Pengagum Rahasia Senja

Pengagum Rahasia Senja
PRS 69. Fitting


__ADS_3

...Selamat Membaca😊...


...----------------...


Persiapan demi persiapan mulai dilakukan oleh kedua keluarga besar Andra dan Senja. Mulai dari catering, surat undangan, dekorasi, tata rias, seragam untuk keluarga besar, dan pakaian untuk pengantinnya. Pernikahan yang akan di adakan secara adat jawa itu akan di adakan di balai desa tempat tinggal Senja. Karena jika di rumah Senja tidak akan mungkin muat untuk menampung para tamu undangan, yang di perkirakan akan membludak karena eyang mengadakan pesta itu untuk umum di kampung Senja. Eyang juga menyuruh menambahkan tanda amplop di coret ❌ di kertas undangan sebagai tanda tidak menerima sumbangan, melainkan hanya kado atau karangan bunga.


Karena bagi eyang, beliau mengadakan syukuran untuk cucu kesayangannya. Juga agar para tetangga di tempat tinggal Senja merasa senang dan dapat menikmati pesta dengan tenang tanpa harus memikirkan menyumbang.


Untuk pesta pernikahan ini, secara tema di serahkan oleh calon pengantinnya, ingin seperti apa keinginan mereka, dan yang lainnya akan mempersiapkannya sesuai keinginan Senja dan Andra. Karena Andra hanya menurut dan menyerahkan hal itu kepada calon istrinya, jadi semuanya harus sesuai dengan keinginan Senja. Agar bisa berkesan sesuai dengan pernikahan impian Senja, begitu kata Andra. Senja memang gadis yang sederhana jadi dia nggak muluk-muluk menginginkan pernikahan ala princess disney, ia hanya ingin menjadi raja dan ratu dalam pernikahannya tersebut.


(A : Itu sih udah pasti Senja 😒)


(S : Maksudnya bener-bener seperti raja & ratu kerajaan jawa begitu Kak Author.. Anda kok sewot ih)


(A : Oh oke..)


...----------------...


Hari ini Andra dan Senja di tugaskan untuk fitting baju pengantin langsung di butik pilihan eyang, karena semua ala jawa yang kental. Berbeda dengan saat bertunangan yang semuanya sudah di urus oleh Bunda Ratih dan Aunty Charlotte.


Pilihan pertama dari eyang, jawa basahan.


"Eyang sayang, Senja itu berhijab. Mana mungkin pakai basahan.. lagipula Andra juga nggak mau ah badannya terekspos kayak gitu, malu." Ucap Andra pada eyang.


"Astaghfirulloh, iya juga.. ah Eyang kebawa suasana sih, kemaren pemilik butiknya ngusulin itu," jawab eyang.


"Eyang dulu juga begitu sih pas jadi manten sama Eyang Kakungmu.." Eyang tersenyum malu saat mengatakan hal itu pada Andra dan Senja, eh lupa ada Mas Bayu juga sebagai asisten sekaligus supirnya.


"Bayu jadi inget, pernah nggak sengaja liat foto manten di kamar Eyang, berarti itu foto mantenan Eyang dan Yangkung dulu ya?" sahut Bayu.


Eyang tersenyum dan mengangguk.


"Woaah, nggak nyangka dulu Eyang cantiik bangeet, pantes aja sekarang masih cantik,"

__ADS_1


"Hallah, bisa saja kamu Bayu nggombalnya," eyang mengibaskan tangannya.


"Bayu serius, Eyang.."


"Iya-iya, Eyang percaya,"


Pemilik butik datang dengan membawa tablet di tangannya san menunjukkan beberapa referensi pengantin jawa hijab, untuk sekarang ini udah banyak banget modelnya ya, jadi nggak perlu khawatir.




Sumber foto from : Google.


Dan beberapa dekorasinya juga.




Sumber foto from : Google


Disaat Andra, Senja dan eyang sedang sibuk melihat-lihat foto dan memilih dekorasi, Bayu terlihat sibuk dengan ponselnya dan terlihat senyum-senyum sendiri, bahkan sesekali lelaki itu terkikik. Andra yang mendengar kekehan Bayu melirik asistennya itu sekilas, merasa kepo tapi berusaha mengabaikannya dan kembali fokus pada kedua orang di sampingnya.


Setelah selesai dengan segala sesuatunya di butik, mereka ber'empat kemudian undur diri. Mereka mengantarkan Senja terlebih dahulu, setelah itu barulah kembali ke kediaman eyang.


Sampai di kediaman eyang, Andra yang baru saja turun dari mobil, tiba-tiba di kejutkan dengan suara gonggongan anjing. Reflek lelaki itu berlari secepat kilat sehingga membuat hewan berkaki empat dengan tubuh yang pumayan besar itu juga berlari mengejarnya. Andra berteriak-teriak minta tolong sambil terus berlari marathon, dan berakhirlah ia di pohon mangga belakang rumah di pojok kiri. Pohon yang lumayan besar dan tinggi itu menyelamatkannnya dari kejaran anjing bullmastiff/anjing penjaga. Dengan anjing chihuahua saja dia takut apalagi dengan anjing sebesar itu.


Keringat sebesar biji jagung mulai mengucur dari wajah dan tubuhnya, nafasnya tersengal-sengal karena berlari-lari kencang tadi, ia juga masih terus berusaha berteriak mencari pertolongan.


Dari arah sudut dalam rumah, nampaklah dua orang lelaki yang sedang tertawa terbahak-bahak menyaksikan penderitaan Andra. Dari belakang mereka datanglah aunty Charlotte dan menjewer telinga keduanya hingga membuat Nick juga Angga meringis meminta ampun. Sedangkan Bayu dan eyang sudah mengikuti Andra sejak tadi dengan khawatir. Mereka mencoba mengusir anjing yang masih saja menggonggong di bawah pohon yang di panjati oleh Andra.


"Eyang.. tolongin Andra, Eyang.. Andra udah nggak kuat," ucap Andra dengan suara yang mulai serak.

__ADS_1


"Bener-bener kebangetan kedua saudara lo, Bos. Tadi bilangnya cuma anjing kecil dan lucu, tapi nyatanya bulldog kayak gitu. Gue aja takut apalagi elo Bos. Maafin gue ya Bos, gue nggak ikut-ikutan sama kasus ini," batin Bayu menatap melas pada Andra yang masih bertengger di atas pohon. Tapi ia tak habis fikir, dari mana Andra bisa memanjat pohon sampai setinggi itu, padahal setaunya bosnya itu tidak pernah memanjat pohon.


"Cepat tolongin itu saudara kalian.." perintah aunty Charlotte yang menggiring Nick dan Angga keluar rumah menuju taman belakang dimana adanya Andra.


"Oke," jawab Nick.


"Paling enggak kan udah lumayan puas tadi ketawanya. Lanjut besok lagi ah.."


Andra berhasil di turunkan dari atas setelah anjing besar tadi berhasil di amankan oleh Pak Bejo dan Pak Tejo dengan menggunakan tangga. Keadaannya sangat memprihatinkan, seluruh tubuhnya sudah lemas dan basah oleh keringat. Ia hampir saja pingsan jika telat sedikit saja mendapat pertolongan.


"Wes arep dadi manten kok yo malah ono-ono wae to Le.. Le," ucap eyang khawatir dengan keadaan cucunya itu. Ia menyeka keringat Andra dengan handuk kecil.


(Sudah mau menikah kok malah ada-ada saja to Nak.. Nak,)


Trio B.A.N (Bayu, Angga, Nick) hanya diam tak berkomentar memperhatikan sang nenek meratapi cucu bungsunya. Mereke menyembunyikan kedu bibir mereka agar tak menimbulkan suara apapun yang akan menimbulkan kekacauan, apalagi jika sampai keceplosan, bisa-bisa habis mereka semua oleh eyang.


♡♡♡


Satu minggu menjelang hari H, masih ada saja hal-hal yang membuat Andra geli, sebal, jengkel, marah bahkan hampir saja masuk rumah sakit akibat ulah ketiga saudaranya. Terutama Angga dan Nick, sementara Bayu hanya ikut-ikutan saja akibat ancaman dari mereka berdua.


Semua itu adalah surprise dan hadiah-hadiah dari kami Andra..


Hari ini Andra kembali mendapat kejutan yang sangat menjijikkan dan membuatnya menggeliat kegelian, dan efeknya sangat buruk bagi dirinya. Andra menderita gatal-gatal parah akibat terkena tumpahan ulat bulu di sekujur tubuhnya. Sontak hal itu membuat seluruh penghuni rumah eyang gempar. Mereka khawatir jika pada hari H Andra belum dapat di sembuhkan. Mungkin terkesan lebay ya, tapi kulit Andra memang lebih sensitif dari kulit pria dewasa lainnya, sehingga ia akan menderita gatal lebih parah hanya karena dengan di gigit seekor nyamuk saja, apalagi ulat bulu.


Jika para orang tua tau itu adalah ulah dari anak mereka sendiri, mereka pasti akan murka dan menghukum mereka habis-habisan. Untung saja sampai hari ini hal itu masih tersimpan rapih. Mereka berharap akan ketahuan saat Andra dan Senja sudah resmi menikah, jadi akan ada sedikit rem untuk kemarahan mereka dengan adanya Senja disana.


.


.


Bersambung


Maaf untuk part yang gaje ini😅

__ADS_1


Kasih like nya ya, komentar, favorit bagi yang suka.


Terimakasih🙏


__ADS_2