
Aku mencoba mencerna kata-kata suamiku. Akupun mengangguk. Semua yang dikatakan suamiku benar. Aku harus bangkit. Aku tidak boleh berlarut-larut. Demi Mas Faiz, dan demi anakku, Haidar. Aku benar-benar harus kuat.
"Aku akan selalu ada di sampingmu bila kamu sudah siap untuk melangkah, An." kata Mas Faiz.
Mas Faiz tersenyum. Aku balas tersenyum. Meski perasaan jijik pada tubuhku sendiri kerap menghantui, namuan aku tetap ingin terus mencoba melangkah bersama keluarga kecilku.
Aku selalu berdoa, agar aku bisa melewati ini semua dengan tabah. Aku percaya akan kekuasaan Allah. Aku yakin bila aku semakin mendekatkan diriku pada-Nya, Allah akan memudahkan jalanku.
...***...
Keesokkan harinya hari persidangan tiba. Kak Ulfa dijatuhi hukuman 4tahun penjara dan 6tahun untuk Dimas. Dimas tak berkata apapun. Dia langsung di bawa masuk oleh petugas penjara masuk ke dalam.
Melihat wajah Dimas, bayangan itu kembali menghantuiku. Kakiku lemas seketika.
Allah.. -batinku.
"Jangan takut, An. Mas di sampingmu." kata Mas Faiz.
Mas Faiz meraih bahuku dan membantuku untuk duduk di kursi pengunjung persidangan.
"Ma, tolong Ulfa, Ma!" seru Kak Ulfa. Dia mencoba berlari ke arah Mama yang kini berada di sampingku, begitu pula dengan Papa. Mata Papa merah.
Mama hanya menangis. Aku tahu benar bagaimana perasaan belau. Sebagai ibu yang menyayangi anaknya tentu beliau sangat merasakan kesedihan sebab harus menyaksikan anaknya, Kak Ulfa, masuk ke dalam penjara. Bukan sebagai penjenguk namun sebagai penghuni.
Melihat tidak ada respons dari Mama, Kak Ulfa beralih ke arahku. Aku melihat bagaimana mata Kak Ulfa memerah menahan tangis.
"Dik, keluarkan Kakak, Dik!" seru Kak Ulfa.
__ADS_1
Aku diam saja. Sebetulnya aku pernah meminta Mas Faiz untuk membebaskan Kak Ulfa, hanya saja Mas Faiz menolaknya, karena menurut Mas Faiz, Kak Ulfa tidak akan jera hanya dengan kita memaafkannya. Dengan menjalani hukuman penjara, Mas Faiz berpikir bila Kak Ulfa masuk penjara untuk menebus kesalahannya dia akan bisa bertaubat.
Semua yang dikatakan Mas Faiz benar. Bila aku terus luluh, Kak Ulfa tidak akan bisa berubah. Biarlah dia menganggapku jahat karena aku telah membiarkan dia masuk penjara namun sungguh aku hanya ingin Kak Ulfa bisa berubah menjadi Kak Ulfa yang lebih baik.
"Papa! Bebaskan Ulfa, Papa!" seru Kak Ulfa. Saat dia melihatku tidak menggubris kata-katanya.
Sama seperti aku dan Mama, Papa hanya diam. Beliau tidak kuasa melihat Kak Ulfa dipegangi oleh dua petugas polisi. Hal ini terlihat dari air mata Papa yang mengalir di pipi Papa dan pandangan Papa yang Papa alihkan ke arah lain.
Kak Ulfa terus berteriak. Namun, kita hanya diam. Biarlah, semoga Kak Ulfa bisa menjaga dirinya baik-baik di dalam sel penjara.
Aku menoleh ke sebelah kanan, di sana ada Linda, Arum, Mia, Farha, Aaron, Rizki, dan Revan. Mereka datang ke persidangan ini. Mereka juga selalu berada di sisiku.
Aku benar-benar beruntung memiliki sahabat seperti mereka yang begitu tulus menyayangiku. Semoga saja suatu saat nanti Kak Ulfa juga bisa kembali menyayangiku.
Oiya, Haidar aku titipkan pada Bi Darsih. Karena aku tidak mau membawa Haidar ke persidangan.
...***...
Rasa takutku akan sentuhan sudah mulai hilang karena Mas Faiz yang selalu ada di sampingku dan memberi semangat kepadaku.
Allah, terima kasih.. -batinku.
...***...
Inilah akhir kisahku untuk saat ini. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana nasibku ke depannya. Namun, aku selalu yakin, ketika aku terus mendekatkan diri kepada Allah, selalu taat kepada suami, hormat kepada orang tua, menyayangi anakku dengan tulus, dan baik kepada siapapun, godaan apapun yang nantinya menghampiriku pasti akan bisa ku lalui.
Aku percaya, bersama kesulitan ada kemudahan. Hal ini tertuang dalam Surat Al-Insyirah ayar 5-6. Ayat yang begitu indah dan selalu kujadikan motivasi diri agar terus kuat ketika cobaan datang menerpa.
__ADS_1
Aku sangat bersyukur masuk pesantren walaupun kedatanganku di awal penuh niat tidak baik. Mungkin bila aku diberikan kesempatan untuk kembali, aku tetap ingin kembali masuk pesantren dan mengenal Tuhanku, Allah SWT. Juga bertemu orang-orang yang sangat tulus kepadaku.
Terima kasih.
...***...
...TAMAT...
...***...
Assalamualaikum, semua.
Apa kabar? Aku harap kalian semua dalam keadaan sehat. ❤️
Untuk kalian semua, terima kasih sudah membaca novel Penjara Suci-ku sampai akhir. Kali ini novel Penjara Suci benar-benar tamat ya. Terima kasih aku ucapkan untuk pembaca setia aku baik yang mengenal aku sejak aku di aplikasi oren maupun yang baru mengenalku di aplikasi ini. Terima kasih juga untuk Laskar Upi1612 (semua pembaca setia aku) yang rajin kasih semangat. Ketika kalian memberiku semangat, aku selalu jadi semangat buat update. Karena semangat dari kalian juga aku jadi bisa terhindar dari Hiatus dalam waktu lama. Meski aku sering banget alamin sepanjang aku menulis. Terima kasih yaaa.. Aku senang sekali.❤️❤️
Terima kasih atas dukungannya semua. Semoga yang baca, like, komen, dan share cerita aku ke orang-orang selalu diberikan kemudahan rejeki dan sehat selalu. Kita saling doakan ya. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana aku bisa melanjutkan cerita ini bila tidak ada kalian.❤️❤️❤️
Sedikit cerita. Awal nulis Penjara Suci aku cuma 30an part di aplikasi oren, tapi semenjak aku dapet komentar positif dan penuh kalimat menyemangati aku, aku jadi bisa menulis sampai ratusan part. Kalian hebat sekali. Terima kasih. 🤗
Mohon maaf ya bisa selama mengenal aku atau karyaku, ada sesuatu yang membuat kalian tidak suka. Buang yang buruk-buruk dari cerita aku dan bisa ambil yang baik-baiknya aja yaaa.. Maaf juga suka gak sempet balas komen satu per-satu, tapi aku baca kok hehehehe. Terima kasih yaaa. ❤️❤️❤️
Untuk Penjara Suci yang kedua insyaAllah akan aku bawa juga dari aplikasi oren ke sini, judulnya Pemanis Sendu. Ceritanya tentang anak-anak Nindy dkk. Tapi sampai saat ini aku belum bisa memastikan waktunya, karena aku mulai sibuk lagi, dan belum sempat revisi hehehe. Doain aja yaaaa. Biar secepatnya. Eh, aku pede banget ya kalau pada mau baca Pemanis Sendu aku? 😅
Untuk yang mau membaca Penjara Suci versi Gus Faiz bisa langsung baca Beyond Blassed yaaa.. ❤️
Sekali lagi terima kasih ya. Sukses untuk kalian semua. Aku sayang kalian. Sangat. Semoga kalian juga sayang sama aku. 🙈❤️❤️❤️
__ADS_1
Peluk sayang,
Ibu Penjara Suci