
Beberapa hari kemudian,
"Mas…!,"
"Ada apa sayang?,"
Sahut Arya terlonjak dari tempat tidur saat mendengar teriakan istrinya itu dari dalam kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka itu,
"Ada apa?, Kamu nggak apa-apa kan?," Arya memutar-mutar tubuh istrinya, Memeriksa kalau-kalau ada yang terluka,
"Ini..hick!," Riri menyodorkan benda yang sangat familiar bagi pria tiga anak itu, Dengan air mata yang sudah berjatuhan,
" Ini…, Ini betulan sayang? Kok bisa?," Tanya nya Polos,
"Mas.. Nanya lagi.. iihh…! Nyebelin, Padahal sudah di wanti-wanti jangan sampai terjadi lagi," Ucap Riri kesal dan berlalu dari hadapan Arya,
" Sayang.. Bukan gitu maksud Aku, Hey..,Ya Ampu..," Arya mengejar sang istri yang ternyata sudah keluar kamar,
"Nyebelin banget sih jadi orang, Dia yang bikin kok nanya aku, Kowk bieusa," Dumel Riri dengan akhir kalimat menirukan perkataan suaminya itu dengan memerotkan bibir nya,
Nyonya Ranti yang sejak tadi memperhatikan kelakuan menantunya itu, pun bertanya-tanya, Apa yang terjadi?, Kenapa menantu kesayangan nya itu bersungut-sungut,
"Sayang.. Tunggu dulu sayang. Bukan gitu maksud Aku, Aku…"
" Mas itu nyebelin.. Mas yang bikin tapi malah nanya ke aku, Kok bisa jadi,"
Riri kembali melangkah kan kaki nya dengan wajah di tekuk,menuju Ruang makan, Dan mendudukkan dirinya tepat di hadapan Nyonya Ranti, Yang sedari tadi memerhatikan mereka,
"Kan buat nya sama-sama sayang, Kamu juga enak kok…,"
"Mas..! " Riri semakin menekuk wajah nya,
" Bi Marni..," Panggil Riri,
" Iya Non!," Sahut Bi Marni dari arah dapur,
"Tolong buatin telur dadar ya, Tapi kuning nya aja ya Bi, nggak usah peka putih nya nggak enak, Sama sambel Ijo ya Bi banyakin bawang nya,"
"Baik Non,"
" Apa lihat-lihat, Ada hutang kah?," Tanya Riri galak, Saat menoleh Arya yang memandang nya dengan senyum yang sangat manis,
" Istriku semakin cantik, Jadi makin cinta deh,Suer," Arya menaikan kedua jarinya yang membentuk huruf V,
"Huh, Nggak mempan," Sungut Riri membuang Muka,
"Kalian ini kenapa sih, Masih pagi juga kok malah sudah brantem?, Kek Eza sama Andra saja," Tukas Nyonya Ranti,Dengan Wajah penasaran,
"Tanya aja tuh anak Mama," Sahut Riri masih dengan membuang muka, Kesal,
"Ar? " Nyonya Ranti menoleh Arya, Menuntut jawaban,
"Ehem.. " Arya berdehem sejenak, Kemudian menjawab pertanyaan sang Mama,
"Itu Mah, Mama bakal nambah Cucu, Riri hamil lagi," Jawab Arya dengan wajah berseri-seri,
" Riri hamil lagi?," Tanya Nyonya Ranti, Menoleh wajah menantunya yang masih saja manyun, Sedetik kemudian.
" Alhamdulillah, Mama bakal nambah Cucu?, Ah Mama seneng banget, semoga kali ini cewe ya, Tapi kalaupun cowok lagi ya nggak apa-apa, Yang penting sehat semua,"
Ujar Nyonya Ranti dengan senyum bahagia, Seraya berdiri dari kursinya, Setelah menghabis kan Susu kalsium nya,
"Mama mau kemana?," Tanya Arya dan Riri pun ikut menoleh Mama mertuanya jaya itu,
" Mama mau ke kamar, mau nelpon Jeng Nining, Mau ngabarin kalau sebentar lagi kita akan menambah Cucu," Sahut Nyonya Ranti seraya berjalan dengan tongkat di tangan nya,
Nyonya Ranti merasa langkah nya semkin ringan pagi ini, Efek dari kabar bahagia, Jika Cucunya akan bertambah, Hari tuanya benar-benar sangat menyenangkan,
Sedang Arya dan Riri hanya melongo, melihat respon bahagia Nyonya Ranti tersebut,
" Nah sayang, Mama aja seneng banget tuh, Saat tahu kamu hamil lagi, Udah dong, nggak boleh sedih, harus semangat, ok!,"
Riri yang mendengar perkataan Suaminya itu pun, Menggangukkan kepala nya, Benar, kenapa harus sedih, Seharunya dia bahagia, Tuhan kembali memberinya Rezeki berupa anak, Dirinya tidak akan kesepian di hari tuanya kelak,
"Sini sayang," Arya
__ADS_1
meraih tubuh Istrinya dan menduduk kan nya di pangkuan nya, Dan memeluk nya dengan erat,
"Mas juga sangat bahagia sayang, Mas bahagia memiliki banyak Anak, Di hari tua kita kelak, Kita nggak akan kesepian, Rumah kita akan ramai ramai oleh anak cucu kita,Semangat ya, Bumilku sayang, Mas sangat mencintaimu,"
Tukas Arya sembari mencium kening istrinya,
.
"Pelan-pelan makan nya sayang, Nggak ada yang bakal ambil makanan kamu kok," Ucap Arya saat melihat Riri memakan telur dadar dengan sambel Ijo itu dengan lahap,
"Emm… ini tuh enek banget Mas, Telur ny gurih, Di cocok dengan sambel Ijo yang banyak bawang nya, Enaaakkk banget, " Sahut Riri dengan mulut penuh,
.
...*******...
.
Kehamilan Riri kali ini tidak mengalami Mabok, Seperti saat hamil Andra, Riri juga tidak membenci bau badan Suaminya, Bahkan Riri cenderung posesif kepada Suaminya itu,
Tentu saja hal itu membuat Arya sangat senang, Pasalnya Istrinya itu sangat bergairah sekali di atas ranjang, Membuatnya berbangga diri akan hal itu,
Namun di balik kesuksesan hubungan ranjang nya, Ada kecemburuan yang membara pada sang istri yang selalu memanjakan nya itu,
Seperti hari ini, Arya sedang menghadapi Istrinya yang telah berubah menjadi macan betina, Karena ulah rekan bisnis nya yang kurang ajar itu,
"Mas…! Apa yang kamu lakukan dengan nya?," Teriak Riri dari ambang pintu ruangan nya,Dengan Mata melotot tajam, kepala nya seperti sudah berasap,
Saat melihat Suaminya yang hampir saja di cium oleh seorang wanita yang berpakaian sangat sexy itu, Membuat darah nya mendidih,
"Sayang..,Ini nggak seperti yang kamu lihat," Tukas Arya dengan wajah pias,
Beberapa jam sebelum nya,
"Mah, Aku mau kekantor Mas Arya, mau ngajakin makan siang bareng, Anak-anak nggak ada yang mau ikut,Andra juga lagi tidur siang, " Tukas Riri sembari memasukan kotak makan kedalam Paper bag, Yang akan dia bawah ke Kantor sang suami,
"Iya, Biarkan saja mereka di rumah bersama Mama, Biar rumah nggak sepi,Kamu bawa mobil?," Tanya Nyonya Ranti sambil memasukan potongan Ubi rebus kedalam mulut nya,
"Kek nya bawa si Gemoy aja Mah, Males bawa mobil, Macet soalnya jam makan siang," Tukas Riri seraya melirik jam yang menggantung di tembok dapur, Yang sudah menunjukan kan pukul 11:10,
"Ya udah Mah, Aku berangkat Dulu ya,Titip anak-anak," Pamit nya kepada Mama mertuanya itu, Yang masih menekuni ubi rebus nya,
.
Riri yang mengendarai motor kesayangan almarhum kakak itupun kini telah melenggang di jalan yang mulai ramai pengendara itu,
Saat berhenti di lampu merah, Tak sengaja Mata nya melihat seorang anak yang tengah asik menyeruput es Boba di tangan nya dengan nikmat,
Membuat Riri ikut menelan air liurnya yang hampir menetes, Ngiler, " Duh jadi pengen." Gumam Riri sembari mengelus perut nya yang sudah berusia lima bulan,
Setelah melewati lampu merah, Riri sengaja menurunkan kecepatan laju motornya, Mata nya awas melirik ke kanan dan ke kiri, Mengintai Stand minuman kekinian itu,
Rasanya ia sudah sangat ingin menyeruput Minuman dengan beraneka Toping itu,
" Haa.., Itu dia Stand nya," Gumam Riri bersorak seneng, Karena telah menemukan Minuman yang membuatnya ngiler itu,
"Mba., 5 ya, Toping nya Mix aja, Oh iya, ada cup jumbonya nggak?,
" Ada kak,, Semuanya jumbo?, Tanya mba nya tersebut,
"Iya, Jumbo aja semua," Tukas Riri, seraya memandang area sekitarnya, Cuaca hari itu lumayan panas, membuat beberapa orang ikut berteduh di bawah pohon rindang yang ada di pinggir jalan tersebut,
Tak jauh dari tempat nya menunggu pesanan nya di buatkan, Riri memperhatikan beberapa orang anak sekolah Menegah pertama yang kelelahan, Sedang berteduh di bawah pohon ketapang yang sangat rimbun, Sambil mengipasi wajah mereka dengan tangan dan juga buku,
Riri jadi teringat saat-saat ia sekolah dulu, Kehidupan ekonomi mereka belum stabil, Kakaknya saat itu sedang berjuang mendirikan Toko kue nya,
Saat-saat iya haus karena panas nya matahari yang terik,Namun mau beli minuman harus berpikir Dulu, jika beli minuman berarti pulang nya jalan kaki,Karena uang saku yang pas-pasan,
"Aduh lama nya Angkot ini, Gue udah haus banget eh, " Keluh salah satu dari mereka,
"Iya nih Kang Angkot, kek sengaja banget lama-lama, Males kali dia ngangkut kita-kita,Karena bayar nya cuman Dua rebo perorang," Sahut yang lain nya lagi,
" Ya mau gimana lagi kan emang segitu buat pelajar mah, Sesuai isi kantong," Sahut salah seorang yang paling semok di antara mereka,
Riri tersenyum kecil saat mendengar percakapan para remaja tersebut,
__ADS_1
"Dek…!," Panggil Riri dan kesemua nya yang berada di bawah pohon itupun serentak menoleh ke arahnya, Dengan tatapan bertanya, Panggil kita kah?
"Sini..!," Riri melambai kepada anak-anak remaja tersebut,
"Iya kak? Ada apa ya?," Tanya salah satu dari mereka, Penasaran
"Nih bagi-bagi buat ongkos Angkot," Riri mengangsurkan 6 lembar uang warna biru, Setelah menghitung jumlah mereka ber enam,
" Wah.. Makasih banyak kak, semoga kakak selalu bahagia ya," Kor semuanya,
Riri tersenyum dengan menjawab Aamiin dalam hatinya, Semua pesanan nya telah selesai di buat,
"Oya, Silahkan di pilih mau Toping apa, Kakak yang traktir semuanya, " lanjut Riri sembari menghidupkan mesin motor nya,Bersiap melanjutkan perjalanan nya,
Hatinya sudah sangat merindukan Suaminya itu,
"Selamat siang Bu," Sapa para Karyawan yang berpapasan dengan nya, Saat memasuki gedung perkantoran tersebut,
Sampai di lantai di mana Ruangan Suaminya berada, Riri melihat Sekretaris suaminya itu masih duduk di balik meja kerjanya, Sedang memoleskan lipstik merah bata pada bibirnya,
"Siang mba," Ucap Riri Tiba-tiba, Mengagetkan Sang Sekretaris, Membuat lipstik nya hampir patah karena terkejut,
"Si..siang Bu Riri," Jawab nya terbata sembari memegang Dada nya,
"Maaf ya udah ngagetin, Nih minum dulu, biar tenang," Riri meletakkan kan satu gelas Cup ukuran jumbo,di atas meja, " Pak Arya masih di dalem kan? Saya langsung masuk aja ya, "
Tanpa menunggu jawaban, Riri sudah mendorong pintu ruangan Arya, Tanpa mengetuk terlebih dahulu,
Namun alangkah kaget nya ia saat melihat Suaminya yang berusaha mendorong tubuh seorang wanita yang ingin mencium nya, Dengan kancing Baju yang sudah terbuka beberapa bagian,
Membuat hatinya teramat panas, Bahkan matanya seakan telah mengobarkan Api, Dan ingin menghaguskan Wanita kurang ajar itu,
"Apa yang kalian lakukan hah!!!, " Terik Riri membuat urat-urat leher nya menonjol, Dengan kilatan mata membunuh,
"Sayang…, ini…"
"Stop…!!," Potong Riri sembari mengangkat tangan nya, Tak ingin mendengar penjelasan,
Dengan nafas yang memburu Riri meletakkan Paper bag, Di atas meja berikut es Bobanya, Yang masih tersisa empat buah,
"Oh. Ini istri yang kamu bangga banggakan itu, Heh kampungan. beda jauh sama aku, Yang cantik dan modis, Nggak kucel kek gini Aku…"
Dengan gerakan Cepat sekedip mata, Riri telah memindahkan satu gelas jumbo Es Boba tersebut Ke kepala wanita yang mengelayuti suaminya tadi,
" Lancang sekali kamu ya, Kamu ngatain saya kucel?, Dengar wanita siundel jika kamu masih ingin hidup, Jauhi suamiku, Jangan pernah bermimpi memilikinya, "
Teriak Riri sembari menjambak rambut wanita sexy yang masih Syok itu,Akibat guyuran dingin di kepala nya,
"Sayang! Sudah sayang.., Ingat kamu lagi hamil, Kasian anak Mas nanti…"
"Nanti apa hah! Bisa-bisanya Mas bermain-main di belakangku, Kucingcang kalian berdu!!!," Riri melepaskan Pelukan tangan Suaminya, Kemudian kemabli maju kepada wanita yang masih sibuk menyapu wajahnya yang penuh dengan lelehan Boba itu
" Sini Kamu..," Riri menarik kasar lengan wanita itu,
" Apaan sih lepas.. sialan..,Auuhh sakit," Rintihan nya Saat Riri memcengkran lengan nya, Saat wanita itu ingin melawan,
Riri membuka pintu rungan Arya kemudian mendorong wanita tadi hingga tersungkur ke lantai, Hal itu membuat Sekretaris Arya yang sedang menikmati kenyal nya Boba yang di berikan Riri tadi, Tersedak oleh Boba yang belum ia kunyah,
" Astaga, Ada apa ini?,"
Batin nya, memandang wanita yang tengah mencium lantai itu, Dengan penampilan yang sangat kacau, Rambut nya sudah penuh Denga. Bola-bola kenyal kesukaan anak-anak muda jaman now itu,
"Oh ya ampun, Sayang sekali Boba nya di jadikan shampo," Gumam nya setelah menetralisasikan tenggorokan nya yang perih akibat tersedak tadi
"Kurang ajar kamu wanita kampung, Kamu.."
"Apaa..?!! Mau apa hem? Pergi kamu dari hadapan ku, jangan pernah mengganggu suamiku, Jika masih nekat, rambut indahmu itu bukan hanya kusiram Boba, Tapi kusiram bensin sekalian," Tukas Riri dengan nafas membuarunya,
"Dasar wanita gila," Makinya sebelum berlalu, Dengan penampilan yang pasti akan membuat nya sangat malu, Karena menjadi pusat perhatian orang-orang,
bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like nya ya, Bestie,
Terima kasih 🙏