
"Opa, Mami lama sekali di dalam, Abang udah nggak sabar mau ketemu adek," .
Bocah 2 tahun lebih itu sedang merengek di pangkuan Opa nya, yang Duduk di depan Ruang bersalin di salah satu Rumah sakit besar di kota itu,
Dengan melontarkan Pertanyaan yang sama kepada sang Opa dan juga Nenek nya,
5 jam yang lalu Arya baru saja mengabarkan jika Riri sudah kontasksi mau melahirkan, Dan Tuan Wiguna di minta oleh Arya untuk menjemput Re pagi nanti,
Sebab Bocah itu belum bangun di jam yang masih terbilang sangat Pagi itu, Yaitu pukul 3 Dini hari,
"Sabar ya bang, Nanti kalau sudah keluar Adik nya, Kita liat sama-sama ya," bujuk Tuan Wiguna, Yang sedari tadi
"Lama sekali, Abang mau ajak kadek berenang di kolam,". Ucap nya lagi, dengan bibir di monyong kan,
" Iya,iya pokonya terserah abang deh," Ucap Tuan Wiguna sembari terkekeh kecil, memandang Istrinya yng duduk di samping nya, Yang menahan senyum kala mendengar ucapan Cucu nya itu,
"Abang temenin Nenek ke kantin yuk, beli sarapan, Nenek laper nih, " Bu Nining mencoba mengalihkan Pertharian Re dengan mengajak nya ke kantin, biar tidak ngulek terus di pangkuan Opa nya,
Dan Bocah itupun langsung mau, dan langsung beranjak dari pangkuan Opa nya,
" bapak mau titip sesuatu?,"
"Iya, Titip.. Jaga hatimu hanya untuk ku ya Bu," Tuan Wiguna terkekeh Usai mengusili Istrinya itu,
" ish, Genit udah Aki-ak juga," Cibir Bu Nining,
" Biar udah Aki-aki gini, Tapi masih bisa buat Ibu njerit-njerit loh," Bisik nya di telinga Bu Nining,
"Udah Pak, Udah malu ih, Yuk Bang kita ke kantin,"
Bu Nining berlalu dengan menggandeng tangan Re, Tuan Wiguna hanya terkeke-kekeh melihat raut muka Istrinya yang memerah karena malu,
"Kenapa Papa Nyengir-nyengir sendiri? Kemana Re dan Ibu?,"
Sangking asik nya mengusili istrinya Tuan Wiguna sampai tidak sadar jika Arya sudah keluar dari Ruang bersalin, Dan Duduk di kursi sebelah nya,
" Oh kamu ini ngagetin aja, Gimana udah lahir?, Cowok apa cewe? " Tuan Wiguna memandang Anak nya yang terlihat lelah, Dan kurang istirahat,
" Udah Pah, Cowok lagi, Abang ada temannya, Sekarang lagi siap-siap mau di pindah ke ruang rawat"
"Barusan Re di ajak Nenek nya ke kantin, Habis nya sedari tadi kita tiba dia ngulek terus di pangkuan Papa, dengan pertanyaan yang sama, Kenapa lama sekali adik nya keluar,
Dia udah nggak sabar mau di ajak nya berenang katanya, "
__ADS_1
Tuan Wiguna terkekeh saat mengatakan keinginan Cucu pertamanya itu,
"Ya ampun bang, Ada-ada saja," Gumam Arya, Merasa lucu dengan Perkataan Putra pertama nya itu,
"Mami…! Adek abang mana?"
Baru saja Riri ingin memejamkan matanya, Setelah beberapa saat yang lalu ia di antar i di kamar inap nya,
Namun Suara cempreng putra nya itu membuat nya kembali membuka Mata,
"Aduh Cucu Nenek udah nggak sabar mau ketemu adik nya," Ucap Bu Nining yang muncul di belakang Re, Dengan menenteng Kantong yang berisi makanan untuk Arya dan Papa nya,
"Sini sayang, Cium dulu," Riri melambaikan tangan nya ke pada Re, Agar bocah itu mendekat ke arah nya,
"Bagaimana keadaan kamu Sayang," Bu Nining mengecup kening Riri yang menyambut nya dengan pelukan,
"Lega Bu, Udah kempes ini perut nya,"
Riri tertawa seraya mengelus perut nya yang sudah rata,
Bu Nining ikut tersenyum Haru, Sambil menggangkat Tubuh Re dan menduduk kan nya di samping Riri,
"Hem.. Wanginya." Riri mencium pipi dan kepala Putra sulung nya itu,
" Mandi sama Nenek, Udah makan, ini abang dari beli Susu, Satu untuk abang, satu lagi untuk Adek,"
Re menunjuk kan kresek di tangan nya dengan semangat, Yang berisi dua kotak susu kemasan, rasa coklat,
"Wah.. Baik nya abang, Mami nggak di beliin nih?," Goda Riri sembari menjawil pipi tembem Re,
" Em abang lupa, hehe, Nanti suruh Papi aja yang beli buat Mami, Adek abang mana Mi?"
Tanya nya lagi saat mengingat jika song Mami belum menjawab pertanyaan nya,
" Adik masih di Rungan bayi sayang, paling bentar lagi di Anter sama suster, Sini Sama Papi, biarkan Mami istirahat Dulu,"
Arya menjawab pertanyaan Re, Sembari mengajak nya turun dari bed Riri dan menduduk kan nya di sofa,
" Tapi Adek abang beneran ada kan Pih, nggak di ambil sama dokter?,"
"Ada sayang, Abang tenang aja, bentar lagi adik nya di Anter,
__ADS_1
Baru saja Arya selesai berucap, Suar ketukan di pintu terdengar, dan Seorang Dokter dn juga Perawat masuk dengan mendorong box bayi,
" Nah itu dia Adik nya udah datang," Seru Arya kepada Re yang tengah menyedot Susu kotak nya,
Membuat Re menoleh, Dan langsung beranjak, menyongsong kedatangan sang Adik,
" Selamat Pagi Ibu Kartika, Sudah keluar Asinya? Kalau sudah biar saya bantu untuk menyusui Bayi nya,"
Sang dokter itupun menggangkat Bayi dari box nya,
"Papi.. Itu Adek abang di ambil," Pekik Re dengan muka khawatirnya,
Membuat Semua yang ada di sana tersenyum, Dengan tingkah bocah yang sudah menjadi seorang kakak itu,
" Nggak Kok, Bu dokter cuma mau bantu Maminya untuk menyusui Adik nya, biar cepat besar adik nya ya,"
Jelas sang dokter, setelah mendapat tatapan tajam seorang Kakak, karena mengira adik nya akan di ambil,
"Liat Bu, Wajahnya nya mirip sekali sama Abang," Tuan Wiguna sedang menimang Cucu keduanya itu, Sedang Re kini tengah di suapi makan oleh Nenek nya,
"Iyalah Pak, Kan Adek nya, Iyakan bang?,"
Bu Nining memandang wajah sang cucu yang kini sedang mengunyah makanan nya, Dengan kedua pipinya yang mengembung, Seraya mengangguk, mengiyakan,
" Sudah ada namanya Ar?" Tanya Tuan Wiguna, menoleh Arya yng sedang menyuapi Riri makan, yang baru saja di antar kan oleh petugas Rumah sakit,
"Sudah Pah, Namnya NARENZA DWIGUNA, Panggilan nya Eza, Bagaimana sayang? " Arya meminta pendapat Istrinya,
" Namanya Bagus Pih, Nama belakang nya sama kek abang," jawab Riri sambil tersenyum,
" Mih. Kapan abang bisa ajak Adek berenang?"
Re sedang bermanja-manja di pangkuan Riri, Yang baru saj selesai menyusui baby Eza, Dan sekarang sedang di pindahkan ke box nya oleh Arya,
"Em.. Nanti kalau baby Eza nya sudah gede kek abang, Baru deh bisa di ajak berenang, Kalau sekarang belum bisa sayang," Riri mengusap-usap kepala putra sulung ny itu, Yang terlihat sudah mengantuk,
Opa dan Nenek, nya sudah pulang sejak tadi, Re sudh di bujuk oleh sang Opa agar mu ikut dengan nya Nama U Bocah itu tidak mu, Katanya dia mau jagain Adik nya biar nggak di ambil dokter,
Bersambung…
Jangan lupa like dan juga komen nya ya,
Terima kasih
__ADS_1