
.
Waktu terus berjalan, hari berganti Minggu, Dan Minggu berganti bulan, Tak terasa pernikahan nya dengan Riri wanita kesayangan nya, kini sudah memasuki bulan kedua, Resepri sederhana namun terkesan mewah itu telah di laksanakan di salah satu hotel bintang lima, satu bulan yang lalu, Dengan Undagan yang terbatas demi kenyamanan Sang istri dan juga Putra nya,
Dan sesuai janji nya kepada Sang istri
Jika hari ini dirinya akan membawa istri nya itu,
Untuk melihat Rumah baru mereka yang terletak di kawasan perumahan Elite, Sedang Re, sudah di bajak oleh Opa nya yang katanya ingin makan siang bersama Cucu kesayangan nya itu, mau tidak mau Riri melepaskan Bayi montok nya yang sebentar lagi genap berusia dua tahun itu, Dengan Meminta tolong kepada Bi Nining yang ikut serta, sebab Riri khawatir jika bayi itu rewel, Dan sebagai nya,
Jarak kantor Arya dan rumah mereka tidaklah jauh hanya 20 menit waktu tempuh nya, jika tidak macet, itulah yang menjadi Alasan Arya memilih hunian mewah di kawasan itu,
Rumah yang berdesain modern namun terkesan sederhana dan elegan itu, menjadi pilihan Arya, Rumah 2 lantai dengan 5 kamar, Di halaman depan sebelah kiri adalah garasi mobil yang bisa memuat hingga tiga buah mobil, di sebelah kanan ada kolam ikan koi, dengan air mancur kecil,
dengan pagar tembok setinggi dua meter, dinlengkapi dengan pos Security yang terletak di pojok kanan, bersebelahan dengan kolam ikan,
" Wahh Rumah nya besar sekali Pih, Ada kolam ikan nya juga," Tukas Riri dengan senyum mengembang,
" Iya dong harus yang terbaik buat Istri dan Anak-anak ku," Pungkas nya dengan menarik Pinggang ramping Istri nya dan mencium kening nya dengan lembut dan lama,
" Mas sayang banget sama kamu, Dan juga baby, Jangan pernah tinggalin Mas ya," Arya memeluk tubuh mungil istri nya dengan erat,
Seakan takut jika ia akan terlepas dan pergi,
" Iya Pih," jawab Riri pipi nya bersandar di Dada bidang suaminya dan menghirup Aroma yang paling ia sukai itu, Aroma khas Arya,
__ADS_1
"Yuk kita masuk, kita liat Kamar kita di dalam, " Arya merangkul pundak Riri dan membawanya menuju pintu utama,
Begitu masuk Mata Riri di suguhkan dengan Ruang tamu yang sudah terisi dengan furniture Satu set Sofa warna cream, Yang terlihat sangat empuk dan nyaman untuk di duduki, serta meja segi panjang yang berada di tengah-tengah,
" Ayo, Mau liat kamar lantai atas atau kamar utama dulu nih?, " Tanya Arya, dengan menarik Pinggang Riri merapat kepada nya, satu tangan nya sudah meremas dada istri nya dengan gemas,
" Kelantai atas dulu yuk, Papi kebanyakan modus nih " Jawab Riri tanpa melepaskan tangan Arya yang bertengger di pinggang nya,
" Nah ini kamar utama ke dua, semua sudah di lengkapi dengan Furniture nya, Jika Re sudah besar nanti ia kan menempati kamar ini, maka nya Mas Sengaja mendesain nya seperti ini khas laki banget, Ucap Arya,
Dilantai dua itu ada tiga kamar, satu kamar utama, satu kamar tamu, dan satu lagi masih kosong, Sedang di lantai dasar, satu kamar utama yang luas, yang bersebelahan dengan kamar Re yang memiliki pintu penghubung dengan kamar utama, setelah itu ruang keluarga, yang menjadi pembatas kamar satu lagi yang akan menjadi kamar Bi Nining, yang terletak tak jauh dari Ruang makan, dan Dapur.
Sedang untuk kamar untuk Art ada di luar bangunan yang berada di belakang, dengan akses jalan keluar yang menyambung dengan garasi mobil, kamar Art ada 4, Dengan bangunan terpisah dengan Rumah utama,
" Sayang sini kita liat kamar kita," Arya menyeret Lengan Riri yang masih asik memandang Dapur dengan peralatan terlengkap itu,
" Hem.. Jadi pengen nyobain kamar baru kita," Suara Arya sudah serak, sesuatu yang menempel tepat di bo kong Riri sudah mengeras,
" Papi ihh ini masih Siang udah on aja, Ayo kita lihat-lihat ruangan yang lain," Riri berusaha melepaskan belitan tangan Arya yang melingkar dengan erat di perut nya, dengan bibir yang tak berhenti menjelajah celuk leher nya,
" Panggil mas Sayang, Jika hanya kita berdua kamu harus panggil Mas," Tukas Arya dengan membalik kan tuhbuh Riri dan membopong nya menuju ranjang king Size, Yang sangat lebar itu, Dan menduduk kan Nya di tepi Ranjang,
" Aku sangat mencintaimu sayang, Istriku, Ibu untuk Anak-anak ku," Setelah mengucap kan hal itu, Arya membenamkan Bibir nya di atas bibir ranum Riri yang selalu menggodan nya,
******* nya dengan lembut, satu tangan nya telah berpindah di punggung Riri dan mengelus nya dengan gerakan lembut,
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk membuat istri nya itu hanyut dalam buayan nya, Arya mencumbu Istri nya dengan pemujaan, tanpa melewatkan seincioun dari tubuh molek sang istri,
" Aaahh mass!! " ******* Riri memenuhi Ruangan. bernuansa putih dan gold itu, dengan suhu ruangan yang sejuk dari pendingin ruangan, membuat Arya semakin semangat, Dengan kobaran gairah yang kian terpantik naik,
" Keluarkan suara indah mu sayang, Aku ingin mendegar nya," Ucap Arya dengan terus meraup dan menyesap sesuatu yang sangat lezat di bawah sana, membuat Riri melenting kan badan nya bagai terkena arus listri, jari lentik nya sibuk mengacak-ngacak Rambut Arya yang masih tekun dengan kegiatan nya,
"Aaarghh!! Aku mencintaimu sayang! " Arya menuntaskan kegiatan mereka di siang bolong itu, dengan beberapa kali berpindah tempat dan berganti posisi, Membuat Riri terkulai lemas tak berdaya dalam pelukan nya,
" Aku mencintaimu sayang, Sangat," Arya mencium lama kening Istrinya yang telah memejamkan mata karena kelelahan setelah melayani sang Suami selama kurang lebih dua jam, Dengan bermacam-macam posisi telah di praktek kan oleh Suaminya itu, Benar-benar melelahkan,
.
Sedang di tempat lain.
"Opa, mau kesana," Tunjuk Re kesebuah Play ground, Dan tanpa mendengar jawaban dari sang Opa, Re telah menyeret kedua tangan Opa dan juga Nenek nya itu, Mau tidak mau kedua parubaya itu mengikuti keman Cucu kesayangan mereka membawa kedua nya,
Kedua Kakek dan Nenek itu sekarang tengah duduk di bangku bersisian, dengan pandangan tertuju kepada bocah yang dengan riang nya bermain seluncuran dengan di temani salah satu pegawai Playground, yang di tugas kan mengawasi para Anak-anak itu bermain.
Dengan sesekali Opa dari Re itu melirik wanita yang duduk di samping nya itu, satu kata yang terucap dalam hati nya, .CANTIK, Wanita sederhana yang selalu terlihat sungkan kepadanya, sejak pertama kali bertemu saat Melamar Riri sekaligus akad Nikah nya, waktu itu, Dan di saat Resepsi pun Wanita cantik itu tampak rikuh duduk mendampingi Riri di atas pelaminan saat itu,
Bahkan menatap matanya saja tak pernah, pandangan nya selalu tertunduk, saat berhadapan dengan nya, Membuat lelaki setengah abad itu semakin penasaran dengan kepribadian Wanita di samping nya ini, Ahh Jiwa seorang lelaki tua yang baru saja menduda belum lama ini, kini tengah kembali bergejolak kala memandang wanita pemalu itu, Wanita sederhana dengan tutur kata yang lemah lembut,
bersambung...
jangan lupa ya jempol nya, bestie 🤗🤗
__ADS_1
makasihh 🌹