PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 105


__ADS_3

" Em...! Enak banget ini.., Liat deh Pih, Telur puyuh nya gede-gede,Trus ini, Lontongnya juga lembut, Udah itu di potong serong lagi, Makin enak dah pokonya,"


Ceriwis Riri sambil memasuk kan suapan Lonsay kedalam mulut nya dan mengunyah nya dengan perlahan, seakan sedang menghayati detail rasa makanan yang ia makan itu,


Sedang ke tiga manusia lain nya yang sama-sama menghadapi sepiring makanan nya masing-masing, Dengan menu yang sama, Ya itu lontong sayur, Hanya terbengong saat mendengar penuturan Riri tentang makan itu,


Saat Riri menyebut jika telor Puyuh itu gede-gede, Reflexs ketiganya melongoknisi piring nya masing-masing dan melihat telor puyuh yang katanya gede-gede itu,


Ketiganya kompak mengerinyitkan dahi mereka, saat melihat telor puyuh yang sama saja kecil nya dari dulu hingga sekarang,


Sejenak ketiganya bertukar pandang, Dari tatapan mereka seolah mengatakan jika Telor puyuh itu memang kecil, Tidak seperti yang di suarakan oleh Riri barusan,


" Makasih ya Pih, Udah dapetin yang sesuai keinginan ku," Tukas Riri seraya mencium Pipi suaminya


Membuat Arya melebarkan cuping hidung nya, karena bahagia mendapat ciuman dari Istri nya, Sedang Dimas hanya mencibir kepada Bos kurang Ajar nya itu,


" Ayo di makan, Enak loh ini mba Rina, mas Dimas, " ujar Riri menyuruh mereka makan,


"Punya aku aja udah mau habis ini, Kalian malah bengong," Lanjut nya lagi,


"Makan Dim, Jangan membuang-buang makanan mubajir," Sambung Arya denga. mengarahkan tatapan tajam nya kepada Asistennya itu, Sedang Rina yang duduk di samping Dimas Dengan segera menghabiskan Makanan nya, Sebelum di protes oleh Bos nya itu,


" Makan yang banyak sayang, " Tukas Arya dengan mengelus kepal Riri dengan sayang,


" Baby mana sayang, Kok nggak keliatan dari tadi?," Tanya Arya sambil menoleh kesana kemari mencari keberadaan Putra nya, Yang baru di sadarinya jika tak ada bersama mereka di meja makan,


"Baby di belakang, Sama Ibu, mau ngasih makan ikan nya katanya," Jawab Riri, Arya hanya ber Oh saja mendengar nya,

__ADS_1


" Nanti siang Re mau di jemput Papa, Katanya mau di ajak ke taman bermain, Aku nggak bisa ikut, Mau ke SDA, Udah janjian sama Bang Vikri, Mau ngebahas tentang peluasan Toko bagian Aksesories, kebetulan Ruko sebelah mau di jual sama yang punya, Butuh Dana cepat Anak nya sedang tersandung kasus," Lapor Riri panjang lebar, kepada Arya,


Yang serius mendengarkan setiap penuturan


Istri nya itu,


Kemudian Arya meraih dompet yang ada di sakunya, Dan mengambil satu kartu sakti nya, dan meletak kan nya di tangan Riri, " Pakai ini untuk Transaksinya," Ucap Arya,


" Tapi.."


" Nggak ada tapi-tapian, Pokok nyabkamu pake ini untuk segala keperluan mu, Oke," Potong Arya dengan mengacak gemes rambut istrinya itu,


.


"Heh! hati-hati kalau berjalan, Matamu itu kau taroh dimana hah!," Suara wanita Parubaya itu, sangat melengking di gendang telinga, sehingga menarik perhatian beberapa orang yang sedang menikmati sarapan pagi nya di sebuah Resto itu,


" Kamu dengar nggak Apa yang aku katakan barusan," Pekik Wanita parubaya itu berdiri dari kursinya dan berkacak pinggang,


" Apa kamu tuli hah," Teriak nya lagi,


" Maaf kan saya Nyonya, Saya tidak..." Restie tidak dapat meneruskan perkataan nya, saat menyadari jika yang memakainya sejak tadi itu adalah Wanita yang telah mengantarkan nya kepada kesengsaraan hingga saat ini,


" Ohh Nyonya besar Rupanya, saya kira siapa tadi, Masih sanggup juga Anda makan di tempat seperti ini, Bukan nya Anda sudah di ceraikan oleh Suami kayamu itu, Ups.. Sorry," Rsetie menutup mulut nya dengan tangan nya, Mengejek Wanita parubaya yang tiada lain, ialah Nyonya Ranti yang angkuh itu,


" Kurang Ajar ya mulut kamu ini," Ranti geram saat Restie mengungkit perceraiannya dengan Tuan Wiguna, Baginya itu adalah sesuatu yang sangat memalukan jika ada salah satu teman nya yang mendengar perkataan Restie barusan, bisa di ejek habis-habisan dia,


" Kenapa? Takut kalau ada teman Tante yang tahu, jika seorang Ranti telah menjadi seorang Jendess,!" Restie tersenyum miring saat melihat raut muka Ranti yang menahan emosi itu, Dengan Nafas yang sudah memburu,

__ADS_1


" Tenangkan dirimu nyonya, Jangan sampai Anda Struk disini, Karena nggak akan ada yang perduli lagi padamu," Restie berlalu sambil menggendong Putri kecil nya, Setelah mengatakan kalimat yang berhasil membungkam Mulut pedas Ranti,


Meninggalkan Ranti dengan emosi yang sudah di ubun-ubun, " Kurang ajar sekali wanita murahan itu," geram nya, dengan kembali duduk dan melanjutkan makan nya,


" Halo.., Cucu Opa! Udah siap belum nih?, " Tuan Wiguna yang baru saja tiba di rumah Arya siang itu,


" Re sudah siap Opa, Nenek juga sudah siap," jawab nya riang,


Kedatangan Tuan Wiguna langsung di sambut girang oleh Re, yang sudah menunggunya sejak pagi,


Tuan Wiguna bertanya kepada Cucu kesayangan nya itu, Namun lirik kan matanya sempat singgah kepada Bi Nining yang siang itu terlihat sangat Cantik di mata nya,


Wanita parubaya itu, Masilah cantik dengan bagian Tubuh nya yang masih terlihat kencang, Sebab Bi Nining yang tidak memiliki keturunan itu, membuat Badan nya tak banyak menuai perubahan yang biasa di alami wanita yang yang beberapa kali melahirkan,


Bi Nining masilah terlihat segar, Apalagi semenjak dirinya tinggal bersama Riri yang baik, Dan memanjakan nya sebagai Ibu angkat nya, Membuat Wanita itu terawat, dengan berbagai skincare yang di sediakan Riri, Bi Nining tampil lebih fress dari usia nya, yang sudah hampir kepala lima itu,


" Yuk kita berangkat, " Ajak nya dengan menuntun Re ke arah mobil nya, dan membukakan pintu depan untuk Cucu dan juga Nenek nya,


" Kita makan siang dulu ya, Cucu Opa ini pengen makan Apa?," Tuan Wiguna menoleh Bi Nining yang sedari tadi hanya terdiam, memangku Re,


.


Bersambung.....


jangan lupa jejak-jejak nya ya bestie 🤗


Ramaikan juga karya Othor yang sebelah ya🙏

__ADS_1


terima kasih🙏


__ADS_2