanggil calon tunangan Andra, yakni Senja. Mendengar nama Senja di sebut, membuat dada Andra kembali berdebar kencang. Sedetik kemudian ia melirik Nick yang menatapnya dengan tatapan penuh arti, mulut lelaki itu berucap sesuatu tanpa bersuara 'BUKTIKAN' sebuah kata yang mampu membuat Andra menegakkakan kepalanya. Hal tersebut tak luput dari tatapan elang si asisten pengertian, Bayu.
"Berhenti ganggu Andra, Nick!" ucap Bayu pelan dengan menggremetakkan giginya. Kedua tangannya mengepal kuat menahan diri agar tak terbawa emosi.
Angga menyadari ada yang tidak beres antara ketiga lelaki itu, namun ia mencoba tenang dan menahan untuk bertanya. "Lagi di liatin sama banyak orang juga, gak bisa apa kalian akur bentaran aja." Batinnya sambil menatap tajam ketiga adiknya satu persatu.
Dari arah sebuah ruangan, Senja berjalan keluar dengan di apit kedua orang tuanya dan berjalan perlahan menuju panggung dimana Andra dan yang lainnya berada. Semua yang ada di panggung berdiri dan menatap ke arahnya, membuat para tamu ikut bediri dan mengikuti arah pandang mereka. Sesosok anggun nan jelita bak putri kerajaan m nampak berjalan dengan senyum manis dan menundukkan wajahnya, mampu menghipnotis ratusan pasang mata yang hadir di sana.
Gaun berwarna gold yang mengembang dan menjuntai panjang ke belakang, hijab yang membalut wajah manis dan sederhana yang telah di poles oleh MUA professional, di tambah mahkota bertengger di kepala gadis itu, membuatnya nampak memukau. Bahkan tak akan ada yang tau jika gadis itu adalah jelmaan dari ratu ular, eh maksudnya gadis sederhana dan tomboy. (Aduh, maapkan diriku yang khilaf ini Mbak Senja✌🤭)
Sumber foto from : google
Cuma sebagai pemanis aja sesuai khayalan author😅.
.
.
Bersambung
Selalu ku tunggu dukungan kalian ya readers kesayangan😊
Like, komen, rate , fav juga ya..
__ADS_1
Makasih..🙏