
...Selamat membaca😊...
...----------------...
Setelah melaksanakan jamaah sholat subuh kilat untuk pertama kalinya, sepasang pengantin baru itu kini sudah berada di tempat yang berbeda. Senja berada di dapur bersama saudara-saudaranya yang lain. Sedangkan Andra sedang terbengong menyaksikan mertua bersama dengan paklik dan lainnya sedang memanen lele di empang belakang, dan berencana akan menguras empang tersebut. Tiba-tiba ingatan masa kecilnya terlintas di ingatan saat dia tidak sengaja tercebur di empang milik sang kakek dan membuatnya menderita gatal-gatal selama berhari-hari. Membayangkan hal itu membuatnya bergidik ngeri.
Apa yang harus kulakukan sekarang? tidak membantu takut dikira malas, tapi kalau membantu.. hiii
Tanpa sadar tubuhnya bergidik, Pak Sapto yang melihat menantu barunya seperti itu menghampirinya.
"Kenapa Nak Andra?"
Andra tersadar dari fikirannya, "ah eng enggak Pak, saya cuma mau ke kamar mandi aja. Iya kamar mandi," jawabnya salah tingkah.
Mertuanya mengangguk dan ia pun masuk kembali ke dalam rumah, namun baru saja sampai pada pintu arah dapur, ia mendengar suara-suara berisik seperti nyanyian dan musik abstrak.
Andra tercengang melihat pemandangan unik di depan matanya, pasalnya 3 gadis termasuk istrinya sedang melakukan konser dadakan di dapur rekaman. Ah maksudnya dapur. Rasanya ia ingin tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan abstrak ketiga saudari itu. Dia memperhatikan satu persatu dari mereka, mulai dari Reni yang kini memegang sapu sambil bernyanyi dan menggunakan gagang sapu tersebut sebagai mikrofon, lalu beralih pada Anis yang memegang penggorengan dan sotil lalu memukul-mukulnya seperti sebuah gong, dan terakhir pandangannya pada sang istri yang sedang duduk sambil mengaduk gandum juga dengan sesekali memukulkan sendok pada apapun yang berada di hadapannya juga sambil mulutnya bernyanyi.
Namun sedetik kemudian matanya membelalak, ia terkejut dengan tingkah ketiganya yang kompak berjoget tak karuan dengan musik dangdut campursari yang terdengar dari ponsel.
Ia membekap mulutnya sekuat tenaga, jangan sampai tawanya terlepas begitu sana hingga akan membuat keseruan di hadapannya berakhir. Andra jadi teringat saat beberapa bulan lalu ia mendapatkan laporan sebuah video dari Lala tentang Senja yang sedang melepaskan kepenatan di sela pekerjaannya yang menumpuk.
Jadi seperti ini ya versi live nya. Pengen gue rekam, aduh hp gue kemana lagi. Gumamnya sambil meraba saku celana yang di pakainya.
Tiba-tiba ia di kejutkan oleh sebuah tepukan di pundaknya, reflek ia menoleh dan mendapati sang ayah mertua di belakangnya dengan ekspresi heran.
"Lho, Nak Andra katanya mau ke kamar mandi, tidak jadi?"
"Itu, anu Pak.." belum Andra selesai menjelaskan Pak Sapto menoleh arah dapur dan menggelengkan kepalanya melihat aksi putri dan kedua ponakannya yang masib berjoget tak jelas dan bernyanyi bebas.
"Mulai konser mereka.. jangan heran ya Nak kalau melihat kejadian seperti itu, mereka memang suka begitu kalau lagi ngumpul. Itu saja masih mending,"
Andra mengernyit, mending?
"Ya, biasanya mereka menyambungkan suara hapenya itu di amply, jadi kenceng sekali. Dan mereka bertingkah seperti trio angsa." Jelas Pak Sapto seakan mampu membaca isi pikiran Andra.
"Hah?"
"Lha itu, kluget-kluget ndak jelas.." tunjuk Pak Sapto pada ketiga gadis yang masih belum menyadari jika di perhatikan.
Andra menahan tawa sekuat tenaga mendengar istilah yang di pakai mertuanya itu.
kluget-kluget (meliuk-liuk), gumamnya tanpa suara.
Pak Sapto berjalan mendekat pada ketiga gadis yang masih asyik berjoget dan menyanyikan lagu Cidro - 2 yang dinyanyikan oleh penyanyi Kalia Siska dengan musik DJ Kentrung.
"Ekhem.." Ayah dari Senja itu berdehem sambil menyedekapkan kedua tangannya.
"Bapak?"
"Pakdhe?"
Ketiganya berseru kompak karena terkejut oleh kedatangan tiba-tiba Pak Sapto. Anis langsung mematikan musik di ponselnya.
__ADS_1
"Pantas saja Nak Andra ndak jadi ke kamar mandi, ternyata gara-gara lihat konser dadakan," ucap Pak Sapto yang membuat ketiga gadis itu melotot tak percaya, malu yang pasti.
Senja menggingit bibir bawahnya, aduh Mas Andra liat ya tadi.. malunya, mau taruh dimana mukaku nanti kalau ketemu dia,"
"Gosong tuh pisang gorengnya di tinggal konser.." ucap Pak Sapto sambil berlalu.
"Pakdeee..." teriak Anis yang sudah panik karena mengira apa yang di ucapkan pakdhenya itu benar, ternyata hanya menggoda.
Senja celingukan mencari dimana suaminya berada, kalau ayahnya bilang Andra melihat mereka, berarti Andra disana kan. Begitu kira-kira pikirnya.
Tetapi yang di cari ternyata sudah masuk kedalam kamarnya dan meluapkan tawanya disana.
"Mbak nyariin Mas Andra ya?" goda Anis.
"Bentar ya," Senja segera menuju kamarnya tanpa menghiraukan perkataan Anis yang membuat gadis itu mematut.
Senja membuka hendle pintu kamarnya, Andra meraih ponsenya begitu melihat sang istri masuk.
"Mas Andra abis dari dapur? butuh apa, biar Senja siapin," ujar Senja to the poin, dengan mengesampingkan rasa malunya.
Andra yang sedikit terkejut mengalihkan perhatian, "enggak kok, Mas cuma butuh kamu," jujur Andra.
Blush..
Wajah Senja merona seketika.
"Ternyata Mas pinter gombal ya, Senja baru tau loh.."
"Kamu harus lebih sering sama Mas kalau mau tau Mas ini gimana sebenernya," gumam Andra yang masih terdengar oleh Senja.
"Bu-bukan gitu.. Mas kan belum terbiasa," jawabnya yang kembali dilanda kegugupan.
"Makanya Mas harus membiasakan diri biar jadi terbiasa sama Senja,"
Andra menggangguk dan tersenyum, "pasti."
"Mas mau ngapain?" melihat suaminya mengotak atik ponsel.
"Mau nelpon trio rusuh biar kesini, buat bantuin bapak nguras kolam," jawabnya tanpa beralih dari benda pipih di tangannya.
"Nggak usah Mas," diraihnya tangan Andra yang sudah siap menempelkan ponsel di telinganya."
Andra menoleh dan tatapan keduanya bertemu, "ke-kena..pa?
"Nggak usah ngrepotin mereka, itu udah kegiatan bapak sama yang lainnya kok, dan mereka suka nglakuin pekerjaan itu."
Senja gemas melihat ekspresi suaminya yang menatapnya tak berkedip, kenapa kamu ganteng banget sih Mas, akukan jadi pengen... cup
Senja berlari keluar kamar setelah menghadiahi sebuah kecupan singkat di bibir suaminya yang berwarna merah alami dan sedikit terbuka. Ia bersandar di pintu luar dan memegangi dadanya yang ingin meledak.
Apa-apaan sih aku barusan, kayak cewek nggak tau malu aja deh.. rutuknya pada diri sendiri sambil menepuk pipinya pelan.
"Mas Andra bakal ngira aku yang aneh-aneh nggak ya.." gumamnya yang terdengar oleh Reni.
__ADS_1
"Aneh-aneh apa hayoo," gadis itu mengageti Senja.
Dan terjadilah saling goda dan berkilah diantara mereka.
Sementara itu di dalam kamar Senja, Andra masih terbengong dengan tingkah istrinya barusan. Tangannya menyentuh bibir yang baru saja dicuri kecupannya. Senyum bahagia terpancar di wajah tampannya.
"Berani juga kamu, tau aja aku ... gini,"
"Apanya Bos yang berani?" sahut sebuah suara yang ternyata berasal dari ponselnya.
Udah nyaut aja si Babay..
"Bukan apa-apa, kalian bertiga lagi pada sibuk nggak?" jawabnya yang segera mengalihkan pembicaraan.
"Udah kangen aja lo Bos ama kita, emang Senja kemana?"
Andra mendesah, "ditanya malah balik nanya,"
"Kita free lah sampai minggu besok acara ngunduh mantu lo, repot persiapan doang."
"Kesini lo, ajakin yang lain juga, cepet gak pake lama." Perintah Andra tanpa ingin di bantah. Ia langsung mematikan ponselnya begitu saja. Lelaki itu masih takut dengan bayangan empang yang terpampang di depan mata.
"A'elah Bos, masih aja kek gitu kalau nyuruh. Nggak lancar kali MP nya semalem nih," gerutu Bayu di seberang sana.
Setengah jam kemudian, ketiga lelaki tampan yang baru saja turun dari mobil berwarna silver itu, kini menjadi pusat perhatian para tetangga, termasuk kedua sepupu Senja.
"Wuahh.. keren-keren banget sih saudaranya Mas Andra ya,"
"Omaigatt. . ganteng maximal, asli no fake ini sih," sahut Anis segera mengabadikan gambar ketiga lelaki itu dengan ponselnya.
Mereka tampak rapi dengan gaya masing-masing, seperti akan bepergian kemana saja, padahal hanya ke kampung. Mereka pasti bakal shok setengah mati setelah tau untuk apa mereka di panggil kesana oleh Andra.
Benar saja, mereka kompak berteriak 'apa' saat Andra meminta tolong untuk membantu ayah mertuanya memguras empang lele.
"Whatt?"
"Baru semalem disini udah parah si bos mah," keluh Bayu.
"Tau gitu gue nggak mandi dulu tadi, terus pake kolor aja, ngapain rapi-rapi gini. Gue kira lo mau ngajak apa gitu kek, seneng-seneng," gerutu Angga.
Nick mengerucutkan bibirnya, "bukannya dapat cewe, malah dapat lele."
Mekipun dengan terus menggerutu pada awalnya, tetapi ketiga saudara rusuh nan setia itu tetap melaksanakan apa yang di minta oleh Andra.
"Kalau nggak inget ini di rumah mertua lo, udah gue ceburin daritadi lo Ndra! Nggak peduli lo bakal gatel-gatel," gerutu Angga dalam hati melirik Andra yang hanya bersedekap dada saja melihatnya kesusahan menjaring lele.
"Waduh.. ini kok ada pasukan seleb nangkap lele to," tegur Pak Sapto pada ketiga laki-laki yang di sebutnya selebriti tersebut.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Like, love, komennya ku tunggu teman-teman semua😍
Maafkan part gaje inih ya😅