Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 70. Hari H. Ijab Qabul dan Resepsi


__ADS_3

Satu hari sebelum hari pernikahan yang mendebarkan adalah hari dimana Senja melaksanakan tradisi midodareni. Untung saja Andra sudah sembuh dari gatal-gatal yang menderanya. Karena kesigapan orang-orang tua yang menyayanginya, ayah dan bunda langsung membawa Andra ke dokter spesialis kulit dan mendapatkan perawatan intensif selama 12 jam di rumah sakit. Dan ia juga tidak di perbolehkan untuk terkena paparan sinar matahari langsung, karena akan menyebabkan kulitnya semakin iritasi. Bahkan untuk mandipun Andra harus menggunakan cairan khusus yang di bawakan oleh dokter.


Ckckck Mas Andra.. kenapa kamu lebih ribet dari bayi sih. Semoga saja Senja nggak tau ya.


Tanggal 2 Juli datang dengan cepatnya seakan waktu yang memburu. Setelah kemarin di adakan malam midodareni yang alhamdulillah berjalan dengan lancar, kini momen sakral telah menanti di depan mata. Senja sudah di make over oleh MUA professional sejak sehabis subuh tadi, dengan perasaan deg-degan yang tak dapat di sembunyikan hingga membuatnya mendapat kata-kata godaan dari saudara-saudara yang menemaninya.


"Ciee.. yang mau jadi manten, pasti deg-degan ya," ucap Reni salah satu sepupunya.


"Ya jelas to, apalagi calon suaminya itu guantenge pool kayak artis bollywood," timpal buliknya sambil menyodorkan dua jempolnya ke arah semua orang yang ada.


"Shah rukh khan donk, Mak?" balas Anis anaknya bulik atau sepupu Senja.


"Weeh.. bukan, masak sudah tua to, kalok shah rukh khan itu seumuran sama pakdhemu. Kalok ini anak'e, iyok anak'e shah rukh khan seng guantenge pool kae lho, sopo jenenge?" (anaknya shah rukh khan yang ganteng banget itu lho, siapa namanya?) ucap Bulek Septi mengingat ingat.


"Aryan khan maksudnya Mak? ini fotonya?" jawab Anis sepupu Senja mengingatkan sang ibu sambil menunjukkan foto dari artis bollywood Aryan khan.



"Oh iyo kui, Ndok. Lakyo ngguanteng banget tho? Gede duwor, kulite putih resik, irunge mancung, sugeh pisan. Beuh, paket komplit, spesial pakek telor wes.." semua yang ada sontak tertawa dengan penuturan Bulek Septi itu.


(Oh iya itu, Nak. Ganteng banget kan? Tinggi besar, kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, kaya pula. Beuh, paket komplit, spesial pakai telur pokoknya)


Senja yang masih di make up hanya bisa senyum-senyum malu mendengar berbagai ungkapan kekaguman dari saudara-saudaranya untuk calon suaminya tersebut.


"Opo iyo toh Mak sebagos kui? (Apa iya sih Mak setampan itu?)" Tanya Anis.


"Yen ora ngandel, mengko gatekno dewe! tapi ojo semaput loh.. (Kalau tidak percaya, nanti perhatikan sendiri! tapi jangan pingsan lho)" ucap sang emak mengingatkan.


"Seneng banget dong jadi Mbak Senja,"


"Aaa, beruntungnya embakku ini.."


Tutur kedua sepupunya yang berada di dekat Senja.


Jam menunjukkan pukul setengah 8 pagi. Rombongan Andra sudah datang untuk segera melakukan prosesi ijab qabul nanti di KUA dekat tempat tinggal Senja. Senja pun sudah selesai di rias, dengan mengenakan kebaya berwarna putih yang menjuntai panjang khusus untuk acara ijab qabul pagi ini. Dengan riasan ala muslimah jawa, Senja tampak anggun mempesona. Sedangkan Andra mengenakan setelan jas berwarna putih lengkap dengan peci yang bertengger di kepalanya.


Jangan tanyakann bagaimana perasaan kedua calon pengantin itu, mereka sudah merasakan panas dingin di sekujur tubuh mereka. Keringat mulai membasahi dahi meskipun cuaca sangat sejuk pagi itu. Mereka berangkat ke KUA dengan mobil yang berbeda, Andra tak henti meremas jari jemarinya sedari tadi selama perjalanan yang sebenarnya tak memakan waktu lama itu. Ketiga saudaranya tak berani mngganggu ataupun hanya sekedar menggoda Andra karena sudah di wanti-wanti oleh eyang sebelum berangkat.


Kali ini jantungnya terasa berdetak lebih cepat dari biasanya, perasaan gugupnya memuncak manakala mobil yang di tumpanginya sudah berhenti di depan gedung KUA. Ia menatap gedung tersebut seakan-akan rumah hantu saja yang siap menampakkan para hantu-hantu palsu yang berpenampilan menyeramkan. Menegangkan.


Bayu dengan pengertiannya menyeka keringat yang bermunculan di wajah bosnya itu sebelum turun dari mobil.


"Semangat Bos, konsentrasi dan jangan grogi. Ingat pembelajaran kita kemarin, Bos udah canggih banget ngucapinnya. Oke?" Bayu memberi semangat dengan tangannya yang terkepal keatas.


"Bismillah ya sayang, niat yang ikhlas karena ibadah.. insyaallah Allah akan memberikan kelancaran," ucap sang Bunda lembut sembari mengelus kedua pundak sang putra yang masih duduk di jok mobil dengan pintu terbuka. Bunda mengecup pelan kening putra bungsunya itu yang sebentar lagi akan menjadi kepala rumah tangga.

__ADS_1


"Ponakan Om hebat dong pastinya.. masih ingetkan dulu pas main basket sama Om, kamu selalu menang meski Om Arman lebih tinggi dari kamu?" Andra memaksa senyum dan mengangguk.


"Nah.. Om yakin kamu pasti bisa mengalahkan tingginya rasa kegugupan kamu juga hari ini," Om Arman turut menyemangati.


"Liat tuh calon istri lo, dengan sekali tarikan nafas lo harus bisa bikin status dia dari calon menjadi istri lo." Bisik Angga yang melirik mobil yang membawa Senja di dalamnya baru saja tiba. Andra mengikuti arah lirikan sang kakak dan mendapati Senja yang baru saja turun dari mobil dengan di bantu oleh dua gadis lainnya.


Nick membuka kaca mata hitam yang sejak tadi bertengger di hidungnya, "woaah, she is very beautiful ( dia sangat cantik).." gumam Nick yang ikut melihat Senja. Segera ia mendapat tatapan menusuk dari Andra.


"Oops, sorry brother.." bule itu menyengir dan menunjukkan 2 jarinya pada Andra sebagai tanda maaf.


Bayu segera merangkul Nick dan membawanya sedikit menjauh dari Andra agar tak menimbulkan kekacauan yang tak diinginkan.


Ayah Herman menepuk pundak putranya, tersenyum dan mengangguk mantab lalu berkata 'kamu bisa' tanpa bersuara.


Semua rombongan sudah siap di tempat masing-masing di dalam gedung. Andra duduk di depan penghulu bersama Senja dan di tengah mereka ada Pak Sapto, ayah Senja.


"Waah, emang emak beneran ya Mbak, calon suaminya Mbak Senja itu ganteng banget kayak Aryan khan. Uunch, jadi pengen foto bareng deh.." ucap Anis dengan gaya mengkhayalnya.


"Hus! Dia itu calon Mas kita, suami Mbak Senja, ojo neko-neko (jangan macam-macam)." Reni memperingatkan.


"Lihat tuh.. saudaranya juga ganteng-ganteng, mending mereka saja, sepertinya belum pada punya istri. Buktinya ndak ada wanita-wanita muda di antara mereka," tambahnya.


"Wah iya Mbak Ren, ada yang bule juga. Jan guantenge cah, (sungguh tampannya)," jawab Anis memandang para lelaki yang berada di antara rombongan Andra.


"Hadirin semua bisa harap untuk diam dahulu, agar kami bisa segera melaksanakan akad nikahnya.." ucap sang pembawa acara di sela acara pembukaannya.


Lalu di mulailah acara pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Qori' dan setelahnya dilanjutkan khutbah nikah oleh pak ustadz.


Pak penghulu menjabat tangan Pak Sapto sebagai tanda jika ayah dari Senja itu meminta beliau mewakili dirinya untuk menikahkan putrinya dengan Andra.


Kini gantian Andra yang menjabat tangan penghulu tersebut untuk mengucapkan ijab qobul.


"Ananda Andra Pradipta bin Herman Pradipta. Saya nikahkan engkau dan saya kawinkan engkau dengan. . ." dan seterusnya.


Ucapan penghulu begitu jelas terdengar di telinga Andra. Tangannya yang gemetar membuat pak penghulu tersenyum tipis dan mengangguk padanya setelah selesai mengucapkan kalimatnya tadi.


Andra menghirup udara sebanyak-sebanyaknya agar bisa mengucapkan ijab qobul dengan jelas dan dalam satu kali tarikan nafasnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Senja Amalia binti Sapto dengan mas kawin tersebut, tunai."


Akhirnya Andra membuktikan kepada semuanya, jika ia mampu melafalkan ijab qobul dengan lantang dan hanya dalam satu kali tarikan nafas. Raut kelegaan terpancar dari wajah semua orang yang ada disana. Ucapan hamdalah pun juga terdengar bersahutan. Meskipun tubuh Andra kini serasa lemas seperti tak bertulang, namun hatinya merasa sangat bahagia saat mendengar saksi mengucapkan kata SAH beberapa detik yang lalu.


Andra juga Senja mencium tangan Pak Sapto bergantian. Lalu mereka kini berhadapan pertama kalinya sebagai sepasang suami istri.


"Istriku.."

__ADS_1


"Suamiku.."


Batin keduanya saling pandang dan tersenyum. Tangan mereka saling terulur pelan untuk berjabat. Senja dapat merasakan tangan suaminya itu dingin dan basah karena keringat, juga gemetar saat ia menciumnya untuk pertama kali.


Andra mencondongkan tubuhnya ke arah Senja yang juga mendekat padanya, dengan sangat pelan Andra mengecup kening istrinya itu. Seketika tubuh Andra oleng, untung saja ketiga saudaranya sigap menangkap dan kembali mendudukkannya. Orang-orang yang menyaksikannya menahan tawa. Andra dan Senja lalu melakukan sujud syukur sebagai tanda syukur karena di berikan kelancaran pada acara ijab qobulnya itu.


Bunda Ratih, eyang dan lainnya mendekat memberi selamat kepada pengantin baru itu secara bergantian.


"Selamat ya cucu Eyang.. kamu sudah menikah sekarang, jadilah lelaki yang lebih kuat." Bisik eyang di sela pelukannya.


Andra hanya mengangguk dan tersenyum.


"Selamat brother.. sekarang aku sudah tidak bisa mengganggu kalian lagi ya," ucap Nick dengan raut wajah yang dibuat sedih, padahal dalam hatinya ia merasa sangat berbahagia atas pernikahan sepupunya itu.a


"Awas aja kalau berani," jawab Andra dalam hati.


Prosesi akad nikah selesai dengan lancar, rombongan kembali ke rumah Senja setelah melakukan foto-foto.


♡♡♡


Selesai sholat jum'at Andra dan yang lainnya berganti pakaian dengan adat jawa karena sebentar lagi akan diadakan resepsi di balai desa yang sudah di sulap menjadi kerajaan sehari.



Sumber foto from : Googel


Para sepupu/saudara yang masih muda dan belum menikah di dandani juga untuk menjadi dhomas bagi yang cewek dan satrio kembar bagi yang laki-laki. Kebetulan Reni dan Anis menjadi dhomas dengan 2 gadia lainnya. Sedangkan Bayu dan Nick menjadi satrio kembar.


Acara di mulai dari pertemuan antara pengantin lelaki dan perempuan, saling melempar sirih, menginjak telor jawa, sungkeman dan lain sebagainya.


2 gadis sepupu Senja malu-malu kucing mencuri pandang pada Nick juga Bayu.


.


.


Bersambung


Alhamdulillah, akhirnya selesai juga author menulis part menegangkan ini. Jujur Author kali ini sangat deg-degan ya pas nulisnya, ikut gugup gitu, jadi lama banget prosesnya.


Mohon maaf jika ada kesalahan ya, krisarnya selalu ku tunggu.


Maaf, mau kasih foto, author bingung dan takut gak sesuai. Kalian bisa kasih masukan atau membayangkan sesuai imajinasi ya.


Atau bisa intip di IG aku Hafsa Julia.

__ADS_1


Bantu dukung dong.. dengan like, rate, fav, dan juga vote nya.


Terimakasih 🙏🥰


__ADS_2